Arsip Kategori: TANAMAN OBAT

Jahe Merah, Alternatif ”Viagra” Hayati dan Penyembuh Kolera

JAKARTA – Saat viagra pertama kali diperkenalkan di Indonesia, banyak orang tertarik untuk mencobanya, khususnya kaum lelaki. Berapa pun harga yang mesti dibayar untuk obat ini tidak jadi masalah, yang penting kehidupan seksual mereka dapat berlangsung lebih baik. Mereka bahkan mengabaikan sejumlah informasi tentang efek samping viagra.
Padahal, kekayaan hayati Indonesia menyodorkan alternatif penyembuh gangguan seksual tanpa harus melibatkan unsur kimiawi, yakni jahe merah. Orang Jawa menyebutnya jahe sunti, sementara masyarakat Aceh menamainya halia barah.
Tanpa proses kimiawi, tanaman ini sendiri sudah kaya dengan kandungan kimia, antara lain gingerol dan minyak terbang, limonene, 1,8 cineole, l0 dehydrogingerdione, 6-gingerdione, arginine, alpha linolenic acid, aspartic, betha-sitosterol, caprylic acid, capsaicin, chlorogenic acid, farnesal, farnesene, dan farnesol.
Unsur 1, 8 cineole mengatasi ejakulasi prematur, sementara anestetik antikholinesterase mampu merangsang aktivitas saraf pusat dan merangsang ereksi.
Selain merangsang ereksi dan mengatasi ejakulasi prematur, tanaman yang memiliki sifat pedas ini mampu merangsang selaput lendir perut besar dan usus dan mengurangi rasa sakit. Ia juga bisa mengobati influenza, merangsang keluarnya air susu ibu, mendorong produksi getah bening, menjaga kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.

Akar
Bagian tanaman yang memiliki khasiat penyembuh untuk berbagai penyakit di atas adalah rimpang atau akar. Jika Anda tertarik dengan terapi alam ini, sebaiknya Anda membudidayakan sendiri tanaman jahe merah. Caranya gampang, Anda hanya perlu memperbanyaknya melalui penanaman akarnya. Namun, akar tanaman ini tidak bisa diambil dalam hitungan minggu sesudah penanaman, tapi Anda mesti menunggunya sekitar enam bulan.
Jangan berpikir hal rumit saat membudidayakan jahe merah. Karena pemeliharaan tanaman ini tergolong gampang. Seperti tanaman lain, Anda hanya perlu melakukan penyiraman dan pemupukan teratur terhadap tanaman ini. Karena jahe merah membutuhkan kelembapan tanah yang cukup.
Untuk mengobati batuk kering yang tak kunjung sembuh, Anda hanya perlu mengunyah jahe ini dan menelan airnya. Sementara untuk luka lecet, dapat disembuhkan dengan cara menempelkan tumbukan jahe ke luka tersebut. Hal sama bisa dilakukan untuk jenis luka terkena tikaman, luka terkena duri dan gatal-gatal. Khusus untuk luka bekas gigitan ular, tumbukan jahe tersebut perlu dibubuhi garam sedikit dan selanjutnya diletakkan di luka tersebut.
Sementara untuk mendapatkan efek bugar atau obat kuat bisa diperoleh dengan cara meminum air rebusan jahe. Sedangkan untuk menambah gairah seksual, Anda dapat mencampur jahe dengan lengkuas, mengkudu, lada, telur ayam kampung dan garam dapur. Menurut informasi yang dilansir dari mahkotadewa.com, pembuatan ramuan dilakukan dengan cara menumbuk halus lengkuas, jahe dan lada. Kemudian air buah mengkudu ditambahkan beserta air rebusan. Setelah itu, campuran ini disaring hingga menjadi satu gelas air ramuan, bubuhi garam dan aduk rata. Air dalam gelas ini selanjutnya dibagi menjadi dua bagian dan masing-masing ditambah satu kuning telur ayam kampung, diaduk rata dan siap dikonsumsi oleh suami dan istri yang memerlukannya. Bisa juga ditambahkan satu sendok makan madu untuk masing-masing ramuan itu.
Penyakit lain yang bisa disembuhkan dengan campuran jahe merah adalah kolera. Seperti halnya ramuan untuk penambah gairah seksual, ramuan untuk kolera perlu dicampur dengan bahan lain. Selain jahe merah, ramuan untuk kolera perlu ditambah bawang merah, akar lempuyang, biji kedawung, kulit manis, cuka jawa, tawas, garam dapur, teh, gula halus, minyak poko, dan kayu putih.
Caranya, bawang merah, akar lempuyang, biji kedawung, jahe merah dan kulit manis direbus dengan 1,5 liter air hingga air tersisa separuh. Kemudian dibubuhi cuka jawa, tawas, garam dapur dan teh. Selanjutnya, air ramuan tersebut disaring dan ditambah gula halus beserta minyak poko dan kayu putih. Sebelum diminum, ramuan ini sebaiknya dikocok dulu.
(san)

http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/05/2/kes05.html

Manfaat Jahe

Di balik rasanya yang pedas, jahe mengandung zat-zat yang berguna bagi
tubuh manusia. Tak heran bila sejak lama dikenal ada wedang (minuman) jahe,
permen jahe, atau bandrek (minuman yang mengandung jahe). Jahe juga banyak
digunakan sebagai bumbu untuk berbagai jenis masakan atau kue.
Manfaat jahe, berdasar sejumlah penelitian, antara lain:

   Merangsang pelepasan hormon adrenalin, memperlebar pembuluh darah,
   sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Tubuh pun menjadi lebih
   hangat, kerja jantung memompa darah lebih ringan. Akibatnya, tekanan
   darah menjadi turun.

   Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting. Pertama, protease
   yang berfungsi memecah protein. Kedua, lipase yang berfungsi memecah
   lemak. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.

   Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bio-aktif yang berguna bagi
   tubuh. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat
   antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah
   tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung.
   Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.

   Memblok serotonin, yaitu senyawa kimia pembawa pesan. Senyawa ini
   menyebabkan perut berkontraksi, sehigga timbul rasa mual. Misalnya pada
   orang yang mengalami mabuk perjalanan.
   Jadi, untuk mencegah mabuk perjalanan, ada baiknya minum wedang jahe
   sebelum bepergian. Caranya: pukul-pukul jahe segar sepanjang 1 ruas
   jari,
   masukkan dalam satu gelas air panas. Beri madu secukupnya, lalu minum.
   Bisa juga menggunakan sepertiga sendok teh jahe bubuk, atau kalau tahan,
   makan dua kerat jahe mentah.

   Membuat lambung menjadi nyaman, dan membantu  mengeluarkan angin. Bisa
   meringankan kram perut saat menstruasi atau kram akibat terlalu banyak
   mengkonsumsi makanan berlemak.

   Membantu tubuh melawan pilek dan flu. Jahe mengandung antioksidan yang
   membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di
   dalam tubuh.

   Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri
   rematik, sakit kepala, dan migren. Caranya, minum wedang jahe 3 kali
   sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau
   menambahkan jahe saat Anda membuat soto, semur, atau rendang.

Sumber : “Tabloid IBU&ANAK

“Jahe”, Penghilang Mual dan Kembung

he dikenal baik di masyarakat Indonesia sebagai salah satu rempah. Hampir semua wilayah di tanah air umumnya memanfaatkan jahe sebagai salah satu bahan masakan penting. Dalam taksonomi tanaman, jahe (Zingiber officinale) termasuk dalam divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, klas Monocotyledonae, ordo Zingiberales, famili Zingiberaceae, dan genus Zingiber.

PhotobucketGenus Zingiber sendiri terdiri dari sekitar 100 spesies, yang tersebar di daratan tropis Asia, di antaranya yang banyak memiliki manfaat adalah Zingiber officinale atau yang kita kenal sebagai Jahe, Zingiber zerumbet (lempuyang gajah), Zingiber aromaticum (lempuyang wangi), dan Zingiber purpureum yang kita kenal sebagai bangle.

 

Jahe dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan ginger, ada dalam bahasa Bengali, jeung, ciang, atau jiang dalam bahasa Cina, zenzero dalam bahasa Italia, dan jengibre dalam bahasa Spanyol. Di beberapa daerah di Indonesia juga dikenal dengan sebutan aliah (Sumatra), jahi (lampung), jae (Jawa, sasak), jhai (Madura), cipakan (Bali), sipados (Kutai), dan pese (Bugis).

Menurut data dari Bagian Riset dan Pengembangan PT Sido Muncul, jahe mengandung satu sampai empat persen minyak atsiri dan oleoresin. Komposisi minyak yang terkandung bervariasi tergantung dari geografi tanaman berasal. Kandungan utamanya yaitu zingiberene, arcurcumene, sesquiphellandrene, dan bisabolene.

Secara tradisional jahe digunakan sebagai peluruh dahak atau obat batuk, peluruh keringat, peluruh angin perut, diare, dan pencegah mual. Baik untuk menghilangkan mual dan kembung karena perjalanan jauh (mabuk darat, mabuk udara, atau mabuk laut) bahkan pada beberapa buku teks pengobatan menganjurkan wanita hamil agar mengonsumsi jahe untuk menghilangkan rasa mual dan muntah selama kehamilan. Pembuktian ilmiah telah dilakukan di Inggris yang menunjukkan jahe efektif mengurangi mual bahkan mual yang timbul setelah operasi.

Penelitian di Denmark membuktikan bahwa pemberian jahe pada pasien rematik dan gangguan muskuloskleletal sangat bermanfaat dalam menghilangkan nyeri dan gejala yang berhubungan dengan rematik. Beberapa pengujian telah memberikan hasil yang baik dengan menghilangnya rasa nyeri, sakit serta peradangan/pembengkakan. Dan, pada percobaan in vitro, jahe Indonesia ternyata mengandung bahan antirhinovirus yaitu beta-sesquiphelandrone.

Diketahui bahwa rhinovirus adalah salah satu virus penyebab utama penyakit common cold atau influenza.

Kalau diperhatikan banyak obat-obat OTC (obat bebas) yang beredar baik di Indonesia maupun di Eropa mengandung ekstrak Jahe. Mengunyah jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan cairan pencernaan, juga mengurangi mual dan muntah.

Tradisi ngemut jahe ini tetap dilakukan sampai sekarang pada beberapa tukang masak profesional Cina yang selalu mengunyah jahe untuk mencegah terjadinya mual karena terpapar dalam waktu lama dengan bau masakan yang kuat.

 

Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk teh untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan gas dalam saluran pencernaan, dan merangsang nafsu makan.

Di dalam Monograph European Scientific Cooperative on Phytotherapy disebutkan bahwa dosis pemakaian serbuk jahe untuk dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun adalah 0,5 sampai 2 gram sehari untuk sekali minum atau dibagi menjadi beberapa kali minum.

Untuk mencegah mabuk pada saat perjalanan, minum seduhan dari 1/2 gram serbuk jahe atau 1/2 sendok teh jahe segar setiap 15 menit selama 1 jam sebelum perjalanan. Lanjutkan jika dalam perjalanan terlihat gejala sakit. Untuk menjaga kesehatan pencernaan, 1 gram jahe serbuk atau 1 sendok teh jahe segar diseduh dalam segelas air selama 15 menit, diminum sebelum atau sesudah makan. mag

Dikutip dari Republika dengan link

http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?id=114543&kat_id=187

JENIS BUAH NAGA YANG BANYAK DIBUDIDAYAKAN

Buah naga yang kini banyak dibudidayakan adalah dari jenis buah naga putih ( Hylocereus undatus ), buah naga merah ( Selenicereus megalanthus ) dan buah naga kuning . Karena itu, masih ketiga jenis buah naga tersebut yang sudah ada di pasaran. Tapi dari ketiganya masih buah naga putih yang paling banyak beredar di pasaran saat ini.

Sebagai pendatang baru, harga buah naga cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena, pasokan dari petani atau pekebun masih masih cukup langka.Ditambah dengan memperoleh bibit dalam jumlah yang besar sangat sulit

Dari segi rasa sebenarnya buah naga putih masih kalah dengan buah naga merah maupun kuning. Tapi karena buah naga putih paling cepat berbuah serta ukuran buahnya paling besar, maka buah naga putih yang paling banyak dipilih untuk dibudidayakan.

HYLOCEREUS UNDATUS ( Naga Putih )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus undatus
Nama pasar : Buah naga putih
Bentuk buah : Bulat agak lonjong
Kulit buah : Warana putih, tekstur lunak, bertabur biji kecil-kecil.

HYLOCEREUS COSTARICENCIS ( Naga Merah )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus costaricencis.
Nama pasar : Buah naga merah.
Bentuk buah : Bulat, mirip buah nanas.
Kulit buah : Warna merah besisik.
Daging buah : Warna merah, tekstur lunak,bertabur biji kecil – kecil.
Berat buah : 400 – 500 gram/ buah

SELENICEREUS MEGALANTHUS ( Naga Kuning )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Species : Selenicereus megalanthus
Nama pasar : buah naga kuning
Bentuk buah : bulat agak lonjong

Daging buah : Warna putih, tekstur lunak bertabur biji.

Berat buah : 300 – 400 gram/ buah

CARA MEMILIH BIBIT BUAH NAGA YANG BENAR

Sebelum kegiatan penanaman buah naga dilakukan, bibit harus disediakan terlebih dahulu. Langkah awal dalam menyediakan bibit adalah pemilihan bibit. Pemilihan bibit ini merupakan faktor yang sangat penting dan cukupmenentukan dalam keberhasilan budidaya tanaman buah naga. Dalam pemilihan bibit, selain memilih jenis atau varietas tertentu, juga memilih kualitas bibit itu sendiri. Untuk lebih memastikan jenis atau varietas serta kualitas bibit yang akan ditanam, sebaiknya dicari dari pembibit yang kredibel dan ahli di bidang pembibitan tanaman buah naga.

Pembibit yang kredibel dan benar – benar ahli di bidangnya biasanya melakukan pemibitan sendiri dari tanaman induk yang benar -benar terjaga keaslian dan kualitasnya. Harganya memang lebih mahal bila dibandingkan dengan bibit yang tak jelas asal usulnya. Tetapi pengaruh dan manfaatnya sangat besar pada proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk proses pembuahannya. Hal ini cukup penting menentukan keberhasilan budidaya tanaman buah naga.

Bibit tanaman buah naga yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Keadaan tanaman subur, sehat dan segar.
2. Batang nampak kokoh, bebas hama dan penyakit yang ditandai dengan kulitbatang yang mulus tidak ada cacat bekas serangan hama dan penyakit, atau luka
3. Batang berwarna hijau tua serta ujungnya utuh dan lancip.

Bibit buah naga yang akan ditanam, jika didapat dari lokasi yang jauh dan berbeda kondisi agroklimatnya, tidak boleh langsung ditanam. Bibit seperti ini perlu dirawat terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru dan untuk menghindarkan dari stres. Bibit yang demikian harus ditampatkan di areal penanaman paling tidak selama satu sampai dua bulan untuk bradaptasi dengan lingkungan yang baru. Perawatan pemupukan perlu dilakukan selama dalam perlakuan tersebut. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk daun dengan kadar N yang tinggi.

http://dk-breakthrough.blogspot.com/2008/06/cara-memilih-bibit-buah-naga-yang-benar.html

MENGOLAH LAHAN BUAH NAGA

Tanaman buah naga tidak membutuhkan lahan tanam yang luas dan dalam . Karena akarnya hanyalah akar permukaan, berbentuk serabut, pendek ( maksimal 30 cm ), tidak menembus jauh sampai ke dalam tanah. Sehingga lahan tanam yang sebenarnya harus benar-benar diolah tidak begitu luas. Minimal dalam radius 1 meter dari tanaman, lahan harus diolah. Hal yang penting lagi adalah mempersiapkan lubang tanam. Luas lubang tanam adalah 40 x 40 cm dan kadalaman 50 cm. Lubang tanam harus benar-benar disiapkan sesuai dengan kebutuhan tanaman buah naga. Ke dalam lubang tanam harus terisi dengan media tanam yang subur, gembur atau porous dan mengandung banyak unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman buah naga. Selain itu, karena tanaman buah naga termasuk tanaman yang merambat atau tidak bisa berdiri sendiri, maka perlu dibuat tiang penyangga. Tiang ini fungsinya untuk tempat merambat dan menopang tanaman buah naga.

Langkah – langkah dalam mengolah lahan dan menanam buah naga seperti berikut :

Langkah 1 : Membuat bedengan.

Tanah yang akan dibedeng harus diolah terlebih dahulu. Lapisan tanah dibalik – balik dengan menggunakan cangkul atau hard tractor sampai tanahnya cukup gembur. Berikutnya membuat bendengan – bendengan dengan 1,5 meter memanjang. Untuk menambah kegemburan dan kesuburan tanah, akan lebih baik jika tanah bedengan dicampur dengan kompos, abu sekam atau coco peat (daging kulit kelapa yang sudah diambil seratnya). Antar bendengan buatkan parit untuk saluran air. Buat sedemikian rupa agar parit mudah diairi dan mudah pula ketika membuang air.

Langkah 2 : Memasang tiang penyangga

Langkah berikutnya adalah memasang tiang penyangga. Tiang penyangga merupakan kebutuhan mutlak dalam budidaya buah naga, karena tanaman buah naga tidak bisa berdiri sendiri sehingga perlu penopang. Bahan tiang penyangga juga harus kuat dan tahan lama, karena usia tanaman ini bisa mencapai 20 tahun. Bahan dengan sifat demikian biasanya terbuat dari bahan beton. Untuk mengurangi volume beton, serta untuk menghemat investasi, buat tiang beton yang berpenampang segitiga. Penampang tiang sebaiknya berbentuk segitiga sama sisi, dengan lebar sisi-sisinya 10 cm. Panjang tiang 2 meter, yang setengah meter di tanam ke dalam tanah.
Tiang penyangga dipasang atau ditanam tepat di tengah bedeng. Untuk menopang batang dan cabang tanaman, di bagian ujung atas tiang dipasang besi melingkar menyerupai setir mobil, dari bahan besi beton diameter 10 mm. Antar tiang penyangga berikan jarak minimal 2 meter.

Langkah 3 : Membuat lubang tanam

Lubang tanam digali di sekitar tiang penyangga. Buat 3 atau 4 lubang tanam dengan luas lubang 40 x 40 cm dan kedalaman 50 cm. Bersihkan lubang dari batu-batuan dan dari sampah plastik. Ke dalam setiap lubang galian di isi ; pupuk dasar dan media tanam. jika pupuk dasar dari pupuk kandang, berikan sebanyak 4 kg per lubang. Langsung masukkan ke dasar lubang. Ingat, pupuk kandang harus sudah matang (sudah tak berbau dan sudah menjadi tanah). Jika pupuk dasar dari pupuk kimia dosisnya sebanyak 60 gram SP 36, 60 gram KCL dan 20 gram ZA/Urea. Pupuk dasar kimia ini kemudian dicampur dengan tanah top oil (tanah lapisan atas) bekas galian. Isikan sedalam sepertiga dari dalam lubang.

Baru di atasnya diisi dengan media tanam. Media tanam terdiri dari bahan-bahan campuran antara 1 bagian dolomit : 7 bagian kompos, 5 bagian pasir dan 10 bagian tanah kebun. Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam lubang. Biarkan lubang tanam yang telah siap ini sekitar satu minggu.

Langkah 4 : Melakukan penanaman.

Buat lubang lagi di tengah-tengah lubang yang berisi media tanam secukupnya (sesuaikan dengan besar bibit tanaman buah naga). Ambil bibit buah naga, buang plastik polibagnya, kemudian tanam dengan hati-hati (minimal sedalam 10 cm).

http://dk-breakthrough.blogspot.com/2008/06/mengolah-lahan-buah-naga.html

PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN BUAH NAGA

Perawatan tanaman buah naga mutlak diperlukan jika menginginkan berhasil dalam budidaya buah naga. Perawatan yang perlu dilakukan untuk tanaman buah naga meliputi hal-hal berikut :

1. Penyiraman tanaman

Penyiraman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta memperhatikan waktu penyiraman. Pada masa awal penanaman, penyiraman bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, kebutuhan penyiraman tiap hari menjadi mutlak diperlukan. Tetapi pada musim penghujan, frekuensi penyiraman bisa dikurangi tergantung curah hujan. Ketika curah hujan tinggi, jangan melakukan penyiraman.

2. Pemberian pupuk

Salah satu perawatan yang harus dilakukan pada tanaman buah naga adalah pemupukan. Mengenali sifat pupuk sangat penting dalam hubungan kebutuhan pupuk bagi tanaman buah naga. Dengan demikian bisa diketahuai pada setiap tahap pertumbuhan tanaman jenis pupuk apa yang dibutuhkan. Unsur nitrogen (N) dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar pada awal masa pertumbuhan tanaman yakni sejak tanaman muda hingga menjelang berbunga dan berbuah. Ketika tanaman buah naga mendekati masa berbunga tanaman banyak membutuhkan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang tinggi. Pemupukan harus dilakukan secara berkala sehingga dapat terpenuhi respon yang cepat dari pertumbuhan buah naga.

3. Pengaturan percabangan

Pengaturan cabang bertujuan untuk mengatur pembuahan dan untuk menjaga kesehatan tanaman. Pengaturan percabangan ini dilakukan dengan cara pemangkasan cabang dan tunas bakal cabang. Sebaiknya pemangkasan dilakukan pada bakal cabang yang masih dalam bentuk tunas. Karena luka bekas pemangkasan tunas cabang tidak akan membahayakan bagi kesehatan tanaman. Cabang boleh saja dipelihara jika tumbuh pada ujung atas cabang, itupun jumlahnya harus dibatasi. Maksudnya agar pertumbuhan menjadi optimal. Pengaturan cabang yang baik dengan pola 1-3-5. Artinya, 1 batang utama, 3 cabang pertama, dan 5 cabang kedua. Buah hanya boleh muncul pada cabang kedua, jumlahnyapun dibatasi. Biarkan tumbuh 15 buah saja. Dengan asumsi tiap cabang menghasilkan 3 buah.

http://dk-breakthrough.blogspot.com/2008/06/perawatan-dan-pemeliharaan-buah-naga.html

SIRIH MERAH ATASI DIABETES MELITUS DAN TUMOR

 
 

Tanaman Sirih Merah memang bagus untuk dipajang sebagai tanaman hias. Tapi diam-diam, juga ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius. Antara lain, Diabetes Melitus, jantung koroner dan tumor. Nah lo. Bagaimana menggunakannya? Bagaimana cara memperbanyaknya? Berikut artikel yang layak Anda baca.
 
 
Warga Karangjati, Yogyakarta, ini sudah dua tahun lamanya menderita penyakit diabetes melitus (DM). Berbagai cara pengobatan, baik medis maupun tradisional, telah dijalaninya tapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Bambang Sadewo, seorang praktisi kesehatan dan produsen jamu, yang menyarankan minum ekstrak sirih merah. Sedikit demi sedikit penderitaannya pun jauh berkurang.

Atasi Aneka Penyakit

Setelah seminggu mengonsumsi sirih merah dalam bentuk kapsul, Susmiarto merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Namun, pagi harinya rasa nyeri di kedua kakinya berkurang drastis. Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya karena luka mulai mengering dan berangsur-angsur sembuh.

Kesembuhan juga dialami Siska Ribowo, di Jakarta, yang mengidap tumor di bagian payudara. Beruntung, ibu penggemar tanaman hias mendapatkan info tentang khasiat sirih merah. Atas saran herbalisnya, ia pun mengonsumsi sirih merah dalam bentuk rebusan selembar daun segar per hari. Dua gelas air direbus sampai tinggal satu gelas. Air rebusan ini dibagi tiga dan diminum 3 kali sehari sebelum makan. Kini, ia terbebas dari ancaman tumor yang menurut diagnosis dokter sangat mungkin menjadi ganas atau kanker.

Khasiat tanaman cantik bernama sirih merah (Piper crocatum) ini memang mencengangkan banyak orang. “Selain DM dan tumor, sirih merah juga berkhasiat menyembuhkan penyakit jantung koroner, asam urat, hipertensi, peradangan organ tubuh (paru, ginjal, hati, dan pencernaan), serta luka yang sulit sembuh,” ujar Bambang Sadewo.

Segudang khasiat sirih merah itu disebabkan sejumlah senyawa aktif yang dikandungnya, antara lain flavonoid, alkoloid, polevenolad, tanin, dan minyak asiri. Senyawa flavonoid dan polevenolad bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan anti- inflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Tanaman Pot

Pamor sirih merah sebagai herba yang berkhasiat memang baru terdengar dua tahun belakangan ini. Awalnya, tanaman berdaun hijau dengan semburat pink ini banyak dijadikan tanaman hias.

Adalah Bambang Sadewo, pemilik Klinik Herbal Center, Yogyakarta, yang mempelopori penggunaan sirih merah sebagai obat.

Bagi yang ingin sibuk, sirih merah kini tersedia dalam bentuk ekstrak, tunggal maupun dengan campuran herba lainnya yang dijual dengan harga Rp60.000/60 kapsul. Dalam bentuk segar, manfaat sirih merah juga dapat diperoleh dengan merebus sejumlah daun sirih segar yang cukup tua.

Sirih ini tidak sulit dibudidayakan. Bahkan dalam pot pun dapat tumbuh subur. Ia tidak menyukai panas maupun air yang berlebihan. Media tanamnya sederhana, yakni campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman disiram satu kali sehari, sedangkan untuk menghindari panas yang terlalu terik atau guyuran air hujan berlebihan, pot bisa dipindah ke tempat yang aman.

Sirih merah dapat diperbanyak melalui cangkok. Medianya, kompos daun bambu yang dibungkus plastik bening. Semprot media cangkok satu kali sehari, dalam waktu 2—4 minggu, anakan sirih merah sudah bisa dipisahkan dari tanaman induknya.*** http://www.agrina-online.com

Daun Ungu, Pembasmi Ambeien

DON temen atau daun ungu (Graptophyllum pictum Griff) kerap dimanfaatkan masyarakat Bali dalam pembuatan banten. Misalnya, untuk membuat banten pesucian, sakaruna, perangkatan, sam-sam, sesarik dan sejumlah banten lainnya. Namun, jarang yang tahu, daun ungu juga bisa dimanfaatkan untuk obat. Flora dari jenis tumbuhan perdu ini memiliki kandungan kimia seperti alkohol, pektin dan asam formiat yang cukup berkhasiat untuk pengobatan. Untuk obat ambeien misalnya, daun ungu terbilang cukup mujarab. Caranya, ambil 3-7 lembar daun ungu dan adas pulawaras. Rebus dengan tiga gelas air sampai mendidih. Setelah itu airnya disaring dan diminum sekali setiap pagi hari secara teratur. Bagi Anda yang mengalami masalah buang air seni tidak lancar, daun ungu juga bisa membantu. Ambil 1-2 genggam daun ungu serta adas pulawaras. Semua bahan itu ditumbuk sampai benar-benar halus. Hasil tumbukan itu dioleskan pada bagian perut seperti layaknya param. Haid yang tidak lancar juga bisa diatasi oleh daun ungu ini. Caranya, daun ungu dikeringkan dan ambil sekitar tiga sendok. Daun ungu itu kemudian direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas saja. Setelah itu disaring dan diminum tiga hari menjelang datang bulan. Bukan hanya itu, reumatik atau encok juga bisa disembuhkan dengan daun yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama demung, tulak dan wungu ini. Cara pengolahannya pun sangat sederhana. 1-2 genggam daun ungu ditumbuk sampai halus dan oleskan pada bagian yang sakit sebagai param. Anda mengalami sakit bisul yang sangat menyiksa? Cobalah menggunakan daun ungu sebagai obat. Ambil dua lembar daun ungu dan minyak kelapa secukupnya. Daun ungu itu kemudian dioleasi minyak kelapa dan panggang di atas api. Dalam keadaan hangat, tempelkan daun ungu itu pada bagian yang sakit. Begitulah beberapa khasiat daun ungu untuk kesehatan Anda. Akan tetapi, sebelum meracik daun ungu sebagai obat, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan orang yang memang menguasai bidang pengobatan tradisional. Dengan begitu, kekeliruan dalam pengobatan bisa dihindari. Yang paling penting, daun ungu ini patut Anda tanam di taman di pekarangan rumah. Pasalnya, tanaman ini memiliki fungsi ganda, baik sebegai tanaman banten atau pun tanaman obat. Daun ungu memiliki batang tegak dengan tinggi hanya mencapai tiga meter. Biasanya tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias. Daun ungu cocok tumbuh di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut. Teks dan Foto: I Made Sujaya

MENGENAL SIRIH-SIRIH HEBAT

Tanaman dengan ciri khas daun berbentuk hati dan tumbuh merambat ini mengandung segudang khasiat. Mulai gatal pada kulit sampai yang terbilang menakutkan seperti diabetes dan kanker.Sirih (Piper betle) termasuk tanaman “bandel” karena kemampuannya bertahan dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal. Diletakkan di dalam rumah atau kepanasan di halaman tak jadi masalah baginya. Perbanyakannya pun cukup dengan menggunakan setek, potong tangkainya lalu ditanam. Hal terpenting bagi pertumbuhan sirih hanyalah kecukupan air.Di sisi lain, sirih ternyata mempunyai banyak kerabat. Seperti yang diungkapkan Harini Bambang Wahono, pecinta tanaman obat di bilangan Cilandak, Jakarta. Bila sebagian orang kebanyakan hanya mengenal sirih hijau, maka ia mengoleksi beragam sirih, seperti sirih merah, sirih hitam, sirih kuning, sirih kedaton, sirih hutan, sirih manila, sirih belanda, dan sirih liar atau suruan.

Rupa dan Manfaat Berbeda

Bukan saja rupa yang berbeda, manfaatnya pun berlainan. Ambil contoh sirih hijau dengan ciri daun berwarna hijau dan permukaan daun licin. Umumnya masyarakat merebus beberapa helai daun sirih hijau dan memanfaatkan air rebusannya untuk mengatasi gangguan jerawat, sariawan, sakit gigi, sakit mata sampai masalah kewanitaan. Sirih hijau juga biasa digunakan langsung untuk mengatasi mimisan, bisul, eksim, dan luka bakar.

Lain halnya dengan sirih merah. Menurut Harini, sirih yang daunnya berwarna merah ini mampu menjinakkan keluhan yang lebih berat, seperti diabetes, kanker, hipertensi, batu ginjal, hepatitis, dan ambeien. Caranya, “Ambil satu genggam daun sirih merah, lalu rebus dengan dua gelas air. Minum pagi dan malam dengan telaten,” ujar penerima Kalpataru 2002 atas dedikasinya terhadap lingkungan hidup ini.

Hari ini menambahkan, selain sebagai tanaman obat, sirih merah juga diburu para hobiis tanaman hias. Maklum, daunnya yang tersusun atas kombinasi warna hijau dan merah dengan motif putih di setiap tulang daunnya terlihat cantik. Sedangkan pada bagian bawah daun seluruh sisi terisi warna merah. “Harganya cukup mahal, sekitar Rp10.000 per helai. Mahal karena indah dan khasiatnya hebat,” komentarnya.

Berbeda lagi sirih hitam. Dengan warna daun hijau tua kehitaman, sejumlah literatur menyebutkan sirih ini berkhasiat lima kali lebih dahsyat dibandingkan sirih merah. Namun, pernyataan tersebut masih sebatas kesaksian empiris dan perlu pendalaman medis lebih lanjut. Selain itu, sirih hitam sering dikaitkan dengan dunia klenik. Para dukun menggunakannya untuk melengkapi sesajen saat mereka berpraktik. “Taruh sirih hitam di depan rumah, jika ada roh jahat masuk dia akan berbelok dan nggak jadi masuk kerena takut sama sirih hitam,” canda Hartini

Pembina Kelompok Tani Perkotaan “Dahlia” itu punya pengalaman unik dengan sirih hitam. Suatu saat di kawasan rumahnya hujan deras dan petir saling bergantian bersambaran. Kebetulan rumah salah satu anggota kelompoknya tampak tersambar petir. Namun anehnya rumah tersebut tidak rusak sedikit pun, tapi tanaman sirih hitam yang berada di depan rumahnya mendadak mati. Saat dilihat, tangkainya patah dan gosong terbakar. Aneh tapi nyata,” ungkap nenek 77 tahun ini

Sedangkan sirih belanda dipercaya sebagai sirkulator udara dalam ruangan. Beberapa penelitian menyebutkan, sirih dengan ukuran daun lebih besar dari jenis lainnya ini efektif menyerap formalin dan benzena. Dalam sehari, sirih belanda mampu menyerap 54% dari total benzena 0,156 ppm. Untuk formalin, dari 18 ppm dapat dihilangkan sebesar 67%. Selain itu, karbon monoksida sebesar 113 ppm dapat dilenyapkan hingga 75%. Hebat ya, manfaat tanaman sirih ini. Anda tertarik memeliharanya? Selamet Riyanto/ AGRINA