Tip Membeli Jenmani: Pilihlah Daun Tebal Serat Menonjol

Dengan semakin mahalnya harga bibitan Jenmanii, selayaknya perlu dilakukan sikap kehati-hatian dalam membeli bibitan apalagi untuk koleksi sendiri. Karena selama ini banyak orang justru sembrono dalam membeli bibitan, asal murah disikat, padahal nggak tau bagaimana bentuk indukannya dan besarnya kayak apa?

Baru setelah enam bulan kemudian muncul penyesalan, karena bibit yang diharapkan bisa menjadi jemani yang punya karekter Cobra, Sawi, Koll, Mangkuk atau lainnya tidak kesampaian. Penyesalan seperti ini telah dialami oleh banyak kolektor pemula yang hanya percaya pada pedangan atau broker, tanpa pernah melihat indukannya.

Seringkali orang melihat bibitan dua tiga daun yang tampak bagus tebal dan bentuk bulat ingin membelinya, apalagi harga yang ditawarkan selisih lima sampai sepuluh ribu rupiah dibanding harga umum. Pasti ingin membelinya dalam jumlah banyak, karena saat ini untuk cari bibitan jenmani susah sekali meski harga sudah tembus ratusan ribu untuk tiga daun. Tapi setelah umur tujuh bulan atau keluar daun ketujuh, bibitan yang dulunya dianggap bagus, keluar sifat aslinya tangkainya panjang daunnya besar memanjang. Kalau sudah begitu biasannya ada penyesalan, karena itu ciri jenmanii giant alis jumbo yang tentunya masuk katagori jenmanii kurang bagus.

Indukan jenmanii jumbo ini banyak yang punya, harganya juga tidak mahal seperti jenmani yang punya karakter, karena dianggap jenmanii biasa. Tapi bagi pemilik indukan Jenmani giant ini sangat diuntungkan karena bisa sebagai mesin produksi. Pasalnya disaat harga bibitan tembus ratusan ribu setiap tongkol jenmanii jumbo yang sudah umur tiap tongkolnya bisa menghasilnya ribuan biji, beda dengan jenmanii yang punya karakter bagus, produksi bijinya relatif rendah paling banyak sekitar tiga sampai empat ratus saja.

Nah, supaya tidak salah pilih, coba ikuti tip yang disampaikan orang yang cukup berpengalaman berburu jenmani seperti dr.Madiyanto Wonogiri dalam membeli bibitan jenmanii. Menurut bapak dua putri ini hal yang harus diperhatikan dalam membeli bibit Jenmanii usahakan melihat induknya. Dengan tahu indukannya, meski tidak ada jaminan dari penjual kalau bibitannya nanti seperti induknya kita bisa tenang. Yang penting penjual atau nursery bisa memberi jaminan kalau bibitannya dari indukan A, maka kita sebagai pembeli lega, karena kalau terjadi penyimpangan bibitan tadi tidak menyimpang jauh dari induknya.

Induk yang bagus memang belum tentu menghasilkan anakan yang bagus semua, tapi pada umumnya kebanyakan bibitan yang dihasilkan bagus. Sebaliknya kalau induknya kurang bagus, sudah pasti anakannya banyak yang kurang bagus. Karena itu mengingat harga bibit cukup mahal, sebaiknya belilah bibit yang tahu silsilah induknya, terang dr.Madiyanto.

Bagaimana kalau tidak bisa melihat indukannya, karena selama ini banyak pedagang yang menjual bibitan bukan dari hasil dari indukannya sendiri melainkan dari orang lain? Kalau begitu ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, pertama pilih daun yang tebal. Kedua serat daunnya menonjol, dan ketiga daunnya lebar atau bulat.

Daun tebal rata-rata dari induk yang bagus, sebab selama ini Jenmanii induk yang punya karakter seperti Cobra, Sawi, Pagoda, Piton, Entong, Daun nangka dan sebagainya memiliki daun yang tebal. Kalaupun dewasannya nanti tidak memiliki karakter, maka jenmanii ini masih memiliki nilai ekonomis tinggi karena ketebalan daunnya. Kedua serat harus menonjol, bila daun tiga empat serat daun pada bibitan jenmanii sudah nampak maka semakin besar tanaman tadi akan makin jelas seratnya. Karena serat merupakan salah satu tanda Jenmanii berkualitas, maka meski daun tidak memiliki karekter jenmanii seperti ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketiga, pilih daun yang lebar, bibitan yang punya daun lebar kemungkinan besar nantinya saat dewasa memiliki karakter, entah jadi mangkuk, sweta atau lainnya. Tapi yang daun agak memanjang bukan berarti jelek, karena dalam jenmanii seringkali terjadi mutasi saat memasuki usia dewasa, maka bisa jadi Jenmani yang bentuk daunnya jelek berubah menjadi jenmanii yang berkarakter seperti jaipong, golok atau lainnya.

Jenmani memang unik, kecil sampai memasuki remaja bagus, tapi menjelang dewasa kadang muncul gen aslinya bentuk daun malah berubah jadi jelek, begitu juga sebaliknya. Memang kemungkinan seperti itu jarang terjadi, tapi pernah terjadi. Karena itu perhatikan serat dan ketebalan, kalau serat bagus tebal oke, meski nantinya bentuk daunnya berubah, nggak masalah, kata dr.madiyanto yang selama ini dikenal suka mengoleksi Jenmanii cobra. wah

Agrobis Edisi 744, September 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s