TEKNIK MEMBUAT ADENIUM BONSAI

Saat ini, penggemar Adenium mengarah pada tampilan yang menyerupai gaya bonsai dengan keunggulan bentuk bonggol dan tajuk-tajuk batangnya yang indah. Bonggol batang bawah yang melekuk, tajuk rapi tanpa daun, dan bunga berwarna cantik kini dambaan setiap penggemar Adenium arabicum. Sosok unik seperti ini layak dikagumi dan tak jarang mengundang decak kagum yang melihatnya.

“Keindahan inilah yang membuat sosok adenium tak lagi dinikmati keindahan bunganya saja, tapi juga komposisi bentuk yang seimbang, proporsi tajuk, batang, dan bonggolnya yang unik,” Dedi Sudiana dari Persada Adenium Nursery di Cibinong, Bogor.

Menurut Dedi, jenis adenium bonggol yang banyak diperdagangkan adalah jenis arabicum karena adenium ini seringkali digunakan sebagai batang bawah. Adenium arabicum termasuk jenis langka. Penampilannya sangat eksotis lantaran batangnya besar dengan banyak cabang. “Tidak heran jika arabicum kini menjadi buruan para adenium maniak. Apalagi bentuknya yang kerdil atau kuntet,” tambahnya.

Dengan sosok kuntet dan banyak cabang pendek pada bonggol bawahnya yang gemuk, arabicum sangat menarik dan kelihatan klasik. Dengan kekuntetannya tersebut Arabicum ini tidak membentuk cabang-cabang yang tinggi, tapi bonggol bawahnya akan melebar dengan kerutan-kerutan yang mengesankan hingga terlihat semakin eksotis. Bahkan karakter arabicum ini bisa jadi penentu dan tolok ukur kualitasnya.

Untuk membuat arabicum bergaya bonsai tersebut, pemula bisa memulai dari biji ataupun membeli anakan adenium dengan diameter bonggol sekitar 20 cm. “Yang banyak diperdagangkan saat ini, yaitu Petch Na Wang, Yak Saudi, Lop Bu Ri, dan Sing Bu Ri,” sebut Dedi.

Untuk membeli anakan, Dedi menyarankan, pilih tanaman yang sudah membentuk minimal lima cabang simetris dan berbentuk mahkota dengan bonggol bawah (coudex) yang gemuk dengan cabang batang berwarna hijau. Setelah enam bulan, bentuk coudex akan lebih stabil. “Tinggal bagaimana untuk menjadikan besar dengan kekerdilannya sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhannya nanti,” katanya.

Agar Arabicum Bertajuk Indah

Agar penampilan arabicum tampak indah dengan bunga yang tidak berantakan, sering-sering melakukan pemangkasan (pruning). “Pruning ini menjadi salah satu pemicu munculnya tajuk baru, bunga, mempercepat pembesaran bonggol bawah dan bertujuan untuk memotong siklus hidup hama yang kerap menyerang daun adenium,” jelas Dedi yang sudah dua tahun menekuni budidaya arabicum.

Namun sebelum melakukan pruning, pemilik harus memastikan terlebih dahulu tanaman tersebut dalam kondisi yang benar-benar sehat, media tanamnya subur, dan sudah cukup umur atau minimal 6 bulan. Tanaman sehat bisa dilihat dari kondisi daun dan batang yang tampak segar dan kokoh. Bila daunnya dipangkas, batang, bonggol bawah maupun cabangnya akan menghasilkan tunas baru lebih dari satu. Dari cabang yang sudah tua pun akan muncul bunga-bunga baru.

Pemangkasan bisa dilakukan secara manual dengan tangan. Caranya, petik (rompes) semua daun yang ada di cabang. Namun akan lebih aman bila menggunakan gunting yang tajam dan steril. “Pemangkasan dengan tangan seringkali menjadi penyebab kegagalan, sebab luka dari pemangkasan bisa membusuk dan merembet ke bagian cabang,” Dedi mengingatkan.

Saat pemangkasan sebaiknya pagi atau sore hari. Setelah pemangkasan daun, semprotkan fungsida yang sudah dicairkan dalam sprayer ke bekas-bekas pemotongan. Ini untuk menghindarkan cendawan yang bisa membusukkan batang tanaman akibat luka dari pemotongan tersebut.

Usai dipangkas, tanaman bisa langsung ditempatkan pada ruang terbuka agar luka segera kering. Dalam waktu tiga minggu kemudian, muncul tunas-tunas baru di bonggol.

Kecuali pemangkasan, lakukan pula pemupukan secara teratur dengan pupuk organik/kandang dua bulan sekali. Jika menggunakan pupuk kimia sebulan sekali atau kalau memanfaatkan pupuk yang slow release semacam Dekastar, cukup empat bulan sekali.

Tindakan perawatan lainnya adalah membersihkan kebun dan tanaman dari sampah dan rumput liar untuk menghindari sumber hama dan penyakit. Kelembapan media tanam dan lingkungan juga penting dijaga karena media tanam yang terlalu lembap menjadi penyebab penyakit mudah masuk. Tempatkan pot-pot tanaman di bawah sinar matahari penuh dengan jarak paling tidak 25 cm agar pertumbuhannya tidak terganggu. (Tri Mardi Rasa/ AGRINA)
http://www.langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=364

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s