Arsip Kategori: Anthurium

STANDARISASI MENILAI ANTHURIUM DI KONTES

Menilai Anthurium di kontes, masih rancu. Banyak peserta dan panitia belum tahu, bahkan banyak juri sendiri belum ngerti. Maklum belum ada standar penilaian yang baku. Baru-baru ini KAI mengundang para juri untuk dimintai pendapatnya. Lalu coba dirumuskan. Ini hasilnya.

Pemahaman tentang penilaian Anthurium sampai saat ini masih rancu dan menjadi perdebatan sengit di kalangan juri, peserta maupun panitia kontes. Maklum, belum ada standar penilaian baku yang dapat dijadikan panduan dalam menilai anthurium di arena lomba. Baca lebih lanjut

Tip Membeli Jenmani: Pilihlah Daun Tebal Serat Menonjol

Dengan semakin mahalnya harga bibitan Jenmanii, selayaknya perlu dilakukan sikap kehati-hatian dalam membeli bibitan apalagi untuk koleksi sendiri. Karena selama ini banyak orang justru sembrono dalam membeli bibitan, asal murah disikat, padahal nggak tau bagaimana bentuk indukannya dan besarnya kayak apa?

Baru setelah enam bulan kemudian muncul penyesalan, karena bibit yang diharapkan bisa menjadi jemani yang punya karekter Cobra, Sawi, Koll, Mangkuk atau lainnya tidak kesampaian. Penyesalan seperti ini telah dialami oleh banyak kolektor pemula yang hanya percaya pada pedangan atau broker, tanpa pernah melihat indukannya.

Seringkali orang melihat bibitan dua tiga daun yang tampak bagus tebal dan bentuk bulat ingin membelinya, apalagi harga yang ditawarkan selisih lima sampai sepuluh ribu rupiah dibanding harga umum. Pasti ingin membelinya dalam jumlah banyak, karena saat ini untuk cari bibitan jenmani susah sekali meski harga sudah tembus ratusan ribu untuk tiga daun. Tapi setelah umur tujuh bulan atau keluar daun ketujuh, bibitan yang dulunya dianggap bagus, keluar sifat aslinya tangkainya panjang daunnya besar memanjang. Kalau sudah begitu biasannya ada penyesalan, karena itu ciri jenmanii giant alis jumbo yang tentunya masuk katagori jenmanii kurang bagus.

Indukan jenmanii jumbo ini banyak yang punya, harganya juga tidak mahal seperti jenmani yang punya karakter, karena dianggap jenmanii biasa. Tapi bagi pemilik indukan Jenmani giant ini sangat diuntungkan karena bisa sebagai mesin produksi. Pasalnya disaat harga bibitan tembus ratusan ribu setiap tongkol jenmanii jumbo yang sudah umur tiap tongkolnya bisa menghasilnya ribuan biji, beda dengan jenmanii yang punya karakter bagus, produksi bijinya relatif rendah paling banyak sekitar tiga sampai empat ratus saja.

Nah, supaya tidak salah pilih, coba ikuti tip yang disampaikan orang yang cukup berpengalaman berburu jenmani seperti dr.Madiyanto Wonogiri dalam membeli bibitan jenmanii. Menurut bapak dua putri ini hal yang harus diperhatikan dalam membeli bibit Jenmanii usahakan melihat induknya. Dengan tahu indukannya, meski tidak ada jaminan dari penjual kalau bibitannya nanti seperti induknya kita bisa tenang. Yang penting penjual atau nursery bisa memberi jaminan kalau bibitannya dari indukan A, maka kita sebagai pembeli lega, karena kalau terjadi penyimpangan bibitan tadi tidak menyimpang jauh dari induknya.

Induk yang bagus memang belum tentu menghasilkan anakan yang bagus semua, tapi pada umumnya kebanyakan bibitan yang dihasilkan bagus. Sebaliknya kalau induknya kurang bagus, sudah pasti anakannya banyak yang kurang bagus. Karena itu mengingat harga bibit cukup mahal, sebaiknya belilah bibit yang tahu silsilah induknya, terang dr.Madiyanto.

Bagaimana kalau tidak bisa melihat indukannya, karena selama ini banyak pedagang yang menjual bibitan bukan dari hasil dari indukannya sendiri melainkan dari orang lain? Kalau begitu ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, pertama pilih daun yang tebal. Kedua serat daunnya menonjol, dan ketiga daunnya lebar atau bulat.

Daun tebal rata-rata dari induk yang bagus, sebab selama ini Jenmanii induk yang punya karakter seperti Cobra, Sawi, Pagoda, Piton, Entong, Daun nangka dan sebagainya memiliki daun yang tebal. Kalaupun dewasannya nanti tidak memiliki karakter, maka jenmanii ini masih memiliki nilai ekonomis tinggi karena ketebalan daunnya. Kedua serat harus menonjol, bila daun tiga empat serat daun pada bibitan jenmanii sudah nampak maka semakin besar tanaman tadi akan makin jelas seratnya. Karena serat merupakan salah satu tanda Jenmanii berkualitas, maka meski daun tidak memiliki karekter jenmanii seperti ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketiga, pilih daun yang lebar, bibitan yang punya daun lebar kemungkinan besar nantinya saat dewasa memiliki karakter, entah jadi mangkuk, sweta atau lainnya. Tapi yang daun agak memanjang bukan berarti jelek, karena dalam jenmanii seringkali terjadi mutasi saat memasuki usia dewasa, maka bisa jadi Jenmani yang bentuk daunnya jelek berubah menjadi jenmanii yang berkarakter seperti jaipong, golok atau lainnya.

Jenmani memang unik, kecil sampai memasuki remaja bagus, tapi menjelang dewasa kadang muncul gen aslinya bentuk daun malah berubah jadi jelek, begitu juga sebaliknya. Memang kemungkinan seperti itu jarang terjadi, tapi pernah terjadi. Karena itu perhatikan serat dan ketebalan, kalau serat bagus tebal oke, meski nantinya bentuk daunnya berubah, nggak masalah, kata dr.madiyanto yang selama ini dikenal suka mengoleksi Jenmanii cobra. wah

Agrobis Edisi 744, September 2007

Tiga Cara Pengairan Anthurium

Anthurium yang kebutuhan airnya tercukupi, tidak kurang tetapi juga tidak berlebihan, akan tumbuh optimal membentuk sosok seperti yang diharapkan. Namun, sebagai tanaman yang menghendaki media tumbuhnya selalu lembab, hal yang merepotkan adalah bila anthurium ini akan ditinggal pergi dalam waktu yang cukup lama. Untuk itu, ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar kebutuhan air anthurium tetap terpenuhi meski ditinggal bepergian dalam waktu relatif lama. Ketiga cara itu adalah:

  • Pengairan Tetes
    Cara pengairan tetes ini seperti infus pada pasien di rumah sakit, yaitu diberikan ke media tanam setets demi setetes. Alat yang dibutuhkan adalah wadah penampung air yang berlubang di bagian dasarnya, selang plastik dan pengatur tetesan air atau regulator yang bisa dibeli di toko perlengkapan akuarium. Pasang ujung selang pada dasar penampungan air sedemikian rupa sehingga nantinya air mengalir melalui selang tersebut, usahakan tidak terjadi kebocoran di sekitar lubang. Ujung selang yang satu ditancapkan ke dalam media, sementara di tengah-tengahnya dipasang regulator untuk mengatur tetesan air. Setelah itu taruh penampungan air di tempat yang lebih tinggi dari pot sehingga air mengalir turun melalui selang. Atur dengan regulator supaya air turun setetes demi setetes sehingga media selalu dalam keadaan lembap.
  • Pengairan Sumbu
    Trik ini memanfaatkan prinsip kapilaritas, yakni naiknya air dari bagian bawah ke atas melalui benda yang porous. Peralatannya hanya wadah atau bak air yang lebih besar dari pot, sumbu kompor yang belum dipakai, dan bata merah. Jika pot hanya memiliki satu lubang, masukkan ujung sumbu ke dalam media sampai tembus 1/3 bagian media tanam dan sisanya menjulur keluar. Jika pot memiliki dua lubang, ujung sumbu masuk ke salah satu lubang dan keluar melalui lubang lainnya. Sesudah itu, pot dimasukkan ke dalam wadah atau bak air yang telah diisi oleh air sampai separuh kedalamannya. Supaya dasar pot tidak terendam air, taruh dan ganjal dengan bata merah. Dengan cara ini air tidak akan naik melalui sumbu dan melambapkan media tanam.
  • Pot Ganda
    Menjaga kelembapan media tanam dengan trik pot ganda adalah memasukkan pot anthurium ke pot lain yang lebih besar tetapi ukurannya lebih pendek. Ruang kosong di antara kedua pot tadi kemudian diisi moss atau pasir basah yang akan menjaga kelembapan media tanam selama ditinggal pergi.

buku Mengenal & Merawat Athurium Daunkarangan Hendra Tanjung & Drs. Agus Handoko

Stabilkan Warna Hitam Anthurium

Nuansa warna hitam pada anthurium jadi incaran hobiis. Sayang ketika tanaman dirawat di dataran rendah warna kehitaman itu kerap menghilang. Dede Bahar di Surabaya punya cara untuk mempertahankan warna hitam. Anthurium ditanam di pot dengan banyak lubang, lalu diletakkan di atas piringan berbahan tembikar yang diisi air. Kelembaban terjaga, warna hitam bertahan. Bambang Tjahjono di Jakarta Selatan meletakkan anthurium di bawah shading net berkerapatan 65% – jadi tidak terlalu gelap, tidak terlalu terang

Trubus no 460

Mengejar MITOS Cobra Catalog

Setelah di warnai kelesuan di bursa tanaman hias, pertengahan tahun 2008 ini diperkirakan Anthurium si Raja Daun kembali akan menggebrak pasar tanaman hias Indonesia dengan berbagai varietas maupun Hybrid baru. Meski demikian permintaan terhadap berbagai jenis Anthurium Jenmanii BERKARAKTER seperti Jenmanii Cobra, Mangkok, KOL, Sawi juga mulai bertambah kencang. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya bursa transaksi terutama Anthurium Jenmanii kategori bibit dan ukuran remaja 15 cm di bursa tanaman hias dan sentra sentra Anthurium di Ngargoyoso, Jenawi, Karangpandan Kabupaten Karanganyar yang selama ini memang di kenal sebagai MARKASNYA ANTHURIUM. Salah satu pemicu menggeliatnya bursa tanaman hias khususnya Anthurium ini di duga dikarenakan kembali diadakannya berbagai event pameran dan kontes Anthurium dengan hadiah yang cukup menarik dan menggiurkan. Hal ini pada gilirannya memang memberikan dampak positif dengan kembali munculnya minat masyarakat untuk kembali mencari tanaman hias Anthurium kategori bibit maupun bakalan/bahan (ukuran remaja) yang hadir dengan harga jauh lebih terjangkau dan rasional.

 

Bibit-bibit jenmanii dari indukan BERKARAKTER seperti Cobra, Mangkok, Kol dan Sawi mendapatkan permintaan yang cukup signifikan dari berbagai kota besar di Jawa maupun Luar Jawa termasuk Bali dan Papua yang selama ini dikenal cukup adem dengan booming Anthurium tahun lalu, dibandingkan dengan daerah daerah lain di Indonesia. Meskipun permintaan bibitan jenmanii dari Indukan Jenmanii Cobra masih mendominasi. Hal ini di duga disebabkan karena Jenmanii yang satu ini memang masih menempati posisi harga termahal dan tak bergeming meski harga berbagai jenis Anthurium mengalami koreksi secara mendalam. Anthurium Jenmanii Cobra diakui atau tidak telah menjadi semacam MITOS sebagai jenis Anthurium Jenmanii paling bergengsi yang layak untuk di miliki.

 

Seiring dengan makin santernya permintaan akan bibitan jenmanii dari indukan COBRA tersebut maka  gayung bersambut bermunculan pulalah berbagai penawaran jual bibitan jenmanii yang berlabel indukan Jenmanii Cobra Catalog. Tentu saja hal ini adalah lumrah, dan normal dalam sebuah mekanisme yang disebut sebagai PASAR.Tak pelak, dengan anthusiasme tinggi masyarakat terutama para penggemar baru tanaman hias Anthurium dengan dipenuhi rasa penasaran dan sebagian mungkin dibayangi bakal mendulang emas yang berlabel Jenmanii Cobra Catalog maka berapapun jumlah bibitan yang berlabel jenmanii Cobra Catalog di sapu bersih bahkan mungkin tanpa dibekali kesadaran yang cukup bahwa pembesaran Anthurium Jenmanii melalui biji sangat lebar peluang perbedaan dengan indukannya meski indukannya merupakan Anthurium Jenmanii BERKARAKTER.

 

Pada umumnya, pembelian bibitan jenmanii dari indukan Cobra (Cobra Catalog) tersebut hanya didasarkan dengan pertimbangan kasar dan panduan umum dengan melihat bibitan tiga atau empat daun nampak bagus, tebal  (bahkan SUPER TEBAL),berbentuk bulat serta bertangkai pendek. Padahal, untuk jenis jenis jenmanii tertentu Cobra misalnya, meski tipis tetap mempunyai karakter bibit dan texture daun yang berbeda dengan bibitan jenmanii lainnya. Berdasarkan pengalaman, jenis jenis bibitan jenmanii yang paling banyak di gelontorkan ke pasaran dengan berlabel bibitan cobra catalog adalah bibitan jenmanii Mangkok dikarenakan bentuk daunnya yang membulat mirip bibitan cobra, serta bibitan silangan Jenmanii Naga dengan Jenmanii Sawi dikarenakan texture serat daunnya atau Naga dengan KOL.

 

Terlepas dari apakah bibitan cobra catalog dengan texture yang seperti akan dipaparkan berikut ketika dewasa nanti akan menjadi sama dengan induknya , namun jika anda bermaksud untuk MENGEJAR MITOS, tak ada salahnya mempertimbangkan pertimbangan bahwa meski berdaun lebar hampir mirip bibitan mangkok namun dari sisi ketebalan daun masih kalah dengan bibitan mangkok. Dari sisi serat daun juga berbeda dengan bibit jenmanii jenis lainnya. Serat daun bibitan jenmanii dari indukan cobra (cobra catalog) cenderung tidak kasar, berserat halus dan berdaun lebih lunak (lentur). Ukuran tangkai daun juga relatif. Meski ada juga yang muncul dalam bentuk bertangkai pendek kurang dari 1 cm, namun ada juga yang muncul dengan kondisi bertangkai sedikit panjang antara 2 sd 3 cm. Salah seorang rekan dari Karanganyar yang cukup berpengalaman dalam hal jenmanii Cobra Catalog justru lebih memilih bibitan yang muncul dengan tangkai sedikit lebih panjang dari yang lain untuk dimasukkan sebagai bibitan cobra berkualitas prima yang kecenderungan akan sama dengan induk jauh lebih besar di banding yang lain. Yang paling penting dalam mengamati dan mencermati bibitan dari indukan cobra catalog menurut beliau justru pada ketebalan daun, serat dan texture daun, serta posisi daun musti sudah menekuk ke dalam baik dari ujung daun ataupun pinggir daun. Paling bagus adalah jika mendapatkan bibitan Cobra dengan daun menekuk ke dalam mulai dari garis tengah daun.   Jika bibitan Cobra tersebut berdaun terlalu tebal (super tebal) atau lebih tebal dari bibitan jenmanii mangkok, bertekstur dan serat daun kasar, daun cenderung keras atau kaku. Hanya satu kata beliau. Singkirkan..saja !! Waduh..!! Makanya ngga jadi jadi..!

http://www.innflowers.com/ourstore/

TIPS & TRICK TANAMAN ANTHURIUM

TIP AWETKAN BUNGA
Kendala menyilangkan Anthurium adalah perbedaan waktu kematangan bunga Anthurium. Untuk memperpanjang masa subur saat bunga Anthurium matang, serbuk sari diluruhkan untuk dibuat stok. Kumpulkan serbuk sari dari Anthurium yang akan disilangkan, Misal serbuk sari anthurium Jenmani Mangkok dengan bantuan kuas. Masukkan dalam botol atau plastik. Agar tahan lama simpan dalam kulkas. Pada suhu dingin, daya tahan serbuk sari Jenmani mangkok tadi lebih awet. Dengan cara itu masa subur serbuk sari Anthurium jantan diperpanjang, bisa dipergunakan sewaktu-waktu. Namun perlu diingat, semakin lama disimpan, kesuburan juga menurun, sehingga semakin cepat dipakai semakin baik.TIP MEMPERCEPAT BUAH ANTHURIUM MATANG
Anthurium yang disilangkan setelah anthurium bertongkol, Biasanya buah dipetik setelah lepas dari tongkol. Banyak pekebun mempercepat panen dengan memotong tangkai tongkol anthurium Jenmani Indukannya setelah beberapa buah sudah keluar dari tongkol. Tip’s ini dilakukan untuk mempercepat kematangan buah-buah (Biji Anthurium Jenmani – Ose Anthurium Jenmani , DImana Tongkol dari indukan Jenmani dipotong lalu Tongkol Biji Anthurium tadi direndam dalam botol yang telah diisi larutan Vitamin B1. Perbandingan 1-2 cc/l air. Meski sudah dipotong, biji-biji di tongkol anthurium Jenmani tetap akan matang. Dengan sistem “karbit” itu panen lebih cepat 1-2 minggu dan relatif serempak.

TIP RAWAT BUNGA ANTHURIUM AGAR MENJADI TONGKOL
Indukan Anthurium, baik Indukan anthurium jenmani , indukan anthurium Gelombang Cinta , Indukan Anthurium Keris KW1 , Indukan Anthurium Garuda , Indukan Anthurium Corong yang berbunga tampaknya gampang haus. Tongkol Anthurium yang baru disiram 30 menit, akan terlihat kering lagi 30 menit berikutnya. Karena itu, selama masa pembentukan buah / biji anthurium, bunga anthurium harus sering disiram. Air dibutuhkan untuk membuat buah anthurium senantiasa lembap dan membuatnya cepat besar dan menghasilkan biji anthurium ( anthurium seeds ).

TIP BUANG BUNGA SEBELUM KONTES
Bila satu anthurium dijadikan pohon induk, maka pertumbuhannya menurun sehingga penampilan kurang prima. Pada saat itu, anthurium indukan tadi, menyedot makanan lebih banyak untuk pembentukan bunga anthurium. Bila tidak diimbangi dengan pupuk memadai, maka calon biji anthurium tadi akan menyedot energi cukup besar sehingga bagian lain kekurangan unsur makanan. Akibatnya ukuran daun baru lebih kecil dibandingkan daun yang sudah ada. Jika koleksi Anthurium akan disertakan dalam kontes anthurium, maka pembentukan tunas bunga anthurium harus dicegah. Caranya dengan memangkas bunga yang baru terbentuk. Tindakan yang sama bisa dilakukan saat tanaman sakit. Pembuangan bunga pada anthurium indukan mengurangi pemakaian energi.

TIP BUNGKUS BUAH – BIJI ANTHURIUM ( ANTHURIUM SEEDS )
Kematangan buah – biji anthurium yang sering disebut OSE Anthurium tidak terjadi secara serempak. Biji anthurium yang terlepas bisa jatuh dan hilang. Agar “emas merah” itu tidak hilang, Supri yang berpengalaman dalam merawat indukan anthurium jenmani bertongkol, membungkus tongkol anthurium jenmani kol koleksinya yang telah masak, dengan plastik bening untuk menadah biji anthurium jenmani yang jatuh. Penyungkupan juga berguna untuk menjaga kelembapan tetap tinggi. Penyungkupan bisa dilakukan untuk seluruh varian anthurium, baik anthurium jenmani cobra, jenmani sawi, Black silvit, hookeri, dll. Pembungkusan mulai dilakukan saat biji anthurium jenmani tadi hampir keluar dari tongkol indukan anthurium jenmani, sekitar 4 bulan setelah tongkol muncul pada indukan anthurium jenmani kol tadi.

TIP TOPANG TONGKOL BIJI ANTHURIUM SIAP PANEN
Ukuran tongkol anthurium indukan yang makin lama makin membesar membuat tangkai tongkol buahnya tidak mampu menopangnya lagi. Akibatnya tangkai buah membengkok. Topang tangkai buah supaya tidak bergerak dan tali pengikat tidak melukai tangkai. Lapisi tangkai buah dengan busa spons lalu ikat ke tangkai. Tangkai pun tetap tegak.

TEKNIK SEMAI BIJI ANTHURIUM
1. Biji Anthurium baik itu biji anthurium jenmani cobra , biji jenmani mangkok, biji jenmani kol, hookeri, biji gelombang cinta, biji garuda merah berkualitas dihasilkan dari buah matang sempurna.
2. Biji anthurium dikeringanginkan setelah dikelupas.

Cara I

  1. Siapkan tray dan isi dengan media.
  2. Semai satu biji anthurium perlobang lalu tutup dengan media campuran pakis, sekam, bakar dan cocopeat.
  3. Simpan wadah persemaian di temapt teduh lalu siram calon bibit anthurium setiap pagi dan sore hari.
  4. Pindahkan bibit anthurium ke pot soliter setelah berumur 2-3 bulan. Umumnya bibit anthurium jenmani cobra, bibit anthurium jenmani mangkok, bibit anthurium jenmani kol, bibit hookeri super red, bibit anthurium garuda , bibit anthurium bintang kejora dan bibit anthurium superboom pada saat itu berdaun 2-3 helai.

Cara II:

  1. Cara menyemai biji anthurium Siapkan styrofoam ukuran 30 x 50 cm lalu isi media pakis kasar di bagian bawah lalu pakis halus di atasnya. Semai biji anthurium berjarak tanam 2 cm x 2 cm tanpa ditimbun lalu tutup dengan kaca.
  2. Semprot biji anthurium jenmani yang disemai tiap 2 kali sehari dengan membuka kaca penutup terlebih dahulu.
  3. Empat hari kemudian biji anthurium jenmani berkecambah dan dipindah. Buat lubang sedalam 1 cm pada wadah baru lalu masukan akar kecambah jenmani dan timbun.
  4. Tiga sampai empat bulan kemudian bibit dipindah ke pot soliter.

TIP CARA MENYEMAI (SEMAI) BIJI ANTHURIUM
Lapisan jelly yang membukus biji anthurium berpotensi mendatangkan jamur. Jika hal itu terjadi, kerusakan biji anthurium tidak dapat dihindari. Untuk mencegahnya ada cara mudah. Setelah dipetik, pencet buahnya sehingga bijinya keluar kemudian rendam dalam air. Sekitar 10 menit kemudian biji anthurium telah diselimuti jelly nektar. Ambil biji anthurium dan keringkan di atas koran. Setelah benar-benar kering, biji anthurium kemudian direndam lagi di air. Bila tidak terbentuk jelly, benih sudah siap di semai.
Sphagnum moss
Sphagnum moss juga bisa digunakan sebagai media semai anthurium. Pemakaian moss sebagai media semai memudahkan pemindahan anthurium dari persemaian. Tanaman mudah dicabut tanpa menimbulkan luka pada perakaran. Akibatnya proses adaptasi di lingkungan baru lebih mudah. Siapkan wadah plasti ukuran 20 cm x 30 cm atau 30 cm x 40 cm yang diisi pecahan genting hingga 1/3-nya, sisanya (2/3) diisi dengan moss. Setelah dipadatkan dan diratakan, buat lubang-lubang kecil sebagai tempat biji. Biji ditutup tipis-tipis dengan serbuk moss dan disiram dengan sprayer. Tutup bagian atas persemaian dengan plasti bening. Sebulan kemudian biji anthurium mulai bertunas dan tutup plastik bisa dilepas.

  1. Pilih anthurium yang bonggolnya sudah terlihat.
  2. Cabut anthurium dari pot.
  3. Cuci bersih batang dan akar agar sosoknya terlihat jelas.
  4. Gunakan pisau stinless steel tajam untuk memotong bonggol. Potong bonggol menjadi 4 bagian dengan masing-masing potongan 1 cm.
  5. Oleskan campuran fungisida dan hormon perangsang akar dibekas luka bonggol bagian paling atas yang berdaun. Lalu keringanginkan. Oleskan campuran fungisida dan hormon perangsang tunas di bekas luka bonggol bawah.
  6. Buang akar yang menempel di potongan bonggol bagian bawah agar tunas dapat tumbuh leluasa. Lalu keringanginkan.
  7. Tanam potongan bonggol di pot beriasi media campuran pakis, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 3:1:1.
  8. Siram tanaman menggunakan sprayer keesokan harinya.
  9. Selang 3-4 bulan, tanaman sudah berdaun 3-4 dengan tinggi tanaman 3-4 cm.

TIP 1 POTONG BONGGOL
Untuk memacu pertumbuhan, maka bagian bawah bonggol diberi hormon tunas. Yang atas diberi hormon akar. Bonggol anthurium yang dipotong mempunyai stok hara di bagian bawah. Agar bonggol itu cepat menghasilkan tunas, rangsang dengan hormon tunas. Sedangkan bagian atas bonggol diolesi hormon akar untuk merangsang munculnya banyak akar.

TIP 2 POTONG BONGGOL
Saat memotong bonggol anthurium, usahakan daun tetap ikut di bonggol. Daunnya jangan dibuang agar tetap berfotosintesis. Hindari pemotongan bonggol saat daun masih kuncup karena ukurannya akan mengecil. Jadi, usahakan daun sudah terbuka atau tua.

PERBANYAKAN DENGAN IRIS ANAKAN

  1. Siapkan anthurium yang sudah memiliki anakan.
  2. Pisahkan tunas denga cara memotong bonggolnya. Lebar irisan sekitar 1 cm dari tepi bonggol tempat tunas tumbuh.
  3. Olesi dengan hormon perangsang akar yang sudah dicampur fungisida.
  4. Tanam di media baru.

POTONG BIBIT

  1. Pilih bibit berumur 6-10 bulan, atau memiliki 6-8 lembar daun. Keluarkan dari wadah.
  2. Siapkan pisau tajam dan steril.
  3. Potong bonggol itu, bonggol bagian atas maupun bawah harus memiliki akar. Bila tidak, keduanya tidak dapat tumbuh.
  4. Siapkan wadah yang sudah diisi media.
  5. Oleskan hormon akar dan fungisida ke luka bonggol bagian atas.
  6. Oleskan hormon tunas dan fungisida ke luka di bonggol bagian bawah.
  7. Tanam bonggol dengan permukaan bonggol muncul di permukaan media.
  8. Tanam bagian atas seperti menanam tanaman baru.
  9. Setelah 4-6 bulan, Masing-masing individu tadi menghasilkan 3-4 lembar daun.

TIP POTONG BONGGOL KECIL
Mmotong bonggol kecil dari biji agak sulit karena mudah busuk. Ini karena batangnya pendek dan mamiliki susunan daun rapat. Karena itu jika ingin memotong,hindari menggunakan gunting agar batang tidak tertekan. Gunakan pisau tajam, tipis, dan steril.

PEMUPUKAN TIP 1
Agar pupuk efektif diserap tanaman, lakukan penyehatan akar terlebih dahulu. Akar yang banyak dan sehat akan dapat menyerap pupuk lebih banyak. Beragam merek pupuk bisa digunakan. Ada yang menggunakan Gaviota dua kali seminggu dengan dosis 2 cc/l air. Sementara pekebun lain memakai Growmore dengan dosis masing-masing 2 g/l air. Penyemprotan 1-2 kali seminggu. Ada pula yang memakai Hyponex dengan dosis 1-2 g/l air dengan frekuensi 2 kali seminggu.
Apapun merek yang dipakai, yang penting kandungan NPK-nya sesuai untuk fase pertumbuhan. Tidak perlu fanatik dengan merek tertentu. Pilih saja 2-3 jenis yang kandungannya agak berbeda sehingga saling melengkapi. Gunakan secara bergantian. Dengan memakai berbagai merek, kandungan hara mikro jadi lengkap.
Pemupukan dilakukan pagi atau sore hari. Hindari pemupukan pada siang hari karen bisa terjadi akumulasi garam-garam di permukaan jaringan tanaman. Akibatnya penyerapan air dan hara terhambat oleh garam-garam itu. Bila terus berlanjut, pertumbuhan tanaman lebih terhambat.

PEMUPUKAN TIP 2
Sebagai pupuk tambahan di musim hujan, diberikan kalsium bubuk. Tujuannya menebalkan dinding sel. Dengan demikian serangan busuk tidak mampu menembus bagian dalam tanaman. Sekitar sebulan menjelang musim hujan, berikan kalsium bubuk 3 kali, masing-masing sebanyak 1 sendok the dalam 2 liter air. Dengan perlakuan itu, tanaman jarang kena busuk.

REPOTTING

  1. Siapkan tanaman yang akan di pot ulang.
  2. Siapkan media, pot besar dan styrofoam.
  3. Masukkan styrofoam dan media ke dalam pot.
  4. Keluarkan tanaman dari potnya.
  5. Tanam di pot.
  6. Tanaman siap dipajang.

http://duniaflora.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=10&artid=28

MUSUH-MUSUH ANTHURIUM

Berbeda dengan tanaman hias lainnya seperti aglaonema, anthurium tidak banyak memiliki musuh. Namun, keindahan anthurium bisa ternoda lantaran kehadiran beberapa momok penganggu. Sebut saja penyakit kuning, bercak daun dan ulat lepidopetra. Pengecakan teratur adalah kunci menjaga anthurium tetap indah.

A. PENYAKIT

Bercak Kuning
Hampir semua perkebun pernah merasakan keganasan penyakit ini. Jika datang menyerang, peluang tanaman selamat hanya 20-40%. Tanaman yang lolos dari kematian pun sulit tampil kembali. Itulah sepenggal pengalaman aris budiman di yogyakarta. Pada 1998 superbun berharga Rp-2 juta mati terserang bercak daun. Anshory di jakarta selatan, horas pardomuan batubara ditanggerang, dan Sugino Budhiprawira di bogor adalah sebagain kecil perkebunan yang pernah merasakan keganasan bercak daun.

Bercak daun kuning ditandai dengan munculnya noktah kecil berwarna kuning. Makin lama bercak melebar sehingga permukaan daun tertutup wqarna kuning. Ada yang menduga bercak kuning disebabkan oleh cendawan , sehingga gejala langsung dihantam dengan fungsida. Perkebun lain berpendapat bercak kuning hanya efek adanya gangguan pada akar. Pasalnya bercak seloalu disertai dengan pembusukan pada akar. Menurut ir. Final prajananta, pakar hama dan penyakit tanaman dari bayer cropscince, jika dilihat dari gerjalanya kemungkinan besar bercak kuning disebabkan oleh nematoda atau penyakit lain seperti fusarium. Cendawan tidak mungkin menyebabkan daun menguning total seperti gejala yang ditampakan tanaman terserang bercak kuning.

Sebernanya penyakit ini sudah merajalela sejak 1990-an. Ia mengganas saat pergantian musim. Faktor pendukungnya antara lain media yang terlaulu lembap, aliran udara dilokasi kebun tidak lancar, kompisisi media salah, dan pemberian pupuk kandang yang berlebihan.

Tekstur media yang halus lombat laun akan mengendap di dasar pot dan menyumbat lubang. Akibatnya aerasi dan dreanasi terganggu. Air dalam pot akhirnya menggenang dan meremndam akar sehingga menjadi busuk. Karena akar membusuk, penyarapan hara terganggu, pertumbuhan artuhurium pun terhambat. Bercak kuning paling sering mkenyerang arthurium superbum dan a.jenmanni serta turunannya. Sedangkan arthurium jenis lain seperti wave of love dan a.hookeri relative lebih tahan.

Karena itu pemakain media yang menyebabkan draenasi dan sirkulasi udara dipot terhambat harus dihindari. Menurut Aris budiman campuran pakis kasar dan arang sekam pilihan terbaik.

Untuk mencegah penyakit ini menyebar, daun yang terserang segera dipetik. Sampah daun dibakar atau dipendam karena bercak kuning gampang menyebar. Setalah dipangkas sugino lantas merendam tanaman dalam larutan agrept dan betadine. Setengah jam kemudian baru ditanam dimedia baru.

Untuk tanaman yang terlanjur sakit parah, aris dan sugino menyarankan untuk mengeluarkannya dari pot. Tarik semua akar busuk sehingga putus lalu rendam dalam larutan bakterisida dan fungsida. Dalam kondisi lemah, akar mudah terserang bakteri dan cendawan, karena itu oleskan 1-2cc baktosin atau score yang telah dicampur dalam I liter air. Setelah 10 menit angkat tanaman kemudian langsung tanam. Seminggu kemudian siram, pangkal batang dan media dengan pestisida sejenis. Ualngi sekali lagi seminggu kemudian. Pada fungsida kontak seperti antracol atau dithine dosis 1-2 cc /l. Final prajananta menyarankan aplikasi folicur 250Ec dengan cara disiramkan ke tanah 1-2 ml/l setiap 2-3 kalim seminggu. Daun yang terserang bercak kuning tidak dapat kembali berwarna hijau. Namun , daun berikutnya tumbuh sudah normal hijau.

Karena tingginya resiko terkena penyakit, aris budiman mkenabukan pemakain kotoran kambing. Kalaupun tetap digunakan sebaiknya dalam jumllah kecil saja. Itu hanya pada bagina atas dan diberikan secara bertahap, setiap 2 bulan . Untuk memperkuat sel-sel akar sekali ebulan tanaman diberi pupuk yang mengandum kalsium atau magnesium.

Hal penting yang harus diingat adalah memberikan kesempatan pada tanaman untuk melakukan pemulihan. Karena itulah setelah dipindahkan dilakukan pemberian zat perangsang akar seperti vitam in B1 dan Root UP.

Bercak Daun
Penyakit bercak daun juga menjadi momok bagi perkebun. Alasanya jika sekali terkena, kecantikan daun yang menjadi modal utama an thurium akan terganggu. Daun tampak kekuningan dengan bercak-bercak berwarna coklat. Jika dibiarkan lama-kelaman bercak berubah menjadi kehitaman.

Bercak daun disebabkan oleh pseudomonas cichorii dab xanthomonascampestris. Kedua pentagon ini masuk melalui luka dipermukaan daun bisa diatasi denagan aplikasi bakterisida seperti agrept dosisi 2,5 g/l, berbahan aktif tembaga seperti kocide 60 wdg dosis 1 g/l, Cuprait dosis 2,5 g/l. Penyemprotan dilakukan 1-2 kali seminggu.

Busuk Akar
Tanaman terinfeksi layu seperti mati. Ujung daun terlihat menggulung kekuningan seperti terbakar. Saat media dibongkat terlihat akar membusuk, mudah putus. Itulah tanda-tanda serangan busuk akar. Penyebabnya cendawan pythium sp. Jamur ini merajalela bila lingkungan tumbuh terlalu panas dan dranaise di pot jelek , sehingga suhu dan kelembapan meningkat tajam. Ia juga mudah menyerang jika kondisi tanaman lemah dan stress. Serangan phytum bida diatasi dengan penyemprotan funsida seperti antracol dan di9thane dosis 2,5 g/l, di aplikasikan seminggu 2 kali

B. HAMA

Ulat
Ulat hama utama anthurium. Daun dipenuhi lubang-lubang mulai sebesar pentul korek api hingga seukuran bungkus rokok. Serangaqn ulat sering tidak disadari pemilik anthurium. Tiba-tiba daun sudah meranggas berlubang-lubang. Untuk mencegah pengontrolnya harus rutin dilakukan , karena kupu-kupu biasa meletakan kotorannya dibalik daun.pengendalian secara mekanis dilakukan dengan membuang ukat yang bersarang ditanaman. Secara kimiawi denagn menyemprotkan inteksida kontak seperti campuran desis(0,5 m/Ll) dan atrabon(1 ml/l). Aplikasi 1-2 kali seminggu usahakan langsung terkena sumber hamanya.

Siput
Siput menyebabkan daun berlubang Ricky Hadimulya mengatasi dengabn meletakan bir di dekat tanaman siput aikan berkumpuol disana. Aris budiman biasa mengoleskajn vaselin untuk mobil di batang anthurium dngan cara itu siput sulit memanjat pohon. Cara lain memakai siputox, pestisida khusu siput. Siputux ditumpuk ditempat tertentu berjarak 5 m dari tanaman. Niscaya siput lebih tertarik mkendekati siputox daripada anthurium. Hindarakan siputux dari terpaan hujan dan air siraman.

Kutu Putih
Kutu putih lazim menyerang anthurium yang daunya berbulu, berbedak seperti kristallium atu li8sdah gajah. Namu ia ditemukan juga di hookeri. Kutu itu juga bersarang dibagina bawah dan pangkal daun sehingga kadang tidak diketahui keberadaannya. Maklum saja, kedua daerah ini sering luput dari pembersihan. Cara mengatasinya adalah dengan aplikasi curakron atau decis 1 ml/l 2-3 kali seminggu . Jika tidak terlalu banyak, kutu putih bisa diatasi dengan pembersihan langsung menggunakan cottonbath.

C. GANGGUAN FISIOLOGIS

Daun Keriting
Daun keriting ditandai dengan permukaanya yang terasa bergelombang jika diraba, warna dan mengalami gradasi, dan semakin kea rah pinggir warna semkain hijau muda. Belum ada yang tahu penyebab pasti gangguan ini. Ada yang menduga serangan virus, sehingga Ricky Hadimulya dari haranuseri langsung memusnakan daun yang terklena, agar tidak menular ke tanaman lain. Pemusnahan ini dilakukan dengan pembakaran. Namun ada juga yasng menduga sebagai gejala kekurangan kalsium. Menurut Ir.Yos sutiyoso, pakar hama dan penyakit tanaman di jakarta ,kalsium di dalam tubuh tanaman mempegaruhi kekerasan dinding sel. Bila kurang, dinding sel melemah . Akibanya, daun mengeriput. Cara mengatasinya adalah denagan penyiraman teratur karena bisa saja kalsium sudah ada dalam media, tetapin dalam kondisi tidak terlarut.

Daun Terbakar
Anthurium termasuk tanaman naungan, tidak membutuhkan intesitas matahari yang kuat. Peletakan anthurium di paparan matahari langsung bisa mengurangi kecantikan daun. Bagian daun yang terbakar tampak coklat mongering. Bila diremas debngan jari sudah hancur. Menurut Dr.Suryo wiyono, ahli penyakit tumbuhan dari Fakultas Pertanian Instutut Pertanian Bogor, supaya selamay anthurium perlu diberi naungan minimal 45%. Namun hati-hati, gejala daun terbakar juga harus diwaspadai lebih cermat. Bila muncul warna lain seperti kekuningan di sisi daun terbakar, bisa jadi gejala serangan cendawan Gleosporium sp. Jikia ini terjadi cara mengatssinya denagn menyemprotkan fungsida seperti Trineb, Dithane, sandofan Mz dosis 2,5 g/l. Aplikasi 1-2 kali seminggu.

HAMA, PENYAKIT & CARA PENGENDALIAN

Agar tanaman tampil dengan prima, pastikan bahwa tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Secara umum untuk menghindari agar tanaman tidak terserang hama penyakit adalah dengan pengamatan dini. Artinya tanaman perlu dicermati setiap hari. Apabila ada gangguan maka akan dapat dideteksi sedini mungkin.

Beberapa hama dan penyakit serta cara pengendaliannya dapat ditujukan sebagai berikut.

FOTO TANAMAN TERSERANG PENYEBAB DAN GEJALA SERANGAN CARA PENGENDALIAN
Penyebab: ulat daun, ulat kecil-kecil berwarna hijau
Gejala: daun berlubang terlihat bekas gigitan ulat Mekanisme dengan diambil dan dimatikan.
Disemprot dengan insektisida
Penyebab: kutu daun
Gejala: menyerang pucuk daun dan mahkota bunga, pucuk daun dan mahkota bunga jadi kering.
Disemprot dengan insektisida
Penyebab: kutu warna putih biasanya menempel di bawah daun.
Gejala: kutu yang menempel pada daun berwarna putih.
Disemprot dengan insektisida
Penyebab: spider mite.
Gejala: bintik-bintik cokelat di daun yang selajutnya daun menguning.
Disemprot dengan insektisida
Penyebab: bakteri
Gejala: ada pembusukan pada batang atau daun selanjutnya daun perlahan-lahan menguning Menjaga kelembaban media jangan terlalu lembab.
Disemprot dengan bakterisida
Penyebab: jamur.
Gejala: bercak cokelat pada daun.
Disemprot denngan fungisida
Penyebab: jamur
Gejala: bercak cokelat di daun, mahkota, dan tangkai bunga. Daun berlekuk tak teratur.
Disemprot dengan fungisida
Penyebab: bakteri.
Gejala: batang bagian bawah berair selanjutnya batang membusuk dan mati.
Disemprot dengan bakterisida
Penyebab: bakteri.
Gejala: bermula dari pinggir daun berwarna kuning kecokelatan selanjutnya akan menyerang ke seluruh bagian tanaman.
Disemprot dengan bakterisida

http://duniaflora.com/mod.php?mod=informasi&op=viewinfo&intypeid=3&infoid=12

MEDIA TANAM ANTHURIUM

Media tanam merupakan untuk tumbuhya tanaman, untuk itu maka media tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sesuai dengan kebutuhannya, secara umum media tanam tanaman hias dapat dibedakan menjadi beberapa kreteria yakni: tanaman yang suka kering (xerofit), tanaman yang suka agak lembab (mesofit) dan tanaman yang suka lembab (hidrofit). Anthurium termasuk tanaman yang suka media agak lembab. Untuk itu media tanamannya harus diambil dari bahan-bahan yang mamapu menahan air dengan baik tetapi tidak terlalu jenuh air.

 

Pakis Sebagai Media Dasar
Dalam menetapkan media tanam dalam suatu tanaman, khususnya tanaman hias maka sebqagai dasar pertimbangan utama adalah habitat aslinya saat tanaman tersebut masih tumbuh di alam. Habitat asli di hutan untuk tanaman Anthurium adalah bonggol kayu sisa tebangan atau kayu roboh yang sudah membusuk. Untuk itu maka media dasar yang untuk pembudidayaan tanaman Anthurium ini adalah pakis.
Pakis merupakan pohon jenis palm, pohon pakis mempunyai batang yang berserat kasar. Batang pakis yang telah ditebang dan diproses maka akan dihasilkan potongan-potongan serat yang sangat cocok untuk pertumbuhan Anthurium.

Sifat media pakis ini adalah ringan, sangat porous dan mampu menahan air dengan baik. Bila disiram air, kondisi media pakis akan mampu mempertahankan kelembaban tetapi tidak jenuh air. Disamping itu, porousitas yang baik akan mampu memberikan susunan udara (aerasi) yang baik. Aerasi sangat dipengaruhi oleh susunan pori makro pada media. Media pakis, karena tersusun dari serat-serat kayu yang kasar maka susunan pori makronya sangat baik.

Anthurium merupakan jenis tanaman yang mempunyai perakaran yang banyak. Bila diukur pertumbuhan akar akan jauh lebih tinggi disbanding pertumbuhan bagian tanamn di atas tanah (daun, bunga, dan buah). Sehingga keremahan media menjadi penting diperhatikan. Keremahan media merupakan suatu kodisi yang menetukan mudah tidaknya akar menembus media tanam. Media yang remah artinya media memberikan kondisi yang mudah untuk akar menembusnya. Media pakis merupakan media yang sangat remah karena bentuknya yang halus dan sangat lunak sehingga akar tanaman Anthurium mudah untuk menembusnya.

Media yang baik akan memberikan suasana yang baik pula untuk pertumbuhan dan kesehatan akar. Akar Anthurium yang sehat bercirikan dengan akar yang berwarna putih. Akar yang tidak sehat akan berwarna cokelat kehitaman. Bila media tidak porous maka kebanyakan kar akan membusuk. Sebagai akibatnya tanaman tidak akan tumbuh dengan baik.

TIPS
Susunan air (drainase) dan susunan udara (aerase) pada media merupakan hal yang sangat penting diperhatikan. Lebih-lebih untuk tanaman hias yang suka media kering dan suka media agak lembab. Kunci kesehatan tanaman dan pertumbuhan tanaman yang baik sebenarnya terletak pada media. Apabila kita sudah mendapatkan media yang cocok bagi suatu jenis tanaman maka perawatan dan pemeliharaan selanjutnya akan menjadi lebih mudah. Media yang kurang baik akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat dan menjadikan tanamn kurang sehat.

Perlukah Campuran?
Anthurium merupakan jenis tanaman yang tiadak rakus pada unsure hara. Di habitat aslinya mereka sudah mampu tumbuh dengan baik hanya di bonggol kayu bekas tebangan yang sudah membusuk dan dengan siraman air hujan. Seperti telah kita ketahui bahwa air hujan sudah cukup mengandung unsur nitrogen. Oleh sebab itu campuran pupuk kandang atau bahan organik lain yang ditambahkan ke dalam media pakis cukup sedikit saja. Kira-kira 10% dari volume media pakis sudah cukup.

Pupuk yang sering dipakai sebagai bahan campuran media pakis adalah pupuk kandang dan organik. Pupuk kandang yang dapat digunakan adalah pupuk kandang sapi, pupuk kandang kerbau, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Dari hasil pengamatan secara praktek diperoleh gambaran bahwa pupuk yang lebih baik adalah pupuk kandang sapi dibanding pupuk kandang yang lain.

Sedangkan pupuk organik yang cocok digunakan sebagai campuran antara lain pupuk organik dari dedaunan kaliandra, pupuk organik dari seresah daun bambu dan cocopit. Penggunaan pupuk kandang dan pupuk organik harus benar-benar dari pupuk yang sudah masak dan bentuknya sangat lembut, sehingga perlu dilakukan penyaringan terlebih dahulu sebelum dipakai sebagai campuran media.

Ketersediaan pakis sebagai bahan media dasar untuk budidaya Anthurium semakin hari semakin berkurang. Hal ini karena semakin berkembangnya peminat dan penggemar Anthuirium. Untuk itu perlu dikaji bahan-bahan lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti media pakis. Untuk hal itu bisnis media tanam Anthurium masih terbuka luas dan bisnis media ini jiga cukup menjanjikan. Pada umumnya para penggemar tanaman, bahkan ditingkat nursery pun tidak mampu dan mau meramu sendiri media tanam ini.

Beberapa Campuran Media untuk Athurium

Bahan Presentase Penggunaan Campuran Media %
Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Alternatif 4
Pakis 90 90 90 90
Pupuk Kandang 5 0 5 5
Kompos Kaliandra 5 10 0 0
Kompos daun bambu 0 0 5 0
Cocopit 0 0 0 5

Penanaman
Bahan tanam dapat berupa bibit dari bagian vegetatifnya(seperti tunas, anakan, bonggol dan potongan tanaman induk) atau bibit hasil persemaian dari biji. Berikut langkah-langkah penanaman.

a. siapkan pot dengan ukuran yang sesuai dengan besarnya bahan tanaman b. siapkan media tanam. Rendam media pada larutan fungisida (dengan konsentrasi sesuai anjuran) kurang lebih 5-10 menit, kemudian angkat dan tiriskan media. c. isi pot dengan media setengah sampai dua per tiga bagian
d. tanam bahan tanaman, usahakan akar tanaman tidak rusak e. bumbun tanaman sampai memenuhi pot. f. pastikan akar tanaman sudah tertanam dengan baik, kemudian siram media sampai basah semua

http://duniaflora.com/mod.php?mod=informasi&op=viewinfo&intypeid=3&infoid=16

BUDIDAYA ANTHURIUM 1

Di alam anthurium mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang telah membusuk atau tumbuh di pepohonan dan bersifat epifit. Oleh karenanya pembudidayaan tanaman ini tidaklah sulit.

Meskipun pembudidayaan tanaman relatif mudah namun cara pembudidayaan yang baik perlu dikuasai agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh baik sehingga mampu menampilkan keindahan yang prima. Untuk hal itu maka perlu pemahaman tentang morfologi tanaman, syarat tumbuh, media tanaman, penanaman, cara perawatan dan pengendalian hama penyakit.

SYARAT TUMBUH

Kebutuhan Cahaya
Untuk mendapatkan cahaya yang sesuai, pembudidayaan yang dilakukan pada daerah dataran rendah membutuhkan bangunan dengan atap naungan paranet 60-70%. Untuk dataran sedang menggunakan naungan paranet 50%. Sedang untuk dataran tinggi cukup digunakan atap paranet 25%.

Jika cahaya terlalu banyak, daun akan menguning dan kering, sebaliknya bila cahaya kurang daun nampak lemas dan pucat, serta daun dan tangkainya cenderung memanjang.

Kebutuhan Suhu
Suhu lingkungan yang optimal berkisar antara 18º-31º C. penampilan daun akan lebih mengkilap bilaman a perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu mencolok. Kondisi ini akan membantu membentuknya klorofil sehingga warna daun menjadi lebih hijau dan mengkilap. Untuk hal itu maka bilamana suhu siang terlalu tinggi, pada lingkungan pertanaman perlu ditambah kipas angin untuk menurunkan suhu.

Kebutuhan Kelembaban
Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan si raja daun ini berkisar antara 60%-80%. Bilamana kelembaban udara terlalu kering maka perlu penyemprotan air di sekitar tanaman. Sebaliknya bila terlalu lembab perlu dipasang kipas angin.

Sirkulasi Udara
Angin semilir akan memberikan kondisi yang baik bagi tanaman, karena dengan adanya angin yang bertiup perlahan akan membuat hawa yang sejuk. Oleh karena itu peranan kipas angin yang dipasang di lingkungan pertanaman akan berperan ganda, yakni menyejukan udara, menjaga kelembaban udara dan menjaga suhu udara.

MORFOLOGI TANAMAN

Anthurium termasuk keluarga Araceae yang mempunyai perakaran yang banyak, batang dan daun yang kokoh, serta bunga berbentuk ekor.

AKAR
Anthurium yang sehat mempunyai jumlah akar yang banyak, berwarna putih dan menyebar ke segala arah. Oleh sebab itu membutuhkan media yang porous.
BATANG
Batang Anthurium tidak nampak karena terbenam di dalam media. Setelah tanaman dewasa batang ini akan membesar menjadi bonggol.
DAUN
Daun Anthurium pada umumnya tebal dan kaku, bentuknya bervariasi seperti berbentuk jantung, lonjong, lancip, dan memanjang. Untuk Anthurium daun, kekompakan bentuk daun meningkatkan nilai estetikanya.
BUNGA
Anthurium mempunyai bunga berumah satu artinya dalam satu bunga terkandung sel kelamin betina dan sel kelamin jantan. Bunga terdiri dari tangkai, mahkota, dan tongkol. Semua bagian bunga tersebut menjadi satu kesatuan dan berbentuk seperti ekor, sehingga Anthurium dikenal dengan si bunga ekor. Putik dan tepung sari menempel pada tongkol. Masaknya putik dan tepung sari tidak bersamaan (dichogamaous). Pada umumnya putik masak lebih awal dibanding tepung sari.
BUAH DAN BIJI
Buah berbentuk bulat dan menempel pada tongkol, buah muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah. Biji yang telah masak akan terlepas dari tongkolnya, biji inilah yang baik untuk disemai. Bibit yang dihasilkan dari biji, umumnya mempunyai sifat yang berbeda dari induknya.

PEMELIHARAAN & PERAWATAN

Untuk mendapatkan tanaman yang prima maka kita harus memelihara dan merawatnya sebaik mungkin. Pemeliharaan dan perawatan yang harus dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan da membersihkan daun dari debu dan kotoran yang menempel serta memotong daun yang menguning. Di smping itu kegiatan pemeliharaan yang tidak terlupakan adalah repotting.

Repotting merupakan kegiatan penggantian pot dan sekaligus media karena ukuran tanaman dan potnya sudah tidak sesuai lagi. Langkah-langkah repotting seperti langkah-langkah yang dilakukan pada penanaman. Namun yang perlu diperhatikan dalam repotting ini adalah memotong dan membersihkan akar-akar yang busuk dan mengatur perakaran pada media dan pot yang baru. Pengaturan perakaran ini dimaksudkan agar semua bagian akar dapat kontak langsung dengan media. Jangan sampai akar tidak menempel pada media (ada rongga antara media dan akar) karena hal ini akan menyebabkan membusuknya akar dan akibatnya tanaman akan menjadi tidak sehat.

Pengairan dilakukan dengan alat semprot dan dikenakan keseluruh bagian tanaman dilakukan 2-3 hari sekali dengan melihat kondisi media. Media dijaga agar tidak terlalu lembab dan tidak terlalu kering.

Pupuk yang diberikan sebaiknya pupuk majemuk (N, P dan K) yang penyediaannya lambat (slow riliaze) diberikan 2-3 bulan sekali dengan dosis sesuai anjuran dan besarnya tanaman. Di samping itu juga perlu ditambahkan pupuk daun yang diberikan setipa 1-2 minggu sekali. Untuk menjaga penampilan agar daun tampil bersih dan mengkilap maka daun yang ada perlu dibersihkan dengan lap yang lembut yang telah dibasahi dengan air. Daun-daun yang telah tua dan menguning perlu dipotong.

http://duniaflora.com/mod.php?mod=informasi&op=viewinfo&intypeid=3&infoid=11

TIPS MEMBELI ANTHURIUM

Hati-hati beli anthurium. Banyak ragam, jenis, nama populer, selain nama-nama lokal dan ukuran bermacam-macam. Juga jangan membeli indukan setingi satu meter dengan bentangan 1,5 meter, jika rumah Anda sempit. Atau, hanya karena murah, Anda membeli bibit yang butuh waktu lama untuk merawatnya. Orang lain menyebut Anthurium golok, tapi Anda menyebut pedang, atau tombak. Anda menyebut ular kobra, tapi orang lain menganggap ular sanca. Pusing kan?

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika tidak ingin sesat di jalan:

1. Tanaman anthurium banyak jenis dan ragamnya. Demikian juga sosok atau ukurannya. Ada yang kecil ada yang besar. Tentukan dulu ukuran anthurium jenis yang ingin Anda beli dengan menyesesuaikan tempat yang Anda miliki. Jangan sampai Anda membeli anthurium indukan setingi satu meter dengan bentangan 1,5 meter, jika rumah Anda sempit.

2. Anthurium memiliki banyak nama, termasuk memiliki nama-nama yang populer. Jangan hanya membeli nama. Ingat, yang Anda beli adalah tanaman. Jadi belilah hanya tanaman yang sehat, yang menurut hati nurani Anda bagus, apa pun jenis anthuriumnya. Nama besar tapi anthurium tersebut tidak sehat, tidak berarti apa-apa.

3. Tanaman anthurium banyak menggunakan nama-nama lokal yang umumnya sekadar menunjukkan bentuk yang menyerupai sesuatu. Terus terang, hal seperti ini bisa sangat subyektif. Orang lain menyebut Anthurium golok, mungkin saja Anda menyebut pedang, atau tombak. Anda menyebut bentuknya seperti ular kobra, tapi orang lain mungkin menganggapnya berbentuk ular sanca.

4. Anthurium termasuk tanaman yang membutuhkan waktu lama dalam pertumbuhannya, sejak dari bibit sampai menjadi tanaman yang sedap dilihat. Jangan hanya karena murah, Anda membeli bibit anthurium, apalagi yang masih dalam bentuk kecambah. Dibutuhkan waktu lama dan kesabaran untuk merawatnya. Anda harus menimbang kemampuan tersebut. Betapapun, kalau Anda mantap, dan ada uang, beli saja tanaman dewasa. Tanaman dewasa umumnya sudah enak dilihat: tumbuh kompak, subur, kuat dan bisa langsung dipajang (atau bahkan bisa langsung dijual lagi, jika ada untung).

5. Anthurium punya banyak ragam..Beli hanya di nursery langganan yang terpercaya, untuk menjamin Anda membeli tanaman yang bagus. Atau jika Anda memburu anthurium jenis tertentu, Anda tidak tertipu.. Sedikitnya, kalau salah, Anda bisa komplain.

6. Jangan malu bertanya tentang segala sesuatunya, seperti cara perawatan, pemupukan dan lain sebagainya. Malu bertanya sesat di jalan. Nursery terpercaya adalah nursery yang bisa dan siap menjawab setiap pertanyaan Anda.

(Dikutip dari buku PESONA ANTHRUIUM DAUN karangan Kurniawan Junaedhie, Penerbit Agromedia Pustaka, Jakarta)