AGAR DOXON MEKAR SEMPURNA

 Membuat adenium bunga tumpuk mekar sempurna tidak gampang. Godongijo pernah dikomplain. Maklum, bunga tumpuk adalah kelainan, maka secara genetik belum stabil. Para pengamat pun mengakui, tingkat kestabilannya hanya 80 persen. Apa kiat agar bisa mekar sempurna?

Empat bulan pascarilis adenium bunga tumpuk menjadi saat paling tegang buat Ir Slamet Budiarto. Setiap hari pembeli dari berbagai daerah mengontak manajer pemasaran nurseri Godongijo itu. ‘Mereka komplain dan marah. Dobel petal yang ditunggu tak muncul,’ kata Slamet. Delapan ribu doxon yang mekar pertama di tangan hobiis pada April-Mei 2007 tampil mengecewakan.

Kemarahan pelanggan baru reda setelah Slamet meminta mereka merobek petal dan corong bunga. Ternyata di corong tersembul bakalan petal kedua yang gagal muncul. Artinya secara genetik bunga itu asli bunga tumpuk. Namun, ‘Petal kedua gagal mekar karena energi yang dimiliki tanaman tak memadai,’ tutur alumnus Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor itu. Itu karena adenium tumpuk yang dirilis pertama kali pada Januari 2007 tumbuh pada batang bawah berukuran kecil, diameter kurang dari 5 cm.

Dancing lady-nama di Thailand-malas dan sulit berbunga serempak pun menjadi keluhan yang umum ditemukan. Pantas banyak yang menganggap kamboja jepang itu hanya fenomena aneh belaka, tapi tak layak disebut jenis bunga unggul. ‘Sebagai koleksi bagus, tapi untuk disertakan dalam kontes bunga kompak sulit. Ia tak punya sifat rajin dan serempak berbunga seperti harry potter dan beauty of taiwan,’ kata Supriyanto, juri adenium asal Ponorogo. Dua yang disebut terakhir adenium legendaris karena cantik, rajin berbunga, dan mampu tampil serempak.

Menurut Ir Edhi Sandra, ahli fisiologi tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor, bunga dobel membutuhkan energi lebih besar untuk mekar sempurna ketimbang bunga berpetal selapis. ‘Makanya, ia butuh nutrisi lebih tinggi,’ tuturnya. Kasus itu mirip dengan adenium berbunga besar turunan Adenium swazikum yang cenderung malas berbunga.

Faktor lain yang berpengaruh ialah sifat genetik. ‘Karena bunga tumpuk sebuah kelainan, maka bisa jadi secara genetik belum stabil,’ katanya. Slamet mengatakan tingkat kestabilan doxon hanya 80%. Untuk memperbaiki kualitas genetik bisa ditambahkan hormon pembungaan seperti giberelin. Hormon itu disemprotkan pada bakal bunga yang muncul. Sayang, penelitian tentang itu belum dilakukan sehingga belum ada rekomendasi dosis tepat giberelin.


Pasok nutrisi

Pengamatan Bambang Jarot, pemain adenium di Jakarta, dancing lady yang tumbuh di batang bawah berdiameter di atas 15 cm cenderung stabil menghasilkan bunga tumpuk. ‘Petal atas dan bawah muncul berbarengan,’ katanya. Bukti dok sorn, bahasa Thailand artinya bunga tumpuk, mampu berbunga serempak pernah Trubus saksikan 3 kali. Yang pertama pada Januari 2007 di nurseri Godongijo, Sawangan, Depok. Berikutnya di Kontes Adenium di Sanur, Bali, Agustus 2007. Yang terakhir di nurseri Sabda Palon, Kunciran, Tangerang. Dok sorn bertaburan bunga setelah di sambung di atas batang bawah berdiameter di atas 10 cm.

Itu artinya supaya si petal tumpuk berbunga optimal butuh perlakuan khusus. Slamet menyarankan menyambung dok sorn pada batang bawah berdiameter minimal 10 cm. Biasanya 3-4 bulan setelah penyambungan, pertumbuhan vegetatif doxon sangat dominan. ‘Saat itulah doxon dipicu berbunga,’ ujar Slamet. Caranya, tanaman dipangkas berat. Hanya 3-4 calon mata tunas yang disisakan pada setiap cabang. Sebelum pemangkasan, pastikan media belum melapuk. Bila media lapuk, ganti 2 minggu sebelum pangkas berat.

Selanjutnya tanaman dipupuk dengan NPK seimbang 20:20:20. Pemupukan dengan frekuensi seminggu 2 kali selama sebulan. ‘Karena doxon butuh energi ekstra, dosis pupuk 2 kali dosis adenium pada umumnya,’ ujar ayah 2 anak itu. Artinya, bila dosis anjuran 1 g/l, maka untuk si tumpuk menjadi 1,5-2 g/l. Pemupukan seimbang itu bertujuan memulihkan tanaman pascapemangkasan. Pada bulan kedua ganti komposisi pupuk menjadi NPK 6:30:30, dengan dosis dan frekuensi sama.

Tepat waktu

Di Thailand, Anant Kulchaiwatna, pemilik Nabanant Plants Nursery, membungakan doxon dengan cara mirip. Sang penari disambung pada batang bawah dengan caudek minimal 9 cm lalu disuburkan. Setelah itu dilakukan pemangkasan. Pascapemangkasan tanaman diberi pupuk N seimbang dengan frekuensi seminggu sekali selama sebulan. Setelah itu komposisi pupuk diganti dengan P dan K tinggi. Anant menggunakan NPK 10:40:40. Biasanya 2,5 bulan kemudian doxon mulai berbunga serempak.

Waktu yang tepat untuk memacu adenium tumpuk berbunga sebaiknya awal musim kemarau. Risiko busuk akibat pemangkasan rendah. Bila awal musim kemarau jatuh pada Mei maka si tumpuk bakal berbunga serempak pada Agustus-September. Di kebun komersial perlakuan bisa sepanjang waktu. Itu dilakukan di bawah naungan plastik UV yang mampu meneruskan 98% cahaya. Penggunaan UV sekaligus lindungi dari guyuran hujan. (TRUBUS/ Destika Cahyana/Peliput: Evy Syariefa)
http://www.langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=360

 

 
 
 
 
 
Empat bulan pascarilis adenium bunga tumpuk menjadi saat paling tegang buat Ir Slamet Budiarto. Setiap hari pembeli dari berbagai daerah mengontak manajer pemasaran nurseri Godongijo itu. ‘Mereka komplain dan marah. Dobel petal yang ditunggu tak muncul,’ kata Slamet. Delapan ribu doxon yang mekar pertama di tangan hobiis pada April-Mei 2007 tampil mengecewakan.

Kemarahan pelanggan baru reda setelah Slamet meminta mereka merobek petal dan corong bunga. Ternyata di corong tersembul bakalan petal kedua yang gagal muncul. Artinya secara genetik bunga itu asli bunga tumpuk. Namun, ‘Petal kedua gagal mekar karena energi yang dimiliki tanaman tak memadai,’ tutur alumnus Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor itu. Itu karena adenium tumpuk yang dirilis pertama kali pada Januari 2007 tumbuh pada batang bawah berukuran kecil, diameter kurang dari 5 cm.

Dancing lady-nama di Thailand-malas dan sulit berbunga serempak pun menjadi keluhan yang umum ditemukan. Pantas banyak yang menganggap kamboja jepang itu hanya fenomena aneh belaka, tapi tak layak disebut jenis bunga unggul. ‘Sebagai koleksi bagus, tapi untuk disertakan dalam kontes bunga kompak sulit. Ia tak punya sifat rajin dan serempak berbunga seperti harry potter dan beauty of taiwan,’ kata Supriyanto, juri adenium asal Ponorogo. Dua yang disebut terakhir adenium legendaris karena cantik, rajin berbunga, dan mampu tampil serempak.

Menurut Ir Edhi Sandra, ahli fisiologi tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor, bunga dobel membutuhkan energi lebih besar untuk mekar sempurna ketimbang bunga berpetal selapis. ‘Makanya, ia butuh nutrisi lebih tinggi,’ tuturnya. Kasus itu mirip dengan adenium berbunga besar turunan Adenium swazikum yang cenderung malas berbunga.

Faktor lain yang berpengaruh ialah sifat genetik. ‘Karena bunga tumpuk sebuah kelainan, maka bisa jadi secara genetik belum stabil,’ katanya. Slamet mengatakan tingkat kestabilan doxon hanya 80%. Untuk memperbaiki kualitas genetik bisa ditambahkan hormon pembungaan seperti giberelin. Hormon itu disemprotkan pada bakal bunga yang muncul. Sayang, penelitian tentang itu belum dilakukan sehingga belum ada rekomendasi dosis tepat giberelin.


Pasok nutrisi

Pengamatan Bambang Jarot, pemain adenium di Jakarta, dancing lady yang tumbuh di batang bawah berdiameter di atas 15 cm cenderung stabil menghasilkan bunga tumpuk. ‘Petal atas dan bawah muncul berbarengan,’ katanya. Bukti dok sorn, bahasa Thailand artinya bunga tumpuk, mampu berbunga serempak pernah Trubus saksikan 3 kali. Yang pertama pada Januari 2007 di nurseri Godongijo, Sawangan, Depok. Berikutnya di Kontes Adenium di Sanur, Bali, Agustus 2007. Yang terakhir di nurseri Sabda Palon, Kunciran, Tangerang. Dok sorn bertaburan bunga setelah di sambung di atas batang bawah berdiameter di atas 10 cm.

Itu artinya supaya si petal tumpuk berbunga optimal butuh perlakuan khusus. Slamet menyarankan menyambung dok sorn pada batang bawah berdiameter minimal 10 cm. Biasanya 3-4 bulan setelah penyambungan, pertumbuhan vegetatif doxon sangat dominan. ‘Saat itulah doxon dipicu berbunga,’ ujar Slamet. Caranya, tanaman dipangkas berat. Hanya 3-4 calon mata tunas yang disisakan pada setiap cabang. Sebelum pemangkasan, pastikan media belum melapuk. Bila media lapuk, ganti 2 minggu sebelum pangkas berat.

Selanjutnya tanaman dipupuk dengan NPK seimbang 20:20:20. Pemupukan dengan frekuensi seminggu 2 kali selama sebulan. ‘Karena doxon butuh energi ekstra, dosis pupuk 2 kali dosis adenium pada umumnya,’ ujar ayah 2 anak itu. Artinya, bila dosis anjuran 1 g/l, maka untuk si tumpuk menjadi 1,5-2 g/l. Pemupukan seimbang itu bertujuan memulihkan tanaman pascapemangkasan. Pada bulan kedua ganti komposisi pupuk menjadi NPK 6:30:30, dengan dosis dan frekuensi sama.

Tepat waktu

Di Thailand, Anant Kulchaiwatna, pemilik Nabanant Plants Nursery, membungakan doxon dengan cara mirip. Sang penari disambung pada batang bawah dengan caudek minimal 9 cm lalu disuburkan. Setelah itu dilakukan pemangkasan. Pascapemangkasan tanaman diberi pupuk N seimbang dengan frekuensi seminggu sekali selama sebulan. Setelah itu komposisi pupuk diganti dengan P dan K tinggi. Anant menggunakan NPK 10:40:40. Biasanya 2,5 bulan kemudian doxon mulai berbunga serempak.

Waktu yang tepat untuk memacu adenium tumpuk berbunga sebaiknya awal musim kemarau. Risiko busuk akibat pemangkasan rendah. Bila awal musim kemarau jatuh pada Mei maka si tumpuk bakal berbunga serempak pada Agustus-September. Di kebun komersial perlakuan bisa sepanjang waktu. Itu dilakukan di bawah naungan plastik UV yang mampu meneruskan 98% cahaya. Penggunaan UV sekaligus lindungi dari guyuran hujan. (TRUBUS/ Destika Cahyana/Peliput: Evy Syariefa)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s