Euphorbia ‘katanya’ akan ditinggalin

EUPHORBIA kini telah meredup. Bunga yang tumbuh mekar dengan kelopak yang menampilkan aneka warna, biasanya selalu memikat hati. Tapi bunga Euphorbia kini sudah tak mampu menggoda lagi.
Euphorbia dulu disayang sekarang dibuang. Masa jayanya di mata para penggemar hingga menjadi trend selama beberapa tahun terakhir ini sepertinya telah pergi dan tak mungkin datang lagi. Isu Euphorbia sebagai penyebar virus yang mendatangkan berbagai penyakit mulai dari reumatik, asam urat hingga kanker telah merasuki para penggemarnya yang umumnya ibu rumah tangga. Akibatnya banyak pencintanya kini tak menghiraukan lagi hingga bunga yang sebelumnya dijaga di halaman rumah karena harga yang mahal dan keindahan yang memikat, sekarang telah berpindah ke tempat sampah.

Tak tahu siapa yang menghembuskan isu itu namun telah berdampak terhadap omset pedagang yang menurun drastis dari penjualan bunga ini, sedrastis runtuhnya popularitas Euphorbia yang tiba-tiba dibuang begitu saja.
Hermanto, 23, pedagang bunga Fati Garden, Jl H Adam Malik, kawasan Glugur, Medan mengaku omset penjualan bunga khususnya dari jenis Euphorbia sudah tidak bisa diharapkan lagi. Walaupun harga ditawarkan kepada konsumen di bawah 50 persen tetap tidak ada yang melirik apalagi yang berminat untuk membeli, katanya, Kamis (2/2).

Dirinya yakin, runtuhnya popularitas Euphorbia akibat timbulnya isu yang mengatakan, bunga jenis itu apalagi yang berasal dari negara Thailand dapat menyebarkan penyakit berbahaya. Siti, 33, ibu dua anak warga Jl Nuri, Perumnas Mandala mengaku telah membuang seluruh koleksi bunga Euphorbia miliknya walau jenis apapun setelah dirinya mendapat informasi dari tetangga.

Lewat mulut ke mulut tersiar kabar, bunga itu dapat menyebarkan virus yang menimbulkan berbagai jenis penyakit terhadap tubuh manusia mulai dari reumatik, asam urat sampai kanker. “Mau tak percaya saya tidak berani karena banyak tetangga yang telah membuang bunganya,” katanya.

Hal itu juga dialami Dina,38, ibu tiga anak warga Jalan Bambu, kawasan Glugur. Ibu ini mengaku tidak berani lagi memelihara bunga jenis itu khususnya jenis impor dari Thailand. Walaupun bunga jenis itu harganya tergolong mahal dan sangat indah dibanding jenis lokal, tetapi dirinya tetap menolak karena yakin bunga itu dapat menyebarkan virus penyakit ke tubuh manusia, namun ketika ditanya sumber isu dan kebenarannya dirinya juga tidak mengetahui.

Namun Hambali,24, pedagang bunga Windha-Wan Florist di kawasan yang sama mengatakan trend bunga impor asal Thailand kini telah beralih ke jenis bunga keladi yang menggantikan Euphorbia. Kebanyakan konsumen telah beralih melirik bunga jenis keladi itu karena keindahan daun dan batangnya yang beraneka warna. Beberapa jenis bunga itu didagangkan dengan harga ratusan ribu rupiah di antaranya keladi Agronema asal Thailand dengan jenis King of Siam dijual Rp 150 ribu, Keng Heng Rp 250 ribu, Pona Karmen Parigata Rp 250 ribu, Valentine nomor satu Rp 250 ribu sedangkan Palm Roy Rp 450 ribu.

Tak Perlu Khawatir
Dinas Pertanian Medan mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir adanya kabar mengatakan bunga Euphorbia dapat menularkan virus penyakit kepada manusia bila tersentuh, memegang atau terkena duri bunga tersebut. “Masyarakat tidak perlu panik, dengan isu itu, tidak ada masalah,” kata Emelia Lubis, Kasubdis Perlindungan Tanaman kepada wartawan melalui Kasubbag Penyaringan dan Pengumpul Informasi Humas Pemko Medan Rusdi Siregar, SE, Jumat (3/2).

Menurut Emelia, Dinas Pertanian telah menanyakan hal ini kepada Departemen Pertanian ternyata tidak benar virus penyakit di dalam bunga itu bisa menular kepada manusia. Emelia mengatakan, memang benar ada virus pada bunga itu namun penularannya tidak bisa kepada manusia melainkan dengan sesama bunga. “Untuk itu isu tersebut tidak benar bisa mengancam kesehatan masyarakat karena secara tegas Departemen Pertanian tidak ada melihat kecenderungan seperti yang dibicarakan di tengah masyarakat ini. Kemudian, pihaknya belum ada menemukan masyarakat yang menjadi korban akibat virus bunga itu.

Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran USU dr. Umar Zein, SpPD-KPTI mengatakan, sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan, virus tanaman dapat menimbulkan penyakit pada manusia. “Yang ada penyakit pada hewan yang menular kepada manusia (zoonosis) seperti Anthrax, Flu Burung dan lain-lain,” ujar Umar Zein ketika dihubungi Waspada, Minggu (5/2).

Mengenai adanya isu, bunga Euphorbia menyebabkan penyakit seperti reumatik, asam urat dan kanker, Umar Zein mengatakan, kemungkinan isu itu berkembang setelah adanya penemuan tentang jenis virus yang namanya sama dengan bunga itu yakni Euphorbia Mozaic virus.
“Virus jenis ini dapat merusak daun dan bunga pada tanaman sehingga berubah bentuk. Namun virus ini tidak dapat menimbulkan penyakit pada manusia,” ujar Umar Zein. “Namun pada jenis tanaman lain yang memiliki serbuk sari dan zat yang bersifat akut bisa menimbulkan alergi pada manusia seperti asma dan kelainan kulit. Kendati demikian, tidak semua manusia yang bisa terkena asma dan kelainan kulit kecuali orang-orang yang rentan,” demikian Umar Zein.http://www.speedytown.com/step/index.php/2007/01/07/euphorbia-sekarang-sudah-ditinggalin/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s