Tips Belanja Tanaman Hias Online

Dunia maya memang mempesona. Tinggal “klik”, Anda sudah dapat berjuta informasi. Parahnya, kecanggihan teknologi internet ini juga banyak dimanfaatkan sebagai ladang bisnis, tak terkecuali bisnis tanaman hias on line. Namun Anda jangan terkecoh, karena banyak penipuan di bisnis ini.

Bisnis tanaman hias di Tanah Air memang sedang booming. Banyak nurseri bermunculan, mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Ditambah, berbagai even tanaman hias marak digelar di berbagai daerah, membuat masyarakat akhirnya ‘terkontaminasi’ dengan hobi tanaman hias.

Bahkan kecanggihan teknologi pun dimanfaatkan oleh beberapa pelaku bisnis tanaman hias untuk menawarkan barang dagangannya secara on line. Dengan janji bla, bla, dan bla, akhirnya bisnis ini pun mencuat ke permukaan menyaingi bisnis nurseri. Bila diamati di beberapa website bisnis tanaman hias on line, koleksi tanaman hias yang ditawarkan pun bervariasi. Ada anthurium seharga ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah, mulai bibitan, anakan hingga indukan. Ada adenium, sansevieria, euphorbia, anggrek, bonsai, pachypodium, stroberi, durian, dan masih banyak lagi.

Pebisnis on line balekembang.blogspot.com, Gusniar alias Bebenbegaul, mengatakan bisnis on line banyak untungnya. Salah satunya adalah bisnis on line tak perlu sewa tempat untuk membangun nurseri, untuk pembayaran websitenya hanya mengeluarkan sekitar Rp 1 juta setiap bulannya, dan tak perlu tempat luas untuk menata tanaman hias.

Beben mengaku, sudah tiga tahun lalu menekuni bisnis ini. Selama ini, konsumen yang sering ia tangani kebanyakan datang dari Banjarmasin, Lombok, Aceh, Palembang, Bekasi, dan Bandung.

“Kami melayani pemesanan secara grosir dan eceran. Hanya kesulitan kami adalah ketika ada konsumen yang komplain, karena pengiriman barang terlambat datang ke kotanya,” ujar Beben. “Pengiriman kan lewat jasa kurir atau distribusi. Jadi, kita tak tahu kendala yang janjinya on time, tapi ternyata molor dari hari yang ditentukan. Klaim dari konsumen masalah keterlambatan di luar jangkauan kita, karena menyangkut kondisi tanaman di tempat konsumen,” lanjutnya.

Komplain itu menurutnya wajar, karena biaya pengiriman barang ditanggung pembeli. Apabila ada konsumen yang memesan barangnya hanya satu jenis, ia pun tetap melayani, selama harga yang ditawarkan disetujui pembeli. Namun pembeli sebelumnya diberi pengertian bila sampai di lokasi barangnya ada kerusakan, itu karena biasanya ada spek khusus, namanya kirim jauh, barang darinya bagus, tapi kalau di kargonya dibanting-banting, maka pembeli tak boleh komplain. Jadi, tentunya konsumen sudah tahu resikonya.

“Bila dihitung-hitung, bisnis on line dengan nurseri keuntungannya hampir sama. On line kan hanya mempermudah sarana komunikasi dengan konsumen atau calon konsumen,” kata Beben.

Hindari Penipuan

Fenomena maraknya bisnis ini, membuat beberapa orang berpikir jahat, dengan membuat website palsu untuk menipu konsumen. Beben punya trik khusus untuk mengantisipasi hal ini, yaitu cek keberadaan nurserinya, agar kita tahu seperti apa kondisi nurseri dan produk tanamannya.

Sementara Ahita Teguh Susilo dari petanibunga.com mengatakan, konsumen sebaiknya jangan mudah terpesona dengan kehebatan atau kecanggihan websitenya. Itu bisa mengecoh. Lokasi penjual juga tak kalah penting. Jangan hanya karena harga barang yang ditawarkan murah atau penjualnya ramah, Anda melupakan domisilinya.

Website bagus, tak identik dengan bisa dipercaya. Siapa pun bisa membuat website bagus. Paling membuat aman, jika si penjual tanaman ada di internet itu atau dia punya situs sendiri, seperti http://www, bla, bla.com. Bukan menggunakan situs gratisan, seperti geocities. Sebab, bukan tak mungkin dia tiba-tiba bisa kabur meninggalkan situsnya atau kalaupun tidak, situs itu sendiri bisa saja tiba-tiba hilang (meninggalkan pemiliknya beserta kita), karena diblokir.

Nama, alamat, dan nomer telepon si penjual harus jelas. Nomor ponsel saja masih bisa mengecoh, apalagi jika dia menggunakan ponsel pra bayar. Bayangkan bila baik disengaja maupun tidak, dia tak bisa lagi dihubungi hanya karena katanya dia telah mengganti nomor ponselnya. Paling ideal, dia mencatumkan nomer telepon rumah, kantor atau paling sedikit nomer fax yang tak mudah digonta-ganti nomernya.

Dia harus mudah dihubungi. Sedikitnya dia memiliki beberapa nomer telepon yang bisa dihubungi atau ada alamat email. Syukur-syukur dia juga punya alamat Yahoo Messenger (YM) yang selalu on line. Jika ragu, Anda bisa menelepon atau berkirim SMS dulu. Dari itu, sedikitnya Anda bisa tahu sikap salesmanship dan kadar profesionalitasnya sebelum Anda menyimpulkan dia bisa dipercaya.

Tak kalah penting, si penjual harus memiliki kebun, nurseri, showroom/shop atau sedikitnya punya komoditi yang ditawarkan. Adalah buang waktu saja bila kita berurusan dengan makelar atau calo-calo tanaman. Mereka umumnya petualang. Bagaimana cara mengetahuinya? Anda bisa menyuruh rekan atau kenalan Anda di kota si penjual untuk menyelidikinya.

Lokasi penjual tak kalah penting. Jangan hanya karena harga barang yang ditawarkan murah atau penjualnya ramah, Anda melupakan domisilinya. Kalau si penjual tinggal di pelosok yang jauh dari bandara atau dari pusat keberadaan jasa ekspedisi, bisa dipastikan, tanaman yang bakal Anda terima akan runyam. Jelas tanaman dapat diramalkan akan lama di perjalanan, karena tanaman harus singgah beberapa kali transit. [ary]

Buat Banyak Link

Strategi membuat banyak website untuk memperbanyak pasar dilakukan oleh Teguh sejak tahun 2003. Awalnya ia membuat toekangkeboen.com. Selanjutnya tahun 2005, dibuat toekangboenga.com untuk penjualan adenium dan melepas toekangkeboen.com pada rekan. Sementara untuk produk lainnya, seperti aglaonema, anthurium, dan philodendron dibuka – daoenbagoes.com. Sementara untuk pupuk dikembangkan web baru, yaitu tokopupuk.com.

“Strategi kami boleh membeli dalam bentuk satuan,” tandas Teguh. “Ternyata tanggapannya baik. Sebab, dengan harga Rp 10 ribu pesanan bisa dilayani. Memang kesulitannya tetap pada kepercayaan konsumen untuk membeli secara on line. Namun pembeli yang semula ragu percaya ketika barang pesanan datang,” tambahnya yang juga mengelola petanibunga.com.

Selain itu, strategi yang diambil dengan memasang harga murah. Artinya, margin keuntungan ditekan seminim mungkin. Contohnya, untuk aglonema yang dibeli Rp 150 ribu akan dijual tak lebih dari Rp 170 ribu. Angka ini memang kecil, karena resikonya barang mati tetap ada yang tentunya menurunkan keuntungan.

 

Operasionalnya sendiri saat ini ia sudah mempersiapkan 2 karyawan khusus menerima pesanan dan 3 ponsel untuk menjawab sms atau telepon yang masuk. Namun sayang hingga saat ini pesanan hanya bisa dilayani selama jam kerja. Padahal idealnya, harus siap 24 jam dan itu sedang ia persiapkan ke depannya.

Pengiriman jadi Masalah Utama

Kendala yang muncul untuk bisnis ini adalah proses pengiriman yang sering mengalami masalah. Salah satunya adalah lama pengiriman, terutama untuk wilayah Timur, seperti Papua. Ke Papua bisa 1 minggu baru sampai. Selain itu, brokrasi karantina juga sedikit banyak mempengaruhi, karena harus ada sampel/contoh yang diambil dan itu tentu mengurangi keuntungan.

Dalam kasus yang sama, beberapa pebisnis on line memilih melakukan kerjasama langsung dengan perusahaan kargo, seperti yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan Kandi dari indonursery.com yang mempunyai kebun di Bogor, sehingga proses pengiriman yang dilakukan jauh lebih mudah. Sebab, sudah ada kerjasama dengan pihak pengiriman.

“Sedangkan untuk pembayaran, kami gunakan transfer rekening bank untuk lebih mudahnya,” imbuh Ahmad.

Tren tanaman yang dipesan bervariasi, tapi selama tahun 2007 dominasi pengiriman ada pada jenis adenium di awal tahun. Selanjutnya masuk pertengahan tahun aglaonema mulai banyak dicari dan di akhir tahun anthurium punya volume yang dominan, terutama untuk jenis jenmanii dan gelombang cinta. [wo2k]

http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/03/15/tips-belanja-tanaman-hias-on-line-2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s