STANDARISASI MENILAI ANTHURIUM DI KONTES

Menilai Anthurium di kontes, masih rancu. Banyak peserta dan panitia belum tahu, bahkan banyak juri sendiri belum ngerti. Maklum belum ada standar penilaian yang baku. Baru-baru ini KAI mengundang para juri untuk dimintai pendapatnya. Lalu coba dirumuskan. Ini hasilnya.

Pemahaman tentang penilaian Anthurium sampai saat ini masih rancu dan menjadi perdebatan sengit di kalangan juri, peserta maupun panitia kontes. Maklum, belum ada standar penilaian baku yang dapat dijadikan panduan dalam menilai anthurium di arena lomba.

Melihat kondisi ini Komunitas Anthurium Indonesia (KAI) mengadakan rapat kerja pengurus pusat KAI di hotel Puri Merbabu Asri Boyolali (19-20/1) untuk merumuskan standar penilaian anthurium. Tujuannya untuk dijadikan acuan bersama agar pemahaman tentang penilaian sama guna mencegah terjadinya persepsi berbeda.

Menurut Bona Ventura, Ketua KAI pusat, munculnya ketidakpuasan dari hasil penjurian sering dipicu karena kesalahpahaman dalam menilai keindahan Anthurium. Juri yang memberi nilai kurang tepat sering dinilai curang. Bisa jadi memang nilai itu kurang tepat, tapi bukan karena kesengajaan juri melainkan ketidakmampuan untuk menterjemahkan kreteria penilaian yang ada.

Sebaliknya ada peserta yang merasa anthuriumnya paling bagus, namun tidak mau melihat keistimewaan anthurium orang lain. Karena dalam membandingkan tidak menggunakan kreteria yang digunakan penilaian, hanya melihat sisi kelebihan yang dimiliki anthuriumnya sendiri.

Yang lebih memperkeruh kondisi, ada panitia atau juri ikut kontes baik atas namanya sendiri maupun menggunakan nama orang lain sehingga membuat penilaian tidak obyektif. Panitia atau juri ikut kontes boleh saja asal tidak meminta untuk dimenangkan dan tidak membuat juri tidak obyektif dalam bekerja.

Disamping itu belum ada kesamaan dalam standar penilaian antarkelompok juri yang bekerja. Sebagai contoh, kontes di kota A dengan juri kelompok A menghasilkan tanaman A sebagai pemenang, tapi ketika ikut di kota B dengan juri berbeda (misal kelompok B) tanaman B yang menang, padahal tanaman B sebelumnya juga turun di kota A dan kalah.

Bona berpendapat, adanya standar penilaian yang seragam dapat memacu kontes Anthurium semakin marak, karena semua pihak punya pemahaman sama. Pada akhirnya, perburuan anthurium untuk kelas kontes semakin besar dan semua pihak akan diuntungkan.

KAI Rumuskan Standar Penilaian
Dalam kesempatan tersebut, beberapa juri diundang seperti Ginting Sukoharjo, Gembong Batu, Khamim Boyolali dan beberapa juri lain. Mereka sepakat untuk merumuskan standar baku penilaian anthurium yang dapat digunakan di mana pun.

Berikut adalah beberapa aspek dari rumusan tersebut.

Total Performa
Kesan pada penampilan secara keseluruhan merupakan aspek yang sangat penting untuk dinilai. Itu karena penampilan tanaman yang dikonteskan harus tampak indah jika dilihat secara utuh, baik hanya tanaman itu sendiri maupun dipadukan dengan pot yang digunakan.

Total Performa meliputi berbagai aspek yang harus dilihat secara detil, sehingga akumulasi nilai yang diperoleh tersebut merupakan nilai performa secara keseluruhan yang memiliki bobot 30%.

Kesan atau sosok biasa disebut first impression merupa poin tersendiri. Ini adalah kesan yang diperoleh ketika orang secara sekilas melihat tanaman. Pandangan ini sangat dipengaruhi kondisi tanaman, khususnya jika dilihat dari muka (depannya).

Dimensi tanaman bisa dilihat dari rosset tidaknya tanaman. Sedang kondisi daun harus memenuhi semua ruang yang ada atau menutup semua sisi secara seimbang. Dengan kata lain, baik panjang, lebar maupun tinggi harus tampak serasi agar sesuai karakter tanaman tersebut.

Keserasian tanaman sendiri bisa dilihat dari pertumbuhan tanaman dari periode ke periode. Ini tampak dari pertumbuhan daun yang berjenjang sehingga membentuk sosok atau tajuk tanaman yang kompak. Tanaman seperti ini bisa dikatakan tumbuhn normal, tidak ada gangguan sama sekali dan susunan daun generasi ke generasi semakin bertambah besar.

Kesehatan
Kesehatan memiliki poin paling tinggi dalam penilaian kontes anthurium. Bobot nilainya mencapai 35%. Kondisi ini diharapkan mampu merangsang para penghobi untuk benar-benar menjaga kesehatan tanaman yang dipelihara.

Kondisi kesehatan tanaman dilihat secara klinis, fisik dan akar. Kesehatan klinis, berarti tanaman tidak dalam kondisi terserang bakteri, jamur dan hama penyakit atau memiliki bekas penyakit. Jadi harus dibedakan, antara tanaman yang dalam kondisi sakit, bekas sakit dan kondisi sehat.

Yang dimaksud kesehatan fisik, tanaman tidak boleh dalam kondisi rusak secara fisik, seperti daun sobek, tangkai atau cabang patah maupun terpotong, daun tampak menguning bekas terbakar karena cahaya matahari yang berlebihan atau akibat lainnya.
Meski demikian secara umum harus mempertimbangkan segi-segi kesulitan perawatan. Untuk mengukur ksehatan tanaman, tentu saja nilainya bisa berbeda-beda, tergantung jumlah daun, cabang dan usia tanaman tersebut.

Karena yang dikonteskan adalah anthurium daun, tentu saja keindahan utama terletak pada daunnya. Penilaian kesehatan daun tidak hanya pada daun yang ada tapi juga dideteksi perkembangan dari generasi ke generasi. Kalau ada daun yang lepas atau hilang sementara masih ada daun generasi sebelumnya kesehatan tanaman bisa dinilai bermasalah.

Untuk menilai kesehatan tangkai atau batang, tidak jauh berbeda. Tangkai atau batang bengkok, patah tulang atau putus bisa disebabkan banyak hal, seperti serangan penyakit atau kekurangan nutrisi termasuk pencahayaan sehingga kondisi tangkai terganggu.

Akar tanaman harus benar-benar kuat agar mampu menahan beban tanaman. Dan akar juga harus bebas dari gangguan, misalnya busuk akar atau akar tidak berkembang karena penyakit. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan tanaman maupun kondisi yang ada, misalnya kesehatan daunya, apakah yang terserang di daun itu sendiri atau akibat penyakit yang menyerang akarnya.

Karakter
Anthurium memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Katagori yang dilombakan harus dapat menunjukan karakter anthurium. Misalnya kelas Jenmanii, maka karakter Jenmanii harus benar-benar kuat dan ciri-ciri khususnya harus tampak. Kalaupun ada mutasi, tidak boleh sampai menghilangkan karakter asli tersebut.

Tentang karakter ini banyak peserta kontes yang belum faham. Peserta kontes anthurium cenderung mengandalkan keunikan tanaman. Padahal jika dilihat dari bobotnya keunikan hanya 10% sedangkan karakter bobot penilaian mencapai 25%. Jadi jangan heran, anthuriuim yang memiliki keunikan kalah dengan anthurium yang punya karakter kuat.

Anthurium unik bisa diikutkan dalam kelas khusus unik yang memang presentasi nilai keunikan lebih tinggi.

Untuk mengetahui karakter anthurium dapat dilihat dari beberapa bagian.

Bentuk daun ini menjadi ciri khas yang paling mudah dideteksi untuk mengklasifikasikan jenis anthurium apa. Bentuk ini juga bisa mencerminkan karakter yang cukup kuat, seperti bentuk daun bulat, oval atau lancip serta bisa berbentuk lengkung, bergelombang, berkerut juga termasuk kelenterun, keras maupun dari segi ketebalan.

Tekstur setiap daun memiliki tekstur atau corak dasar yang menjadi ciri khas anthurium. Semakin tampak dan kuat testurnya semakin bagus. Anthurium umumnya memiliki tekstur yang khas. Bahkan ada yang mengatakan bisa diibaratkan sebagai sidik jari, karena Jenmanii yang satu dengan yang lain teksturnya berbeda.

Warna daun anthurium tidak hanya berwarna hijau, tapi ada yang memiliki warna lain atau kombinasi. Ada yang hijaunya kuat, ada yang berwarna kehitam-hitaman atau merah, bahkan memiliki kombinasi dari beberapa warna yang ada. Warna daun ini juga menjadi ciri khas anthurium, tergantung speciesnya.

Penilaian karakter warna dititik beratkan pada kecerahan warna asli dari tanaman tersebut, secara umum dilihat dari daun, penggunaan pengkilat yang berlebihan hendaknya juri mengurangi nilai. Sedang untuk tanaman bunga lebih dilihat pada kecerahan warna bunganya.

Kelangkaan
Memiliki Anthurium jenis langka menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.

Dalam penilaian di arena kontes tingkat kelangkaan mendapat poin tersendiri, yaitu 10%.

Tingkat kelangkaan ini dapat dilihat dari berbagai aspek.

Usia. Semakin tua usia tanaman tersebut dinilai semakin langka, meskipun anthurium sendiri umurnya cukup panujang bisa puluhan tahun. Hanya saja kelangkaan tingkat usia ini juga harus diikuti dengan kondisi tanaman. Jika semakin tua kondisinya istimewa tentu tingkat kelangkaanya tinggi, apalagi jika daun muda masih utuh dalam kondisi bagus.

Species. Ada beberapa jenis anthurium yang speciesnya langka atau sudah langka, sehingga saat sulit ditemukan. Ini tentu mendapat tambahan nilai tersendiri, karena upaya penghobi dalam memburu dan melestarikan patut diberi penghargaan. Memang bukan karena harganya yang dinilai, tapi umumnya tanaman yang langka ini memang bernilai mahal.

Mutasi. Mutasi banyak ditemui dalam kondisi tanaman berubah dari karakter aslinya, baik bentuk maupun warnanya. Di kalangan hobiis, anthurium yang mengalami mutasi dianggap unik dan memiliki nilai lebih. Anthurium mutasi yang bagus adalah jika membuat anthurium tersebut tampak lebih indah dan mutasinya sudah permanen.

Mutasi mang banyak penyebabnya. Bisa karena sakit atau cacat bawaan bisa juga karena kondisi lingkungan. Biasanya yang masih bisa kembali normal disebabkan karena kekurangan nutrisi atau akibat cuaca dan perlakukan manusia.

Setiap kreteria yang dinilai akan mendapatkan poin sesuai dengan kondisi tanaman, agar tidak terpaut jauh antar juri yang satu dengan lainya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka disepakati untuk masing-masing item memakai interval nilai antara 0 – 9, dengan asumsi: 0 -3 (kurang), 4 – 6 (sedang) dan 7 – 9 (baik). Dari hasil tersebut baru dikalikan dengan presentase yang ada untuk memiliki peringkat pemenangnya.http://arul007.wordpress.com/2008/08/27/standarisasi-menilai-anthurium-di-kontes/

Iklan

One thought on “STANDARISASI MENILAI ANTHURIUM DI KONTES”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s