ADENIUM SENI MEMELIHARA DAN MENIKMATI ADENIUM

Sering kita baca Artikel merawat adenium dari segi ilmu tumbuh-tumbuhan dan ilmu dagang saja. Mencoba mengetahui dan memahami si adenium sebagai tanaman hias semata, bagaimana dia makan, minum, sakit dan tidur selain itu juga sering kita liat bagaimana hitung-hitungan dan starategi dagangnya yang sering bikin ribut di berbagai forum dan milis. Padahal dalam perkembangannya aktivitas terkait si adenium tadi sudah melampaui batasannya sebagai tanaman hias, sehingga banyak pakar tanaman dan pakar dagang yang tidak mampu lagi menjelaskan dengan bahasanya, mengingat fenomenanya sudah melebar melampaui batas bahasan seputar tanaman hias dan komersial, yang cenderung menjurus kearah seni dan gaya hidup (life style)

kontes adenium
Suasana Kontes, keunikan individu berkat perawatan & training maksimal.

Berbedanya fenomena adenium dibandingkan tanaman hias lain yang sebegitu-begitu saja, mengakibatkan dalam perkembangannya yang terkini, membuat penggemar adenium menjadi tidak mengerti dengan bahasa yang disajikan di forum, pertemuan deelel, karena terlalu ilmiah, terlalu pohon sentris, bahasa tumbuh-tumbuhan semata atau terlalu menganggapnya sebagai tambang keuangan penghasil keuntungan saja. Penghobby sekarang ingin bicara seni memelihara adenium dan upaya menikmatinya. Mengingat banyaknya permintaan untuk mengulasnya, berikut ini akan dicoba dipaparkan pendekatan pemeliharaan adenium dari kacamata kehidupan dan seni, cara menikmati adenium dalam hidup kita.

Adenium Bukan Tanaman Hias Biasa.

Seperti dipaparkan diatas, yang terpenting dalam seni ini adalah memahami bahwa memelihara adenium berbeda dari tanaman hias lain. Setiap adenium adalah unik dan memiliki kelebihan, keindahan sekaligus kekurangannya masing-masing. “Tidak ada dua adenium yang sama baik bentuk dan pencapaian formnya”. Memelihara adenium berarti menggali potensi yang dimiliki dan berusaha memperindahnya, baik bonggol ataupun cabang dan banyak aspek lain. Memelihara 100 adenium berarti kita harus memahami 100 karakter yang unik. Berbeda dengan “tanaman hias biasa ” memelihara 100 tanaman hias sejenis, hanya berbeda di jumlah saja.

Miliki Visi

Kita jarang memiliki visi dalam hidup kita. semua seperti air mengalir. Suatu saat tertentu lancar, tetapi sering kali justru seret airnya bahkan terkadang banjir masalah. Jarang kita merencanakan hidup kita, sehingga ketika terjadi permasalahan kita kalang kabut untuk menyelesaikan, karena tidak siap dengan langkah-langkah pemecahannya. Kita sering bermimpi dan memiliki cita-cita tetapi kurang dalam perencanaan dan action plan.

Demikian juga dengan adenium, dalam seni merawat adenium, visi sangatlah penting. Visi terkadang diperoleh dari inspirasi atau didapat dari melihat contoh terbaik yang ada, yang dapat dijadikan panutan. Tetapi perlu diingat, visi juga harus membumi, disesuaikan dengan kondisi yang dimiliki. kalau perlu disesuaikan dengan kajian SWOT, berdasarkan apa kelebihan yang dimiliki, Kelemahannya, Kesempatan dan peluang yang mungkin muncul disamping resiko-resiko dan ancaman didalam melakukan suatu tindakan pemeliharaan. Kita dapat kemudian membayangkan dan merencanakan tahapan pembentukannya, dan juga harapan seandainya muncul akar baru atau tunas baru ditempat yang diinginkan sehingga visi kita suatu saat akan menjadi kenyataan. Atau jika tidak terwujud harapan yang diangankan, kita sudah mempersiapkan dengan model baru sesuai rencana cadangan, ataupun lebih bisa menerima hasil yang tidaks esuai angan.

Meskipun pada akhirnya semuanya akan berbeda dari visi yang dimiliki, paling tidak akan memudahkan kita karena dengan visi kita dapat menyusun perencanaan yang kuat dan terarah. Setidaknya setiap hari kita akan selalu terhibur dengan bayangan visi dan menggantungkan harapan kita meskipun masih dalam proses, yang membuat kita selalu optimis dalam hidup kita. Dalam menetapkan visi, kita menggantungkan cita-cita setinggi langit bukan setinggi langit-langit.

Menyadari Potensi dan Kekurangan

Yang pertama harus dipahami untuk menyadari potensi yang dimiliki bonggol adenium kita, tetapi pada saat yang sama juga akan terdapat banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki, baik dari segi form, dari segi proporsi bonggol akar, percabangan, simetri bentuk, dll. Sehingga kita dapat secara obyektif memutuskan apakah tanaman ini akan diproses atau ditanam kembali menunggu saat yang tepat untuk dapat dipose/ tampilkan.
adenium bonggol
Adenium dengan potensi minimal pun dapat tampil maksimal.

Pemaksaan untuk mengimplementasikan bentuk tertentu (lihat bonggi ) yang tidak sesuai dengan bentuk dasar pohon hanya akan memunculkan persoalan dan keruwetan berpikir setelahnya, dengan hasil yang tidak akan pernah maksimal dan kekecewaan dibelakang akibat tindakan yang terlanjur diterapkan. Training ataupun trick yang dilakukan pada si adenium sejak dini, lebih pada upaya untuk memunculkan dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya di masa yang akan datang.

Atur Perencanaan dan Strategi Melaksanakannya.

Berdasarkan visi yang dimiliki, dalam memelihara adenium, kita dapat meerencanakan apa yang akan kita lakukan dan targetkan berdasarkan satuan waktu tertentu. Misalnya untuk tahap awal kita memacu perkembangannya, setelah itu dicanangkan waktu untuk menggrafting, jika dirasa percabangan dasar sudah terbentuk. Pemangkasan dan pembentukan arah dan pembentukan keseluruhan setelah bonggol ditata dapat disesuaikan kemudian. Proporsi dan memaksimalkan percabangan dapat dilakukan terakhir. Evaluasi terhadap disain yang dilakukan dapat juga dirubah kapan saja, sepanjang dilakukan dengan keputusan yang bulat dan pertimbangan yang matang.

Hal terpenting, jangan melakukan banyak hal pada saat yang bersamaan – suatu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula karena tidak sabar, sehingga dampak dari kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir. Jangan takut merubah rencana secara drastis, yang berbeda dari rencana awal, baik akibat kekurangan bonggol, percabangan atau potensi munculnya akar baru atau tunas baru yang lebih menjanjikan hasil maksimal. Tetapi juga jangan selalu merubah rencana, hanya setelah melihat contoh menarik yang kita lihat. Perlu diingat adenium selalu memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan bagi kita dengan kemunculan tunas baru ditempat yang memang diharapkan, kemunculan akar baru yang menyeimbangkan, ataupun hal-hal lain yang tidak terpikirkan. Alam selalu bekerja dengan jalannya sendiri. Banyak juga keberhasilan diperoleh dengan visi yang ditetapkan diawal, dan perencanaan matang secara bertahap, meskipun ditengah jalan berubah drastis akibat sesuatu dan lain hal, sepanjang terkontrol dengan baik.

Refleksi ke Alam

Didalam seni menata adenium kita harus selalu melakukan refleksi kealam. Baik sifat dasar si adenium, bentuk-bentuk alami yang ada dialam, proses alam yang mengakibatkan pembentukan misalnya terpaan angin yang memaksa arah pertumbuhan, gaya berat yang menekan kebawah memunculkan cengkeraman dan pertumbuhan cascade, naluri dalam proses mencari cahaya matahari dan makan, yang menunjukkan juluran dan liukan serta proporsi atau keseimbangan yang selalu dipertahankan secara alami.

Pembentukan cabang dan ranting dapat mengikuti bentukan yang sering kita lihat. Rekayasa diperbolehkan hanya untuk mengkoreksi dan memperbaiki proporsi. Kita tidak dapat memaksakan bentuk tertentu karena hanya mengakibatkan tampak terlalu dibuat-buat dan dengan sendirinya tidak sedap dipandang mata. Selalu terasa ada sesuatu yang salah dan terasa mengganggu didepan mata. Bentuk-bentuk adenium natural seperti di alam membawa ketenangan dan ketenteraman dari mata sampai kejiwa.

Jangan Merekayasa Berlebihan Hargai Naturalitas

Upaya memelihara dan mempercantik adenium, sebaiknya tidak direkayasa terlalu berlebihan dengan tujuan yang salah. misalnya : kita memaksa menambah percabangan yang tampak tidak alami, yang nantinya akan mengakibatkan pertumbuhan yang tidak seimbang. Keterpaksaan menambah cabang sebaiknya dilakukan dengan teknik yang canggih, dengan resiko akan gatot (gagal total ) jika hasilnya tidak sempurna dan terlihat dipaksakan.
arabicum
gambar diambil dari milis adeniumania

Sering juga kita lihat upaya training akar dengan memotong bonggol akar. Sebenarnya training akar bertujuan baik, untuk memaksa kembali si adenium mengeluarkan akar menyebar kesekeliling arah, sehingga nantinya setelah besar dan berbonggol akan diperoleh proporsi seimbang dan belitan yang maksimal. Tetapi salah kaprah terjadi, dimana training akar dimaksudkan agar akar menjulur radial kesegala penjuru arah dan dipaksa merayap diatas tanah. Hal ini tidak akan berlangsung lama, karena akarnya akan berbonggol dan membulat. Disamping itu bentuk dan besar bonggol tidak dapat dikontrol, sehingga bisa saja nantinya akar dikanan dan dikiri tidak sama besar. Sehingga upaya ini pada akhirnya akan sisa-sia saja. Hal ini lumrah dilakukan pada seni bonsai dimana akar tanaman tidak akan pernah berbonggol. Alam memiliki jalannya sendiri yang tidak dapat dipaksa.

Adenium Bukan Seni Kerajinan Tangan.

Perlu diingat yang dipentingkan adalah merawat untuk pembentukan. Memelihara adenium bukan seni kerajinan tangan (handycraft) juga bukan industri perakitan jadi jangan diukir, dibentuk, ditambahi mata rambut atau direkayasa ” don’t be a frankenstein – atau anda memang ingin menciptakan monster ?”. Sudah banyak barang buatan pabrik dan industri disekeliling kita, jadi jangan ditambah lagi. Hargai keindahan yang diberikan oleh alam (nature). Bentuklah dengan alami sehingga sedap dipandang mata. Hargai imajinasi didalam mengatur pose – layout sibonggol pada saat penanaman ataupun imajinasi penikmatnya untuk bermain-main dengan imajinasi mereka sendiri. Itulah hakikat dan nilai tertinggi dari seni. Jangan memaksakan atau membuat imajinasi menjadi realita paksaan. Gantungkan harapan anda setinggi langit, bukan setinggi langit-langit yang melegalkan segala macam upaya rekayasa. Kalau anda ingin bentuk patung apalagi yang berukir penuh ornamen dengan beragam bentuk, beli saja di Bali, harganya murah dan dijamin tidak busuk akar.

http://www.myadenium.com/artikel_lengkap.php?kd_art=8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s