Ekspor Tanaman Hias

Ekspor menjadi andalan devisa negara saat ini. Semua pihak dianjurkan untuk melakukan eskpor, termasuk juga sektor tanaman hias dan produk-produk hortikultura lainnya

Ekspor Tanaman Hias

Ekspor menjadi andalan devisa negara saat ini. Semua pihak dianjurkan untuk melakukan eskpor, termasuk juga sektor tanaman hias dan produk-produk hortikultura lainnya, seperti yang telah dilakukan oleh Grup Bapak Sadino (Kemfarm), Bapak Theo (Saung Mirwan), Ciputri dan Hasfarm. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melakukannya. Apalagi komoditas hortikultura yang banyak menghadapi kendala yang cukup kompleks.

Bapak Benny Tjia dalam pengantarnya di bulletin FFI (No. 8, 2002) mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan ekspor tanaman hias. Pertama, untuk melancarkan dan meningkatkan komoditas ekspor dalam bidang hortikultura dan tanamn hias diperlukan hal-hal yang dapat mendukung usaha tersebut, yaitu dengan bantuan dan tindak lanjut dari instansi pemerintah dan badan lainnya yang berkaitan dengan hal ini. Sebagai contoh, sampai saat ini masalah CITES tidak pernah dituntaskan, demikian juga masalah karantina.

Selain itu, dengan adanya otonomi daerah, pemungutan restribusi dan biaya-biaya lainnya mulai merajalela. Restribusi di pinggir jalan, restribusi masuk bandara, restribusi menurunkan barang-barang, belum lagi dengan adanya peraturan baru pungutan jasa bongkar serta pungutan-pungutan lainnya. Jalan-jalan sekunder yang sangat jarang bahkan tidak diperbaiki menyebabkan semakin tingginya biaya pemeliharaan sarana angkutan.

Diungkapkan juga permasalahan biaya air freight dari Indonesia oleh pihak penerbangan manapun memiliki tarif tertingi di Kawasan Pasifik ini. Maskapai penerbangan pemerintah (Garuda) juga tidak memberikan keringanan untuk membantu eksportir tanaman hias dan komoditas hortikultura lainnya disebabkan kuantitasnya tidak banyak dan mungkin juga ketidakkontinyuan komoditas.

Hal penting lainnya yang disoroti adalah masalah sumber daya manusia. Dapat dikatakan usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia tidak ada.

Memang tampaknya sekali lagi faktor kebijakan pemerintah sangat diperlukan dalam pengembangan tanaman hias dan komoditas hortikultura lainnya. Tanpa adanya usaha-usaha serta tindak lanjut dari pemerintah cita-cita untuk ekspor hanyalah menjadi slogan semata.

(Dikutip dari Bulletin Forum Florikultura Indonesia, No. 8 edisi Januari, Februari, Maret 2002)
Sumber: Bulletin FFI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s