Euphorbia, Bunga Sepanjang Masa

Euphorbia hingga kini masih menjadi primadona para penggemar tanaman hias. Pamornya tak kalah dari tanaman-tanaman keren seperti aglaonema dan adenium. Lihatlah di sekitar rumah kita, selalu ada tetangga yang memelihara euphorbia. Mengapa?

PERAWATAN yang tidak terlalu rumit, juga harga yang relatif terjangkau, merupakan dua alasan utama sehingga euphorbia tak kelihangan penggemarnya. Booming euphorbia ini tidak hanya terjadi di Indo-nesia, tetapi juga di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Menurut Heru Wicaksono dari Pendawa Nursery, yang menjadi tren saat ini antara lain euphorbia berwarna putih dan kuning dengan bunga besar. Harga termurah yang sudah berbunga rata-rata Rp 60.000, dan termahal Rp 2 juta. Sedangkan yang belum bercabang dan berbunga berbunga sekitar Rp 40.000.

Tanaman yang berharga ra-tusan ribu hingga jutaan rupiah biasanya memiliki daun dan bunga yang rimbun. Selain itu, memiliki unsur langka.

”Makin tidak banyak orang yang memilikinya, makin mahal harganya,” ungkap Heru, saat ditemui di showroom Jalan Menjangan V/27-29 Pedurungan Semarang. Dia optimistis, suatu saat akan muncul euphorbia dengan bunga superbesar, bergaris te-ngah 8-10 cm. Tentu saja harganya semakin mahal. Saat ini pun sudah muncul euphorbia yang agak nyeleneh, yaitu Euphorbia cristata. Batangnya gepeng, bentuk seperti kipas, dengan harga termahal Rp 10 juta.

Tanaman euphorbia pertama kali ditemukan di Madagaskar dan Amerika Utara. Jenis yang terbanyak saat itu adalah Euphorbia milii. Beberapa pembudidaya kemudian menyilangkan jenis ini dengan euphorbia jenis lainnya, sehingga ber-munculan varietas-varietas baru seperti sekarang. Bentuk dan warna bunganya pun makin beragam, semarak, meriah, dan memesona. Euphorbia sering disebut sebagai tanaman delapan dewa. Sebab bunganya berbentuk seperti angka delapan. Hebatnya lagi, bunga euphorbia bisa muncul secara bergantian sepanjang tahun.

”Karena setiap bunga keluar dalam waktu tidak bersamaan. Bunga yang rontok akan cepat digantikan oleh bunga-bunga lain yang baru kuncup. Itu sebabnya, euphorbia juga sering disebut sebagai bunga sepanjang masa,” tambah Heru.

Tanaman ini, menurut dia, dapat tumbuh setinggi 60-150 cm, dengan lebar rumpun sekitar 90-150. Bahkan ada juga tanaman dengan tinggi mencapai 200 cm, seperti koleksi yang dimiliki Heru di Tembalang, Semarang. Tanaman yang dijuluki crown of throns ini menyukai daerah panas. Jadi janganlah heran apabila euphorbia tumbuh subur jika terkena panas matahari secara langsung.

Perawatan

Untuk perawatan prima, letakkan tanaman di tempat terbuka, yang bisa terkena langsung sinar matahari. Namun disarankan diberi atap atau naungan, karena euphorbia tidak tahan terhadap hujan.

Tanaman ini tumbuh subur di daerah arid alias kering. Jangan heran begitu musim hujan da-tang, tanaman euphorbia riskan busuk. Nah, untuk mencegah kebusukan, gunakan media berporus (berlubang). Jika memungkinkan, pasang plastik naungan, pupuk berkadar nitrogen (N) rendah, serta mengatur jarak antartanaman.

Sirami tanaman secara teratur, namun jangan sampai terlalu basah (mudah busuk). Penyiraman dilakukan terhadap tanah (media tanam), bukan pada batang atau daunnya. Sebab potensi jamur pada batang dan daun cukup besar, sehingga tanaman lama-lama akan membusuk.

Selain itu, potonglah bunga atau daun yang telah mengering. Karena bagian tubuh yang telah tua ini hanya akan menghabiskan sari makanan.

Sebulan sekali, tanaman di-beri pupuk campuran NPK dan TSP dengan perbandingan 1 : 1. Dosisnya setengah sendok teh (untuk pot kecil, diameter 15 cm), satu sendok teh (pot sedang, 20 cm), serta satu sendok makan (pot besar, 20 cm lebih). Sem-protkan pupuk cair (pupuk daun) seminggu sekali. (Paulus NM-32) http://www.suaramerdeka.com/harian/0705/28/ragam02.htm

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s