Panduan menanam rosella

(1) Habitat Rosella
Rosella dapat hidup di ketinggian 0-900m diatas permukaan laut. Rosella tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian 0-500m dpl. Pertumbuhan Rosella dapat optimal di kisaran 20-34 derajat celcius.

Rosella merupakan tanaman semusim, hanya mengalami satu kali masa produktif. Mesti dapat ditanam bersama tanaman palawija lain sebaiknya Rosella ditanam secara khusus tanpa diselingi tanaman lain untuk mengoptimalkan hasil panen.

(2) Media Tanam
a. Lahan Terbuka
Lahan dibuat alur/bedengan setinggi 15-20 cm. Tanah dapat diberi pupuk alami seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Jarak tanam diusahakan tidak berdekatan yaitu 1×1 m2. Rosella dapat tumbuh 2-3 meter dan tajuk 1-1,5 meter pada media tanah yang subur dengan kandungan zat hara yang cukup.
b. Polibag
Untuk lahan yang sempit/terbatas, bisa menggunakan polibag sebagai media tanam. Pohon akan tumbuh bergantung dari media tanam dan ruang yang tersedia. Media polibag bisa dijadikan media penyiapan benih hingga umur 1 bulan (15-20 cm).

(3) Penanaman
Untuk tanah yang subur dan mendapat sinar matahari yang optimal Rosella ditanam dengan jarak 1x1m. Tanah diberi kompos/pupuk kandang sebanyak 20 gram disekitar lubang tanam. Tinggi pohon Rosella dapat mencapai 2-3m dengan lebar tajuk 1-1,5m. Biji ditanam langsung sebanyak 1-2 biji tiap lubang tanam. Untuk lebih optimal biji dapat dibuat kecambah terlebih dahulu dengan merendamnya selama 1 hari kemudian ditutup kain atau kapas basah selama 1-2 hari. Hal ini untuk mencegah biji membusuk dilubang tanam atau dimakan serangga/semut.

(4) Panen dan Pasca Panen
Rosella mulai berbunga pada bulan ke-4 hingga ke-6. Sebenarnya bagian yg dimanfaatkan dari Rosella adalah kelopak bunganya yang berwarnah merah menyala. Bunga Rosella setelah mekar kelopaknya akan layu dan jatuh menyisakan kelopak yang kian hari kian memerah, kelopak ini dapat dipanen pada minggu ke 3-4 yang terlihat dengan maksimalnya bentuk dan ukuran kelopak (+/- 5-6 cm).
Kelopak Rosella harus dipetik dengan menggunakan gunting dibagian tangkai bunganya agar lebih mudah dan tidak merusak batang pohonnya. Bagian biji diambil dengan mengiris bagian belakang kelopak dan mendorong bagian bijinya dari arah belakang sehingga biji terpisah dari kelopaknya, kelopak kemudian dicuci bersih dan dijemur dengan sinar matahari selama 3 hari. Panen dilakukan secara bertahap setiap 2 minggu, panen dapat diulang hingga 4-5 kali.

(5) Penanganan Hama
Hama yang mudah menyerang Rosella adalah semut merah, belalang, ulat daun dan kutu putih. Untuk mengatasinya disemprot dengan pestisida alami yakni buah mengkudu busuk yang dicampur air dan disaring untuk menjauhkan dari semut dan belalang. Yang paling merugikan adalah virus akar yang dapat mematikan Rosella hingga daunnya menguning dan kemudian mati dalam beberapa hari, cara mengatasinya yakni dengan mencabut dan membakar seluruh tanaman agar tidak menular ke tanaman yang lain.

Selamat mencoba & semoga sukses !!!

One thought on “Panduan menanam rosella”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s