Daun Ungu, Pembasmi Ambeien

DON temen atau daun ungu (Graptophyllum pictum Griff) kerap dimanfaatkan masyarakat Bali dalam pembuatan banten. Misalnya, untuk membuat banten pesucian, sakaruna, perangkatan, sam-sam, sesarik dan sejumlah banten lainnya. Namun, jarang yang tahu, daun ungu juga bisa dimanfaatkan untuk obat. Flora dari jenis tumbuhan perdu ini memiliki kandungan kimia seperti alkohol, pektin dan asam formiat yang cukup berkhasiat untuk pengobatan. Untuk obat ambeien misalnya, daun ungu terbilang cukup mujarab. Caranya, ambil 3-7 lembar daun ungu dan adas pulawaras. Rebus dengan tiga gelas air sampai mendidih. Setelah itu airnya disaring dan diminum sekali setiap pagi hari secara teratur. Bagi Anda yang mengalami masalah buang air seni tidak lancar, daun ungu juga bisa membantu. Ambil 1-2 genggam daun ungu serta adas pulawaras. Semua bahan itu ditumbuk sampai benar-benar halus. Hasil tumbukan itu dioleskan pada bagian perut seperti layaknya param. Haid yang tidak lancar juga bisa diatasi oleh daun ungu ini. Caranya, daun ungu dikeringkan dan ambil sekitar tiga sendok. Daun ungu itu kemudian direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas saja. Setelah itu disaring dan diminum tiga hari menjelang datang bulan. Bukan hanya itu, reumatik atau encok juga bisa disembuhkan dengan daun yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama demung, tulak dan wungu ini. Cara pengolahannya pun sangat sederhana. 1-2 genggam daun ungu ditumbuk sampai halus dan oleskan pada bagian yang sakit sebagai param. Anda mengalami sakit bisul yang sangat menyiksa? Cobalah menggunakan daun ungu sebagai obat. Ambil dua lembar daun ungu dan minyak kelapa secukupnya. Daun ungu itu kemudian dioleasi minyak kelapa dan panggang di atas api. Dalam keadaan hangat, tempelkan daun ungu itu pada bagian yang sakit. Begitulah beberapa khasiat daun ungu untuk kesehatan Anda. Akan tetapi, sebelum meracik daun ungu sebagai obat, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan orang yang memang menguasai bidang pengobatan tradisional. Dengan begitu, kekeliruan dalam pengobatan bisa dihindari. Yang paling penting, daun ungu ini patut Anda tanam di taman di pekarangan rumah. Pasalnya, tanaman ini memiliki fungsi ganda, baik sebegai tanaman banten atau pun tanaman obat. Daun ungu memiliki batang tegak dengan tinggi hanya mencapai tiga meter. Biasanya tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias. Daun ungu cocok tumbuh di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut. Teks dan Foto: I Made Sujaya

One thought on “Daun Ungu, Pembasmi Ambeien”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s