Sayap Bidadari Menawan Hati

Limapuluh daun lebar-lebar berwarna putih dengan garis hijau dan semburat merah muda memenuhi pot teracota berdiameter 50 cm. Sosok kompak dan rimbun. Warnanya cerah dan terlihat sehat. Penampilan prima yutta hatti membuat caladium itu jadi salah satu pemenang kontes di ajang Royal Flora Rachaphreuk, Chiang Mai, Thailand.

Caladium rimbun, kompak, kokoh, dan berwarna cerah jadi idaman setiap hobiis. Untuk mendapatkannya susah-susah gampang. Di Thailand, Pichai Manichote-hobiis keladi, menggandakan jumlah daun dengan memotong pucuk yang pertama muncul. Pucuk dipotong hingga hanya tersisa kira-kira setengah ruas jari. ‘Nantinya banyak mata tunas muncul, daun pun tumbuh lebih banyak,’ kata pria yang juga gemar mengoleksi aglaonema itu.

Di Indonesia, Ulih Sunardi-pekebun di Bogor, rutin membuang daun-daun tua. Caranya daun tua ditarik menggunakan tangan dengan sekali cabut. Perompesan daun tua memacu caladium-terutama jenis asal Florida-beranak-pinak dan berdaun lebih banyak. ‘Anakan banyak, keladi jadi terlihat lebih rimbun,’ tutur Ulih sambil menunjuk pot plastik berdiameter 15 cm berisi Caladium hortulanum yang sudah beranak-pinak.

Cara yang lebih canggih dilakukan Ir Edhi Sandra, MSi, pengajar di Fakultas Kehutanan IPB. Anakan keladi dipacu dengan pemberian hormon. Hormon terdiri atas 8 komponen seperti auksin, giberelin, dan sitokinin yang mempercepat dan memperbanyak pertumbuhan anakan. Sebanyak 10 ml hormon tanpa diencerkan disiramkan per tanaman per hari selama 10 hari berturut-turut. Dengan dosis itu didapat hingga 10 anakan lebih banyak. Normalnya, dari satu induk hanya 2-3 anakan.

Pemberian hormon supaya bonsi banyak anak dan banyak daun juga dilakukan Ino Tomasouw, pemilik nurseri di Cipayung, Jakarta Timur. Giberelin, auksin, atau sitokinin pemecah tunas. ‘Dengan pemberian hormon itu tunas bakal tumbuh lebih banyak,’ ujar Ino.

Daun cerahSupaya daun jadi lebih cerah, Tawee Prasit di Pathumthani menyungkup sayap bidadari itu. Setiap pot disungkup plastik seperti kurungan ayam yang bagian dasarnya dijepit ke bibir pot. Penyungkupan selama 2-3 bulan. Di dalam sungkup, kelembapan mencapai 90%, suhu sekitar 50oC. Kelembapan dan suhu tinggi membuat proses metabolisme tanaman lebih cepat sehingga daun menjadi lebih cerah. ‘Tapi sebetulnya kelembapan optimal itu hanya 70% kalau berlebih justru kurang baik bagi tanaman,’ ujar Ir Yos Sutioso-ahli nutrisi.

Pertumbuhan optimal terjadi karena tidak ada persaingan tumbuh. Keluarga Araceae pun menjadi lebih tahan serangan penyakit. Bila sungkup hendak dibuka, adaptasikan dulu tanaman dengan lingkungan luar. Kelembapan di luar hanya 50% sehingga tanpa adaptasi caladium loyo. Agar beradaptasi dengan lingkungan luar, saat sungkup dibuka letakkan tanaman di tempat ternaungi selama 1-2 hari. Untuk menjaga kelembapan, siram dengan cara semprot 2-3 kali sehari. Selain itu gunakan tatakan air di bawah pot. Air ditambahkan setiap 2 minggu.

Untuk mencerahkan warna keladi, Ino menyarankan fish emulsion. Minyak ikan dikocorkan ke media setiap 40 hari. Dosis 1 sendok teh/pot diameter 30 cm. Menurut Yos, minyak ikan memang bagus untuk pertumbuhan. Namun, ia mengandung unsur nitrogen dan sulfur yang tinggi. Pemberian berlebihan justru membuat warna keladi menjadi pucat. Untuk mencerahkan warna keladi Yos menyarankan penggunaan pupuk dengan kadar fosfat tinggi.

Tampil tegapAgar kerabat anthurium itu berdiri tegak, Tawee Prasit menggunakan bambu tipis yang di ujungnya dikaitkan kawat untuk mengikat keladi. Dengan cara itu, caladium terlihat menarik karena komposisi tinggi-rendahnya proporsional. Cara lain dipakai oleh Pichai Manichote. Pemilik perusahaan kimia pertanian itu memberikan paklobutrazol dengan konsentrasi rendah, 1%.

Menurut Edhi, paklobutrazol menghambat pertumbuhan sel baru sehingga tidak ada pertumbuhan tunas. ‘Padahal tanaman tetap mengalami fotosintesis sehingga terjadi penebalan sel dan penumpukan makanan. Hal ini yang menyebabkan batang lebih kokoh,’ tuturnya.

Cara lain dilakukan Hari Harjanto-perancang taman di Depok. Caladium ditanam di bawah sinar matahari langsung. Daun memang langsung rontok tapi nantinya akan diperoleh daun baru yang batangnya lebih pendek dan kokoh. Sinar matahari menurut Yos menghancurkan kandungan auksin tanaman.

Auksin hilang menyebabkan terhentinya rangsangan tumbuh. ‘Jadi batang tumbuh pendek dan lebih kokoh,’ katanya. Penambahan unsur kalsium (kapur) membuat tanaman tegap dan resisten terhadap hama penyakit. Soal cara boleh beda, tapi hasilnya caladium tampil rimbun, kompak, kokoh, dan berwarna cerah. (Dyah Pertiwi Kusumawardani/Peliput: Evy Syariefa)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s