| Limapuluh daun lebar-lebar berwarna putih dengan garis hijau dan semburat merah muda memenuhi pot teracota berdiameter 50 cm. Sosok kompak dan rimbun. Warnanya cerah dan terlihat sehat. Penampilan prima yutta hatti membuat caladium itu jadi salah satu pemenang kontes di ajang Royal Flora Rachaphreuk, Chiang Mai, Thailand. Baca entri selengkapnya » |
Arsip untuk ‘Caladium’ Kategori
Sayap Bidadari Menawan Hati
Posted by embundaun pada Oktober 6, 2008
Ditulis dalam Caladium | Tinggalkan sebuah Komentar »
INDAHNYA KELADI HIAS
Posted by embundaun pada Agustus 28, 2008
|
|
| Keladi alias talas banyak dimanfaatkan umbinya untuk bahan camilan dan daunnya sebagai masakan buntil. Keladi bernama ilmiah Colocasia esculenta ini tidak termasuk tanaman hias.
Belakangan banyak hobiis tanaman yang memelihara keladi hias. Namun keladi tersebut termasuk kelompok Caladium, terutama Caladium bicolor. Keladi hias digemari karena bentuk daunnya bagus dan corak warnanya beragam, tidak melulu hijau, tapi juga merah, kuning, putih, dan pink. Jenisnya pun sangat banyak, sekitar seribu. Yang paling banyak di pasaran saat ini adalah keladi hibrida dari Thailand. Sebut saja, yellow suthi, sripinyo hibrid, praya garm put, us win dam, dan florida sweet heart. Penggemar tanaman hias umumnya memanfaatkan si talas cantik ini sebagai penghias halaman rumah maupun memperindah ruangan. Padahal, menurut Irwansyah, hobiis caladium hibrida di Rawabelong, Jakarta Barat, keladi juga berfungsi sebagai daun potong. Caranya, “Potong batang daunnya dekat dengan tanah, lalu direndam dalam air. Mulanya daun akan layu selama 24 jam pertama, tapi akan segar kembali. Dia dapat tahan selama 2—3 minggu menghiasi ruangan,” jelasnya. Rawat dengan Baik Di alam bebas Caladium tumbuh setinggi 40—90 cm dengan lebar daun 15—45 cm. “Umumnya keladi menyukai tempat teduh, tapi ada juga jenis yang toleran terhadap sinar matahari penuh dan bahkan warnanya semakin memikat,” jelas Irfandi, Staf Pemasaran Wong Tani Nurseri, penyedia Caladium di Kalimulya, Depok, Jabar. Agar keladi tumbuh subur, tambah Irfandi, media tanamnya harus cocok. Misalnya, campuran tanah, humus, serbuk sabut kelapa, sekam bakar, kompos atau bisa menggunakan 100% bahan organik. Kecuali itu, penyiraman dilakukan sekali sehari. “Tapi kalau kemarau 2—3 kali sehari,” kata Irwansyah, kolektor 25 jenis keladi hibrida dari Thailand. Bisa pula menggunakan pupuk lambat pelepasan, seperti Dekastar dan Bintang asri. “Taburkan saja saat penanaman. Jjika dengan pupuk cepat urai, berikan 2 minggu setelah tanam. Pupuk susulan bisa diberikan tiap 2—3 minggu pada musim hujan, dan cukup 4—6 minggu sekali pas musim kemarau,” saran Irwansyah. Sebenarnya keladi tidak butuh nutrisi terlalu banyak sehingga dapat dipupuk bisia memungkinkan penggunaan kompos atau pupuk kandang. Jangan Sampai Dorman Dalam kondisi lingkungan tidak menguntungkan hingga batas yang tidak bisa ditoleransi, semua daun keladi bisa lunglai dan mati. Keladi ini tidak mati tetapi hanya mengalami dormansi (tidur panjang). “Banyak hobiis baru kecewa dengan keladinya yang mati. Padahal itu tidak mati tapi memasuki masa dorman saja,” kata Irwansyah. Ia pun membagi tips agar keladi tak “ketiduran”. Media tumbuh sebaiknya bukan dari tanah karena akar sulit menembus dan harus dijaga selalu basah. Hindarkan merendam bagian bawah pot untuk mendapatkan kelembapan lantaran menyebabkan umbi basah dan tanaman tidak cepat beranak. Jika berbunga, petiklah karena bunga menyedot energi sehingga pembentukan daun dan tangkai terganggu. Tri Mardi Rasa/ AGRINA |
|
Ditulis dalam Caladium | Tinggalkan sebuah Komentar »
CALADIUM: INDAHNYA DAUN KELADI PINGGIR KALI
Posted by embundaun pada Agustus 28, 2008
Ditulis dalam Caladium | Tinggalkan sebuah Komentar »
MENGATASI DORMANSI PADA CALADIUM
Posted by embundaun pada Agustus 28, 2008
|
|
| Caladium atau keladi hias merupakan salah satu kerabat philodendron dan alokasia yang memiliki variasi keindahan bentuk, corak, dan warna daun yang sangat beragam. Di sinilah letak daya tarik caladium.Meskipun demikian, sayangnya tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan, dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan atau ketika cara perawatannya salah, caladium tidak akan mengeluarkan tunas dan berhenti tumbuh sementara (dormansi).
Dormansi merupakan salah satu cara bagi caladium untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Untuk caladium yang dipelihara, dormansi bisa muncul pada musim kemarau atau saat kekurangan air siraman. Tak hanya itu, media tanam yang terlalu keras dan padat juga bisa memicu dormansi. Saat dormansi, masih banyak hobiis tanaman hias yang mengira bahwa caladium yang dimilikinya telah mati, padahal tidak. Bagi para breeder tanaman hias, keadaan dormansi sering dimanfaatkan untuk melakukan perbanyakan tanaman atau merawat umbinya agar pada periode pertumbuhan berikutnya memunculkan daun dengan jumlah yang lebih banyak. Selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, sebelum masa dormansi terjadi, umbi caladium juga bermanfaat sebagai “gudang” penimbun cadangan makanan yang akan digunakan untuk melakukan pertumbuhan saat masa dormansi tiba. Itu sebabnya, semakin besar ukuran umbi semakin lama juga waktu dormansinya. Keadaan inilah yang harus diatasi. Pasalnya, jumlah cadangan makanan yang ada di dalam umbi sangat terbatas sehingga dikhawatirkan caladium akan mati jika terlalu lama dormansi. Nah, jika Anda memiliki caladium yang akan mengalami dormansi, jangan khawatir karena sebenarnya masa dormansi ini bisa dipercepat. Berikut ini adalah caranya: 1. Umbi caladium dikeluarkan dari media tanam, ditaruh di dalam wadah yang kering dan bersih kemudian diletakkan di tempat yang teduh dan sejuk. Biarkan umbi sampai tumbuh tunas. Namun, tunas pertama yang muncul harus segera dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril. Pemotongan tunas ini akan merangsang pertumbuhan tunas lain dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, umbi caladium bisa segera ditanam kembali. Biasanya sekitar dua minggu kemudian sudah tumbuh tunas baru yang muncul ke atas permukaan media tanam. 2. Umbi cadangan dikeluarkan dari media tanam, lalu direndam di dalam larutan hormon penumbuh seperti Happy Gro. Perendaman dilakukan selama 15 menit dengan tujuan merangsang pertumbuhan tunas. Setelah itu umbi dapat ditanam kembali dan sisa larutan hormon dapat disiramkan ke media tanam. Usahakan media tanam selalu dalam keadaan lembap. Untuk itu pot dapat disungkup dengan plastik transparan, lalu diletakkan di tempat yang teduh, sejuk, dan agak gelap. Satu sampai dua minggu kemudian biasanya sudah tumbuh tunas yang muncul ke atas permukaan media tanam. (Dikutip dari buku “Caladium: Pesona Sang Sayap-Sayap Bidadari”, karangan Nurheti Yuliarti, Agro Media Pustaka, Jakarta.) |
Ditulis dalam Caladium | Tinggalkan sebuah Komentar »
ANEKA TIPS CALADIUM
Posted by embundaun pada Agustus 26, 2008
| Sekali tempo diungkap aneka tips menyangkut tanaman Caladium, mulai dari cara tanam, penanganan umbi skala ekspor, cara memisahkan anak, teknik cungkil mata, cara kemas sampai cara potong pucuk. Penggemar atau calon penggemar caladium silakan baca.
TAHAP PENANAMAN DENGAN UMBI 1. Kemasan bahan tanam asal umbi. TAHAPAN PENANAMAN ASAL BIJI 1. Bibit asal kompot siap tanam. PENANGANAN UMBI BERSKALA EKSPOR 1. Umbi siap panen. PINDAH POT 1. Tanaman siap repotting. TAHAPAN PEMISAHAN ANAKAN 1. Tanaman siap dipisah. TEKNIK CUNGKIL MATA TUNAS 1. Iris mata tunas membentuk kotak. TEKNIK PENGIRISAN UMBI UTUH 1. Umbi siap iris minimal berdiameter 2 cm. TAHAPAN PENANAMAN IRISAN UMBI 1. Cuci irisan umbi di air yang mengalir hingga getah hilang. CARA KEMAS 1. Singkirkan tanah yang melekat pada caladium poy dan cuci hingga bersih. CARA MENYIMPAN BENANG SARI 1. Sosok bunga keladi hias TAHAP PENYILANGAN 1. Siapkan bunga dari indukan betina yang akan disilang YANG PELU DIPERHATIKAN SAAT PEMBIAKAN BIJI 1. Pot atau wadah harus diletakkan di tempat yang rindang, cara menyebar biji jangan terlalu padat (mencegah persaingan, tumbuh tudak sempurna) TIPS MEMBUAT SUNGKUP TUNGGAL 1. Kawat aluminium dibuat seperti kurungan ayam. Di lingkar bagian bawah diberi pengait. Tujuannya untuk dikaitkan ke bibir pot, sehingga kurungan tidak menyentuh tanah. Ukuran kurungan harus lebih besar ketimbang tanaman TENIK POTONG PUCUK A. Tanpa memotong tunas atas 1. Tunas tumbuh perlahan B. Memotong tunas atas 1. Potong tunas atas 1 SYARAT POTONG PUCUK 1. Diameter umbi 3,75-6,25 cm |
Ditulis dalam Caladium | Tinggalkan sebuah Komentar »

