PENANAMAN SANSEVIERIA

Sansevieria memiliki rentang toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan. Sifat ini sangat menguntungkan pada proses budi daya dan penyebarannya.

Daya tahan sansevieria yang cukup kuat dan rentang toleransinya yang cukup tinggi terhadap kondisi lingkungan yang kurang mendukung menjadi faktor yang menguntungkan dalam penanamannya. Sansevieria memungkinkan ditanam dalam berbagai kondisi lingkungan, mulai di dalam ruangan, lahan terbuka, sampai penanaman denagn sistem hidroponik. Setiap lingkungan tumbuh tersebut tentunya memiliki kareteristik yang berbeda-beda. Karenanya, cara penanaman maupun perawatannya tidaklah sama.

A. Penanaman di Pot

Penanaman sanseveiria di dalam pot biasanya ditujukan untuk penghias ruangan(indoor plant). Meskipun demikian, tidak sedkit juga sansevieria dalam pot ditempatkan di luar ruangan, misalnya di beranda rumah.

a. Pemilihan Media Tanam

Pada dasarnya sansevieria membutuhkan media tanam yang porous, bertekstur kasar, dan mengandung sedikit bahan organik. Hal ini sangat penting mengingat tanaman sansevieria tidak menghendaki kondisi media yang terlalu lembap. Media tanam yang porous menjamin tersedianya oksigen bagi akar tanaman. Porositas yang tinggi juga menunjukkan drainase yang baik. Dengan demikian, media tidak akan menyimpan air terlalu banyak. Kandungan air yang tinggi pada media tanam bisa menyebabkan akar membusuk

Keasaman(pH) media tanam yang ideal untuk sansevieria adalah 5,5-7,5. Meskipun demikian tanaman ini bisa bertoleransi pada rentang pH 4,5-8,5. Pada kondisi asam, penyerapan hara nitrat dan fosfor akan terhambat. Kondisi asam juga mendorong bebasnya besi dan almunium yang jutru merupakan racun bagi tanaman. Selain itu, media tanam yang terlalu asam merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan pathogen. Akibatnya, tanaman menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur seprti busuk rimpang dan busuk daun.

Jika pH terlalu rendah, media memerlukan penambahan kalsium karbonat(CaCO3) atau kapur. Dalam hal ini, unsur yang berperan dalam menaikan pH adalah kalsium. Sebaliknya, jika media terlalu basa, kita bsia menambahkan sulfur untuk menurunkan nilai pH. Selain itu, sulfur juga termasuk salah satu unsur yang dibutuhkan tanaman meskipun dalam jumlah sedikit.

Jenis media tanam yang biasa digunakan di antaranya tanah, pasir, pupuk organik, bahan organik, dan bantuan.

1. Tanah adalah jenis media yang lazim digunakan untuk tanaman. Sebaiknya tanah untuk sansevieria bukan jenis tanah liat karena porositasnya kecil. Jenis tanah berporositas tinggi diantaranya adalah tanah merah(latosol). Selain itu, penggunaan tanah sebagai media tanam sansevieria dapat menyediakan beberapa unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.
2. Pasirsangat bagus digunakan sebagai media tanam sansevieria, terutama yang ditempatkan dalam ruangan. Selain porositasnya tinggi, pasir mempunyai kapasitas tukar kation yang rendah sehingga sangat lambat dalam melepaskan unsur hara. Jenis pasir yang umum digunakan adalah pasir malang.
3. Bahan Organik Sumber bahan organik bisa berupa sekam mentah, sekam bakar, cocopeat,d an cacahan akar pakis. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang tidak banyak, bahan ini berfungsi untuk memperbaiki tingkat aerasi media tanam. Di samping itu, penggunaan arang sekam dapat menyediakan unsur kalium bagi tanaman.
4. Arang paling baik untuk campuran media tanam sansevieria adalah arang batok kelapa. Arang ini memiliki tekstur yang lebih halus dan tidak mudah lapuk sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
5. Pupuk Organik bisa berupa pupuk kandang, misalnya kotoran kambing dan kotoran sapi. Pupuk kandang yang akan digunakan harus yang sduah matang. Bahan ini mengandung unsur N, P, K, yang berguna bagi tanaman.
6. Batuan umumnya digunakan untuk melapisi permukaan media tanaman besih. Batuan yang umum digunakan adalah zeolit, kerikil, dan batu kali. Batuan ini sebernanya juga bisa digantikan denagn pecahan bata merah. Selain sebagai elelmen dekoratif, batuan ini bisa menjaga kelembapan dan menstabilkan keasaman media tanam karean mengandung kalsium. Selain itu, batuan di permukaan media bisa menghambat pertumbuhan gulma. Pecahan bata merah bahkan bsia mengikat air sehingga juga sangat cocok untuk penanaman sistem hidroponik.

Bebagai macam media tersebut umumnya digunakan dalam bentuk campuran. Komposisi campuran bahan-bahan tersebutr berbeda-beda, tergantung pada ketersediaan bahan dan kondisi lingkungan. Berikut komposisi dari campuran media tanam yang digunakan

Tabel 1. Komposisi campuran media tanam

Jenis
Pasir
Tanah
Bahan Plastik
Pupuk Plastik
Arang
Komposisi A
1
1
1
Komposisi B
2
1
1
1
Komposisi C
3
1
1
Komposisi D
2
2
1
Komposisi E
2
2
1
0.5

a. Pemilihan Pot

Terdapat beberapa jenis pot yang bisa digunakan untuk menanam sansevieria. Kita bisa memilih pot yang terbuat dari tanah, keramik, semen, maupun pot yang bahan dasarnya plastik. Ukuran pot pun bervariasi. Kita bisa memilih jenis dan ukuran pot berdasarkan pertimbangan berikut.

 

 

1 Pilih pot yang sesuai dengan tempat peletakan pot dan yang terlihat serasi dengan jensi sansevieria yang ditanam
2. Pot yang terbuat dari tanah liat dan semen bersifat porus sehingga air bisa menguap dari permukaannya. Konsekuensinya, kandungan air media cepat habis sehingga perlu penyiraman lebih sering. Namun, tanah liat bersifat mudah ditembus(permeable) oleh udara, sehingga ketersediaan oksigen bagi akar tanaman lebih terjamin
3. Pot dari keramik atau plasitk bersifat tidak meloloskan air, sehingga kelembapan media akan bertahan dalam waktu lebih lama

http://duniaflora.com/mod.php?mod=informasi&op=viewinfo&intypeid=5&infoid=22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s