Timun Suri, Buah Khas Ramadan

 

Selain kurma, buah yang khas yang biasanya hanya bia dijumpai di saat bulan Ramadan adalah timun suri. Buah yang tinggi kadar airnya dan memberikan cita rasa khas pada minuman koktail yang menambah kesegaran, tentu saja akan menjadi pilihan minuman kala berbuka. Selain kadar airnya yang tinggi, kandungan mineral kalium dan provitamin A serta serat makanan juga tinggi. Zat gizi dan nirgizi yang terkandung di dalam buah timun suri bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa serta menurunkan tekanan darah.

 

Begitu besar manfaat timun suri, juga dirasakan oleh para penjualnya, namun mereka lebih suka manfaat dari sisi ekonomi. Pasalnya, setiap bulan Puasa datang, pedagang musiman seperti mendapat rezeki tambahan. “Sudah 13 tahun setiap bulan Puasa saya dan teman-teman sedaerah ke Bandung, khusus untuk menjual timun suri dan blewah, daripada di kampung kalau puasa kan tidak kuat kerja berat, jadinya ya jualan timun suri aja, kan tinggal menuggu lapak,” ujar Wawan (28), pria asal Garut yang selalu mangkal untuk berjualan timun suri di Jln. Buahbatu.

Tidak hanya Wawan yang dengan sengaja hijrah ke Bandung khusus berjualan timun suri, tetapi juga sembilan orang lainnya yang berasal dari kampung yang sama. “Kami sudah melakukan ini dari tahun ke tahun sejak tahun 1995. Selama bulan Puasa itu kami juga bermalam di dekat lapak, kalau tidak di teras pemilik rumah dekat lapak,” kata Wawan.

Tidak begitu tahu asalnya dari mana timun suri yang biasa disetor ke pedagang dadakan ini, namun rata-rata dalam sehari Wawan bisa mengantongi Rp 100.000,00 hingga Rp 150.000,00 dengan keuntungan bersihnya mencapai lebih dari Rp 30.000,00. “Lumayan uangnya dikumpulkan buat Lebaran di kampung. Kalau tinggal di Bandungnya ya tinggal di tempat seadanya saja, bisa di lapak dan membuat tenda bisa juga kalau ada penghuni rumah yang baik kadang disuruh tidur di teras rumah mereka,” ucap Wawan.

Beberapa pedagang timun suri dan blewah pun terlihat di sepanjang Jln. Otten Bandung. Setidaknya tujuh pedagang menjajakan barang-barang di sana selama bulan Ramadan. Isep (20) mengatakan, setiap tahun dia dan kakaknya selalu berjualan timun suri dan blewah yang didapatkan dari Pasar Induk Caringin dan Cirebon. Sedangkan Ramadan berlalu, ia hanya menjajakan kue brownies yang kerap diincar para wisatawan.

“Kalau hari biasa mah saya enggak pernah jualan blewah sama timun suri. Soalnya jarang yang beli. Tapi sekarang timun suri dan blewah banyak dicari, sementara brownies yang saya jual kurang diminati,” ujar Isep yang ditemui setelah melayani pembeli.

Untuk 1 kg timun suri, Isep mematok harga Rp 5.000,00. Sementara itu, blewah dijajakan Rp 6.000,00 per kg. Menurut dia, harga tersebut mengalami kenaikan lebih dari 100%. “Biasanya timun suri mah haganya Rp 2.000,00 per kg. Sedangkan blewah cuma Rp 3.000,00,” kata Isep.

Kenaikan harga itu diakui Isep disebabkan tingginya permintaan kedua barang tersebut saat Ramadan. Padahal, stok timun suri dan blewah di pasar sangat banyak. “Setiap tahun para petani sudah menyiapkan untuk memanen timun suri dan blewah saat Ramadan datang, jadi persediaan pasti banyak. Cuma karena banyak yang minat, harga keduanya jadi tinggi,” tuturnya.

Isep mengaku tahun lalu dia bisa mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 1,5 juta. Dia optimistis keuntungan yang bisa didapat tahun ini tak akan jauh dari sebelumnya. Uang tersebut bisa digunakan Isep untuk membeli kebutuhan Lebaran.

Hal serupa diungkapkan Risman (23). Setiap tahun, pemuda tersebut sengaja datang ke Kota Bandung untuk menjajakan timun suri dan blewah yang dipasok dari Pasar Induk Caringin. “Biasanya mah saya tinggal di Garut. Saya berjualan di sini waktu Ramadan saja. Soalnya lumayan juga keuntungan yang bisa saya dapat di sini,” ujarnya. (Wilujeng Kharisma/Agustin Santriana) ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s