Sambiloto tanaman yang bermanfaat

Nama  ilmiah dari Sambiloto adalah andrograpis paniculata.

Termasuk kedalam family tumbuhan Acantaceae. Nama daerahnya papaitan.

 

Tumbuhan ini memiliki berbagai sifat yang bermanfaat bagi manusia. Diantaranya sebagai antipiretik (menurunkan panas/panas dalam), antiracun, anti radang, dan anti bengkak.

 

Obat ini merusak sel tropocyt dan tropoblast, berperan dalam kondensasi cytoplasma dari sel tumor, piknosis dn menghancurkan intiselnya. Tumbuhan ini efektif untuk infeksi dan merangsang phagositosis. Mempunyai efek hipoglikemik, hipoterminan, diuretik, antibakteri dan analgesik.


Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan zat yang berguna bagi kesehatan manusia. Diantaranya laktone dari cabang dan daun berupa deoxy andrographolide, neoanrographolide, 14deoxy-11, 12 didehydroandrogapholide dan hormoandrographolide. Flavonoid dari akar berupa polimetoxyflavone, andrographin, panicolin, mono-o-methilwithin dan apigenin-7, 4-dimethyl ether, alkane, ketone, aldehyde, kalium, kalsium, natrium, dan asam kersik. Andrograpolida sekurangnya-kurangnya 1%,-kalmegin, zat amorf dan hablur kuning, pahit sampai sangat pahit.

 

 Berdasarkan berbagai literatur hasil penelitian dan pengalaman dari berbagai daerah dan Negara, tumbuhan ini dapat mengobati penyakit typus abdominalis, disentri basiler, diaer, flu, sakit kepala, demam, panas, radang paru, radang saluran napas, TBC par,batuk rejan, darah tinggi, infeksi mulut, amandel, radang tenggorokan, kencing manis, kencing nanah (gonorrhoea), kolesterol dan asam urat, demam.

 

 

RESEP SAMBILOTO :

Kencing manis

Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gela, tambahkan gula batu secukupnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas

Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3 – 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 – 4 kali sehari.

Typus

30 gram sambiloto segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring + 1 sendok makan madu, diminum

 

Iklan

Khasiat Temulawak

Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) merupakan tumbuhan tahunan yang hidup merumpun dan berbatang semu berupa gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu. Tiap batang memiliki 2-9 helai daun, bunganya berukuran pendek dan lebar, warna putih atau kuning tua dan pangkal bunga berwarna ungu. Tumbuhan ini dapat berbunga terus-menerus sepanjang tahun secara bergantian yang keluar dari rimpangnya. Rimpang induk dapat memiliki 3-4 buah rimpang. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning. Rimpang temulawak terbentuk di dalam tanah pada kedalaman sekitar 16 cm. Tiap rumpun umumnya memiliki 6 buah rimpang tua dan 5 buah rimpang muda. Temulawak berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi beraneka macam penyakit. Berbagai khasiat dari temulawak, antara lain, gangguan lever, mencegah hepatitis, meningkatkan produksi cairan empedu, membantu pencernaan, mengatasi radang kandung empedu, radang lambung dan gangguan ginjal. Selain itu, temulawak juga bisa menurunkan kadar kolesterol tinggi, anemia/kurang darah, melancarkan peredaran darah, gumpalan darah, malaria, demam, campak, pegal linu, rematik, sakit pinggang, peluruh haid, keputihan, sembelit, ambeien, menambah nafsu makan, batuk, asma, radang tenggorokan, radang saluran nafas, radang kulit, eksim, jerawat, meningkatkan stamina, radang kandung empedu dan batu empedu. 1. Untuk gangguan lever, gunakan 25 gr temulawak dan 30 gr daun serut/mirten direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan airnya diminum selagi hangat. 2. Pada radang sendi, rematik, pegal linu, ambil 25 gr temulawak berikut 20 gr jahe merah direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum. 3. Untuk peluruh haid, gunakan 25 gr temulawak diblender dengan air secukupnya, saring lalu tambahkan madu secukupnya dan diminum. 4. Bila sakit radang kandung empedu, gunakan 30 gr temulawak diiris-iris lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum. 5. Untuk mengatasi batu empedu, gunakan 25 gr temulawak, 30 gr meniran dan gula aren secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum. 6. Menurunkan kadar kolesterol tinggi, gunakan 20 gr temulawak kering ditumbuk halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya dan diminum hangat-hangat. 7. Mengatasi masalah radang lambung, gunakan 30 gr temulawak dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum. 8. Mengobati batuk dan radang saluran nafas, gunakan 25 gr temulawak diparut, tambahkan air matang secukupnya, saring lalu tambahkan madu secukupnya dan air perasan 1 buah jeruk nipis, kemudian diminum. 9. Untuk meningkatkan nafsu makan, ambil 25 gr temulawak, 10 gr asam jawa dan gula merah secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan diminum. Lakukan resep ini dua kali sehari secara teratur. Sedangkan, untuk penyakit berat/serius disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter. Oleh: Prof HM Hembing Wijayakusuma Sumber : Suara Karya

KANKER PAYUDARA DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN TAPAK DARA

*** Pengobatan dan pencegahan secara medis terhadap penyakit kanker payudara melalui pengangkatan tumor, kemoterapi atau radioterapi, diakui oleh para pakar sering ditemui kendala. Pasalnya, tak seberapa lama seusai pengobatan, kankernya bisa timbul kembali.

Pakar penyakit kanker Walter H Lewis, dalam Medical Botany, menyebutkan, ada beberapa faktor yang berperan dalam tumbuhnya kanker payudara. Antara lain gangguan hormonal (terutama estrogen pada wanita), luka berat, kegagalan dalam perawatan setelah kehamilan, penyakit peradangan tumor jaringan ikat (fibrocytis) dan gangguan virus pada kelenjar susu.

Berkaitan dengan kejadian- kejadian seperti ini, sebagian penderita kanker payudara mengubah cara pengobatan dengan tanaman (herb therapy) dengan bermacam-macam alasan. Cara pengobatan alternatif dengan tanaman ternyata banyak membantu para penderita, sehingga dilakukanlah upaya-upaya penelitian dalam bidang etnobotani maupun farmakologinya, terhadap beberapa tumbuhan yang digunakan.

Penelitian yang mulai dilakukan pada tahun 1938, awalnya dengan obyek penelitian tanaman “colchium autumnale” yang diketahui mengandung alkaloid colchine. Namun sayangnya, konon penelitian terhadap tanaman jenis ini tidak memuaskan para peneliti alias mengecewakan mereka. Maka mereka mengalihkan obyek penelitian pada tanaman “tapak dara” yang menunjukkan adanya tanda-tanda mampunya tumbuhan ini berperan sebagai penyembuh kanker payudara.

Dikenal sebagai tanaman hias

Di Indonesia sendiri tapak dara dikenal sebagai tanaman hias yang menarik karena bunganya yang berwarna indah. Di tiap-tiap daerah nama tapak dara berbeda-beda. Di Jawa, misalnya, orang menyebutnya sebagai kembang tembaga, pakurame, tapak doro, dan bunga serdadu. Di Sumatera orang menyebutnya dengan ruru-ruru dan rumput jalang. Sedangkan masyarakat Sulawesi menyebutnya dengan naula sindapor, sementara masyarakat Maluku menyebutnya usia.

Tapak dara (catharan thusroseus) merupakan tumbuhan terna menahun dari famili apocynaceae (kamboja-kambojaan). Tanaman yang berasal dari Amerika Tengah ini bisa tumbuh dari daerah dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tapak dara juga dikenal sebagai tanaman yang tidak sulit diperoleh, karena ia dapat diperbanyak dengan cara menanam bijinya, menyetek batangnya atau bisa juga menyetek akarnya.

Dari studi etnobotani di beberapa daerah di negara lain, hasil penelitian tapak dara menggembirakan dalam upaya pengobatan. Elli Lily, Svoboda, Noble dan Beer dari salah satu laboratorium Universitas Western, Ontario yang melakukan ujicoba berkali-kali, ternyata hasilnya dinyatakan positif.

Dari hasil ujicoba itu, tapak dara dapat digunakan sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker. Menurut para peneliti dari Kanada tersebut, beberapa senyawa alkaloid dari ekstrak kasar tapak dara secara drastis mampu menurunkan jumlah sel darah putih, khususnya butir-butir dalam protoplasma (granulum) pada tikus percobaannya. Ekstrak tadi juga sangat menekan aktivitas sumsum tulang pada tikus yang menderita leukemia.

Luar biasa

Dari pengamatan invitro, pengaruh senyawa aktif tapak dara yang melawan sel darah putih ternyata sangat luar biasa. Senyawa tadi juga aktif menghalangi perkembangan sistem sirkulasi tumor. Dengan pengembangan teknologi akhirnya tapak dara berperan penting pada komersialisasi produk vinblastine dan vincristine sebagai senyawa anti kanker secara kemoterapi.

Sutarno dan Radjiman dalam Medicinal and Poisonous Pants I (1999) melaporkan, selain vinblastine dan vincristine, tapak dara juga mengandung alkoloid turunan, seperti vendicine dan vinorelbine. Dua senyawa pertama merupakan senyawa antimitoties yang kerjanya terikat pada kelenjar dan saraf, dengan mencegah pembelahan sel kumparan. Kedua sel ini menghalangi pembelahan inti sel-sel normal yang berkembang menjadi sel-sel kanker. Dengan melalui proses induksi sel kanker ini dapat berkembang biak sehingga dapat meluas ke jaringan di sekitarnya dalam bentuk benjolan (metafase).

Vinblestine digunakan sebagai bahan pengobatan penyakit leukemia, sedangkan vincristine digunakan sebagai bahan pengobatan leukemia akut, pembengkakan limpa, kanker cabang tenggorokan (broncial cancer), perkembangan tumor ganas pada ginjal (nephroblastomas) kanker payudara (interaducta carcinoma) dan berbagai jenis tumor ganas yang awalnya menyerang urat saraf maupun otot (rhabdomysarcoma).

Vindecine adalah senyawa semi sintetis jadian dari vinblastine yang digunakan pada pengobatan akibat bertambahnya sel darah putih pada kelenjar getah bening (acut lympathic leukemia), khususnya pada anak-anak. Selain itu juga digunakan dalam pengobatan pembengkakan setiap kelenjar getah bening (lymphomas) yang biasanya sulit disembuhkan. Bisa juga dipakai oleh penderita tumor pigmen yang kulitnya mengalami bercak-bercak hitam (melanomas).

Sutarno dan Radjiman juga melaporkan besarnya kandungan alkaloid total di dalam daun tapak dara, yaitu berkisar antara 0,70 persen hingga 0,82 persen. Untuk memperoleh 50 miligram vincristine dibutuhkan satu ton daun kering tapak dara. Sedangkan pada seluruh bagian tanaman antara 0,2-1 persen.

Beberapa senyawa utama bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit lain, misalnya leurisine dan vindoline yang dipakai sebagai bahan pengganti insuline, karena berpengaruh pada penurunan kadar gula darah (hipogleukemia) penderita diabetes.

Tapak dara, buah adas dan pulasari

Dalam upaya penyembuhan kanker payudara, tapak dara memerlukan jenis tumbuhan lain seperti buah adas dan kulit kayu pulasari. Bahkan takarannya pun perlu diatur, yaitu 22 lembar tapak dara, buah adas dan kulit kayu pulasari secukupnya. Cara membuat ramuannya dengan mencuci terlebih dulu ketiga bahan tersebut hingga bersih, kemudian direbus dalam air sebanyak tiga gelas. Tambahkan gula merah secukupnya dan biarkan air mendidih hingga tinggal setengahnya. Setelah dingin, saringlah dengan saringan teh. Minumlah ramuan ini tiga kali sehari (pagi, siang, malam), masing-masing setengah gelas.

Drs Samiran dari Laboratorium Fitokimia, Balitbang Botani (Herbarium) LIPI Bogor, memiliki catatan menarik. Seorang guru SDN di Bogor bernama Ibu Sri (49 tahun), terbebas dari rongrongan penyakit kanker payudaranya yang telah diderita selama dua tahun. Ibu Sri sembuh total setelah meminum ramuan tapak dara yang dicampur buah adas dan kulit kayu pulasari selama hampir dua bulan.

Adas dan pulasari merupakan jenis tanaman yang mengandung senyawa anethol dan kumarin. Kedua senyawa alkaloid itu digunakan untuk memperbaiki rasa dan pewangi oleh industri obat, jamu, bumbu, tapal gigi, dll. Sedangkan senyawa kumarin berkhasiat sebagai obat sariawan, penguat lambung dan kejang lambung.(emon).

Sumber : http://www.bkkbn.go.id

Aspeni Keluarkan Direktori Tanaman Hias

Untuk format buku akan mengambil contoh seperti halnya buku telepon, sehingga mempermudah pencarian. Iklan juga akan masuk di dalamnya. Untuk terbitan pertama akan dicetak sekitar 500 buah,” kata Retna.
Distribusi akan diberikan gratis, karena biaya oprasional dan cetak diambilkan dari iklan dan donasi penggemar flora. Untuk lokasinya, direktori ini akan ada di lokasi-lokasi yang dibutuhkan, seperti perpustakaan, dinas-dinas, komunitas tanaman hias, dan para pengusaha.
 
Penuhi Permintaan Petani dan Eksportir
Penghobi tanaman hias sering bingung, kemana mereka akan menjual koleksinya. Begitu juga dengan para buyer dari luar negeri yang sering keliru dan bertanya kemana mereka mencari tanaman hias. Dari situ, jelas para pebisnis dan penghobi bingung, karena tak ada daftar khusus mengenai kebutuhan yang mereka cari.
Direktori adalah satu solusi tepat yang memberikan semua kebutuhan tentang tanaman hias, baik untuk menjual maupun membeli yang segera dirilis oleh Asosiasi Pengusaha dan Petani Flora Indonesia (Aspeni) Jatim. Di situ, akan diberikan tentang daftar pedagang tanaman hias yang dipisahkan berdasarkan jenis dan lokasi.
Sekretaris Aspeni Jatim dan Ketua Tim Direktori – Ir Dwie Retna Suryaningsih, mengaku sejak dulu Jatim cukup menonjol sebagai sumber budidaya tanaman hias. Para pelaku industri yang ada di dalamnya, baik pengusaha, pedagang maupun petaninya, dinilai mempunyai kualitas dan kuantitas memadai. Bahkan nilai estetika dan seni juga banyak hadir pada produk yang ditawarkan.
“Kita bahkan sudah mampu melakukan ekspor dan itu membuktikan kualitas tanaman tak kalah dengan produksi negara lain,” imbuh Retna.
Hanya dalam realisasinya di lapangan, ternyata banyak kebingungan yang muncul dari berbagai organisasi flora saat pembeli dari luar negeri datang. Sebab, tak ada daftar khusus yang memuat keberadaan produk tanaman hias bisa dibeli. Akibatnya, banyak pesanan tak bisa dipenuhi, terutama dari jumlah yang diinginkan.
“Kami akhirnya sepakat untuk menerbitkan direktori sebagai panduan. Buku ini bisa jadi yang pertama di Indonesia, selain yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Pertanian pusat, tapi sifatnya masih sangat umum,” ujar Retna. “Keputusan ini dilakukan dari beberapa pertemuan yang cukup a lot, terutama untuk menentukan klasifikasi tanaman dan pelaku di dalamnya,” lanjutnya.
Direktori yang tebalnya direncanakan sekitar 100 halaman ini akan menggunakan kertas ukuran A5. Komposisinya diisi 50% database tanaman hias, termasuk nama, alamat, dan spesialisasi dari grower atau petani. Sementara 25% diisi oleh pedagang, 10% dari pengusaha sarana dan produksi. Sisanya terdiri dari jasa-jasa lain terkait.
“Jumlah itu belum pasti, karena data yang masuk masih harus diverifikasi. Untuk format buku akan mengambil contoh seperti halnya buku telepon, sehingga mempermudah pencarian. Iklan juga akan masuk di dalamnya. Untuk terbitan pertama akan dicetak sekitar 500 buah,” kata Retna.
Distribusi akan diberikan gratis, karena biaya oprasional dan cetak diambilkan dari iklan dan donasi penggemar flora. Untuk lokasinya, direktori ini akan ada di lokasi-lokasi yang dibutuhkan, seperti perpustakaan, dinas-dinas, komunitas tanaman hias, dan para pengusaha. Target jangka pendek yang diinginkan adalah pembentukan jaringan dari pelaku tanaman hias.
Sebab, saat ini sebagian besar pedagang dan petani tanaman hias berasal dari sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) yang kesulitan mengembangkan pasar, sehingga dari buku ini diharapkan bisa jadi satu panduan untuk melakukan pengembangan usaha.
Toga Sirait, Ketua Gabungan Pedagang Tanaman Hias Kayoon Surabaya, menyambut positif dengan keluarnya direktori tentang tanaman hias. Sebab, saat ini pendataan dari Dinas Pertanian masih menitik-beratkan pada pertanian tanaman pangan. Sedangkan di sektor florikultura masih sedikit.
“Kapasitas kami sudah termasuk dalam UKM yang berpotensi dan mampu ekspor. Munculnya direktori ini akan mempermudah pengusaha untuk melakukan strategi bisnis dan mapping,” ungkap Toga. [wo2k]

Dari : tabloidgallery.wordpress.com

INDAHNYA KELADI HIAS

Talas paling enak dibuat camilan dan daunnya untuk dibuat buntil. Tapi keladi hias digemari karena bentuk daunnya bagus dan corak warnanya beragam, tidak melulu hijau. Jenisnya pun sangat banyak, sekitar seribu. Bakal booming? Siapa takut…
 Keladi alias talas banyak dimanfaatkan umbinya untuk bahan camilan dan daunnya sebagai masakan buntil. Keladi bernama ilmiah Colocasia esculenta ini tidak termasuk tanaman hias.

Belakangan banyak hobiis tanaman yang memelihara keladi hias. Namun keladi tersebut termasuk kelompok Caladium, terutama Caladium bicolor.

Keladi hias digemari karena bentuk daunnya bagus dan corak warnanya beragam, tidak melulu hijau, tapi juga merah, kuning, putih, dan pink. Jenisnya pun sangat banyak, sekitar seribu. Yang paling banyak di pasaran saat ini adalah keladi hibrida dari Thailand. Sebut saja, yellow suthi, sripinyo hibrid, praya garm put, us win dam, dan florida sweet heart.

Penggemar tanaman hias umumnya memanfaatkan si talas cantik ini sebagai penghias halaman rumah maupun memperindah ruangan. Padahal, menurut Irwansyah, hobiis caladium hibrida di Rawabelong, Jakarta Barat, keladi juga berfungsi sebagai daun potong.

Caranya, “Potong batang daunnya dekat dengan tanah, lalu direndam dalam air. Mulanya daun akan layu selama 24 jam pertama, tapi akan segar kembali. Dia dapat tahan selama 2—3 minggu menghiasi ruangan,” jelasnya.

Rawat dengan Baik

Di alam bebas Caladium tumbuh setinggi 40—90 cm dengan lebar daun 15—45 cm. “Umumnya keladi menyukai tempat teduh, tapi ada juga jenis yang toleran terhadap sinar matahari penuh dan bahkan warnanya semakin memikat,” jelas Irfandi, Staf Pemasaran Wong Tani Nurseri, penyedia Caladium di Kalimulya, Depok, Jabar.

Agar keladi tumbuh subur, tambah Irfandi, media tanamnya harus cocok. Misalnya, campuran tanah, humus, serbuk sabut kelapa, sekam bakar, kompos atau bisa menggunakan 100% bahan organik.

Kecuali itu, penyiraman dilakukan sekali sehari. “Tapi kalau kemarau 2—3 kali sehari,” kata Irwansyah, kolektor 25 jenis keladi hibrida dari Thailand.
Pemberian pupuk juga penting terutama yang banyak mengandung nitrogen untuk memacu pertumbuhan vegetatif.

Bisa pula menggunakan pupuk lambat pelepasan, seperti Dekastar dan Bintang asri. “Taburkan saja saat penanaman. Jjika dengan pupuk cepat urai, berikan 2 minggu setelah tanam. Pupuk susulan bisa diberikan tiap 2—3 minggu pada musim hujan, dan cukup 4—6 minggu sekali pas musim kemarau,” saran Irwansyah. Sebenarnya keladi tidak butuh nutrisi terlalu banyak sehingga dapat dipupuk bisia memungkinkan penggunaan kompos atau pupuk kandang.

Jangan Sampai Dorman

Dalam kondisi lingkungan tidak menguntungkan hingga batas yang tidak bisa ditoleransi, semua daun keladi bisa lunglai dan mati. Keladi ini tidak mati tetapi hanya mengalami dormansi (tidur panjang).

“Banyak hobiis baru kecewa dengan keladinya yang mati. Padahal itu tidak mati tapi memasuki masa dorman saja,” kata Irwansyah. Ia pun membagi tips agar keladi tak “ketiduran”.

Media tumbuh sebaiknya bukan dari tanah karena akar sulit menembus dan harus dijaga selalu basah.

Hindarkan merendam bagian bawah pot untuk mendapatkan kelembapan lantaran menyebabkan umbi basah dan tanaman tidak cepat beranak.

Jika berbunga, petiklah karena bunga menyedot energi sehingga pembentukan daun dan tangkai terganggu. Tri Mardi Rasa/ AGRINA

 
 
 

CALADIUM: INDAHNYA DAUN KELADI PINGGIR KALI

Tanaman hias dalam ruangan, warna daun eksotis dan harganya terjangkau, itulah caladium, salah satu ikon tanaman hias yang kini muncul dengan varian baru berupa daun tumpuk membentuk angka 8 yang disebut-sebut sebagai pembawa hoki. Mampukah jadi jagoan?
 Tanaman hias dalam ruangan, warna daun eksotis dan harganya terjangkau, itulah caladium, salah satu ikon tanaman hias yang kini muncul dengan varian baru berupa daun tumpuk membentuk angka 8 yang disebut-sebut sebagai pembawa hoki.

Kebanyakan orang Indonesia mengenal caladium sebagai keladi atau talas. Tanaman ini merupakan tanaman yang menawarkan aneka corak daun yang begitu menawan. Meskipun di Indonesia seringkali ada anggapan bahwa caladium sebagai tanaman pinggir sungai, sesungguhnya tanaman ini memiliki pesona tersendiri. Banyak kultivar dari negeri Thailand ataupun Amerika Serikat (Florida) yang akan membuat orang terkesima melihatnya.

Tanaman hias caladium banyak sekali variannya. Pada 1932 saja sudah ada 160 jenis yang terdaftar dalam buku yang dipublikasikan Arjan Prasob Satetajit. Setiap tahun para penyilang caladium menghasilkan jenis-jenis baru. Pada 2007, jumlahnya pasti sudah berlipat-lipat.

Pesona Caladium terletak di daunnya. Lembaran daun caladium memiliki banyak corak dengan warna yang kontras dan menyolok. Ada yang berwarna hijau, hijau kemerahan, merah, hingga berwarna merah kecoklatan. Keindahan caladium juga ditunjang oleh bentuk serta ukuran daun yang bervariasi.

Namun, sayangnya tanaman ini banyak dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan cara penanganan yang tidak benar bisa mengakibatkan caladium mengalami mogok tubuh.

Dormansi = Mogok Tumbuh?

Masa tidur atau mogok tumbuh seperti itu sering juga disebut sebagai dorman. Di habitat asalnya, caladium sering melakukan dormansi sebagai salah satu cara untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Semisal, suhu dan lama penyinaran yang tidak sesuai atau kekurangan zat hara dan air.

Dalam keadaan lingkungan yang menguntungkan, caladium tumbuh secara normal dan menimbun cadangan makanan dalam umbi. Jadi, organ di dalam tanah tersebut selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan juga bermanfaat sebagai gudang penimbun cadangan makanan. Semakin besar ukuran umbi, maka caladium bisa memiliki waktu tidur yang semakin lama pula.
Dengan adanya dormansi, banyak pehobi tanaman hias mengira bahwa caladium yang dimiliki telah mati. Maka tak heran jika pehobi tersebut lantas membongkar lalu membuang tanaman kesayangannya. Padahal, tanaman tersebut sebenarnya masih hidup, hanya saja ia tidak mengeluarkan daun ke permukaan tanah.

Membudidayakan caladium, sebaiknya tempatkan di tempat yang teduh dan terhindar matahari menyengat dan guyuran hujan deras. Usahakan di tempatkan di lingkungan dengan kelembaban tinggi. Pada kondisi tertentu seperti dipelihara di rumah plastik atau sungkup sangat dianjurkan.

Untuk media tanam, caladium membutuhkan media yang tetap basah tapi tidak becek apalagi air tergenang. Selain itu, media tanaman harus terbebas dari bibit penyakit seperti jamur, caranya harus melalui sterilisasi.
(Sumber: adinfoserpong.blogspot.com)

 
 

 

MENGATASI DORMANSI PADA CALADIUM

 
 
Bentuk, corak dan warna Caladium sungguh indah. Tapi Caladium suka ngambek atau berhenti tumbuh sementara (dormansi). Itu memang cara tanaman ini bertahan hidup. Bagaimana agar masa ngambek itu cepat berlalu? Baca tulisan berikut.
 
 
 
Caladium atau keladi hias merupakan salah satu kerabat philodendron dan alokasia yang memiliki variasi keindahan bentuk, corak, dan warna daun yang sangat beragam. Di sinilah letak daya tarik caladium.Meskipun demikian, sayangnya tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang sulit menghasilkan daun dalam jumlah banyak secara serempak. Bahkan, dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan atau ketika cara perawatannya salah, caladium tidak akan mengeluarkan tunas dan berhenti tumbuh sementara (dormansi).

Dormansi merupakan salah satu cara bagi caladium untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Untuk caladium yang dipelihara, dormansi bisa muncul pada musim kemarau atau saat kekurangan air siraman. Tak hanya itu, media tanam yang terlalu keras dan padat juga bisa memicu dormansi.

Saat dormansi, masih banyak hobiis tanaman hias yang mengira bahwa caladium yang dimilikinya telah mati, padahal tidak. Bagi para breeder tanaman hias, keadaan dormansi sering dimanfaatkan untuk melakukan perbanyakan tanaman atau merawat umbinya agar pada periode pertumbuhan berikutnya memunculkan daun dengan jumlah yang lebih banyak.

Selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, sebelum masa dormansi terjadi, umbi caladium juga bermanfaat sebagai “gudang” penimbun cadangan makanan yang akan digunakan untuk melakukan pertumbuhan saat masa dormansi tiba.

Itu sebabnya, semakin besar ukuran umbi semakin lama juga waktu dormansinya. Keadaan inilah yang harus diatasi. Pasalnya, jumlah cadangan makanan yang ada di dalam umbi sangat terbatas sehingga dikhawatirkan caladium akan mati jika terlalu lama dormansi.

Nah, jika Anda memiliki caladium yang akan mengalami dormansi, jangan khawatir karena sebenarnya masa dormansi ini bisa dipercepat. Berikut ini adalah caranya:

1. Umbi caladium dikeluarkan dari media tanam, ditaruh di dalam wadah yang kering dan bersih kemudian diletakkan di tempat yang teduh dan sejuk. Biarkan umbi sampai tumbuh tunas. Namun, tunas pertama yang muncul harus segera dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam dan steril. Pemotongan tunas ini akan merangsang pertumbuhan tunas lain dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, umbi caladium bisa segera ditanam kembali. Biasanya sekitar dua minggu kemudian sudah tumbuh tunas baru yang muncul ke atas permukaan media tanam.

2. Umbi cadangan dikeluarkan dari media tanam, lalu direndam di dalam larutan hormon penumbuh seperti Happy Gro. Perendaman dilakukan selama 15 menit dengan tujuan merangsang pertumbuhan tunas. Setelah itu umbi dapat ditanam kembali dan sisa larutan hormon dapat disiramkan ke media tanam. Usahakan media tanam selalu dalam keadaan lembap. Untuk itu pot dapat disungkup dengan plastik transparan, lalu diletakkan di tempat yang teduh, sejuk, dan agak gelap. Satu sampai dua minggu kemudian biasanya sudah tumbuh tunas yang muncul ke atas permukaan media tanam.

(Dikutip dari buku “Caladium: Pesona Sang Sayap-Sayap Bidadari”, karangan Nurheti Yuliarti, Agro Media Pustaka, Jakarta.)

ANEKA CARA PERBANYAK SANSEVIERIA

Selama 2 tahun, 4 pot Sansevieria kirkii 3-4 daun koleksi Iwan Hendrayanta di Permata Hijau, Jakarta Barat, bermetamorfosis jadi 400 tanaman baru.

Si lidah mertua tembaga itu dicacah-cacah daunnya membentuk persegi panjang sepanjang 5-7 cm. Lalu ditancap-tancapkan di media pasir hingga mengeluarkan anakan.

Kalau dibiarkan ‘bereproduksi’ alami paling hanya didapat 1-2 anakan per tahun. Maklum kirkii termasuk jenis yang lamban tumbuh. Makanya ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia yang hobiis sansevieria itu mencoba memotong-motong daun kirkii. ‘Setek’ daun itu lantas dibenamkan di media pasir. Hasilnya dari 1 potong daun muncul

2-3 anakan sekaligus dalam hitungan bulan

Cara serupa juga dicoba A. Gembong Kartiko, pekebun di Batu, Jawa Timur. Pemilik Sapta Plant & Pottery itu menyebut cara itu sebagai teknik potong tahu. ‘Daunnya kan dipotong-potong seperti potongan tahu,’ kata Gembong. Caranya, daun kirkii dewasa sepanjang minimal 15 cm dicacah menjadi 5 bagian. Artinya, setiap potong hanya sepanjang 3 cm. Namun, buat pemula pria berambut gondrong itu menyarankan ukuran lebih panjang supaya aman.

Gembong menyemai di media campuran sekam bakar dan pasir malang dengan perbandingan 1:3. Selama 2 minggu cacahan tidak perlu disiram. Memasuki minggu ke-3 baru siram menggunakan larutan mengandung hormon perangsang tumbuh. Sekitar 3-4 bulan kemudian, tunas baru bermunculan. Setelah 6 bulan pascapencacahan, anakan dengan 4 daun siap dijual.

Di Solo, Andy Solviano Fajar, mencoba teknik cacah pada jenis congo. Potongan daun berukuran 3,5 cm x 3,5 cm atau 5 cm x 5 cm ditanam di media pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan sama. Dalam 4 bulan didapat anakan baru.

Pabrik anakan

Keuntungan teknik cacah, anakan dihasilkan terus-menerus. ‘Anakan hasil perbanyakan dengan cacah bisa langsung jadi indukan begitu daunnya dewasa,’ kata Iwan. Penggemar encephalarthos itu menyebutnya perbanyakan dari daun ke daun. Karena setiap daun baru potensial jadi indukan untuk perbanyakan berikut, anakan pun seperti tak ada habis-habisnya.

Namun, tidak semua lidah mertua bisa diduplikasi dengan cara cacah daun. ‘Sansevieria bermotif belang, terutama hijau kuning atau hijau putih, tidak bisa diperbanyak dengan memotong daun,’ ujar Iwan. Risikonya, anakan yang dihasilkan berbeda dengan indukan. Bila tunas muncul dari bagian berwarna hijau, individu baru yang muncul juga hijau.

Risiko busuk lumayan besar, 50%. Penyebab utama, serangan cendawan dan bakteri lantaran pisau tidak steril, bagian luka tidak terlindung fungisida dan bakterisida, serta media terlalu lembap karena air siraman menggenang. Kendala lain, akar lambat tumbuh sehingga pertumbuhan anakan pun terhambat.

Untuk mempercepat akar tumbuh, Andy membungkus bagian bawah cacahan daun dengan tisu. Posisi cacahan tidak ditanam, tapi dibaringkan di atas media. Lalu disiram secara terus-menerus selama 1 bulan dengan larutan perangsang akar. Setelah akar keluar, baru ditanam di media campuran pasir malang dan sekam bakar. Jika ingin memacu tunas lebih cepat tumbuh dan bongsor, sungkup dengan plastik bening. Pertumbuhan daun baru 2 kali lebih bongsor dibanding tanpa sungkup.

(TRUBUS, dari judul asli: “Potong Tahu Sansevieria Tembaga”/ Evy Syariefa/Peliput: Destika Cahyana)

PILIH SANSE SESUAI KEBUTUHAN

Ragam sansevieria yang mencapai ratusan varian dengan bermacam-macam tingkatan harga membuat para calon pembeli bisa memilih jenis mana yang akan dibeli sesuai dengan tujuannya. Tulisan ini mungkin bisa dijadikan semacam panduan.
 
 
Ragam sansevieria yang mencapai ratusan varian dengan bermacam-macam tingkatan harga membuat para calon pembeli bisa leluasa untuk memilih jenis mana yang akan dibeli sesuai dengan tujuannya.

Bagi para hobiis yang memelihara untuk sekedar koleksi di rumah, yang paling tepat adalah memilih jenis-jenis sansevieria yang langka atau unik. Biasanya sansevieria jenis ini tergolong mahal.Yang masuk katagori ini antara lain, Giant Varigata (kuning) atau Masoniana milik Agung WS Garden Yogyakarta yang harganya tembus Rp 60 juta rupiah.

Namun meskipun eksklusif, jangan harap bila diikutkan kontes di kelas bebas (non unik) pasti akan menang, karena kesehatan mempunyai presentase paling tinggi 35% sedangkan kelangkaan hanya 10%.

Bagi yang suka kontes tentu harus mencari jenis sansevieria yang kondisinya sehat, serta punya performance bagus dan didukung karakter tanaman yang juga bagus. Tentu akan lebih sempurna lagi jika sansevieria itu termasuk langka, karena akan menambah poin.

Berdasarkan pengalaman, sansevieria yang sering menang kontes adalah jenis Pingucula, Kirkii Brown, Patens (Fischeri), Concina dan beberapa jenis lain yang langka tapi memiliki kesehatan yang prima.

Berbeda lagi jika kita ingin memanfaatkannya untuk keperluan rental atau ditempatkan sebagai penghias ruangan, harus disesuaikan dengan jenis dan ukurannya.

Untuk ruangan besar sebaiknhya pilih sansevieria yang memiliki postur tinggi atau besar seperti Autralian Black, Liliantrue, Masoniana, atau Tiger.

Untuk ruangan sempit atau diletakkan di atas meja, pilih jenis-jenis sansevieria kecil, seperti Moonshine, atau Superba China.

Sedang untuk taman di luar rumah bisa pilih sansevieria yang harganya lebih murah. Sebaiknya tetap disesuaikan dengan luas halaman yang akan ditanami sansevieria.

Harga sansivera kini cukup beragam dari yang hanya Rp 3000,- sampai yang puluhan juta.***
(Sutejo/ Tabloid Agro Community)

Mengenal Manfaat Wortel

 

Diantara jenis sayur lainnya, wortel termasuk sayuran yang paling digemari banyak orang, baik itu dewasa maupun anak – anak. Citarasanya yang manis dan teksturnya renyah, cocok sekali dijadikan hidangan yang menyehatkan. Jika anda tidak suka sayuran kesukaan kelinci ini, anda termasuk kelompok yang merugi. Sebab, anda banyak kehilangan manfaat yang diberikan wortel bagi kesehatan.

Mendengar kata “wortel” yang dalam bahasa Inggrisnya disebut carrot, kita pasti langsung teringat pada buah yang berwarna oranye dan bentuknya memanjang, serta salah satunya meruncing. Wortel termasuk dalam tumbuhan sayur yang dalam ilmu biologi, wortel dimasukan dalam famili Apiaceae.

Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel adalah tumbuhan biennial dengan siklus hidup 12 – 24 bulan yang mampu menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1m, dengan bunga berwarna putih.

Wortel atau dalam bahasa latinnya disebut Daucus carota adalah tumbuhan sayur yang dapat ditanam sepanjang tahun. Terutama didaerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab. Tumbuhan wortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri.

Menurut para botanis, wortel (Daucus carota) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya :

  • Jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis.
  • Jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis.
  • Jenis mantes, yakni wortel hasil kombinasi dari jenis wortel imperator dan chantenang. Umbi akar wortel berwarna  khas oranye.

Berikut adalah sederet manfaat wortel yang perlu Anda ketahui. Siapa tahu ada resep yang Anda butuhkan.

  • Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler keduya setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang – kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. Beta karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal didunia kesehatan adalah karoten, lutein, dan lycopen.
  • Beta karoten merupakan bagian penting dari karoten. Jika tubuh diberi asupan beta karoten maka tubuh akan membentuk vitamin A sesuai yang diperlukan tubuh sehingga menyantap wortel menjadikan cara yang aman untuk memperoleh vitamin A.
  • Mencegah kanker.
  • Dibandingkan dengan sayuran lain, wortel paling banyak mengandung beta karoten, rata – rata 12.000 IU ; para ahli menganjurkan 15.000 – 25.000 IU perhari. Ini terkait kandungan tinggi beta karoten yang mampu mencegah penyakit kanker, karena sifat antioksidanya yang melawan kerja destruktif sel – sel kanker. Disamping itu beta karoten membantu sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan “killer cell” alami.
  • Mencegah Rabun Senja dan Memperbaiki Penglihatan
  • Karoten juga baik untuk kesehatan mata. Membantu mencegah terjadinya rabun senja dan memperbaiki penglihatan yang lemah. Kekurangan vitamin A atau yang dikenal dalam istilah kedokteran sebagai vitaminosis A, dapat menyebabkan buta ayam atau rabun senja.
  • Menurunkan Kolesterol Darah
  • Didalam wortel juga terkandung pectin yang baik untuk menurunkan kolesterol darah. Serat yang tinggi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi. Dengan adanya kandungan kalium dalam wortel, dapat membantu menetralkan asam dalam darah dan vitamin A membantu hati menghilangkan toksin didalam tubuh.
  • Wortel mentah atau dimasak merupakan sumber kalium dan vitamin C. Mendapatkan dan mengonsumsi wortel sangatlah mudah, dapat dicampur dalam berbagai variasi makanan, minuman jus ataupun suplemen.

Nah, untuk memperoleh manfaat wortel secara maksimal yang harus diperhatikan adalah jeli memilih wortel. Pilih wortel yang berwarna agak muda dan terang. Ini menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar.(Sumber: Lezat Edisi 081/IV/23 Mei – 5 Juni 2007/Dv/Ijs)