Arsip Kategori: Euphorbia

Euphorbia – Warna Bunga Cantik

<!– Categories: Uncategorized –>

supsomboon

Respon masyarakat terhadap euphorbia sangat baik. Hamper rata-rata semua orang tertarik oleh keindahan bunga tanaman asal madagaskar ini. Hal itu karena harganya yang terjangkau oleh konsumen. Jadi, apa kata mereka terhadap euphorbia? Murahan ? tentu tidak. Seorang hobiis di salah satu pemeran tanaman hias di Jakarta menuturkan, “Tanaman hias yang bagus, harganya terjangkau pula”.

Anda belum melihat dan mengkoleksi euphorbia di rumah bisa berkata demikian. Bagi anda yang sudah, pasti mengatakan euphorbia menjadi ornamental plant dengan segala keistimewaannya. Dijadikan ground di taman menarik, dipajang sebagai pot plant juga bagus. Bandel, tidak rewel atau manja,rajin berbunga merupakan sederet keunggulan dari tanaman yang namannya di ambil dari uuphorbus, raja madagaskar

Dari segi kualitas, euphorbia tidak lebih baik dari adenium, atau hamper sebanding dengan pachipodium dan kaktus. Hal itu karena euphorbia dan pachipodium berbatang duri, meski mereka sama-sama memiliki bunga yang cantik. Bagi sebagian orang, adanya duri membuat enggan mengkoleksinya karena khawatir tertusuk di tangan

Yang membedakan euphorbia dan pachypodium adalah sosoknya. Euphorbia berdaun rimbun, bunga pun menutupi tajuk-tajuknya. Dengan penampilannya seperti itu duri seolah “ngumpet” di balik rerimbunan daunya. Lain halnya dengan pachypodium yang memiliki duri-duri di sekujur batangnya daun dan bunganya muncul di ujung batang. Hamper serupa kaktus yang diibaratkan sebagai penjelmaan dwarf pachypodium

 

 

Bunga cantik

Di Indonesia euphorbia popular sejak 2004, meski sebenarnya beberapa jenis local sudah ada di pasaran. Kehadiran varian-varian baru euphorbia asal Thailand dan Taiwan seolah menjadi magnet para pengemarnya. Bunga cerah dan menawan menjadi keistimewaan dari tanaman ini. Pantas siapa saja bakal tertarik melihatnya

Warna bunga euphorbia yang sangat bervariatif, mulai dari warna dominant merah, kuning, hijau, atau putih dengan hiasan strip atau bercak di setiap kelopak bunganya atau bercak di setiap kelopak bunganya. Dari segi ukuran, varian asal negeri gajah putih lebih besar (3-5 cm) di banding jenis local. Jumlah bunga perdompolnya juga banyak, hamper menutupi tajuk-tajuknya sekedar contoh, “Siamese ruby”, “chameleon”, dan ,”dandelion” yang memiliki bunga besar dengan warna cerah

Ada pula jenis “new snow white” yang bunganya besar dominant putih dengan warna merah di bibir kelopak bungannya. “red lable” yang berbunga kecil tetapi banyak. Hingga jenis “winter sonata” dan “big white” yang berwarna putih bersih, bagi penyuka warna lembut silahkan pilih jenis

Varian euphorbia asal Thailand memang menonjolkan warna, ukuran dan kekompakan. Sementara varian asal Taiwan cendrung lebih atraktif, lihat saja pada chrismas yang berbunga kecil, tetapi bunganya sangat banyak menyebar di seluruh tajuknya. Jadi kalau di perhatikan variant dari Taiwan lebih atraktif.

Fungsi ganda

Orang mengenal euphorbia sebagai pot plant, namun, kini tanaman ini sudah umum di jadikan ground di taman rumah atau kota. Lihat saja deretan euphorbia pink bogor banyak menghiasi di taman-taman kota. Keunggulan varian di bandel. Tumbuh cepat,bunga besar, dan rajin berbunga

Saat memasuki taman wuphorbia anda akan menemukan hal baru yang mengagumkan. Panduan warna-warni dan penataan yang apik membuat taman euphorbia terasa memikat. Itulah salah satu fleksibilitas euphorbia. Sebagai pot plant euphorbia yang ditata di rak bertingkat akan mengubah citra rumah lebih ceria, nah apakah keindahan yang di peroleh itu sudah sebanding dengan nilai rupiah yang anda bayarkan?.

Jadi, apalagi keuntungan yang ditawarkan tanaman asal gurun ini. Ya, tentu saja perawatannya yang mudah. Media tanamannya cukup pasir malang, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:2:1. boleh juga sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan seimbang

Soal penyiraman, idealnya 2 hari sekali. Namun banyak praktisi mengatakan kalau euphorbia tetap segar. Hanya saja pupuk NPK sebaiknya diberikan rutin seminggu sekali kalau ingin tanaman ini rajin berbunga. Pemberiannya diselang-seling, seminggu pupuk NPK untuk memacu daun, lalu dilanjutkan pupuk NPK pemacu bunga.

Sampai disini anda sudah merasa euphorbia menjadi pilihan tepat untuk ornamental plant dirumah?tidak menurut praktisi euphorbia hanya cocok di pelihara di daerah panas, seperti Jakarta,Surabaya,medan,yogyakarta,semarang, didaerah dingin,yogyakarta,semarang. Didaerah dingin euphorbia umumnya malas berbunga, yang subur daunnya saja

Kalau masih penasaran, anda boleh bertanya jenis apasaja yang sesuai dengan kondisi rumah, baik bangunan cat eksterior, maupun keperuntukannya. Anda bisa berharap lebih dari nilai rupiah yang sudah dikeluarkan. Euphorbia bagus sebagai pot plant atau element taman. Sebagai ornamental plant, bunga euphorbia yang berwarna-warni dapat menjadi sarana relaksasi anda seusai aktivitas seharian di kantor.

http://istanaalam.com/?page_id=52

Euphorbia ‘katanya’ akan ditinggalin

EUPHORBIA kini telah meredup. Bunga yang tumbuh mekar dengan kelopak yang menampilkan aneka warna, biasanya selalu memikat hati. Tapi bunga Euphorbia kini sudah tak mampu menggoda lagi.
Euphorbia dulu disayang sekarang dibuang. Masa jayanya di mata para penggemar hingga menjadi trend selama beberapa tahun terakhir ini sepertinya telah pergi dan tak mungkin datang lagi. Isu Euphorbia sebagai penyebar virus yang mendatangkan berbagai penyakit mulai dari reumatik, asam urat hingga kanker telah merasuki para penggemarnya yang umumnya ibu rumah tangga. Akibatnya banyak pencintanya kini tak menghiraukan lagi hingga bunga yang sebelumnya dijaga di halaman rumah karena harga yang mahal dan keindahan yang memikat, sekarang telah berpindah ke tempat sampah.

Tak tahu siapa yang menghembuskan isu itu namun telah berdampak terhadap omset pedagang yang menurun drastis dari penjualan bunga ini, sedrastis runtuhnya popularitas Euphorbia yang tiba-tiba dibuang begitu saja.
Hermanto, 23, pedagang bunga Fati Garden, Jl H Adam Malik, kawasan Glugur, Medan mengaku omset penjualan bunga khususnya dari jenis Euphorbia sudah tidak bisa diharapkan lagi. Walaupun harga ditawarkan kepada konsumen di bawah 50 persen tetap tidak ada yang melirik apalagi yang berminat untuk membeli, katanya, Kamis (2/2).

Dirinya yakin, runtuhnya popularitas Euphorbia akibat timbulnya isu yang mengatakan, bunga jenis itu apalagi yang berasal dari negara Thailand dapat menyebarkan penyakit berbahaya. Siti, 33, ibu dua anak warga Jl Nuri, Perumnas Mandala mengaku telah membuang seluruh koleksi bunga Euphorbia miliknya walau jenis apapun setelah dirinya mendapat informasi dari tetangga.

Lewat mulut ke mulut tersiar kabar, bunga itu dapat menyebarkan virus yang menimbulkan berbagai jenis penyakit terhadap tubuh manusia mulai dari reumatik, asam urat sampai kanker. “Mau tak percaya saya tidak berani karena banyak tetangga yang telah membuang bunganya,” katanya.

Hal itu juga dialami Dina,38, ibu tiga anak warga Jalan Bambu, kawasan Glugur. Ibu ini mengaku tidak berani lagi memelihara bunga jenis itu khususnya jenis impor dari Thailand. Walaupun bunga jenis itu harganya tergolong mahal dan sangat indah dibanding jenis lokal, tetapi dirinya tetap menolak karena yakin bunga itu dapat menyebarkan virus penyakit ke tubuh manusia, namun ketika ditanya sumber isu dan kebenarannya dirinya juga tidak mengetahui.

Namun Hambali,24, pedagang bunga Windha-Wan Florist di kawasan yang sama mengatakan trend bunga impor asal Thailand kini telah beralih ke jenis bunga keladi yang menggantikan Euphorbia. Kebanyakan konsumen telah beralih melirik bunga jenis keladi itu karena keindahan daun dan batangnya yang beraneka warna. Beberapa jenis bunga itu didagangkan dengan harga ratusan ribu rupiah di antaranya keladi Agronema asal Thailand dengan jenis King of Siam dijual Rp 150 ribu, Keng Heng Rp 250 ribu, Pona Karmen Parigata Rp 250 ribu, Valentine nomor satu Rp 250 ribu sedangkan Palm Roy Rp 450 ribu.

Tak Perlu Khawatir
Dinas Pertanian Medan mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir adanya kabar mengatakan bunga Euphorbia dapat menularkan virus penyakit kepada manusia bila tersentuh, memegang atau terkena duri bunga tersebut. “Masyarakat tidak perlu panik, dengan isu itu, tidak ada masalah,” kata Emelia Lubis, Kasubdis Perlindungan Tanaman kepada wartawan melalui Kasubbag Penyaringan dan Pengumpul Informasi Humas Pemko Medan Rusdi Siregar, SE, Jumat (3/2).

Menurut Emelia, Dinas Pertanian telah menanyakan hal ini kepada Departemen Pertanian ternyata tidak benar virus penyakit di dalam bunga itu bisa menular kepada manusia. Emelia mengatakan, memang benar ada virus pada bunga itu namun penularannya tidak bisa kepada manusia melainkan dengan sesama bunga. “Untuk itu isu tersebut tidak benar bisa mengancam kesehatan masyarakat karena secara tegas Departemen Pertanian tidak ada melihat kecenderungan seperti yang dibicarakan di tengah masyarakat ini. Kemudian, pihaknya belum ada menemukan masyarakat yang menjadi korban akibat virus bunga itu.

Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran USU dr. Umar Zein, SpPD-KPTI mengatakan, sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan, virus tanaman dapat menimbulkan penyakit pada manusia. “Yang ada penyakit pada hewan yang menular kepada manusia (zoonosis) seperti Anthrax, Flu Burung dan lain-lain,” ujar Umar Zein ketika dihubungi Waspada, Minggu (5/2).

Mengenai adanya isu, bunga Euphorbia menyebabkan penyakit seperti reumatik, asam urat dan kanker, Umar Zein mengatakan, kemungkinan isu itu berkembang setelah adanya penemuan tentang jenis virus yang namanya sama dengan bunga itu yakni Euphorbia Mozaic virus.
“Virus jenis ini dapat merusak daun dan bunga pada tanaman sehingga berubah bentuk. Namun virus ini tidak dapat menimbulkan penyakit pada manusia,” ujar Umar Zein. “Namun pada jenis tanaman lain yang memiliki serbuk sari dan zat yang bersifat akut bisa menimbulkan alergi pada manusia seperti asma dan kelainan kulit. Kendati demikian, tidak semua manusia yang bisa terkena asma dan kelainan kulit kecuali orang-orang yang rentan,” demikian Umar Zein.http://www.speedytown.com/step/index.php/2007/01/07/euphorbia-sekarang-sudah-ditinggalin/

Euphorbia, Bunga Sepanjang Masa

Euphorbia hingga kini masih menjadi primadona para penggemar tanaman hias. Pamornya tak kalah dari tanaman-tanaman keren seperti aglaonema dan adenium. Lihatlah di sekitar rumah kita, selalu ada tetangga yang memelihara euphorbia. Mengapa?

PERAWATAN yang tidak terlalu rumit, juga harga yang relatif terjangkau, merupakan dua alasan utama sehingga euphorbia tak kelihangan penggemarnya. Booming euphorbia ini tidak hanya terjadi di Indo-nesia, tetapi juga di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Menurut Heru Wicaksono dari Pendawa Nursery, yang menjadi tren saat ini antara lain euphorbia berwarna putih dan kuning dengan bunga besar. Harga termurah yang sudah berbunga rata-rata Rp 60.000, dan termahal Rp 2 juta. Sedangkan yang belum bercabang dan berbunga berbunga sekitar Rp 40.000.

Tanaman yang berharga ra-tusan ribu hingga jutaan rupiah biasanya memiliki daun dan bunga yang rimbun. Selain itu, memiliki unsur langka.

”Makin tidak banyak orang yang memilikinya, makin mahal harganya,” ungkap Heru, saat ditemui di showroom Jalan Menjangan V/27-29 Pedurungan Semarang. Dia optimistis, suatu saat akan muncul euphorbia dengan bunga superbesar, bergaris te-ngah 8-10 cm. Tentu saja harganya semakin mahal. Saat ini pun sudah muncul euphorbia yang agak nyeleneh, yaitu Euphorbia cristata. Batangnya gepeng, bentuk seperti kipas, dengan harga termahal Rp 10 juta.

Tanaman euphorbia pertama kali ditemukan di Madagaskar dan Amerika Utara. Jenis yang terbanyak saat itu adalah Euphorbia milii. Beberapa pembudidaya kemudian menyilangkan jenis ini dengan euphorbia jenis lainnya, sehingga ber-munculan varietas-varietas baru seperti sekarang. Bentuk dan warna bunganya pun makin beragam, semarak, meriah, dan memesona. Euphorbia sering disebut sebagai tanaman delapan dewa. Sebab bunganya berbentuk seperti angka delapan. Hebatnya lagi, bunga euphorbia bisa muncul secara bergantian sepanjang tahun.

”Karena setiap bunga keluar dalam waktu tidak bersamaan. Bunga yang rontok akan cepat digantikan oleh bunga-bunga lain yang baru kuncup. Itu sebabnya, euphorbia juga sering disebut sebagai bunga sepanjang masa,” tambah Heru.

Tanaman ini, menurut dia, dapat tumbuh setinggi 60-150 cm, dengan lebar rumpun sekitar 90-150. Bahkan ada juga tanaman dengan tinggi mencapai 200 cm, seperti koleksi yang dimiliki Heru di Tembalang, Semarang. Tanaman yang dijuluki crown of throns ini menyukai daerah panas. Jadi janganlah heran apabila euphorbia tumbuh subur jika terkena panas matahari secara langsung.

Perawatan

Untuk perawatan prima, letakkan tanaman di tempat terbuka, yang bisa terkena langsung sinar matahari. Namun disarankan diberi atap atau naungan, karena euphorbia tidak tahan terhadap hujan.

Tanaman ini tumbuh subur di daerah arid alias kering. Jangan heran begitu musim hujan da-tang, tanaman euphorbia riskan busuk. Nah, untuk mencegah kebusukan, gunakan media berporus (berlubang). Jika memungkinkan, pasang plastik naungan, pupuk berkadar nitrogen (N) rendah, serta mengatur jarak antartanaman.

Sirami tanaman secara teratur, namun jangan sampai terlalu basah (mudah busuk). Penyiraman dilakukan terhadap tanah (media tanam), bukan pada batang atau daunnya. Sebab potensi jamur pada batang dan daun cukup besar, sehingga tanaman lama-lama akan membusuk.

Selain itu, potonglah bunga atau daun yang telah mengering. Karena bagian tubuh yang telah tua ini hanya akan menghabiskan sari makanan.

Sebulan sekali, tanaman di-beri pupuk campuran NPK dan TSP dengan perbandingan 1 : 1. Dosisnya setengah sendok teh (untuk pot kecil, diameter 15 cm), satu sendok teh (pot sedang, 20 cm), serta satu sendok makan (pot besar, 20 cm lebih). Sem-protkan pupuk cair (pupuk daun) seminggu sekali. (Paulus NM-32) http://www.suaramerdeka.com/harian/0705/28/ragam02.htm

Di Balik Kemolekan si Ratu Bunga Berduri

Tak hanya dipajang di pot untuk penghias teras, pak sien hwa-sebutan euphorbia di China-ternyata juga cantik dipelihara sebagai border di taman. Apalagi tanaman ini tahan ’berjemur’ di bawah sengatan matahari. Tanaman ini pun termasuk adaptif dan mampu bertahan hidup di sembarang lokasi serta tahan serangan hama dan penyakit.

Awalnya, euphorbia tumbuh subur di Madagaskar. Tempat hidupnya di daerah panas dan kering. Dari sanalah, sekitar 2000 spesies yang berbeda diintroduksi sejak tahun 1821, kemudian menyebar ke China hingga ke Thailand.

Berkat tangan para penyilang, muncullah jenis-jenis baru. Sejak saat itu, si ratu bunga berduri ini melanglang buana hingga ke Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia. Sebutan euphorbia diambil dari nama seorang dokter raja Juba dari kerajaan Mauritania di Afrika Utara, Euphorbus. Atas jasanya, euphorbia yang tumbuh di gurun berpindah menjadi hiasan yang cantik di rumah. Sosok tanaman sedang, tinggi sekitar 150 cm, dan lebar 100 cm dengan dompolan bunga hingga menyelimuti batang.

 

Bunga warna-warni dan bentuknya bervariasi seolah menjadi magnet yang menarik perhatian siapa saja yang memandanginya, tak terkecuali Murtadji, pemilik SM Garden di Kediri. Lewat kecintaannya dengan euphorbia, maka saat ini Murtadji berhasil mengembangkan hobinya itu jadi suatu peluang bisnis yang menguntungkan hingga saat ini. Murtadji mengatakan, euphorbia memiliki penampilan yang menawan dibandingkan dengan jenis tanaman hias lainnya, seperti anthurium, aglaonema, dan adenium. Warna bunganya beraneka ragam, tapi dominan memiliki warna merah, kuning, hijau,dan putih dengan hiasan strip atau bercak di setiap petalnya. Tajuknya bagus, rimbun, dan kompak, sehingga menjadi daya tarik lain.


Bentuk bunga euphorbia menyerupai angka delapan dengan beragam variasi. Mahkota bunganya ada yang bulat, bulat lancip, oval, dan berbentuk hati dengan posisi saling menumpuk, menyilang atau bersinggungan. Tak hanya bentuk, ukuran bunga pun ada yang kecil seukuran kancing baju (diameter 2 cm) hingga sebesar koin seratus rupiah (diameter 4-5 cm). Dompolan bunga beragam, mulai dari sedikit (4-5 bunga), sedang (6-15 bunga), sampai banyak (> 16 bunga). Menurut Murtadji, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan sebelum memelihara si ratu bunga ini, yaitu lokasi, sinar matahari, iklim atau cuaca, sirkulasi udara, media tumbuh, dan air.

Tanaman ini cukup adaptif di berbagai daerah. Artinya, euphorbia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran rendah hingga tinggi (0-1200 m dpl).

Di dataran rendah (< 300 m dpl) membuat tanaman ini tumbuh lebih cepat, karena udara hangat dan matahari bersinar lebih lama untuk membantu proses fotosintesis. Lingkungan yang bersih dan terbebas dari polusi sangat dibutuhkannya untuk pertumbuhan dan pembungaan. ”Euphorbia akan sulit berbunga serempak, bahkan malas berbunga kalau udara di sekitarnya sudah terpolusi,” ujar pria yang menekuni bisnis euphorbia sekitar dua tahun yang lalu ini. ”Di dataran tinggi (>300 m dpl), euphorbia masih bisa tumbuh subur, meski agak lambat,” lanjutnya.

Idealnya, tanaman ini membutuhkan sinar matahari dengan intensitas 70-80% selama 6-8 jam atau hari. Tanaman ini pun akan berbunga lebih banyak di musim hujan dibanding kemarau, karena saat itu lingkungan cukup mendukung, sehingga kualitas bunga lebih baik daripada musim panas.

Untuk itulah penempatannya harus tepat, tidak boleh terkena sinar matahari langsung terlalu lama, karena terlalu lama ’berjemur’ di bawah sinar matahri dapat menghanguskan pucuk-pucuknya. Terlalu teduh pun dapat berdampak tanaman lambat tumbuh dan bunga yang muncul tak banyak. Penanaman skala besar dapat memakai net 70% untuk menahan intensitas sinar matahari. Sebaiknya, lanjut Murtadji, hindari tempat yang sering mendapat guyuran air hujan, karena tanaman menjadi rusak dan malas berbunga. Euphorbia juga kurang optimal menyerap hara bila lingkungannya bersikulasi udara jelek, meski mendapat sinar matahari.

Di lokasi yang lembab pun malah memicu munculnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Media TumbuhDi alam, euphorbia tumbuh di tempat yang kering dan porous, sehingga media tanam apa pun dapat dipakai untuk menanam euphorbia, asalkan porousitas dan drainasenya bagus. Beberapa bahan media tanam euphorbia terdiri dari sekam bakar, pakis, cocopeat, pasir Malang, dan pupuk kandang. Komposisi media tanam beragam, tergantung pengalaman dan lokasi setempat. Upayakan media ber-pH netral (6,5-7) dan steril.

Penanaman di pot plastik sebaiknya memasukkan potongan styrofoam sebanyak 25% tinggi pot untuk membantu sirkulasi udara di media sekaligus membuang kelebihan air, sehingga media tidak lembab.

Air untuk euphorbia masih cukup penting untuk pertumbuhan akar, cabang, daun, dan bunganya. Namun terlalu banyak memberi air mengakibatkan akar busuk ditandai berwarna coklat, lembek seperti bubur. Sebaliknya, jika penyiraman jarang dilakukan, tanaman mengalami dehidrasi alias kekurangan air. Cirinya, batang mengkerut, daun menguning, mudah rontok, dan sosok tanaman menjadi kerdil. Apabila hal itu dibiarkan, lambat laun tanaman tumbuh tumbuh merana dan mati. Idealnya, penyiraman dilakukan sehari sekali pada musim hujan, dua kali sehari pada musim kemarau) atau bila media sudah kelihatan kering. Waktu penyiraman, yaitu pagi hari pukul 08.00-09.00 atau sore hari pukul 15.00-16.00.

 

Memilih Euphorbia

Banyaknya jenis euphorbia membuat para hobbies leluasa memilih sesuai dengan selera. Meski demikian, kata Murtadji, sebagai pembeli sebaiknya mampu mencermati euphorbia yang dibeli, supaya nantinya tak kecewa, karena ternyata tanaman kurang bermutu bagus.

Agar tak salah pilih, ada beberapa hal yang mesti diketahui saat akan memilih dan membeli euphorbia, yaitu :- Carilah penjual yang menyediakan euphorbia berkualitas bagus.Untuk mengetahui kredibilitas penjual dapat mencari informasi dari media, seperti majalah atau teman yang sudah datang ke nurserinya. Penjual yang berpengalaman biasanya mampu menjelaskan jenis, sifat, dan asal-usulnya.

Informasi perawatan juga sebaiknya ditanyakan untuk memudahkan pemeliharaan di rumah.- Meski selera penghobi berbeda-beda, sebaiknya memilih euphorbia yang rajin berbunga, karena bentuk bunga, warna bunga, dan dompolan bunga merupakan keindahan tanaman asal Madagaskar ini. Apalagi, bunganya tak gampang rontok.- Tanyakan asal-usul euphorbia, terutama cara perbanyakannya.

Euphorbia yang berasal dari bibit setek umumnya cepat berbunga dibanding tanaman yang berasal dari biji. Lagipula, kualitas bibit asal setek memiliki sifat yang sama dengan induknya. Lain halnya dengan bibit asal biji cenderung menyimpang dari sifat induk, kecuali penyilang melakukan persilangan yang sudah terarah. Apabila memilih bibit asal sambung, pastikan batang atas berasal dari jenis yang berpenampilan bagus.- Ukuran bibit menentukan harganya. Bagi yang berkantung cekak dapat memilih bibit muda, karena berharga murah.

Namun tanaman seperti ini butuh waktu untuk berbunga lebat. Apabila tak sabar ingin menikmati bunga euphorbia dan memiliki cukup uang, beli tanaman yang sudah besar dengan tajuk bagus dan bunga lebat. [cher]

 

Euphorbia pun Bisa ’Kawin’

Variasi bunga euphorbia cukup banyak. Di alam, penyerbukan alami dibantu serangga, seperti lebah. Kini, berkat upaya kawin silang muncul beragam jenis baru euphorbia dengan penampilan yang cukup spektakuler. Berbekal induk dan pengetahuan yang cukup, profesi menjadi ’penghulu’ euphorbia bisa dilakukan siapa saja. Apalagi si mahkota berduri ini termasuk tipe berbunga sempurna. Maksudnya, serbuk sari (jantan) dan putik (betina) berada dalam satu bunga.

Dengan seleksi induk, mungkin saja bakal diperoleh jenis baru yang lebih bagus dan berbeda dengan induknya.

Adapun tahapan ’kawin’ euphorbia antara lain :

  • Siapkan euphorbia yang sedang berbunga. Bunga mekar untuk penyerbukan sekitar 3-4 hari sejak kuncup, dicirikan kepala putik diselimuti lendir, sehingga terasa lengket bila dipegang tangan. Pisahkan di tempat yang aman agar tidak diserbuki oleh serangga.
  • Ambil serbuk sari dari bunga euphorbia lain, lalu tempelkan ke kepala putik. Lakukan berulang-ulang sampai serbuk sari benar-benar habis dan melekat di kepala putik. Cotton bud bisa dipakai untuk membantu penyerbukan. Hanya kelemahannya kadang masih ada serbuk sari tersisa di kapas, sehingga tak menyerbuki sempurna ke putik. Waktu penyerbukan pada pagi hari pukul 09.00 saat matahari belum panas dan tanaman sedang dalam proses fotosintesis.
  • Setelah 3-6 hari sejak penyerbukan, bunga akan layu dan rontok. Penyerbukan berhasil bila muncul benjolan hijau di pangkal putik.
  • Bakal buah akan membesar dan masak berbentuk seperti kapsul.
  • Seminggu kemudian buah matang yang ditandai dengan kulit mengering dan warna coklat tua. Segera petik buahnya pada pagi hari, karena jika matahari sudah tinggi, biji-biji yang tersimpan di tempurung buah menjadi kering dan pecah, sehingga biji terpelanting ke tanah. [cher]

 

Pulihkan Euphorbia Impor dari Perjalanan Jauh

Salah satu keutamaan Murtadji dalam menekuni bisnis euphorbianya adalah ia langsung mengimpor euphorbia dari Thailand. Ia mengaku, tak mudah mengimpor euphorbia dari Thailand dan menyimpannya dalam waktu lama, karena adanya beberapa prosedur yang harus dilalui. Euphorbia impor dari Thailand tersebut berada dalam kemasan kotak karton dan setiap batang dibungkus dengan kertas.

Euphorbia impor bermediakan cocopeat yang kering. Perjalanan dari bandara Suvarnabhumi Thailand hingga mencapai bandara Juanda Surabaya diperlukan 1 hari dengan menggunakan maskapai penerbangan Thailand.

Namun kalau memakai maskapai penerbangan lokal, perjalanan bisa ditempuh hingga dua hari. Jadi, mulai dari proses pengepakan hingga mencapai Kediri, euphorbia berada dalam kotak selama kurang lebih 2-3 hari. Menurut Murtadji, hal ini mengakibatkan euphorbia menjadi layu dan rontok daun.

Demi memulihkan kondisi euphorbia tersebut, sebelum proses penanaman Murtadji mencelupkan media euphorbia yang berupa cocopeat kering ke dalam larutan air dan atonik. Sementara untuk media tanam, ia menggunakan campuran kompos kambing, sekam bakar, cocopeat, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:2:2:1 agar media porous. Upayakan media ber-PH netral (6,5-7) dan steril.

Media taman euphorbia harus porous agar air dapat mengalir langsung ke bawah, karena bila media terlalu banyak menahan air dapat menyebabkan busuk akar.

Kebun yang digunakan Murtadji untuk area tanam euphorbia merupakan bekas kolam ikan. Bekas kolam ikan ini dianggap Murtadji sebagai lokasi yang ideal untuknya menumbuhkan euphorbia, karena memiliki sirkulasi udara yang bagus. Euphorbia dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang memiliki sirkulasi udara yang bagus. Penyiraman dilakukan ketika matahari belum terbit dan ketika matahari belum bersinar. Ini dilakukan untuk menjaga kelembaban tanaman. Bila euphorbia disiram pada siang hari dapat menyebabkan tanaman hangus. Kemudian untuk mengurangi intensitas sinar matahari sebaiknya dipasang paranet di kebun.

Untuk pemulihan euphorbia, lanjut Murtadji, sebaiknya intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman dikurangi hingga 80%. Terlalu banyak sinar matahari bisa mengakibatkan pucuk-pucuk daun euphorbia menjadi hangus. Namun terlalu teduh juga bisa mengakibatkan euphorbia tumbuh lambat. Curah hujan juga dapat mengakibatkan euphorbia rusak dan malas berbunga. [cher]

http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/08/27/di-balik-kemolekan-si-ratu-bunga-berduri/

Indahnya yang Abnormal

 Siapa sangka, euphorbia Cacat atau abnormal justru memiliki pesona. Kekurangannya itu justru membuat popularitasnya naik. Ia senantiasa terlihat unik dan itu bisa mendongkrak harga hingga berkali-kali lipat.

dominasi-daun-dan-batang-kritata.jpgNamanya euphorbia kristata. Ia terlihat berbeda dari euphorbia kebanyakan. Biasanya, euphorbia tampil dengan keserempakan bunga yang dipadu dengan warna harmonis. Tapi kristata cenderung didominasi dengan keserempakan daun. Di situlah letak keunikan tanaman asli pulau Madagaskar ini.

Dikatakan kristata, karena bentuk batangnya tersusun secara berhimpitan, sehingga terlihat rapat. Begitu pula dengan alur titik tumbuh dan duri. Sedangkan daunnya tumbuh di pinggiran batang bagian atas. Sekilas bentuknya mirip kipas. Batang bagian bawahnya hanya tersusun duri yang mengikuti kontur batang.

Kombinasi keserempakan daun itu makin mempercantik performance-nya. Tak heran jika kristata masuk dalam kategori tanaman langka. Kolektor tanaman hias Semarang, Tiok, mengatakan kelangkaan kristata ini berpengaruh pada harga jual. Untuk kristata lokal, harganya bisa mencapai Rp 3 juta. Bentuknya yang makin berhimpitan, membuat harganya makin mahal.

Perlakuan Diet Nutrisi

Pada dasarnya keunikan kristata merupakan salah satu bentuk kelainan. Namun itu tak mengurangi pesonanya. Padahal kondisi kristata pada satu tanaman itu bisa diartikan kurang sehat, sehingga sifatnya yang berbeda dari euphorbia normal itu, maka berbeda pula cara menanganinya. Satu diantaranya dalam teknik pemberian asupan nutrisi. Biasanya, untuk menjaga bentuk batang agar konturnya tetap kristata, beberapa penghobi melakukan diet nutrisi.

Istilah diet nutrisi diambil, karena pemberian nutrisi pada tanaman tak dilakukan sesuai prosedur, yaitu dengan mengurangi porsi nutrisi dari yang seharusnya dianjurkan, sehingga tak langsung kandungan dalam nutrisi pun berkurang.

Perlakuan diet nutrisi pada krisatata ini dilakukan, karena kondisi awalnya yang kurang sehat. Jadi, asupan nutrisi ini disesuaikan dengan kondisi tanaman. Itu berbeda dengan pemberian nutrisi pada euphorbia normal yang dilakukan tanpa mengurangi aspek kesehatan.

Dalam penerapan media tanam, terutama pemberian pupuk kandang, sebaiknya tidak dilakukan berlebih. Sebab, akan berdampak pada pertumbuhan batangnya. Besar kemungkinan, kontur batang tak lagi kristata. Di sini akan terjadi fase peralihan, dimana telah terjadinya perubahan bentuk tanaman dari abnormal ke normal atau sebaliknya. Begitu pula yang terjadi pada euphorbia kristata, akan kembali normal jika asupan nutrisi tanaman terpenuhi. Itu bisa saja terjadi, lantaran kandungan mikro dan makro yang dibutuhkan tanaman ada di dalam pupuk kandang. Tiok mengatakan, sebaiknya melakukan penerapan media tanam kombinasi, seperti kombinasi sekam bakar dan pupuk kandang, dengan perbandingan 2:½. 

Pemberian pupuk kandang yang minim juga berguna untuk memperlambat laju kristata pada batang. Semakin tua usianya, makin tampak karakter yang ditampilkan. Ia juga butuh kelembaban. Hanya ia merupakan tanaman yang dapat menyimpan air sebagai cadangan. Jadi, frekuensi penyiraman yang tak terlalu sering dilakukan pun tak jadi soal. Minimal dilakukan sekali dalam seminggu.

Sebaliknya, jika terlalu sering disiram akan berpengaruh pada kelembaban media tanam dan tak langsung akan berakibat rusaknya bagian akar. Demikian juga dalam faktor penyinaran. Euphorbia juga tanaman yang gemar dengan sinar matahari. Namun jika dilakukan berlebihan akan mengakibatkan bagian daun terbakar. Ada baiknya jika kristata ini berada di tempat yang teduh, sehingga kebutuhan sinar matahari masih terpenuhi. [santi]

http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/12/29/euphorbia-kristata/

Agar Euphorbia Semarak Berbunga

Bunga-bunga menyelimuti setiap tajuknya. Bentuk bunga unik dan warna ngejreng menambah daya tarik pesonanya. Untuk mendapatkan dompolan bunga euphorbia nan cantik itu ada tekniknya.

euphorbia

Kecantikannya semakin menonjol bila didukung dengan sosok tanaman yang seluruhnya optimal, mulai dari batang kokoh, cabang kompak, dan susunan bunga yang bagus. Wajar bila penampilannya mengundang perhatian, sehingga banyak yang meminatinya.

Apalagi ada kepercayaan, keluarnya bunga dapat menggambarkan nasib dan keberuntungan si pemiliknya. Ingin euphorbia Anda berbunga semarak? Mudah, lakukan 6 P, yaitu pemangkasan, penyiraman, pemupukan, penempatan, penyiangan, dan pengendalian penyakit.

A. Pemangkasan

Pemangkasan dapat dimulai sejak euphorbia dalam masa penyuburan. Tujuannya, untuk membentuk tajuk yang seimbang, sehingga terlihat cantik dan mengurangi penguapan. Patokannya mudah, cabang-cabang yang tepat berada di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang sebaiknya dibiarkan, selain itu dibuang saja. Nantinya, tunas baru bermunculan di setiap cabang, sehingga tampak lebih rimbun. Waktu yang pas untuk pemangkasan adalah usai penyuburan dan pembungaan pertama kali. Tepatnya di akhir masa pembungaan pertama. Bunga tua juga harus dipotong untuk memunculkan bunga baru. Bunga mekar selama dua bulan. Setelah itu, warnanya pudar, kusam, dan akhirnya layu.

B. Penyiraman

Agar euphorbia tumbuh prima dan selalu berbunga lebat, sebaiknya deprogram penyuburan-pembungaan-penyuburan-pembungaan, demikian seterusnya. Umumnya, fase penyuburan berlangsung 1-1,5 bulan. Sedangkan pembungaan biasanya berlangsung selama 3-4 bulan. Setelah menjalani masa penyuburan selama 1,5 bulan, sosok euphorbia telah bersalin rupa dengan percabangan banyak dan daun yang rimbun. Itulah saat yang tepat untuk memasuki periode berikutnya, yaitu pembungaan. Saat itu, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang memadai. Penyiraman dapat diberikan setiap hari dengan memakai sprayer atau gembor, agar cipratan air yang keluar halus, sehingga tidak merusak daun dan memuntahkan sebagian media tanamnya.

C. Penempatan

Penyinaran penuh ternyata merangsang euphorbia berbunga lebat. Untuk itulah, sebaiknya letakkan pot euphorbia di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh dan sirkulasi udara di sekitarnya bagus. Hasilnya, sejak dipindahkan selama seminggu akan muncul bunga-bunga di sela-sela tajuknya. Sebulan kemudian, bunga-bunganya muncul serempak menyesaki setiap daunnya.

D. Penyiangan

Senantiasa menjaga kebersihan adalah salah satu cara agar euphorbia tumbuh subur dan berbunga lebat. Pasalnya, rumput atau tanaman liar lain yang biasanya tumbuh di media tanam akan menjadi pesaing euphorbia dalam penyerapan hara. Bahkan tanaman itu bisa jadi vector atau tempat bersembunyi hama dan penyakit, seperti serangga atau kutu. Untuk itulah gulma harus dicabut, sementara daun yang rontok sebaiknya segera dibuang.

E. Pemupukan

Agar berbunga lebat, euphorbia membutuhkan unsure hara dalam jumlah memadai. Ketika tanaman dipindahkan ke tempat terbuka, berikan pupuk majemuk dengan kadar N rendah, sementara P dan K tinggi. Merknya bermacam-macam, seperti Growmore, Hyponex atau Gandasil. Dosisnya 1 gram/liter/tanaman. Aplikasi pupuk seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam. Perlakuan ini terus dilakukan seminggu sekali. Tingginya kadar P dan K merangsang euphorbia untuk memunculkan bunga. Baru seminggu disemprot pupuk, tanaman ini pun sudah mulai berbunga. Cara praktis dengan menaburkan pupuk lambat urai (slow release), seperti Dekastar, Magamp, dan Osmocote sebanyak 1-2 sendok makan setiap 3 bulan sekali. Dengan cara ini tanaman dapat menyerap hara setiap saat.

F. Hama dan Penyakit

Euphorbia sebenarnya tanaman hias yang bandel dan relatif jarang terserang hama dan penyakit. Meski demikian, tak ada salahnya Anda waspada dengan kehadiran kutu putih (white flies, mealy bug) dan thrips, karena kehadirannya membuat tanaman ini malas berbunga. Untuk memberantasnya dapat menggunakan insektisida, seperti Metindo, Pegasus, dan Agrimex. Frekuensi dan dosis sesuai petunjuk di labelnya. Penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah bakteri Erwinia, penyebab busuk akar yang biasanya muncul di musim hujan. Untuk mencegahnya, lakukan penyemprotan pestisida secara berkala. [ary]

Penanaman Tepat Untuk Euphorbia

pot-euphorbia.jpg

Kunci keberhasilan merawat euphorbia ada pada media tanam yang baik. Dengan media tanam yang baik, akan membuat tanaman ini tumbuh subur, sehat, akar kuat, batang kokoh, dan rajin berbunga. Untuk itulah, media tanam harus mengandung unsur hara dalam jumlah memadai. Pot sebagai wadah tanam sebaiknya dipilih yang memiliki drainase baik. Setelah itu, baru memahami cara penanaman yang benar. Berikut cara menanam euphorbia dengan benar

  • Siapkan pot yang ukurannya sepadan dengan besar-kecilnya euphorbia. Pastikan kondisi pot bersih dan memiliki lubang di bagian dasar untuk membuang kelebihan air.
  • Masukkan beberapa potongan styrofoam atau pecahan genting yang jumlahnya asal menutup lubang, karena tujuannya untuk mencegah air tidak menggenang di dasar pot.
  • Isi pot dengan formulasi media tanam yang sudah dibuat, jumlahnya kira-kira separuh pot. Taburkan butiran pupuk lambat urai sebanyak setengah sendok makan.
  • Ambil bibit euphorbia, lalu bersihkan akar-akarnya. Setelah itu, tanaman siap ditanam.
  • Masukkan euphorbia ke media tanam dengan posisi tegak. Pastikan akar menyebar merata dan tidak saling melilit atau menumpuk satu dengan yang lainnya.
  • Isi media tanam hingga penuh, lalu siram air sampai media tanam terlihat padat. Letakkan bibit di lokasi teduh dan aman dari gangguan.

Selamat mencoba. [ary]

http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/09/18/agar-euphorbia-semarak-berbunga/

Euphorbia Anda Mogok Berbunga?

Seringkali para hobiis tanaman hias bingung, mengapa tanaman euphorbianya malas berbunga, padahal sudah dirawat dengan benar, memberikan pemupukan untuk bunga secara tepat, penyiraman rutin, dan penyemprotan pestisida juga secara rutin. Hasilnya?…tanaman tumbuh rimbun, cabang-cabangnya tumbuh tiada henti, kondisi tanaman sangat sehat, tetapi mengapa tidak mau berbunga juga? Jawabannya adalah, mungkin tanaman euphorbia anda tersebut diletakkan di tempat dimana setiap malam tempat tersebut terang oleh cahaya lampu (misalnya di teras rumah), atau bisa saja tanaman terkena penerangan lampu jalan dimalam hari. Sebagai perbandingan, jarak lampu neon 20 watt, 10-15 meter dari tanaman euphorbia, itu sudah cukup mempengaruhi sehingga bunga tidak mau muncul. Pindahkan tanaman euphorbia anda ke tempat yang malam hari gelap tidak ada cahaya lampu, tetapi di siang hari terkena cahaya matahari. Tunggu 1 bulan, tanaman akan segera berbunga. (Ir Slamet Budiarto)