MERAWAT ALOKASIA: Kuncinya Pada Media Tanam

Daerah berbeda, media lain pula. Tergantung suhu dan kelembapan. Membuat alokasia bikin penasaran.
AKHIR-AKHIR INI, FAMILI ARACEAE SEDANG NAIK DAUN. MULAI DARI AGLAONEMA, anthurium, keladi hias hingga philodendron. Berganti-ganti mereka mendominasi percaturan tanaman hias Indonesia.
Klik untuk melihat foto lainnya…
Mengapa famili Araceae menjadi tren? Jika ditelisik lebih jauh, Indonesia memang gudangnya Araceae. Ba-nyak spesies unik bahkan beberapa ada yang endemik. Salah satu famili Araceae adalah alokasia. Walaupun belum menjadi tren, namun beberapa kolektor telah mengoleksinya.

Adalah Waiter Agustin, salah seorang kolektor aneka jenis alokasia di Junrejo, Batu, Malang, Jawa Timur. Saya tertarik dengan bentuk dan warna daunnya yang macam-macam. Juga kalau diperhatikan, corak tangkai daun bermacam-macam, terangnya. Bentuk dasar daun mirip famili Araceae lain, yaitu berbentuk hati. Modifikasi selanjutnya, ada yang membulat seperti telinga, dan meruncing menyerupai anak panah.

Perihal warna, ragamnya juga banyak. Antara lain, ada yang berwarna perak dinamai alokasia silver. Yang hitam bergaris disebut alokasia black velved.
Hal itu juga yang membuat Frankie Handoyo – kolektor anggrek, melirik alokasia. Terkadang daunnya bagus, tetapi begitu dipelihara sungguhan malah busuk lalu tak berdaun, akunya.

Nah, bagaimana sebenarnya cara merawat alokasia?

SUKA HUMUS BAMBU
Bila dilihat dari kerabatnya, alokasia menyukai tempat teduh. Jika diukur kebutuhan cahaya, hanya membutuhkan 400 foot candles. Atau kira-kira cahaya di bawah naungan net 60%. Di habitat aslinya, alokasia tumbuh di bawah naungan pohon besar dan lembap. Sedangkan suhu idealnya sekitar 20-25 °C. Jadi cukup sejuk. Sebagai gambaran, suhu siang hari di Jakarta normal-nya sekitar 30 – 32 °C.

Tetapi ‘teori’ itu tidak selamanya bisa diterapkan di setiap tempat. Makanya, beberapa hobiis merasa kesulitan menumbuhkan alokasia. Saya pernah mendapat alokasia dari Kalimantan, dibalut tanah padat tumbuh bagus. Begitu dipindahkan ke media yang bagus, malah mati, aku Frankie.

Padahal seharusnya, alokasia tumbuh bagus di media berhumus. Di habitat aslinya, alokasia tumbuh di seresah daun. Akarnya yang lunak mudah menembus pada media semacam itu.
Frankie menyimpulkan, media paling bagus menggunakan kompos daun bambu. Kemudian dicampur dengan tanah lempung. Lebih bagus lagi, jika tanah itu berasal dari lokasi asal alokasia. Disarankan untuk tidak diberi pasir malang. Kendati dapat membuat porus, namun agaknya tidak disukai alokasia.

Sementara Walter menggunakan media lebih sederhana. Hanya campuran kompos, tanah, dan sekam men-ah. Dengan media ini, alokasianya tumbuh bagus. Barangkali ini disebabkan karena lokasi. Di Batu yang berhawa sejuk dan lembap cukup dengan media semacam itu.
Selanjutnya untuk penyiraman, jangan terlalu sering. Yang jelas alokasia tidak suka basah tetapi suka lembap. Jika udara terasa kering, siram di sekitar pot agar lembap.

AWAS CENDAWAN
Pupuk buatan tidak mutlak diperlu-kan. Paling-paling hanya pupuk daun diberikan dua minggu sekali. Selama humus atau kompos masih tersedia di dalam media, pemupukan tidak perlu dilakukan.

Yang perlu diwaspadai adalah hama dan penyakit. Di Jakarta, hama kutu putih (millibug) kerap menyerang. Menempel di balik dedaunan yang menyebabkan daun menguning lalu mati. Jika ditemukan hama ini, lekas ambil dengan tangan. Jika banyak, perlakuan insektisida diperlukan.

Selain hama, penyakit cendawan merupakan musuh utama. Tiba-tiba daun membusuk dan cepat sekali menjalar. Yang paling gawat jika menyerang umbi. Gejalanya tidak dikenali. Jika daun sudah kuning, ternyata umbinya sudah rusak berat. Untuk menghindarinya, jangan sampai me-nyiram berlebihan. Satu lagi, jika memisahkan anakan yang menimbulkan luka, olesi luka itu dengan fungisida. Dengan demikian cendawan ogah menyerang. *

TIPS: MENCEGAH DORMAN
Beberapa spesies alokasia kerap mengalami dorman. Tiba-tiba tanaman mengering, lalu lenyap dari permukaan tanah. Kalau digali umbinya masih segar, berarti tanaman itu belum mati, hanya dormansi. Tentu saja ini mengecewakan para hobiis. Cara mencegahnya?

Kalau media masih banyak mengandung humus, dormansi tidak terjadi, kata Frankie. Karena dormansi merupakan mekanisme tanaman untuk bertahan hidup dari kondisi minimal hara. Makanya, setiap 6 bulan sekali media harus diganti. Tidak perlu repotting, asal humusnya tetap tersedia.

http://www.indonesiaindonesia.com

SIRIH MERAH ATASI DIABETES MELITUS DAN TUMOR

 
 

Tanaman Sirih Merah memang bagus untuk dipajang sebagai tanaman hias. Tapi diam-diam, juga ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius. Antara lain, Diabetes Melitus, jantung koroner dan tumor. Nah lo. Bagaimana menggunakannya? Bagaimana cara memperbanyaknya? Berikut artikel yang layak Anda baca.
 
 
Warga Karangjati, Yogyakarta, ini sudah dua tahun lamanya menderita penyakit diabetes melitus (DM). Berbagai cara pengobatan, baik medis maupun tradisional, telah dijalaninya tapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Bambang Sadewo, seorang praktisi kesehatan dan produsen jamu, yang menyarankan minum ekstrak sirih merah. Sedikit demi sedikit penderitaannya pun jauh berkurang.

Atasi Aneka Penyakit

Setelah seminggu mengonsumsi sirih merah dalam bentuk kapsul, Susmiarto merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Namun, pagi harinya rasa nyeri di kedua kakinya berkurang drastis. Tanda-tanda kesembuhan ini sangat melegakan hatinya karena luka mulai mengering dan berangsur-angsur sembuh.

Kesembuhan juga dialami Siska Ribowo, di Jakarta, yang mengidap tumor di bagian payudara. Beruntung, ibu penggemar tanaman hias mendapatkan info tentang khasiat sirih merah. Atas saran herbalisnya, ia pun mengonsumsi sirih merah dalam bentuk rebusan selembar daun segar per hari. Dua gelas air direbus sampai tinggal satu gelas. Air rebusan ini dibagi tiga dan diminum 3 kali sehari sebelum makan. Kini, ia terbebas dari ancaman tumor yang menurut diagnosis dokter sangat mungkin menjadi ganas atau kanker.

Khasiat tanaman cantik bernama sirih merah (Piper crocatum) ini memang mencengangkan banyak orang. “Selain DM dan tumor, sirih merah juga berkhasiat menyembuhkan penyakit jantung koroner, asam urat, hipertensi, peradangan organ tubuh (paru, ginjal, hati, dan pencernaan), serta luka yang sulit sembuh,” ujar Bambang Sadewo.

Segudang khasiat sirih merah itu disebabkan sejumlah senyawa aktif yang dikandungnya, antara lain flavonoid, alkoloid, polevenolad, tanin, dan minyak asiri. Senyawa flavonoid dan polevenolad bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan anti- inflamasi. Sedangkan senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Tanaman Pot

Pamor sirih merah sebagai herba yang berkhasiat memang baru terdengar dua tahun belakangan ini. Awalnya, tanaman berdaun hijau dengan semburat pink ini banyak dijadikan tanaman hias.

Adalah Bambang Sadewo, pemilik Klinik Herbal Center, Yogyakarta, yang mempelopori penggunaan sirih merah sebagai obat.

Bagi yang ingin sibuk, sirih merah kini tersedia dalam bentuk ekstrak, tunggal maupun dengan campuran herba lainnya yang dijual dengan harga Rp60.000/60 kapsul. Dalam bentuk segar, manfaat sirih merah juga dapat diperoleh dengan merebus sejumlah daun sirih segar yang cukup tua.

Sirih ini tidak sulit dibudidayakan. Bahkan dalam pot pun dapat tumbuh subur. Ia tidak menyukai panas maupun air yang berlebihan. Media tanamnya sederhana, yakni campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman disiram satu kali sehari, sedangkan untuk menghindari panas yang terlalu terik atau guyuran air hujan berlebihan, pot bisa dipindah ke tempat yang aman.

Sirih merah dapat diperbanyak melalui cangkok. Medianya, kompos daun bambu yang dibungkus plastik bening. Semprot media cangkok satu kali sehari, dalam waktu 2—4 minggu, anakan sirih merah sudah bisa dipisahkan dari tanaman induknya.*** http://www.agrina-online.com

Puring Efektif Menyerap Timbal

Timah hitam atau Pb merupakan unsur polutan berbahaya yang bisa terisap oleh tubuh melalui pernapasan. Dampaknya akan semakin buruk jika yang terkena adalah anak-anak. Logam ini bisa merusak sistem syaraf dan pencernaan.
 
Hasil Penelitian UII

YOGYAKARTA – Pohon Puring merupakan tanaman yang memiliki daun paling baik dalam menyerap unsur plumbum (Pb/timah hitam/timbal) yang bertebaran di udara terbuka (2,05 mgr/liter).

Penyerap terbaik kedua adalah daun pohon beringin (1,025 mgr/liter). Oleh karena itu, dalam rangka mengurangi kadar logam berat di udara, misalnya yang berasal dari buangan kendaraan bermotor, pemerintah dan masyarakat disyarankan memperbanyak penanaman dua jenis pohon tersebut.

Hal itu dikatakan dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Pembangunan UII Yogyakarta, Dr Ir Suparwoko MURP kemarin (29/11) di gedung Rektorat UII Jl Kaliurang Km 14,5. Dia juga menyambut baik upaya pemerintah terkait gerakan serentak menanam 89 juta pohon menjelang pelaksanaan Konverensi Perubahan Iklim di Bali, Desember mendatang.

Hanya saja, menurut dia, aksi serentak yang dimulai Rabu lalu (28/11) di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, oleh Presiden SBY itu hendaknya tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kerusakan iklim terkait pemanasan global (Suara Merdeka, 29/11 halaman 2).

Logam Berat

Namun juga dimaksudkan untuk mengurangi unsur atau partikel logam berat. Sebab, berdasar penelitiannya bersama dosen kimia UII, Ir Feris, pembangunan pesat perkotaan dan pedesaan serta peningkatan jumlah kendaraan bermotor, mengakibatkan kandungan logam berat di udara semakin banyak. Akhirnya, muncul berbagai gangguan kesehatan.

Timah hitam atau Pb merupakan unsur polutan berbahaya yang bisa terisap oleh tubuh melalui pernapasan. Dampaknya akan semakin buruk jika yang terkena adalah anak-anak. Logam ini bisa merusak sistem syaraf dan pencernaan.

Bahkan, mengutip hasil penelitian PBB, 1999, Pb bisa mengakibatkan anak-anak kehilangan rata-rata empat poin IQ dalam usia tujuh tahun.

Padahal, kestabilan ekologi sama pentingnya dengan kestabilan ekonomi. ”Apalah artinya keberhasilan pembangunan ekonomi dan fisik, jika rakyat sakit-sakitan,” ujarnya.

Hasil kajian bioreduktor cemaran logam berat timbal (Pb) pada tanaman lanskap jalan di kawasan perkotaan Yogyakarta, sangat mengejutkan.

”Dari empat titik penelitian, ternyata tingkat kandungan Pb di udara sudah sangat membahayakan,” ujarnya.

Selain itu, juga diketahui bahwa dari empat tanaman, yaitu puring, beringin, tanjung, dan ketapang. Pohon tanjung bisa menyerap 0,505 mgr/liter, daun ketapang tidak bisa menyerap Pb, dan yang terbaik adalah daun pohon puring. Jadi, lanjutnya, bisa dibayangkan kondisi kota-kota besar yang tidak dilengkapi dengan pepohonan penyerap unsur tersebut. (P58-72)

Jumat, 30 Nopember 2007
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0711/30/ked02.htm

 

Waspadai serangan hama

Seperti tanaman hias lain pada umumnya, penampilan puring yang cantik dan eksotik juga bisa rusak gara-gara serangan sejumlah hama dan penyakit. Menurut Budi Purwanto dari Budi Nursery Solo, hama tanaman puring yang perlu diwaspadai antara lain semut dan kutu putih.
 
Seperti tanaman hias lain pada umumnya, penampilan puring yang cantik dan eksotik juga bisa rusak gara-gara serangan sejumlah hama dan penyakit. Menurut Budi Purwanto dari Budi Nursery Solo, hama tanaman puring yang perlu diwaspadai antara lain semut dan kutu putih. Untuk membasminya, lanjut dia, diperlukan pengamatan yang teliti terhadap kondisi kesehatannya dan melakukan penyemprotan dengan pembasmi serangga. Agar penampilan puring tetap menawan, beberapa syarat yang harus diperhatikan antara lain:
1. Syarat media tumbuh.
Media tumbuh yang baik harus mampu mengikat dan menyimpan air dan hara dengan baik, memiliki sistem sanitasi, aerasi dan drainase yang baik, sehingga tidak menjadi sumber penyakit dan bersifat tahan lama. Jangan sampai kondisi media tanam tersebut terlalu lembab.
Komposisi media tumbuh puring bisa terdiri atas tanah merah, humus daun, sekam bakar, pupuk kandang dan bambu.
2. Penyiraman.
Puring akan tumbuh baik bila kebutuhan air tercukupi. Penyiraman dilakukan satu kali sehari, pagi atau sore jika kondisi panas, atau dua hari sekali jika kondisi hujan, atau jangan disiram jika kondisi media masih basah. Kelebihan air bisa menyebabkan akar busuk yang ditandai dengan rontoknya daun-daun muda.
3. Pencahayaan. Cahaya dianggap mampu membuat warna puring menjadi lebih cerah. Puring yang kurang cahaya warnanya akan memudar. Oleh karena itu, ada baiknya pemilik tanaman memenuhi kebutuhan tanaman ini akan cahaya matahari secukupnya. Bila puring dijadikan tanaman hias indoor, setiap sepekan sekali puring dikeluarkan agar kebutuhan akan panas atau cahaya matahari bisa tercukupi.
4. Pemupukan.
Pemupukan bisa dilakukan melalui akar atau daun, setiap tiga bulan sekali. Pemupukan melalui akar dengan cara disiram atau ditabur di atas media sedangkan pemupukan melalui daun dengan penyemprotan. Dosis yang digunakan disesuaikan dengan jenis pupuk. Saat melakukan pemupukan, ada baiknya juga disertai dengan penggantian media tanam. o – sry

Dari : solopos.net

Bisnis Philodendron

Kesetiaan Hari pada daun cinta (philo berarti cinta dalam bahasa Yunani, red) berawal dari keyakinan bahwa daya beli konsumen berbeda-beda. ‘Tidak semua orang mampu membeli anthurium dan aglaonema yang berharga mahal,’ ujarnya. Oleh sebab itulah Hari membidik pasar konsumen yang mendambakan tanaman hias bersosok cantik tetapi harganya terjangkau.
 
Saat orang-orang tengah dibuai laba anthurium, Hari Harjanto malah getol mengebunkan philodendron. Meski demikian, bukan berarti nurserinya di bilangan Depok sepi dari pesanan. Setidaknya 1.500-2.000 pot philodendron berdaun 5-7 helai terjual setiap bulan. Dengan harga jual Rp25.000/pot, ia meraup omzet Rp37,5-juta-Rp50-juta/bulan.

Dari jumlah yang terjual itu sekitar 700-1.000 pot di antaranya jenis black cardinal. Sisanya jenis lain seperti moonlight, sunlight, dan jenis-jenis orange. Seluruh pasokan philodendron adalah hasil perbanyakan sendiri dari 4.000 indukan yang dipelihara sejak 2 tahun terakhir. Itulah sebabnya laba yang diperoleh cukup besar karena Hari mampu menekan biaya produksi hanya Rp7.000/pot. Berarti ia mengutip keuntungan Rp18.000/pot. Total laba bersih yang diperoleh mencapai Rp27-juta- Rp36-juta/bulan.

Kesetiaan Hari pada daun cinta (philo berarti cinta dalam bahasa Yunani, red) berawal dari keyakinan bahwa daya beli konsumen berbeda-beda. ‘Tidak semua orang mampu membeli anthurium dan aglaonema yang berharga mahal,’ ujarnya. Oleh sebab itulah Hari membidik pasar konsumen yang mendambakan tanaman hias bersosok cantik tetapi harganya terjangkau.
Cantik

Philodendron salah satu jenis tanaman hias yang memenuhi kriteria itu. Meski tak semahal kerabatnya, aglaonema, toh penampilannya tak kalah menarik. Black cardinal misalnya. Jenis yang berasal dari Amerika Selatan itu memiliki daun berwarna marun kecokelatan. Konsumen menyukai jenis ini karena tak seperti jenis lain yang melulu berwarna hijau.

Yang tak kalah menawan superred. Disebut demikian karena batang daunnya berwarna merah. Daun muda yang muncul hampir setiap bulan berwarna merah terang. Konsumen pun tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk memilikinya. Cukup mengeluarkan uang Rp40.000-Rp75.000 untuk menebus sepot philo berdaun 5-7 helai. Tak perlu waktu lama untuk menunggu hingga tanaman muda itu bersosok rimbun. ‘Enam bulan kemudian sosok tanaman sudah bagus,’ ujar Handhi, pekebun di Tangerang.

Bentuk daun philodendron juga sangat beragam. Beberapa di antaranya ada yang berdaun menjari sehingga dinamakan philo jari. Harganya pun tak terpaut jauh dengan kedua jenis yang disebut sebelumnya yaitu Rp100.000-Rp125.000/pot dengan jumlah daun sama. Jenis lainnya yang berdaun unik adalah philo katak. Batang daunnya menggelembung. Yoe Kok Siong, pekebun philodendron di Kaliurang, Yogyakarta, menjual jenis ini dengan harga Rp500.000/daun untuk yang berukuran 50 cm.
Ajek

‘Walaupun tidak pernah tren, pasar philodendron tetap ada,’ ujar Sulisdianto. Tingkat penjualan relatif stabil. Begitu juga saat anthurium sedang ramai-ramainya. Bahkan ketika aglaonema dan sansevieria tengah bangkit, penjualan philo tetap laju. Karena itulah ia selalu ‘menyelipkan’ philodendron di antara aneka tanaman hias yang ia jajakan di Tulungagung, Jawa Timur. Pemilik nurseri Exotica Garden itu rata-rata menjual 50 pot black cardinal berdaun 5-7 helai setiap bulan. Dengan harga jual Rp75.000/pot, Sulis meraup omzet Rp3,75-juta/bulan. Jumlah itu menyumbang 5-10% dari total omzet penjualan.

Hal yang sama dialami Surono dari nurseri Bullion 99 di Yogyakarta. ‘Harga dan permintaan tergolong ajek,’ katanya. Tingkat penjualan rata-rata 100 pot/bulan dengan kisaran harga Rp25.000-Rp150.000/pot. Jenis-jenis yang paling banyak diminati black cardinal, orange juice, princess, dan red cherry. Kerabat anthurium itu menyumbang 10% dari total omzet setiap bulan.

Pada Trubus Agro Expo 2008 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, philodendron salah satu tanaman hias yang diminati pengunjung di tengah membanjirnya aglaonema dan sansevieria. Wartawan Trubus Imam Wiguna menyaksikan seorang ibu rumahtangga memborong 3 superred di stan nurseri Rumah Pohon. Menurut Handhi, sang pemilik, hingga hari ke-8 pameran setidaknya 100 pot superred ludes diborong konsumen. Dengan harga jual Rp40.000/pot, pria bertubuh tambun itu meraup omzet Rp4-juta. Di luar pameran Handhi menjual rata-rata 500 pot/bulan.
Kuda hitam

Kondisi pasar philodendron yang stabil menjadi alasan beberapa pebisnis tanaman hias untuk tetap menjajakan komoditas itu. Para pemilik nurseri menjadikan daun cinta sebagai ‘kuda hitam’. Meski bukan komoditas andalan, philodendron tetap menyumbang omzet penjualan. Karena itulah permintaan kerabat caladium itu belakangan terus meningkat. Hal itu menjadi berkah bagi para importir maupun pekebun.

‘Permintaan philo 5 bulan terakhir meningkat hingga 30%,’ ujar Freddy Wijanto. Untuk memenuhi permintaan, pemilik nurseri Millenium di Bumi Serpong Damai itu tak segan-segan mendatangkan pohon cinta secara besar-besaran dari Thailand pada penghujung 2007. ‘Waktu itu saya datangkan 8.000 anakan, terjual 5.000 dalam waktu 3 bulan,’ katanya. Sebanyak 3.000 tanaman ia sisihkan untuk perbanyakan.

Kenaikan permintaan juga dialami Jaya Suhartono. ‘Permintaan meningkat 3 kali lipat setelah pameran di Lapangan Banteng pada Agustus 2007,’ katanya. Sejak itu rata-rata penjualan 1.500-2.000 pot/bulan. Padahal, sebelumnya hanya 500 pot. Oleh sebab itu, Jaya yang sebelumnya pegawai di salah satu nurseri di Jakarta itu kini membuka nuseri sendiri. Philo mendominasi hingga 70% dari total tanaman hias yang diperdagangkan.

Sudah 2 bulan terakhir ini Jaya tidak meladeni permintaan pelanggan. ‘Saya fokus memperbanyak dulu,’ kata Jaya. Saat ini baru terkumpul 1.000 tanaman. Ia baru akan melepas ke pasaran bila stoknya mencapai 3.000-4.000 tanaman.

Gairah pekebun untuk memperbanyak philodendron 2 tahun belakangan itu dipicu 2 hal. ‘Perbanyakan mudah dan aman,’ ujar Freddy. Disebut aman karena luput dari incaran pencuri. Hari menambahkan harga yang ril sebagai daya tarik. ‘Jadi gampang menghitung dan memprediksi laba: harga jual diambil biaya produksi,’ katanya.

Harga jual philodendron juga tidak mengalami fluktuasi tajam. ‘Philo itu tanaman yang sudah mendunia dan harganya standar,’ kata Handhi. Jadi sangat sulit mendongkrak harga, kecuali pasokannya benar-benar terbatas. Namun, hal itu tidak mungkin terjadi karena tanaman itu mudah diperbanyak. ‘Di Thailand philo diperbanyak dengan kultur jaringan,’ ujarnya. Bandingkan dengan komoditas lain. Pekebun mesti pasang mata setiap saat untuk memantau pergerakan harga. Kerap kali pekebun bisa menjual tetapi tak mampu membeli lagi. (Imam Wiguna/Peliput: Argohartono A Raharjo, Destika Cahyana, dan Nesia Artdiyasa)

Dari trubus-online.co.id

SENTHE WULUNG : ALOKASIA JAWA

Tanaman berdaun lebar ini mudah sekali tumbuh di penjuru bumi pertiwi. Kabarnya, tahun depan senthe bakal menjadi primadona baru, menggantikan posisi Anthurium. Masyarakat pedesaan percaya daun senthe bisa menghalau teluh, atau wulung.
 
Kalangan pehobi tanaman sudah mulai mereke-reka, kira-kira tanaman apa yang akan menggantikan posisi Anthurium sebagai primadona. Banyak yang meramalkan, senthe adalah salah satu jenis tanaman yang potensial menduduki posisi prestisius tersebut.Salah satu jenis senthe yang dikabarkan akan naik harkatnya adalah senthe hitam, alias senthe wulung (Alocasia plumbea). “Pasalnya, di pasaran tanaman ini mulai jarang dijual, tapi banyak dicari orang. Kayaknya pedagang sedang “menumpuk” senthe dan bakal dikeluarkan tahun depan,” duga Tintin Ryanti dari Monagique Nursery.

Benarkah senthe hitam akan booming tahun depan? Banyak orang yang meragukannya. “Tanaman ini pertumbuhannya sangat gampang dan mudah dicari. Jadi, enggak mungkinlah dicari orang kemudian harganya jadi mahal,” tutur pemilik nursery lain.

Benar. Senthe memang merupakan tumbuhan liar yang biasanya hidup di pinggiran sungai, persawahan, rawa, empang ataupun tegalan yang lembap. Karena tumbuh liar dan banyak, senthe kerap diabaikan. Itu sebabnya banyak yang meremehkan senthe bakal melangit harganya di tahun depan.

Apapun, senthe yang masuk ke dalam keluarga Alokasia ini banyak jenisnya. Selain senthe hitam, ada senthe berdaun lebar berwarna hijau yang kerap dijadikan payung oleh masyarakat pedesaan di saat hujan, yang biasa disebut talas hutan (Alocasia macrorhiza). Ada juga yang menyebutnya Java Black Alocasiase. “Bahkan ada yang variegata (bintik putih di daun),” ujar Hadi Warsita dari Fay Nursery.

KELUAR AIR
Lantas, apa, sih, keunikan senthe? Hadi mengatakan, seperti halnya anthurium, keistimewaan senthe terletak pada daunnya. Ia pernah membeli senthe hitam senilai Rp 1,5 juta yang bentuknya seperti ular dengan tinggi 1,5 meter. “Daunnya berkerut di tengah, sangat unik dan cantik. Selain itu daunnya juga melebar dengan batang yang kokoh.”

Keunikan lain, daun senthe bergelombang dan di seluruh permukaannya terdapat tekstur yang indah, ditopang urat daun yang menonjol kokoh. Senthe yang ditanam di tanah, bila terawat dengan baik bisa mencapai tinggi 2 – 4 meter. “Sampai-sampai kita bisa berteduh di bawahnya. Tentu saja prosesnya sangat lama. Disimpan sebagai tanaman hias pun terlihat sangat cantik.”

Senthe milik Tintin lain lagi, termasuk jenis air mata bunda, yang daunnya akan mengeluarkan air di malam hari. Proses pengeluaran air di daun ini disebut gutasi, yang disebabkan oleh perbedaan suhu di dalam dan di luar tanaman. “Jadi kalau terkena sinar lampu daunnya akan mengilap,” cetus Titin.

MUDAH DIPERBANYAK
Sebagaimana sifat tanaman jenis Alokasia pada umumnya, senthe juga bandel. Selain tahan panas juga tidak rewel dalam hal perawatan karena pada dasarnya merupakan tumbuhan liar. “Kondisi udaranya kering tapi tanaman harus lembap. Karena memiliki bonggol bisa menyerap banyak air,” papar Tintin yang menyarankan menyiram cukup sore saja. Akan lebih baik jika dikasih pupuk untuk bonggol.

angan biarkan kutu, ulat, jamur putih, telur semut, binatang kaki seribu, dan belalang memakan senthe. Perhatikan juga media tanam yang terdiri dari sekam bakar, tanah, atau cocopeat. “Senthe sangat mudah dipebanyak, dengan bunga, biji, dan bonggol,” jelas Hadi.

Setelah bonggol dipotong, lalu jemur. “Perlu diperhatikan, jika asalnya sudah di tempat teduh simpan di tepat teduh. Begitu juga sebaliknya. Jadi, dari kecil sudah dibiasakan tempatnya. Biasanya kalau disimpan di tempat panas, daunnya akan lebih tebal. Sementara di tempat teduh lebih tipis,” tandas Hadi.

Sembuhkan Penyakit
1. Senthe biasa juga disebut lompong, kajar-kajar, tanaman talas besar yang banyak tumbuh di pekarangan rumah di Jawa.
2. Selain Alokasia, tanaman yang disebut senthe juga ada yang berasal dari rumpun Caladium.
3. Agar daun senthe terlihat mengilap, oleskan dengan minyak bayi.
4. Setelah melalui proses tertentu, umbi senthe bisa dipakai menyembuhkan kanker otak.

Koleksi: Monagique Nursery, Jl. Way Seputih Komp. Pengairan, Jakarta (021 5637453), Fay Nursery, Griya Depok Asri, Jl. Tole Iskandar, Depok.

Noverita K. Waldan

Dari : tabloidnova.com

Tips Belanja Tanaman Hias Online

Dunia maya memang mempesona. Tinggal “klik”, Anda sudah dapat berjuta informasi. Parahnya, kecanggihan teknologi internet ini juga banyak dimanfaatkan sebagai ladang bisnis, tak terkecuali bisnis tanaman hias on line. Namun Anda jangan terkecoh, karena banyak penipuan di bisnis ini.

Bisnis tanaman hias di Tanah Air memang sedang booming. Banyak nurseri bermunculan, mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Ditambah, berbagai even tanaman hias marak digelar di berbagai daerah, membuat masyarakat akhirnya ‘terkontaminasi’ dengan hobi tanaman hias.

Bahkan kecanggihan teknologi pun dimanfaatkan oleh beberapa pelaku bisnis tanaman hias untuk menawarkan barang dagangannya secara on line. Dengan janji bla, bla, dan bla, akhirnya bisnis ini pun mencuat ke permukaan menyaingi bisnis nurseri. Bila diamati di beberapa website bisnis tanaman hias on line, koleksi tanaman hias yang ditawarkan pun bervariasi. Ada anthurium seharga ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah, mulai bibitan, anakan hingga indukan. Ada adenium, sansevieria, euphorbia, anggrek, bonsai, pachypodium, stroberi, durian, dan masih banyak lagi.

Pebisnis on line balekembang.blogspot.com, Gusniar alias Bebenbegaul, mengatakan bisnis on line banyak untungnya. Salah satunya adalah bisnis on line tak perlu sewa tempat untuk membangun nurseri, untuk pembayaran websitenya hanya mengeluarkan sekitar Rp 1 juta setiap bulannya, dan tak perlu tempat luas untuk menata tanaman hias.

Beben mengaku, sudah tiga tahun lalu menekuni bisnis ini. Selama ini, konsumen yang sering ia tangani kebanyakan datang dari Banjarmasin, Lombok, Aceh, Palembang, Bekasi, dan Bandung.

“Kami melayani pemesanan secara grosir dan eceran. Hanya kesulitan kami adalah ketika ada konsumen yang komplain, karena pengiriman barang terlambat datang ke kotanya,” ujar Beben. “Pengiriman kan lewat jasa kurir atau distribusi. Jadi, kita tak tahu kendala yang janjinya on time, tapi ternyata molor dari hari yang ditentukan. Klaim dari konsumen masalah keterlambatan di luar jangkauan kita, karena menyangkut kondisi tanaman di tempat konsumen,” lanjutnya.

Komplain itu menurutnya wajar, karena biaya pengiriman barang ditanggung pembeli. Apabila ada konsumen yang memesan barangnya hanya satu jenis, ia pun tetap melayani, selama harga yang ditawarkan disetujui pembeli. Namun pembeli sebelumnya diberi pengertian bila sampai di lokasi barangnya ada kerusakan, itu karena biasanya ada spek khusus, namanya kirim jauh, barang darinya bagus, tapi kalau di kargonya dibanting-banting, maka pembeli tak boleh komplain. Jadi, tentunya konsumen sudah tahu resikonya.

“Bila dihitung-hitung, bisnis on line dengan nurseri keuntungannya hampir sama. On line kan hanya mempermudah sarana komunikasi dengan konsumen atau calon konsumen,” kata Beben.

Hindari Penipuan

Fenomena maraknya bisnis ini, membuat beberapa orang berpikir jahat, dengan membuat website palsu untuk menipu konsumen. Beben punya trik khusus untuk mengantisipasi hal ini, yaitu cek keberadaan nurserinya, agar kita tahu seperti apa kondisi nurseri dan produk tanamannya.

Sementara Ahita Teguh Susilo dari petanibunga.com mengatakan, konsumen sebaiknya jangan mudah terpesona dengan kehebatan atau kecanggihan websitenya. Itu bisa mengecoh. Lokasi penjual juga tak kalah penting. Jangan hanya karena harga barang yang ditawarkan murah atau penjualnya ramah, Anda melupakan domisilinya.

Website bagus, tak identik dengan bisa dipercaya. Siapa pun bisa membuat website bagus. Paling membuat aman, jika si penjual tanaman ada di internet itu atau dia punya situs sendiri, seperti http://www, bla, bla.com. Bukan menggunakan situs gratisan, seperti geocities. Sebab, bukan tak mungkin dia tiba-tiba bisa kabur meninggalkan situsnya atau kalaupun tidak, situs itu sendiri bisa saja tiba-tiba hilang (meninggalkan pemiliknya beserta kita), karena diblokir.

Nama, alamat, dan nomer telepon si penjual harus jelas. Nomor ponsel saja masih bisa mengecoh, apalagi jika dia menggunakan ponsel pra bayar. Bayangkan bila baik disengaja maupun tidak, dia tak bisa lagi dihubungi hanya karena katanya dia telah mengganti nomor ponselnya. Paling ideal, dia mencatumkan nomer telepon rumah, kantor atau paling sedikit nomer fax yang tak mudah digonta-ganti nomernya.

Dia harus mudah dihubungi. Sedikitnya dia memiliki beberapa nomer telepon yang bisa dihubungi atau ada alamat email. Syukur-syukur dia juga punya alamat Yahoo Messenger (YM) yang selalu on line. Jika ragu, Anda bisa menelepon atau berkirim SMS dulu. Dari itu, sedikitnya Anda bisa tahu sikap salesmanship dan kadar profesionalitasnya sebelum Anda menyimpulkan dia bisa dipercaya.

Tak kalah penting, si penjual harus memiliki kebun, nurseri, showroom/shop atau sedikitnya punya komoditi yang ditawarkan. Adalah buang waktu saja bila kita berurusan dengan makelar atau calo-calo tanaman. Mereka umumnya petualang. Bagaimana cara mengetahuinya? Anda bisa menyuruh rekan atau kenalan Anda di kota si penjual untuk menyelidikinya.

Lokasi penjual tak kalah penting. Jangan hanya karena harga barang yang ditawarkan murah atau penjualnya ramah, Anda melupakan domisilinya. Kalau si penjual tinggal di pelosok yang jauh dari bandara atau dari pusat keberadaan jasa ekspedisi, bisa dipastikan, tanaman yang bakal Anda terima akan runyam. Jelas tanaman dapat diramalkan akan lama di perjalanan, karena tanaman harus singgah beberapa kali transit. [ary]

Buat Banyak Link

Strategi membuat banyak website untuk memperbanyak pasar dilakukan oleh Teguh sejak tahun 2003. Awalnya ia membuat toekangkeboen.com. Selanjutnya tahun 2005, dibuat toekangboenga.com untuk penjualan adenium dan melepas toekangkeboen.com pada rekan. Sementara untuk produk lainnya, seperti aglaonema, anthurium, dan philodendron dibuka – daoenbagoes.com. Sementara untuk pupuk dikembangkan web baru, yaitu tokopupuk.com.

“Strategi kami boleh membeli dalam bentuk satuan,” tandas Teguh. “Ternyata tanggapannya baik. Sebab, dengan harga Rp 10 ribu pesanan bisa dilayani. Memang kesulitannya tetap pada kepercayaan konsumen untuk membeli secara on line. Namun pembeli yang semula ragu percaya ketika barang pesanan datang,” tambahnya yang juga mengelola petanibunga.com.

Selain itu, strategi yang diambil dengan memasang harga murah. Artinya, margin keuntungan ditekan seminim mungkin. Contohnya, untuk aglonema yang dibeli Rp 150 ribu akan dijual tak lebih dari Rp 170 ribu. Angka ini memang kecil, karena resikonya barang mati tetap ada yang tentunya menurunkan keuntungan.

 

Operasionalnya sendiri saat ini ia sudah mempersiapkan 2 karyawan khusus menerima pesanan dan 3 ponsel untuk menjawab sms atau telepon yang masuk. Namun sayang hingga saat ini pesanan hanya bisa dilayani selama jam kerja. Padahal idealnya, harus siap 24 jam dan itu sedang ia persiapkan ke depannya.

Pengiriman jadi Masalah Utama

Kendala yang muncul untuk bisnis ini adalah proses pengiriman yang sering mengalami masalah. Salah satunya adalah lama pengiriman, terutama untuk wilayah Timur, seperti Papua. Ke Papua bisa 1 minggu baru sampai. Selain itu, brokrasi karantina juga sedikit banyak mempengaruhi, karena harus ada sampel/contoh yang diambil dan itu tentu mengurangi keuntungan.

Dalam kasus yang sama, beberapa pebisnis on line memilih melakukan kerjasama langsung dengan perusahaan kargo, seperti yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan Kandi dari indonursery.com yang mempunyai kebun di Bogor, sehingga proses pengiriman yang dilakukan jauh lebih mudah. Sebab, sudah ada kerjasama dengan pihak pengiriman.

“Sedangkan untuk pembayaran, kami gunakan transfer rekening bank untuk lebih mudahnya,” imbuh Ahmad.

Tren tanaman yang dipesan bervariasi, tapi selama tahun 2007 dominasi pengiriman ada pada jenis adenium di awal tahun. Selanjutnya masuk pertengahan tahun aglaonema mulai banyak dicari dan di akhir tahun anthurium punya volume yang dominan, terutama untuk jenis jenmanii dan gelombang cinta. [wo2k]

http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/03/15/tips-belanja-tanaman-hias-on-line-2/

Mudahnya Perbanyak Puring

Puring yang saat ini mulai diperhitungkan sebagai tanaman hias yang punya potensi dan penggemar yang luas ternyata mampu melakukan perbanyakan dengan mudah. Dari batang keras yang dimiliki, metode stek dan cangkok menjadi yang paling mudah untuk dilakukan. Selain punya waktu yang relatif singkat hasil perbanyakan juga 100 % sama dengan indukan.Tanaman hias dengan batang keras seperti halnya puring memang bisa tumbuh dengan mengandalkan penyerubukan alami. Namun butuh waktu yang cukup lama dan juga biji yang dihasilkan tidak bisa stabil kadang banyak dan sedikit. Dan yang utama hasil anakan dari biji punya kemungkinan besar tidak sama dengan indukan

Dari model penyerbukan normal yang butuh waktu lebih lama lama ini sekarang banyak ditinggalkan oleh petani dan juga pengusaha tanaman hias. Pasalnya semakin lama perbanyakan tentu semakin lama keuntungan yang bisa diambil. Jadi cara tercepat dan teraman yang akan diambil dengan model cangkok maupun stek.

Cara kerja stek maupun cangkok sebenarnya adalah menumbuhkan akar sebagai serapan nutrisi pada bagian yang diinginkan. Metode ini hampir semua tanaman yang mempunyai batang keras atau berkayu bisa melakukannya namun dengan karakter yang berbeda.

Agus Choliq Pemilik Krokot Nursery yang mengkoleksi puring mengakui menggunakan metode stek dan cangkok dalam melakukan perbanyakan tanamannya. Sedangkan untuk penyerbukan alami dirinya melakukan hanya untuk proses penyilangan. Harapannya bisa menghasilkan satu jenis baru yang baik. Dengan naiknya pamor puring saat ini otomatis proses perbanyakan harus lebih cepat dan evisien sebagai konsekuensi permintaan pasar yang meningkat.

Puring yang mempunyai batang keras mempunyai karakter yang berbeda dengan tanaman lainnya dengan karakter batang lunak. Bila di sejajarkan maka perbanyakan puring sama dengan tanaman yang sering kita lihat di sekitar kita dan yang paling mudah di dapatkan adalah tanaman buah. Berikut kami berikan dua alternatif tips dan trik perbanyakan puring.

Metode Stek Lebih Cepat

Metode stek merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sebab tidak perlu persiapan yang panjang selain itu alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.

1. Siapkan peralatan yang terdiri dari gunting tanaman, pisau, plastik penutup, tali plastik, pot dan media tanam.

2. Siapkan media tanam dengan campuran pasir, dengan humus bambu.

3. Pilih batang puring yang sudah terlihat tua untuk dipotong. Cirinya cukup mudah perhatikan kulit bila sudah berwarna cokelat seperti kulit kayu berarti batang sudah siap di stek.

4. Potong dengan menggunakan gunting tanaman yang sudah dibersihkan. Hindari pengunaan pisau sebab batang punya struktur yang keras dan mengandung kayu.

5. Setelah terpisah jangan lupa untuk untuk menutup luka di pohon indukan dengan fungisida.

6. Bila daun terlihat rimbun potong di bagian bawah dengan menyisakan sekitar 5-7 daun. Tujuannya untuk mengurangi penguapan yang harus di jaga selama proses stek.

7. Ikat sisa daun mengarah keatas dan tutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan.

8. Rendam potongan bawah dalam larutan perangsang akar sekitar 15-20 menit.

9. Masukkan dalam media tanam dengan urutan stylofoam/gabus bisa juga dengan menggunakan pecahan genting, selanjutnya masukkan pasir hingga setengah pot. Setelah itu masukkan potongan stek.

10. Lapisan atas gunakan campuran pasir dengan humus bambu hingga penuh.

11. Tekan media tanam hingga batang bisa berdiri tegak.

12. Siram media tanam dengan menggunakan sisa air perangsang akar

13. Tempatkan ditempat teduh.

Tanda berhasilnya proses stek bisa dilihat dari kondisi daun selama satu hingga dua minggu. Bila terlihat tetap segar bahkan tumbuh tunas baru berarti stek berhasil dan tutup plastik bisa dilepas. Cara stek ini mempunyai kelebihan cepat dan mudah namun keberhasilan proses ini masih mempunyai keberhasilan hingga 90%. Jadi masih ada kemungkinan 10 persen tidak berhasil.

Untuk meminimalkan kegagalan usahakan saat melakukan pemotongan stek dipastikan pohon dalam keadaan sehat. Selain itu batang juga harus sudah tua supaya pertumbuhan akar bisa maksimal. Yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kelembaban dengan menempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Cara Cangkok Lebih Aman

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan cangkok. Cara ini punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek sebab akar di rangsang sebelum batang di potong. Namun beberapa nursery menganggap cara ini jauh lebih merepotkan.

1. Pilih batang yang sudah tua dengan warna cokelat. Usahkan batang yang dipilih lebih tua dari metode stek

2. Siapkan pisau tajam, plastik, media tanam, dan tali plastik.

3. Kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok.

4. Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik

5. Lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara

6. Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman jadi jaga agar tidak kering

7. Bila akar sudah terlihat lepas media tanam dan potong batang.

8. Masukan dalam pot urutan sama dengan model stek.
Metode cangkok ini lebih aman sebab saat dipisah dari indukan batang sudah mempunyai akar sehingga yang harus dijaga adalah kandungan nutrisinya. Namun cangkok memang punya waktu lebih lama dan batang yang dipilih harus lebih tua dari metode stek. (bayu)

Dari : http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/02/20/mudahnya-perbanyak-puring/

 

Tips Memulai Bisnis dari Hobi

Hobi adalah cara tepat untuk memulai bisnis. Mengapa? Karena menggabungkan antara kesenangan, minat dan bakat. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terbebani saat bekerja atau membangun bisnis. Seolah-olah Anda melakukannya sambil bermain. Bukan itu saja, jika itu adalah hobi, maka pasti Anda sudah tahu seluk-beluknya bahkan sampai detil. Misalnya saja Anda hobi merawat tanaman. Pasti Anda tahu di mana mendapatkan bibit yang baik, tempat membeli pupuk, media dan bahan penunjang lainnya dengan harga murah dan cara perawatan dan budidaya tanaman. Mungkin juga Anda sudah bergabung dengan komunitas hobiis yang sama. Ini mempermudah Anda memperoleh informasi dan relasi.

Lalu, bagaimana untuk memulai bisnis dari hobi ini? Sebenarnya hampir sama dengan memulai suatu bisnis baru. Bedanya, Anda sudah punya basis pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang memadai. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah:

1. Tekuni Hobi Anda
‘Practice makes perfect’ . Jika selama ini Anda melakukan hobi karena untuk mengisi waktu luang atau iseng, mulai kini Anda harus tekun berlatih. Jangan lupa praktik langsung dari semua teori yang sudah Anda pelajari. Dengan terus berlatih, kemampuan Anda akan meningkat dan Anda mampu menghasilkan produk terbaik. Ini tentu akan menaikkan nilai jualnya.

2. Tambah pengetahuan Anda
Tidak cukup jika mengandalkan pengalaman. Anda perlu menambah pengetahuan melalui kursus, seminar atau pelatihan yang berkaitan dengan hobi. Lewat aktivitas semacam itu, Anda akan memperoleh pengetahuan serta sertifikat yang bisa menaikkan personal branding dan prestise. Ini akan menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Tak ada salahnya membaca buku, majalah, internet atau media lain untuk meningkatkan pengetahuan Anda. Dengan mengikuti milis (mailling list) sesuai hobi, Anda bahkan bisa memperoleh tambahan wawasan. Bisa jadi malah ketemu ahlinya langsung. Tentunya ini sangat bermanfaat.

3. Belajar dari Ahlinya
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Tidak perlu pengalaman itu Anda alami sendiri. Anda bisa menimba pengalaman dari pelaku bisnis yang telah sukses. Misalnya belajar dari pengusaha tanaman hias yang telah sukses. Atau belajar dari dosen peneliti yang mumpuni. Belajar langsung dengan para pakar dan orang yang sukses menjalankan hobi sesuai yang Anda tekuni, akan meningkatkan kemampuan Anda. Ini adalah cara terbaik untuk menghasilkan sebuah produk yang bagus dan kompetitif baik dari segi kualitas maupun harga. Bahkan Anda bisa mengukur kemampuan dan hasil karya Anda.

4. Pasarkan produk Anda
Jika produk Anda sudah siap, segera pasarkan. Untuk tahap awal, bisa ditawarkan ke komunitas yang Anda ikuti. Atau ke lingkungan terdekat seperti tetangga dan saudara. Keuntungannya, Anda bisa meminta masukan tentang produk Anda, dan memperbaikinya sebelum disebarluaskan. Jika respon mereka bagus, Anda bisa mencoba menawarkan ke toko-toko. Hanya saja, beberapa jenis toko hanya mau menerima barang dari suplier tertentu.
Atau kalau tidak, mereka memberikan syarat tertentu, semisal jumlah minimal item barang, kontinuitas pasokan, potongan harga, dll.
Jika produk Anda unik dan tidak pasaran, lebih baik melakukan pemasaran online. Selain murah, Anda bisa menjangkau konsumen yang tepat.

5. Jangan lupa: Promosi!
Pemasaran yang baik perlu ditunjang dengan promosi yang baik pula. Jangan malas untuk mempromosikan produk Anda. Promosi bisa dilakukan dengan banyak cara. Jika ingin gratis, bisa lewat situs iklan gratisan. Atau beriklan di milis-milis. Jika ingin promosi secara personal, bisa dengan membagikan sampel kepada calon pembeli kita. Memberi bonus pada jumlah pembelian tertentu juga bagus untuk promosi. Umumnya bila pelanggan puas, mereka akan bercerita kepada orang lain.

Yang perlu dicatat pula, sebelum benar-benar terjun ke bisnis, Anda tetap perlu melakukan riset pasar dan membuat business plan meskipun secara sederhana. Ini untuk menghindari terbuangnya tenaga, waktu dan biaya. Selain itu, Anda jadi tahu dari beberapa hobi yang Anda punya, hobi mana yang bisa dijadikan usaha. Jadi, sudah siapkah hobi Anda dibisniskan?

Salam sukses!

Dessy Danarti, penulis buku “Dari Hobi menjadi Hoki” (Andi, 2005)