TANAMAN HIAS

CALADIUM: INDAHNYA DAUN KELADI PINGGIR KALI

Posted on

Tanaman hias dalam ruangan, warna daun eksotis dan harganya terjangkau, itulah caladium, salah satu ikon tanaman hias yang kini muncul dengan varian baru berupa daun tumpuk membentuk angka 8 yang disebut-sebut sebagai pembawa hoki. Mampukah jadi jagoan?
 Tanaman hias dalam ruangan, warna daun eksotis dan harganya terjangkau, itulah caladium, salah satu ikon tanaman hias yang kini muncul dengan varian baru berupa daun tumpuk membentuk angka 8 yang disebut-sebut sebagai pembawa hoki.

Kebanyakan orang Indonesia mengenal caladium sebagai keladi atau talas. Tanaman ini merupakan tanaman yang menawarkan aneka corak daun yang begitu menawan. Meskipun di Indonesia seringkali ada anggapan bahwa caladium sebagai tanaman pinggir sungai, sesungguhnya tanaman ini memiliki pesona tersendiri. Banyak kultivar dari negeri Thailand ataupun Amerika Serikat (Florida) yang akan membuat orang terkesima melihatnya.

Tanaman hias caladium banyak sekali variannya. Pada 1932 saja sudah ada 160 jenis yang terdaftar dalam buku yang dipublikasikan Arjan Prasob Satetajit. Setiap tahun para penyilang caladium menghasilkan jenis-jenis baru. Pada 2007, jumlahnya pasti sudah berlipat-lipat.

Pesona Caladium terletak di daunnya. Lembaran daun caladium memiliki banyak corak dengan warna yang kontras dan menyolok. Ada yang berwarna hijau, hijau kemerahan, merah, hingga berwarna merah kecoklatan. Keindahan caladium juga ditunjang oleh bentuk serta ukuran daun yang bervariasi.

Namun, sayangnya tanaman ini banyak dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan cara penanganan yang tidak benar bisa mengakibatkan caladium mengalami mogok tubuh.

Dormansi = Mogok Tumbuh?

Masa tidur atau mogok tumbuh seperti itu sering juga disebut sebagai dorman. Di habitat asalnya, caladium sering melakukan dormansi sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Semisal, suhu dan lama penyinaran yang tidak sesuai atau kekurangan zat hara dan air.

Dalam keadaan lingkungan yang menguntungkan, caladium tumbuh secara normal dan menimbun cadangan makanan dalam umbi. Jadi, organ di dalam tanah tersebut selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan juga bermanfaat sebagai gudang penimbun cadangan makanan. Semakin besar ukuran umbi, maka caladium bisa memiliki waktu tidur yang semakin lama pula.
Dengan adanya dormansi, banyak pehobi tanaman hias mengira bahwa caladium yang dimiliki telah mati. Maka tak heran jika pehobi tersebut lantas membongkar lalu membuang tanaman kesayangannya. Padahal, tanaman tersebut sebenarnya masih hidup, hanya saja ia tidak mengeluarkan daun ke permukaan tanah.

Membudidayakan caladium, sebaiknya tempatkan di tempat yang teduh dan terhindar matahari menyengat dan guyuran hujan deras. Usahakan di tempatkan di lingkungan dengan kelembaban tinggi. Pada kondisi tertentu seperti dipelihara di rumah plastik atau sungkup sangat dianjurkan.

Untuk media tanam, caladium membutuhkan media yang tetap basah tapi tidak becek apalagi air tergenang. Selain itu, media tanaman harus terbebas dari bibit penyakit seperti jamur, caranya harus melalui sterilisasi.
(Sumber: adinfoserpong.blogspot.com)

 
 

 

MENGATASI DORMANSI PADA CALADIUM

Posted on Updated on

 
 
Bentuk, corak dan warna Caladium sungguh indah. Tapi Caladium suka ngambek atau berhenti tumbuh sementara (dormansi). Itu memang cara tanaman ini bertahan hidup. Bagaimana agar masa ngambek itu cepat berlalu? Baca tulisan berikut.
 
 
 
Caladium atau keladi hias merupakan salah satu kerabat philodendron dan alokasia yang memiliki variasi keindahan bentuk, corak, dan warna daun yang sangat beragam. Di sinilah letak daya tarik caladium.Meskipun demikian, sayangnya tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan, dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan atau ketika cara perawatannya salah, caladium tidak akan mengeluarkan tunas dan berhenti tumbuh sementara (dormansi).

Dormansi merupakan salah satu cara bagi caladium untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Untuk caladium yang dipelihara, dormansi bisa muncul pada musim kemarau atau saat kekurangan air siraman. Tak hanya itu, media tanam yang terlalu keras dan padat juga bisa memicu dormansi.

Saat dormansi, masih banyak hobiis tanaman hias yang mengira bahwa caladium yang dimilikinya telah mati, padahal tidak. Bagi para breeder tanaman hias, keadaan dormansi sering dimanfaatkan untuk melakukan perbanyakan tanaman atau merawat umbinya agar pada periode pertumbuhan berikutnya memunculkan daun dengan jumlah yang lebih banyak.

Selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, sebelum masa dormansi terjadi, umbi caladium juga bermanfaat sebagai “gudang” penimbun cadangan makanan yang akan digunakan untuk melakukan pertumbuhan saat masa dormansi tiba.

Itu sebabnya, semakin besar ukuran umbi semakin lama juga waktu dormansinya. Keadaan inilah yang harus diatasi. Pasalnya, jumlah cadangan makanan yang ada di dalam umbi sangat terbatas sehingga dikhawatirkan caladium akan mati jika terlalu lama dormansi.

Nah, jika Anda memiliki caladium yang akan mengalami dormansi, jangan khawatir karena sebenarnya masa dormansi ini bisa dipercepat. Berikut ini adalah caranya:

1. Umbi caladium dikeluarkan dari media tanam, ditaruh di dalam wadah yang kering dan bersih kemudian diletakkan di tempat yang teduh dan sejuk. Biarkan umbi sampai tumbuh tunas. Namun, tunas pertama yang muncul harus segera dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril. Pemotongan tunas ini akan merangsang pertumbuhan tunas lain dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, umbi caladium bisa segera ditanam kembali. Biasanya sekitar dua minggu kemudian sudah tumbuh tunas baru yang muncul ke atas permukaan media tanam.

2. Umbi cadangan dikeluarkan dari media tanam, lalu direndam di dalam larutan hormon penumbuh seperti Happy Gro. Perendaman dilakukan selama 15 menit dengan tujuan merangsang pertumbuhan tunas. Setelah itu umbi dapat ditanam kembali dan sisa larutan hormon dapat disiramkan ke media tanam. Usahakan media tanam selalu dalam keadaan lembap. Untuk itu pot dapat disungkup dengan plastik transparan, lalu diletakkan di tempat yang teduh, sejuk, dan agak gelap. Satu sampai dua minggu kemudian biasanya sudah tumbuh tunas yang muncul ke atas permukaan media tanam.

(Dikutip dari buku “Caladium: Pesona Sang Sayap-Sayap Bidadari”, karangan Nurheti Yuliarti, Agro Media Pustaka, Jakarta.)

ANEKA CARA PERBANYAK SANSEVIERIA

Posted on

Selama 2 tahun, 4 pot Sansevieria kirkii 3-4 daun koleksi Iwan Hendrayanta di Permata Hijau, Jakarta Barat, bermetamorfosis jadi 400 tanaman baru.

Si lidah mertua tembaga itu dicacah-cacah daunnya membentuk persegi panjang sepanjang 5-7 cm. Lalu ditancap-tancapkan di media pasir hingga mengeluarkan anakan.

Kalau dibiarkan ‘bereproduksi’ alami paling hanya didapat 1-2 anakan per tahun. Maklum kirkii termasuk jenis yang lamban tumbuh. Makanya ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia yang hobiis sansevieria itu mencoba memotong-motong daun kirkii. ‘Setek’ daun itu lantas dibenamkan di media pasir. Hasilnya dari 1 potong daun muncul

2-3 anakan sekaligus dalam hitungan bulan

Cara serupa juga dicoba A. Gembong Kartiko, pekebun di Batu, Jawa Timur. Pemilik Sapta Plant & Pottery itu menyebut cara itu sebagai teknik potong tahu. ‘Daunnya kan dipotong-potong seperti potongan tahu,’ kata Gembong. Caranya, daun kirkii dewasa sepanjang minimal 15 cm dicacah menjadi 5 bagian. Artinya, setiap potong hanya sepanjang 3 cm. Namun, buat pemula pria berambut gondrong itu menyarankan ukuran lebih panjang supaya aman.

Gembong menyemai di media campuran sekam bakar dan pasir malang dengan perbandingan 1:3. Selama 2 minggu cacahan tidak perlu disiram. Memasuki minggu ke-3 baru siram menggunakan larutan mengandung hormon perangsang tumbuh. Sekitar 3-4 bulan kemudian, tunas baru bermunculan. Setelah 6 bulan pascapencacahan, anakan dengan 4 daun siap dijual.

Di Solo, Andy Solviano Fajar, mencoba teknik cacah pada jenis congo. Potongan daun berukuran 3,5 cm x 3,5 cm atau 5 cm x 5 cm ditanam di media pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan sama. Dalam 4 bulan didapat anakan baru.

Pabrik anakan

Keuntungan teknik cacah, anakan dihasilkan terus-menerus. ‘Anakan hasil perbanyakan dengan cacah bisa langsung jadi indukan begitu daunnya dewasa,’ kata Iwan. Penggemar encephalarthos itu menyebutnya perbanyakan dari daun ke daun. Karena setiap daun baru potensial jadi indukan untuk perbanyakan berikut, anakan pun seperti tak ada habis-habisnya.

Namun, tidak semua lidah mertua bisa diduplikasi dengan cara cacah daun. ‘Sansevieria bermotif belang, terutama hijau kuning atau hijau putih, tidak bisa diperbanyak dengan memotong daun,’ ujar Iwan. Risikonya, anakan yang dihasilkan berbeda dengan indukan. Bila tunas muncul dari bagian berwarna hijau, individu baru yang muncul juga hijau.

Risiko busuk lumayan besar, 50%. Penyebab utama, serangan cendawan dan bakteri lantaran pisau tidak steril, bagian luka tidak terlindung fungisida dan bakterisida, serta media terlalu lembap karena air siraman menggenang. Kendala lain, akar lambat tumbuh sehingga pertumbuhan anakan pun terhambat.

Untuk mempercepat akar tumbuh, Andy membungkus bagian bawah cacahan daun dengan tisu. Posisi cacahan tidak ditanam, tapi dibaringkan di atas media. Lalu disiram secara terus-menerus selama 1 bulan dengan larutan perangsang akar. Setelah akar keluar, baru ditanam di media campuran pasir malang dan sekam bakar. Jika ingin memacu tunas lebih cepat tumbuh dan bongsor, sungkup dengan plastik bening. Pertumbuhan daun baru 2 kali lebih bongsor dibanding tanpa sungkup.

(TRUBUS, dari judul asli: “Potong Tahu Sansevieria Tembaga”/ Evy Syariefa/Peliput: Destika Cahyana)

PILIH SANSE SESUAI KEBUTUHAN

Posted on

Ragam sansevieria yang mencapai ratusan varian dengan bermacam-macam tingkatan harga membuat para calon pembeli bisa memilih jenis mana yang akan dibeli sesuai dengan tujuannya. Tulisan ini mungkin bisa dijadikan semacam panduan.
 
 
Ragam sansevieria yang mencapai ratusan varian dengan bermacam-macam tingkatan harga membuat para calon pembeli bisa leluasa untuk memilih jenis mana yang akan dibeli sesuai dengan tujuannya.

Bagi para hobiis yang memelihara untuk sekedar koleksi di rumah, yang paling tepat adalah memilih jenis-jenis sansevieria yang langka atau unik. Biasanya sansevieria jenis ini tergolong mahal.Yang masuk katagori ini antara lain, Giant Varigata (kuning) atau Masoniana milik Agung WS Garden Yogyakarta yang harganya tembus Rp 60 juta rupiah.

Namun meskipun eksklusif, jangan harap bila diikutkan kontes di kelas bebas (non unik) pasti akan menang, karena kesehatan mempunyai presentase paling tinggi 35% sedangkan kelangkaan hanya 10%.

Bagi yang suka kontes tentu harus mencari jenis sansevieria yang kondisinya sehat, serta punya performance bagus dan didukung karakter tanaman yang juga bagus. Tentu akan lebih sempurna lagi jika sansevieria itu termasuk langka, karena akan menambah poin.

Berdasarkan pengalaman, sansevieria yang sering menang kontes adalah jenis Pingucula, Kirkii Brown, Patens (Fischeri), Concina dan beberapa jenis lain yang langka tapi memiliki kesehatan yang prima.

Berbeda lagi jika kita ingin memanfaatkannya untuk keperluan rental atau ditempatkan sebagai penghias ruangan, harus disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Untuk ruangan besar sebaiknhya pilih sansevieria yang memiliki postur tinggi atau besar seperti Autralian Black, Liliantrue, Masoniana, atau Tiger.

Untuk ruangan sempit atau diletakkan di atas meja, pilih jenis-jenis sansevieria kecil, seperti Moonshine, atau Superba China.

Sedang untuk taman di luar rumah bisa pilih sansevieria yang harganya lebih murah. Sebaiknya tetap disesuaikan dengan luas halaman yang akan ditanami sansevieria.

Harga sansivera kini cukup beragam dari yang hanya Rp 3000,- sampai yang puluhan juta.***
(Sutejo/ Tabloid Agro Community)

MENDIRIKAN NURSERY ?

Posted on

Seseorang dari Kalimantan mengirim sebuah email yang terasa aneh bagi saya, beliau bercerita bahwa usahanya dibidang kontraktor mengalami pailit dan rasanya sulit sekali untuk bangkit dan berhasil dibidang yang sama. Beliau mengatakan bahwa di Indonesia khususnya Kalimantan sekarang ini mulai ramai dunia tanaman hias, dan beliau merasa bahwa bisnis ini menjanjikan dan menguntungkan ( Anthurium ternyata sangat menggoda siapapun… ). Beliau bertanya bagaimana cara mendirikan nursery ? apa yang harus dilakukan dan di persiapkan ? Sedangkan saya sama sekali tidak tahu ilmu di bidang tanaman…

Email tersebut sudah saya balas, dan setelah saya berpikir kenapa tidak saya posting di blog ini ? Mungkin bisa bermanfaat bagi pengunjung lain yang juga mencintai atau hobby tanaman hias. Ini hanya pemikiran saja, kalau mungkin terasa menggurui saya mohon maaf, dan pasti masih banyak kekurangan pada pemikiran saya.

Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam persiapan mendirikan nursery sbb :

1. Mencintai Tanaman
Menurut saya, inilah faktor yang paling penting ! Mengapa? Dengan anda mencintai tanaman otomatis anda lebih bisa memahami keindahan, daya tarik, dan karakter tanaman tersebut, anda juga akan lebih peka jika tanaman anda mengalami gangguan atau penyakit. Anda tidak punya latar belakang ilmu tanaman? Kenapa bingung? Seperti yang pernah saya sampaikan prinsip dasar berwirausaha “Kalau ingin makan sate kambing, tidak perlu beli kambingnya kan?” Ya, anda bisa bertanya, survey, mencari informasi dll, atau kalau anda ingin cepat carilah orang yang punya latar belakang pendidikan di bidang budidaya tanaman, rangkul dia menjadi rekan bisnis anda atau mungkin pegawai di nursery anda? Atau tempat konsultasi sewaktu-waktu ( freelance? ) Masih banyak langkah yang bisa ditempuh.

2. Kemampuan Manajerial dan Market Analist
Sebuah Nursery tak berbeda dengan perusahaan profesional di bidang lain, ada langkah pengembangan menyangkut manajemen, pemasaran, cabang, promo, iklan dan masih banyak lagi. Disinilah kemampuan manajerial diperlukan karena banyak faktor yang harus dilakukan dalam pengembangan nursery, Analisa pasar dengan sendirinya bisa diasah dengan proses jam terbang dan pengalaman, kapan harus menjual, kapan harus menahan, apa yang harus dipersiapkan untuk naik turunnya trend suatu tanaman dan sebagainya.

3. Lahan yang cukup untuk Green House
Anda harus punya lahan yang cukup luas untuk mendirikan green house, letak dan lingkungan juga harus diperhatikan karena Greenhouse yang ideal memerlukan Suhu, Kelembaban, Sirkulasi udara dan tentunya lebih baik kalau tempat anda strategis dan jauh dari sumber polusi yang merugikan tanaman.

4. Jangan takut dengan Kompetitor yang lebih besar
Menjual tanaman hias tentu lain dengan anda menjual sembako, tanaman satu dengan yang lain tidak mungkin sama persis pasti punya keindahan dan kelebihan tersendiri, Kalau masalah persaingan harga dan pelayanan konsumen, bisa dipelajari dari berbagai usaha jual beli yang lain karena prinsipnya sama. Yang penting raihlah kepercayaan dan kepuasan konsumen.

5. Memperkuat Jaringan
Jaringan disini yang dimaksud adalah komunitas, paguyuban,organisasi atau wadah yang lain yang tentu saja sangat penting sekali untuk tukar informasi, promosi, saling bantu dalam hal penyediaan barang, dan masih banyak lagi. Kompetitor tidak selamanya menjadi “musuh” yang merugikan. Ingat, sesuatu akan kelihatan bagus kalau ada sesuatu yang lain dibandingkan dan terlihat lebih jelek ! Selama persaingan sehat dan sportif mengapa tidak?

6. Mental dan Ketekunan
Mungkin hal ini tidak perlu saya uraikan panjang lebar karena pasti anda sudah tahu. Ya, jangan pernah takut rugi dan tetap tenang ketika pasar tidak menguntungkan buat anda.

Semoga bisa dijadikan masukan bagi para pencinta tanaman hias dan ingin mengembangkan diri di bisnis ini, Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan hal yang kurang berkenan.
http://dk-breakthrough.blogspot.com/2008/01/mendirikan-nursery.html

MENATA ADENIUM ALA BONGGI KEBEBASAN TANPA BATAS

Posted on

Banyak pertanyaan timbul terutama didalam mendisplay adenium yang dimiliki, baik oleh Hobbies ataupun kolektor. Kita lihat disekeliling kita ada yang lebih menonjolkan pada bonggolnya, ada yang mengkawati cabang-cabangnya sampai terpuntir-puntir. Bahkan ada yang lebih ekstrem mengukirnya membentuk naga, orang, mobil, dan berbagai macam bentuk kerajinan tangan lainnya, yang terlihat mulai menyimpang dari kaidah seni menata adenium dengan fakta dia adalah tanaman bukan kayu atau benda mati. 

BONGGI lahir pertama adalah untuk mengakomodasi kebutuhan banyak penghobby adenium didalam menata adeniumnya. Terutama mencari pedoman The Do and The Don’t – batasan normal didalam berkreasi. Saking kreatifnya orang-orang kita, seni menata adenium ini tampaknya murni lahir di Indonesia, sedangkan dibeberapa negara lain, entah karena jiwa seninya kurang atau memang penggemar adenium disana hanya pekebun dan tidak mengetahui potensi adenium sebagai barang seni – hanya sebatas tanaman hias, yang lebih mementingkan tanaman ini dari bunga saja, seni ini kurang dikenal dengan baik. Di Thailand tampaknya lebih jeli, mengingat arabicum tidak memiliki variasi bunga, maka untuk meningkatkan nilai komersialnya, seni ini diadaptasikan dengan lebih menekankan pada penataan arabicum saja.

Banyak yang kemudian bertanya seputar BONGGI, dan cenderung pesimis. Perlu ditekankan BONGGI sebenarnya lebih kearah seni menata adenium dalam pot. Kenapa harus ada BONGGI ? untuk memberikan pedoman menata adenium dalam pot. Mengingat menata adenium dalam pot oleh pakar dan penghobby di seluruh Dunia tidak dipertimbangkan sebagai tanaman yang layak di Bonsai. Mengingat sifat tanaman yang merupakan tanaman sukulen, akarnya yang cenderung membonggol, disamping alasan-alasan lain.

Apakah dengan Bonggi kita dapat memperoleh hasil yang baik ? Jawabannya : PASTI… untuk adenium BONGGI akan memberikan hasil maksimal. BONGGI akan memberikan arahan baku cara mendisplay bonggol dan juga dipadukan dengan tata cara pengaturan percabangan yang berlaku umum akan memberikan hasil maksimal. Bahkan untuk bahan baku yang memiliki potensi minim sekalipun. Pada artikel ini ini akan diberikan beberapa inspirasi menata Adenium ala BONGGI. Semoga Seni menata bonggol adenium dalam pot dapat terus berkembang, dengan arahan yang baik dan benar.

Didalam seni menata adenium ala BONGGI kita selalu dituntut untuk refleksi kealam. Baik sifat dasar si adenium, bentuk-bentuk alami yang ada dialam, proses alam yang mengakibatkan pembentukan misalnya terpaan angin yang memaksa arah pertumbuhan, gaya berat yang menekan kebawah memunculkan cengkeraman dan pertumbuhan cascade, naluri dalam proses mencari cahaya matahari dan makan, yang menunjukkan juluran dan liukan serta proporsi atau keseimbangan yang selalu dipertahankan secara alami.

Penataan adenium terutama dilakukan dengan mengedepankan potensi dan kekurangan bonggol adenium yang ada. Lihat seni menata adenium pada artikel 1. Dari segi keleluasaan pembentukan adenium obesum lebih adaptif didalam menerima berbagai gaya yang akan diimplementasikan. Adapun gaya-gaya penataan adenium, percabangan, diturunkan dari seni Bonsai – yang merupakan biangnya seni menata tanaman didalam Pot.

Siapa yang bisa melakukan ? Siapa saja bisa, tidak harus pakar atau yang ahli saja. Semua orang bisa mencoba dan mempelajarinya. Hobby menata bonggol adenium ini tidak mengenal batasan. kalau tidak berani mencoba pada adenium anda, buat saja illustrasinya menggunakan photoshop atau software design grafis lainnya. Dijamin anda akan ketagihan dengan BONGGI anda berkreasi bebas tanpa batas.

MENGATASI BONGGOL AKAR ADENIUM

Posted on

Bagaimana cara mengatasi bonggol akar yang tiba-tiba mengkerut ? Sering kita jumpai, meskipun penyiraman sudah dilakukand engan seksama, tiba-tiba bonggol akar mengkerut. Perlu diketahui bonggol akar merupakan tempat cadangan cairan bagi adenium. Sebagai tanaman sukulen, Bagian terbesar tanaman adalah cairan. Sehingga perubahan pada metabolismenya dapat menyebabkan tanaman mengkerut, karena cadangan cairan dalam batang atau akar berkurang. Yang sering dijumpai akar mengkerut ketika diangkat dari medianya, tampak hama berwarna keputihan diakar adenium yang sering disebut Root Mealy Bug. Hama ini mengakibatkan banyak akar serabut yang mengering dan mati yang mengganggu penyerapan cairan oleh tanaman. Hama ini muncul akibat media yang selalu lembap. Sehingga sangat penting mengkondisikan media kering sekali, sebelum penyiraman dilakukan. Jika ini yang ditemui, maka bonggol akar tadi harus diobati dengan direndam terlebih dahulu, dan mengeringanginkan untuk kemudian ditanam dimedia baru. Kemungkinan yang lain, adalah tanaman sedang dalam fase pertumbuhan yang sangat cepat, dimana penyiraman yang dilakukan intervalnya terlalu lama, atau terlalu sedikit jumlahnya. Selain itu panas yagn berlebih dan berubah-ubah dapat juga menjadi sebabnya. Untuk Bonggol yang sudah diangkat dan ditanam dengan menonjolkan bonggolnya, akibat perubahan kondisi lingkungan (terlalu panas) yang sangat drastis, sehingga bonggol nya mengekerut tiba-tiba. Cara yang dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memastikan tidak terjadi serangan hama, kemudian tanaman diletakkan ditempat yang teduh. Kemudaian disiram dalam intensitas terbatas untuk menjaga media tetap lembap. Secara bertahap setelah media kering baru ditambah jumlah penyiraman sampai media basah. Perlu diperhatikan, untuk tanaman yang baru mengalami gangguan dan segera diambil tindakan, beberapa hari kemudian bonggol akan gendut kembali. Tetapi jika Bonggol sudah mengkerut dalam jangka waktu yang cukup lama, biasanya beberapa perakaran sudah mengering. Sangat rentan membanjiri media pada saat ini, karena dapat dipastikan bonggol akan terserang busuk akar yang langsung menjalar kemana-mana. Pastikan penyiraman terkontrol dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Segera setelah bonggol membaik tanaman dapat dipindahkan secara bertahap, karena pemindahan yang drastis akan mengakibatkan bonggol mengkerut kembali. Setelah tunasnya bermunculan dan tanda-tanda aktivitas telah dimulai, Media dapat disiram seperti biasa. Kesabaran dan ketelatenan didalam memelihara adenium merupakan kuncinya.

http://myadenium.com/tipstrick/tips_lengkap.php?jduL=MENGATASI%20BONGGOL%20AKAR%20ADENIUM&kd_tips=12

INTERVAL PENYIRAMAN ADENIUM

Posted on

Kapan saya harus menyiram adenium saya, seberapa sering, seberapa banyak harus disiram ? Pertanyaan diatas sangat sering kita temui. Tidak hanya bagi pemula, tetapi juga bagi banyak orang yang sudah lama memelihara adenium, dan mengalami krisis kepercayaan, terutama jika sebagian koleksinya mengalami masalah busuk batang, atau masalah lain terkait penyiraman adenium yang dimiliki, semua pengetahuan dan ilmu yang dimiliki jadi pupus.

Penyiraman adenium sangat ditentukan banyak faktor, tidak ada satu metoda atau cara yang paling benar. Dipengaruhi oleh usia tanaman, besar kecilnya, media tanamnya dan besar kecil potnya, kondisi tanaman, kondisi lingkungan eksternal seperti intensitas sinar matahari, angin, dll. Untuk dapat mengetahui kebutuhan adenium kita akan air, sebagai pencinta adenium tentu saja kita harus mempelajari perilaku dan kebiasaannya sebagai berikut :

Untuk pertama kali siram adenium tadi, usahakan menyiram sampai basah dan merata. Setelah itu tergantung media yang digunakan, biasanya 2 hari setelahnya media akan nampak mengering dipermukaan. Tetapi kalau kondisi internal dan eksternalnya berbeda bisa saja dalam waktu tersebut media masih basah. Atau bisa saja media diatas kering tetapi didalam masih basah, hal ini terutama jika menggunakan sekam. Untuk memastikan coba angkat potnya, dan rasakan perbedaannya dibandingkan dengan media dalam keadaan kering. Jika terasa ringan, berarti penyiraman selanjutnya dapat dilakukan. tetapi jika masih terasa agak berat, berarti keesokan harinya harus dicek kembali. Penyiraman sangat tergantung dari media yang kita gunakan. Sekali kita mengetahui formulanya, penyiraman merupakan rutinitas yang menyenangkan.

Usahakan antar waktu penyiraman dilakukan dengan menambah 1 hari media dalam keadaan kering. Penyiraman berikutnya dilakukan dengan menyiram medianya sampai air mengalir keluar dari lubang didasar pot. Pastikan air mengalir beberapa saat, sehingga air merata meresap keseluruh media, agar perakaran berkembang merata dan optimal. Disamping itu agar sisa-sisa pemupukan yang masih tertinggal dapat larut terbawa air, dan tidak menumpuk dimedia tanam, atau didasar pot.

Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman, tidak selamanya interval yang dilakukan berlaku, mengingat kondisi tanaman berbeda-beda. Setelah berbunga umumnya penyiraman dikurangi, karena pada saat ini metabolisme tanaman menurun, dan sedang mengatur nafas untuk melanjutkan siklusnya kembali. Jika kita temui sebagian daun tiba-tiba menguning, atau cabangnya tampak gundul, kurangi penyiraman media terlalu banyak menyimpan air. Jika bonggol tampak mengkerut, salah satu faktornya penyiraman yang tidak teratur dan intensitasnya kurang. Untuk mengatasinya dapat dilihat pada Tips Jika bonggol anda mengkerut. Jika tampak pertumbuhannya ekstrem disisi yang lain, mungkin saja peyiramannya tidak merata. Jika tanaman tidak berbunga dalam jangka waktu lama, penyiraman merupakan salah satu faktor dan solusinya.

Jika terlihat adenium kita mulai mengeluarkan tunasnya, berarti adenium kita sedang energi penuh untuk tumbuh. Penyiraman harus dilakukan untuk mendukung pertumbuhannya. Pada saat ini pertumbuhannya sangatlah pesat.. Jangan sampai kekeringan, karena pertumbuhan yang baru dimulai dapat berhenti seketika karena metabolismenya terganggu. Untuk memulainya kembali dibutuhkan waktu yang lama. Penyiraman teratur dan jumlah yang cukup akan membuat pertumbuhannya maksimal, dan pembungaan yang lebih kompak.

http://myadenium.com/tipstrick/tips_lengkap.php?jduL=INTERVAL%20PENYIRAMAN%20%20ADENIUM&kd_tips=11

BUSUK AKAR

Posted on

Busuk Akar sengaja dipisahkan tersendiri karena tidak dapat dipisahkan dari suka duka menenem adenium , merupakan penyakit yang dapat dialami oleh siapa saja , tidak mempedulikan apakah dia sangat berpengalaman , ataupun pemula kecuali jika kita hanya menanam adenium dalam hitungan jari. Busuk akar merupakan pengalaman pahit jika kita mengalaminya , tetapi sangat menarik untuk diceritakan tanpa kita sadari. Busuk akar , bonggol akar mengkerut dan semua gejalanya memberikan warna tersendiri didalam pemeliharaan dan perkembangbiakan adenium. Untuk itu kita menjadikannya sebagai ikon masalah dan sengaja membahasnya dihalaman ini secara eksklusif.

Busuk akar kerap kali disebabkan oleh :
- Penyiraman yang terlalu banyak dan sering , umumnya terjadi pada masa peralihan , dimana sinar matahari menyengat teriknya , tetapi hujan juga turun tanpa terkendali.
- Media yang digunakan sifat porositasnya rendah sehingga menahan air dalam jangka waktu yang lama. Hal ini lebih disebabkan kurangnya pengetahuan akan fungsi-fungsi dan sifat media.
- Kebanyakan kena air pada waktu musim hujan.
- Memotong akar pada saat training , ataupun bonggol akar terluka tidak sengaja , dan ketika ditanam luka belum kering benar.
- Oleh sebab-sebab yang kita sendiri juga tidak tahu , karena terjadi begitu saja padahal sudah diupayakan segala macam cara.

Sering juga dijumpai komentar penghoby ketika tanamannya mengalami busuk akar bahwa “adeniumnya ketika ditempat awalnya sebelum dibeli , ditanam sembarangan , pada media yang asal-asalan saja tetapi baik-baik saja dan malah subur” , karena tidak tau bahwa proses pemindahan , pengangkatan , training , dan berbagai hal tadi merupakan pemicu terjadinya luka baik yang terlihat ataupun tidak , yang menjadi asal muasal busuk akar.

Gejala awal Busuk akar bisa dilihat dari bonggol yang membusuk , daun menguning dan rontok , batang mengerut , dan pertumbuhan terhambat. Seringkali busuk dimulai dari luka yang kecil , dan menjalar didalam bonggor akar. sehingga dari luar tampak baik-baik saja. tidak jarang busuk akar bisa menghabiskan seluruh pohon karen menjalar dari akar sampai keatas batang.

Cara pencegahan Busuk akar dengan cara :

- Mengatur interval waktu penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi media tanam
- Menggunakan media tanam yang porous , dan memberi styrofoam di dasar pot. Sehingga air yang berlebih bisa segera terbuang.
- Pada musim hujan sebaiknya diupayakan agar tanaman diletakkan di tempat yang tidak terkena air hujan (dinaungi) , sehingga media tidak terlalu lembap.
- Pada waktu memotong akar , sebaiknya pisau pemotong dalam keadaan steril ( bersih)
- Jika terjadi luka , karena pemindahan pohon , atau sengaja dipotong ketika melakukan training akar , sebaiknya tanaman adenium digantung dan diangin-anginkan ditempat yang teduh dan kering. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung , karena dapat mengakibatkan tanaman menjadi kering dan mati.

Langkah-langkah pegobatan :

Adenium yang telah terserang busuk akar harus segera dicabut dari potnya , kemudian dicuci bersih dan akar yang busuk dipotong menggunakan pisau yang steril. Pemotongan harus sampai tidak ada lagi bagian busuk yang tersisa , karena akan dengan mudah menjalar ke bagian yang masih sehat hanya dalam hitungan hari.
Luka bekas potongan diolesi fungisida untuk mencegah ditumbuhi jamur , atau kapur sirih sebagai antiseptik dan mempercepat pengeringan luka.

Selanjutnya tanaman digantung dan diangin-anginkan di tempat yang kering sehingga akarnya mengering. pada saat ini harus juga diperhatikan jika sampai beberapa hari luka tidak mengering , tetapi masih basah , sebaiknya diperiksa kembali. Jika ternyata hal itu disebabkan masih ada bagian yang busuk , harus dengan sigap dan “Tega” untuk segera memotongnya. Beberapa penghoby untuk mencapai kondisi lukanya kering , bahkan sampai menggantung adeniumnya mencapai 2 bulan.

Pada saat digantung akan tampak tanaman menjadi kering , daun-daunnya layu , menguning dan rontok. batang dan akar mengkerut tetapi dalam kondisi kering. kebanyakan tanaman adenium akan mengeluarkan bunga yang cukup banyak pada kondisi ini. Secara natural itu hal yang wajar , karena si Adenium kita merasa jiwanya terancam dan melakukan langkah pembungaan sebagai upaya melanjutkan keturunannya dengan menghasilkan biji. Umumnya tanaman digantung 3 hari , semakin lama digantung , maka akan mengakibatkan upaya pemulihan ketika ditanam menjadi lebih lama lagi.

Setelah kondisi tanaman dalam keadaan kering baru dapat ditanam kembali dengan media tanam baru. Sebelum daitanam , sebaiknya tanaman terutama akarnya disiram dengan larutan perangsang akar , dan dianginkan agar kering sebelum ditanam. Setelah penanaman adenium sebaiknya disimpan ditempat yang teduh dan kering untuk menghindari penguapan yang berlebihan dan tidak disiram 3 s/d 5 hari. Tanaman dapat mulai disiram setelahnya dalam jumlah yang sedikit saja untuk memancing metabolismenya. Perlu diingat tanaman juga sedang dalam masa pemulihan , dimana perakaran umumnya tidak dapat melakukan penyerapan dengan baik , jadi penyiraman yang berlebihan hanya akan membahayakan hidupnya. Seminggu setelah ditanam akan tampak tunas-tunas baru bermunculan. Anda dapat bernafas lega tanaman adenium kesayangan anda dapat dipindahkan secara bertahap sampai dapat menerima sinar penuh(aklimatisasi)

Mengatasi busuk akar haruslah “tega” didalam memotong bagian-bagian yang busuk – meskipun seringkali mengorbankan penampilannya secara keseluruhan ( karena itu bonggol akar andalan ) dan juga “tega” untuk tidak cepat-cepat menanamnya sebelum lukanya kering. Ketidaktegaan hanya akan mengakibatkan tanaman Adenium yang kita sayangi menemui ajalnya. Penyesalan selalu datang terlambat. Hal ini dialami oleh seluruh pecinta , petani , penghoby serta pemerhati adenium di seluruh dunia.

http://myadenium.com/hamapenyakit/busuk_akar.php

MERAWAT ADENIUM UNTUK KONTES

Posted on

Banyak penghobby yang kecanduan untuk ikut memamerkan koleksinya setiap ada kontes. berikut ini akan dipaparkan langkah-langkah untuk mempersiapkan Koleksi kita jika sudah terdengar kisi-kisi diselenggarakan kontes di kota kita. Mudah-mudahan dengan tip’s berikut ini gelar juara dapat disabet.

Untuk mempersiapkan koleksi adenium yang diikutsertakan pada kontes atau pameran umumnya memerlukan waktu sekitar dua bulan. Untuk adenium yang sudah senantiasa dirawat dengan baik – merawat ya berarti ada ekstra treatment tidak hanya disiram saja – persiapannya membutuhkan waktu 2 minggu sampai satu bulan sampai pada penampilan yang optimal. Sedangkan untuk tanaman yang dipelihara “biasa-biasa ” saja , butuh persiapan dan treatment ekstra , untuk membuat adenium sehat dan segar; mengkinclongkan bonggol; serta menyiapkan adenium agar bunganya kompak , maksimal dan seragam hingga menutupi daun yang ada. Untuk itu langkah-langkahnya adalah :

a. Treatment Dasar
Dengan asumsi adenium anda sudah melalui training untuk pembentukan akar , dan treatment batang , tanaman harus dalam keadaan sehat (tidak dormant) maka treatment dasar yang harus diperhatikan untuk persiapan pameran adalah pemupukan , penyiraman , dan pemangkasan menjelang kontes untuk mendapatkan bunga yang kompak dan maksimal. Yang perlu diperhatikan :

 

1.
Melakukan pengendalian penyiraman tidak kurang dan tidak berlebihan. Perlu diingat perlakuannya sedikit berbeda dengan tanaman yang tidak diikut sertakan dalam pameran. Untuk Mempersiapkan pembungaan penyiraman dilakukan dengan kiat basah kering , dimana tanaman disiram dengan gembor , kemudian dibiarkan kering dengan interval waktu tertentu (umumnya satu minggu) baru kemudian disiram kembali. hal ini akan mamacu pembungaan pada tanaman. perlu diingat , tanaman baru akan berbunga kalau persediaan makanannya cukup , dan mencapai tahap pembungaan atau jika berada dalam kondisi terancam. Perlakuan penyiraman ini memaksa tanaman untuk mempercepat proses pembungaannya. Diimbangi dengan pemupukan maka akan diperoleh bunga yang kompak dan berwarna cerah nantinya.
2. Pemangkasan cabang. Pemangkasan ebaiknya menggunakan pisau tajam dan steril
3.
Pemupukan untuk pembungaan dilakukan dengan terlebih dahulu menyehatkan tanaman dengan menggunakan pupuk untuk pertumbuhan , biasanya dilakukan sebulan sebelum treatment untuk kontes dilakukan. Perlu diingat , jika tanaman adenium anda tidak sehat , maka perlakuan ini hanya mengakibatkan adenium anda menderita dan menemui ajalnya secara perlahan.

Setelah dilakukan pemangkasan untuk pembungaan , maka tanaman disemprotkan dengan hormon untuk memacu pertumbuhan tunas yang baru. kemudian pemupukan dilakukan dengan memberikannya setiap kali melakukan penyiraman , dengan Pupuk yang memiliki nilai tengah yang besar dibandingkan dengan nilai depannya. Pemberian pupuk ini juga dilakukan dengan menempatkan adenium di tempat yang memiliki intensitas matahari yang tinggi dengan interval waktu minimal 8 jam. Waktu yang baik adalah 12 jam hal ini akan mempengaruhi metabolisme tanaman didalam menghasilkan kuntum bunga sebanyak-banyaknya. Segera setalah memunculkan kuntumnya , tanaman adenium anda harus di letakkan di tempat yang tidak terkena angin secara langsung , yang dapat mengakibatkan gugurnya kuntum bunga tadi.
Penting untuk diingat , tanaman adenium anda yang telah melalui proses tadi , setelah kontes usai harus dipupuk dahulu dengan pupuk seimbang , untuk mengembalikan kondisi si tanaman agar kembali segar dan mampu menumbuhkan tunas daun.

b. Memahami Karakter Adenium
Setiap hobiis memiliki cara berbedadalam menangani adenium kesayangannya. Umumnya seorang hobiis memperlakukan adenium seperti memperlakukan anaknya sendiri. Karenanya , mereka memahami karakter adenium yang mereka pelihara , sehingga hafal kapan waktuyang tepat untuk menjemur di bawah cahaya matahari dan kapan mengistirahatkan ditempat teduh. Kaarkter tersebut bisa dipelajari dengan caramemperhatikan dan merawatnya setiap hari.Adenium yang akan diikutsertakan pada acara kontes atau pameran harus ditanam di dalam pot yang sesuai dengan banderol harga yang diinginkan karena bahan dan estetika pot sangat mempengaruhi penampilan dan harga adenium. Pot yang digunakan biasanya pot tanah liat atau keramik. lazimnya pot untuk adenium berbentuk ceper dengan ragam hias yang disesuaikan dengan warna bunganya. Keserasian antara pot dan adenium ini bisa mengangkat harganya menjadi lebih mahal dan jika dikonteskan bisa memberi nilai tambah

c. Pengangkutan Adenium ke Arena Kontes atau Pameran
Hal terpenting yang harus anda perhatikan pada saat membawa koleksi anda ke arena kontes adalah “hati-hati dan tidak kesusu”. sebelum diangkat sebaiknya tanaman anda diikat ke potnya dengan menggunakan tali rafia untuk mencegah tanaman goyah dari posisi tanamnya. pengangkatan dan pemindahan dilakukan dengan hati-hati , untuk adenium Giant biasanya digunakan alat katrol untuk memindahkan. Selanjutnya , pot diletakkan dikendaraan atau sarana angkutan yang digunakan dengan hati-hati. Untuk mencegah komposisi tanaman berubah akibat angin , dan mencegah kerontokan dan daun pada saat pengangkutan (untuk mobil terbuka ) sebaiknya tanaman dikerubungi dengan net. hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi sengatan matahari ketika tanaman dipindahkan.

Tip’s penempatan adenium di ruang pamer dengan memperhatikan tampak utama yang sudah kita persiapkan dengan kondisi tanaman pada saat dilombakan khususnya dominasi bunga. sehingga nantinya diperoleh posisi pose yang paling optimal dan menarik , baik dari segi perpaduan bonggol , postur tanaman secara keseluruhan maupun pose untuk memview penampilan bunga secara maksimal. Yang perlu diingat , bagaimana mencari posisi yang optimal untuk menutupi kekurangan dari view pada salah satu yang dimiliki adenium kita dengan menonjolkan kehadiran bunga pada sisi tersebut sebagai kompensasinya.
Penempatan keterangan dan deskripsi tanaman kita meliputi nama adenium , nama nursery , harga diperlukan untuk menyediakan informasi yang baik dan akurat mengenai tanaman koleksi kita.