Waspadai serangan hama

Seperti tanaman hias lain pada umumnya, penampilan puring yang cantik dan eksotik juga bisa rusak gara-gara serangan sejumlah hama dan penyakit. Menurut Budi Purwanto dari Budi Nursery Solo, hama tanaman puring yang perlu diwaspadai antara lain semut dan kutu putih.
 
Seperti tanaman hias lain pada umumnya, penampilan puring yang cantik dan eksotik juga bisa rusak gara-gara serangan sejumlah hama dan penyakit. Menurut Budi Purwanto dari Budi Nursery Solo, hama tanaman puring yang perlu diwaspadai antara lain semut dan kutu putih. Untuk membasminya, lanjut dia, diperlukan pengamatan yang teliti terhadap kondisi kesehatannya dan melakukan penyemprotan dengan pembasmi serangga. Agar penampilan puring tetap menawan, beberapa syarat yang harus diperhatikan antara lain:
1. Syarat media tumbuh.
Media tumbuh yang baik harus mampu mengikat dan menyimpan air dan hara dengan baik, memiliki sistem sanitasi, aerasi dan drainase yang baik, sehingga tidak menjadi sumber penyakit dan bersifat tahan lama. Jangan sampai kondisi media tanam tersebut terlalu lembab.
Komposisi media tumbuh puring bisa terdiri atas tanah merah, humus daun, sekam bakar, pupuk kandang dan bambu.
2. Penyiraman.
Puring akan tumbuh baik bila kebutuhan air tercukupi. Penyiraman dilakukan satu kali sehari, pagi atau sore jika kondisi panas, atau dua hari sekali jika kondisi hujan, atau jangan disiram jika kondisi media masih basah. Kelebihan air bisa menyebabkan akar busuk yang ditandai dengan rontoknya daun-daun muda.
3. Pencahayaan. Cahaya dianggap mampu membuat warna puring menjadi lebih cerah. Puring yang kurang cahaya warnanya akan memudar. Oleh karena itu, ada baiknya pemilik tanaman memenuhi kebutuhan tanaman ini akan cahaya matahari secukupnya. Bila puring dijadikan tanaman hias indoor, setiap sepekan sekali puring dikeluarkan agar kebutuhan akan panas atau cahaya matahari bisa tercukupi.
4. Pemupukan.
Pemupukan bisa dilakukan melalui akar atau daun, setiap tiga bulan sekali. Pemupukan melalui akar dengan cara disiram atau ditabur di atas media sedangkan pemupukan melalui daun dengan penyemprotan. Dosis yang digunakan disesuaikan dengan jenis pupuk. Saat melakukan pemupukan, ada baiknya juga disertai dengan penggantian media tanam. o – sry

Dari : solopos.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s