MENATA ADENIUM ALA BONGGI KEBEBASAN TANPA BATAS

Banyak pertanyaan timbul terutama didalam mendisplay adenium yang dimiliki, baik oleh Hobbies ataupun kolektor. Kita lihat disekeliling kita ada yang lebih menonjolkan pada bonggolnya, ada yang mengkawati cabang-cabangnya sampai terpuntir-puntir. Bahkan ada yang lebih ekstrem mengukirnya membentuk naga, orang, mobil, dan berbagai macam bentuk kerajinan tangan lainnya, yang terlihat mulai menyimpang dari kaidah seni menata adenium dengan fakta dia adalah tanaman bukan kayu atau benda mati. 

BONGGI lahir pertama adalah untuk mengakomodasi kebutuhan banyak penghobby adenium didalam menata adeniumnya. Terutama mencari pedoman The Do and The Don’t – batasan normal didalam berkreasi. Saking kreatifnya orang-orang kita, seni menata adenium ini tampaknya murni lahir di Indonesia, sedangkan dibeberapa negara lain, entah karena jiwa seninya kurang atau memang penggemar adenium disana hanya pekebun dan tidak mengetahui potensi adenium sebagai barang seni – hanya sebatas tanaman hias, yang lebih mementingkan tanaman ini dari bunga saja, seni ini kurang dikenal dengan baik. Di Thailand tampaknya lebih jeli, mengingat arabicum tidak memiliki variasi bunga, maka untuk meningkatkan nilai komersialnya, seni ini diadaptasikan dengan lebih menekankan pada penataan arabicum saja.

Banyak yang kemudian bertanya seputar BONGGI, dan cenderung pesimis. Perlu ditekankan BONGGI sebenarnya lebih kearah seni menata adenium dalam pot. Kenapa harus ada BONGGI ? untuk memberikan pedoman menata adenium dalam pot. Mengingat menata adenium dalam pot oleh pakar dan penghobby di seluruh Dunia tidak dipertimbangkan sebagai tanaman yang layak di Bonsai. Mengingat sifat tanaman yang merupakan tanaman sukulen, akarnya yang cenderung membonggol, disamping alasan-alasan lain.

Apakah dengan Bonggi kita dapat memperoleh hasil yang baik ? Jawabannya : PASTI… untuk adenium BONGGI akan memberikan hasil maksimal. BONGGI akan memberikan arahan baku cara mendisplay bonggol dan juga dipadukan dengan tata cara pengaturan percabangan yang berlaku umum akan memberikan hasil maksimal. Bahkan untuk bahan baku yang memiliki potensi minim sekalipun. Pada artikel ini ini akan diberikan beberapa inspirasi menata Adenium ala BONGGI. Semoga Seni menata bonggol adenium dalam pot dapat terus berkembang, dengan arahan yang baik dan benar.

Didalam seni menata adenium ala BONGGI kita selalu dituntut untuk refleksi kealam. Baik sifat dasar si adenium, bentuk-bentuk alami yang ada dialam, proses alam yang mengakibatkan pembentukan misalnya terpaan angin yang memaksa arah pertumbuhan, gaya berat yang menekan kebawah memunculkan cengkeraman dan pertumbuhan cascade, naluri dalam proses mencari cahaya matahari dan makan, yang menunjukkan juluran dan liukan serta proporsi atau keseimbangan yang selalu dipertahankan secara alami.

Penataan adenium terutama dilakukan dengan mengedepankan potensi dan kekurangan bonggol adenium yang ada. Lihat seni menata adenium pada artikel 1. Dari segi keleluasaan pembentukan adenium obesum lebih adaptif didalam menerima berbagai gaya yang akan diimplementasikan. Adapun gaya-gaya penataan adenium, percabangan, diturunkan dari seni Bonsai – yang merupakan biangnya seni menata tanaman didalam Pot.

Siapa yang bisa melakukan ? Siapa saja bisa, tidak harus pakar atau yang ahli saja. Semua orang bisa mencoba dan mempelajarinya. Hobby menata bonggol adenium ini tidak mengenal batasan. kalau tidak berani mencoba pada adenium anda, buat saja illustrasinya menggunakan photoshop atau software design grafis lainnya. Dijamin anda akan ketagihan dengan BONGGI anda berkreasi bebas tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s