Kelapa Sumber Energi Alternatif

 Forum Kelapa Indonesia (FKI) minta agar kelapa dapat dikelola sebagai energi alternatif, menjadi biodiesel. Mengingat tanaman kelapa ini sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Jadi akan lebih efektif dan menguntungkan. Mengingat untuk biodiesel dari jarak butuh investasi yang tidak sedikit, hingga triliunan rupiah. Sementara produknya baru bisa digunakan beberapa tahun lagi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Departemen Perindustrian mengemukakan bahwa telah diadakan beberapa uji coba penggunaan coco diesel sebagai energi alternatif pengganti solar. Guna mencapai harga yang efisien untuk bisa menggantikan solar, maka harga buah kelapa ditetapkan dibawah Rp 500 per butir. Di Jawa dengan harga kelapa sekitar Rp 700 per butir, maka peran coco diesel menggantikan solar jadi tidak efektif, menjadi Rp 5.200 per liter. Karena untuk mendapatkan satu liter coco diesel diperlukan sekitar enam butir kelapa. Untuk itu uji coba sebagai proyek percontohan yang dilakukan Balai Besar Kimia dan Kema  n (di bawah BPPI) sejak dua tahun lalu, diadakan di luar Jawa, masing-masing di Sulawesi Utara yakni di Bitung dan Sulawesi Selatan, dimana harga kelapa di wilayah ini masih cukup rendah. Sebetulnya tujuan pengelolaan coco diesel ini, adalah untuk memenuhi kebutuhan industri kecil dan menengah sebagai energi genset stationer atau bahan bakar perahu motor nelayan, khususnya wilayah yang sulit terjangkau solar. Dimana wilayah tersebut banyak tumbuh tanaman kelapa. Tetapi untuk harga kelapanya harus tetap dijaga ekonomis.

 

        Penggunaan coco diesel ini bisa 100 persen, atau sebagai campuran BBM dengan prosentase 30 persen coco diesel dan 70 persen solar. Penggunaan coco diesel pernah diuji cobakan pada kendaraan Mitsubishi dan mencapai jarak sampai 20 ribu km nonstop, dan dinyatakan lulus uji.  Saat diadakan uji ketahanan (performance) kendaraan mengalami turun daya 4%. Saat ini Indonesia memiliki luas areal kelapa terluas di dunia, yaitu 3,8 juta ha. Dimana sekitar 97% diusahakan oleh rakyat dengan melibatkan 6 juta KK petani. Produksinya mencapai 3,3 ton, menempati urutan kedua setelah Filipina. Selama ini kelapa hanya dimanfaatkan produk primernya, baik kelapa segar maupun kopra untuk bahan baku minyak goreng. Pengembangan  menjadi produk hilir belum banyak dilakukan, demikian juga hasil sampingnya. Sehingga wajar kalau peran sebagai pendukung perekonomian belum optimal meskipun di beberapa daerah seperti Sulut, Gorontalo,  Malut dan Sulteng sangat penting bagi perekonomian.  Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan kelapa adalah produktivitasnya yang masih rendah yaitu 1,1 ton/ha atau 50% dari potensi. Struktur industrinya belum terpadu dan hampir seluruhnya parsial. Ekspor sebagian besar dalam bentuk tradisional. Sementara jenis produk turunan kelapa, baru dapat dihasilkan kurang dari 10 jenis, sedang Filipina telah mengembangkan 100 jenis. Pada 2006 di Kab. Minahas  Utara (Sulut), Bone (Sulsel), Polewali (Sulbar), Pontianak (Kalbar), Indragiri (Riau), dan Serang (Banten),dilakukan pengembangan enam industri kelapa terpadu. Dimana petani  akan memperoleh bantuan bibit kelapa dan bantuan tenaga kerja serta bibit tanaman sela. Sedang sarana produksi seperti pupuk dan pestisida diharapkan dibantu oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

 

        Untuk pengolahan kelapa terpadu ini disediakan alat dan biaya operasionalnyaselama 1 bulan oleh pemerintah pusat. Untuk selanjutnya dilaksanakan oleh koperasi petani kelapa. Petani tiap lokasi akan dilatih mengoperasikan alat dan juga kerajinan dari kelapa. Setiap industri kelapa terpadu tersebut dilengkapi dengan lima alat, yakni pengolah minyak kelapa, pengolah sari kelapa, pengolah sabut kelapa, pengolah tempurung kelapa, dan pengolah VCO, yang mampu  mengolah 2000 butir kelapa setiap hari. Dengan adanya industri kelapa terpadu ini diharapkan produk yang dihasilkan petani semakin beragam. Kalau industri ini berhasil, diharapkan merangsang  wasta untuk masuk dan investasi dengan skala industri yang lebih besar bekerjasama dengan  petani sebagai pemasok bahan baku. Kelapa yang di Indonesia seluruhnya diusahakan oleh perkebunan rakyat mempunyai peluang ekspor yang sangat besar. Negara-negara maju lebih suka menggunakan minyak kelapa sebagai bahan baku industri (sekitar 70%) ketimbang pangan (sekitar 30%). Indonesia masih menjadi pemasok utama minyak kelapa dengan nilai ekspor USD 258 juta. 

 

        Sedang minyak kelapa impor dunia pada 2005 mencapai USD 840 juta. Importir utamanya adalah Jerman USD 195,7 juta, AS USD 165,1 juta, China USD 6,5 juta, Belgia USD 31,2 juta, Italia USD 30,8 juta, Rusia UDS 22,9 juta, Perancis USD 18 juta, Inggris USD 15,3 juta, Singapura USD 6,3 juta dan Swiss USD 5,5 juta. Produk baru kelapa yang prospeknya di pasaran dunia sangat baik adalah VCO (Virgin Coconut Oil). Untuk tepung kelapa nilai impor pada 2005 sebesar USD 210 juta. Importir utamanya adalah AS USD 37,4 juta, Singpapura USD 29,6 juta, Belgia dan Jerman masing-masing USD 18 juta, Inggris USD 13,2 juta, Perancis USD 7,7 juta, Australia USD 7,3 juta, Kanada USD 7,1 juta, Rusia USD 5,3 juta dan Afrika Selatan USD 4,5 juta. Saat ini areal perkebunan kelapa milik petani sudah siap dimanfaatkan tetapi industrinya masih terbatas. Manfaat dan diversivikasi Bagian-bagian tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku industri, antara lain buah kelapa. Buah kelapa ini terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging buah, daging buah, dan air kelapa. Daging buah kelapa merupakan sumber protein yang mudah dicerna. Buah yang sudah tua mengandung kalori, lemak, vitamin A dan thiaminnya mencapai maksimal. Kandungan zat dalam daging kelapa ini dapat diolah menjadi berbagai produk kebutuhan rumah tangga seperti, bumbu dapur, santan, kopra, minyak kelapa dan kelapa parut kering. Dari minyak kelapa dapat menghasilkan bioenergi dan produk-produk oleochemical seperti fatty alcohol, fatty acid dan methylester.

 

        Selain itu juga dapat sebagai bahan untuk margarin, es krim, bahan kosmetik, pelumas, kembang gula, shampoo, sabun cuci, dan minyak rambut. Air kelapa, dari kelapa muda, mengandung mineral, gula, abu dan air. Selain dapat diminum juga dapat diolah menjadi sirop, nata de coco,  uka, kecap, dan lain-lain. Tempurung kelapa, dapat dimanfaatkan untuk berbagai industri seperti arang dan karbon aktif yang berfungsi untuk mengabsorbsi gas uap, selain sebagai barang kerajinan, alat rumah tangga dan barang-barang seni lainnya  seperti  ikat pinggang, gelang, sendok, asbak, kancing baju, dan hiasan dinding.Sabut kelapa dapat dijadikan sebagai bahan baku aneka industri, seperti karpet, sikat, keset, bahan pengisi jok mobil, tali dan lainlain. Sedang sabut gabusnya bisa dibuat pot bunga dan mulsa. Untuk sabut berkaret bisadibuat batako, kasur, dan mebeler. Selain itu  sabut kelapa juga dapat dibuat pupuk dengan cara membakarnya. Akar kelapa telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku karya seni, mebeler dan barang kerajinan. Dari akar kelapa dapat menghasilkan obat-obatan dan zat warna. Batang kelapa yang sudah tua dapat digunakan untuk bahan bangunan, jembatan, kerangka papan perahu, atau kayu bakar. Daya tahan bahan bangunan dari batang kelapa ini mencapai puluhan tahun.

 

        Batang kelapa juga dapat digunakan sebagai bahan industri kerajinan seperti gagang cangkul, patung, tempat buah, asbak, hiasan dinding dan mebeler rumah tangga. Daun kelapa yang muda biasanya untuk kemasan masakan tradisional (ketupat) atau hiasan janur. Sedangkan   untuk kelapa yang sudah tua dimanfaatkan sebagai atap, sapu lidi, tusuk sate dan berbagai manfaat lainnya, seperti tikar, topi, janur, dan keranjang. Bunga kelapa, mayang bunga kelapa yang belum mekar dapat disadap untuk menghasilkan nira kelapa. Nira ini bermanfaat untuk berbagai produk antara lain gula kelapa, asam cuka, nata de coco, ragi, minuman beralkohol dan juga untuk industri kerajinan hiasan dinding dan dekorasi.Pelepah kelapa dapat dibuat sebagai industri kerajinan, seperti topi, kipas, gabus dan bahan bakar. Wagu F. Dari berbagai sumber 

Iklan

2 thoughts on “Kelapa Sumber Energi Alternatif”

  1. Saya Danan, 29 Th,
    saya seorang pengusaha muda (UKM)
    Jauh sebelum orang meributkan efisiensi energi dan energi alternatif, kami sudah melakukan penelitian selama 6 Tahun terakhir tentang tungku sekam, dan baru kami jual secara masal setelah saya memutuskan untuk usaha sendiri 2 tahun yang lalu.

    modal awal kami 1,5 jt waktu itu, Alhamdulillah setelah mulai lancar kami berhasil menjual 23 unit tersebar dari Banyuwangi hingga Tegal.

    hari ini saya membaca berita dari liputan enam (14 oktober 2008) tentang kayu sebagai bahan bakar alternatif ungulan, saya antara antara mendukung dan menolak pendapat ini. Mendukung karena mungkin menciptakan lapangan kerja baru, menolak karena sebetulnya ada yang lain selain kayu yang juga ungulan yang mungkin tidk merusak ekosistem alam akibat penebangan kayu yang berlebihan. bahan bakar dari produk yang kami buat adalah dari sekam, serbuk kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, serabut kelapa, jerami kering bahkan daun kering. coba dibandingkan, lebih baik mana dibandingkan dengan kayu.

    saya pikir didepan mata kita sudah tersedia sumber energi terbaharui dengan sangat murah, cuman mungkin orang indonesia saja yang kurang mau tahu. di desa tempat saya tinggal para penduduk mulai kami pengaruhi sedikit demi sedikit untuk meninggalkan elpiji dan beralih ke tungku sekam rumah tangga buatan kami. pertimbangannya simple, karena faktor kebisaan dan perasaan kalo elpiji naik lagi gimana, sedangkan sekam, jerami dam serbuk kayu melimpah didesa kami. kalo dikota mungkin teknologi ini belum bisa diterima. Yang dikawatirkan selama ini kalo timbul polusi asap dari pembakaran, kami sudah bisa atasi, artinya bebas polusi asap.

    cuma, kami hanya sebuah UKM dengan masalah klise.
    Mohon Kami diberikan Informasi tentang program
    yang berkaitan dengan Tungku sekam yang kami produksi

    Bagaimana caranya untuk menjalin kerjasama agar produk kami dapat dinikmati lebih luas oleh semua masyarakat

    untuk informasi keseriusan kami bisa diperoleh dari
    http://www.santosorising.com

    Kami bersedia memberikan informasi tambahan yang mungkin diperlukan

    Terimakasih

    Danan Eko Cahyono, ST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s