Arsip Kategori: Adenium

Artikel tentang tanaman adenium

TEKNIK MEMBUAT ADENIUM BONSAI

Saat ini, penggemar Adenium mengarah pada tampilan yang menyerupai gaya bonsai dengan keunggulan bentuk bonggol dan tajuk-tajuk batangnya yang indah. Bonggol batang bawah yang melekuk, tajuk rapi tanpa daun, dan bunga berwarna cantik kini dambaan setiap penggemar Adenium arabicum. Sosok unik seperti ini layak dikagumi dan tak jarang mengundang decak kagum yang melihatnya. Lanjutkan membaca TEKNIK MEMBUAT ADENIUM BONSAI

Adenium Berbunga Mawar

Rumah tanam berukuran 12 m x 12 m beratap plastik UV itu penuh dengan puluhan pot yang diletakkan di 8 rak terpisah. Pot nomor 3 di rak kiri depan langsung memikat mata. Tiga bunga berwarna dasar putih dengan splash merah muda di tepi dan garis di tengah petal mekar sempurna. Petalnya yang membulat bertumpuk 3, lazimnya 1. Itulah adenium terbaru laksana mawar. Di rumah tanam itu si tumpuk 3 ada 4 Lanjutkan membaca Adenium Berbunga Mawar

MENATA ADENIUM ALA BONGGI KEBEBASAN TANPA BATAS

Banyak pertanyaan timbul terutama didalam mendisplay adenium yang dimiliki, baik oleh Hobbies ataupun kolektor. Kita lihat disekeliling kita ada yang lebih menonjolkan pada bonggolnya, ada yang mengkawati cabang-cabangnya sampai terpuntir-puntir. Bahkan ada yang lebih ekstrem mengukirnya membentuk naga, orang, mobil, dan berbagai macam bentuk kerajinan tangan lainnya, yang terlihat mulai menyimpang dari kaidah seni menata adenium dengan fakta dia adalah tanaman bukan kayu atau benda mati. 

BONGGI lahir pertama adalah untuk mengakomodasi kebutuhan banyak penghobby adenium didalam menata adeniumnya. Terutama mencari pedoman The Do and The Don’t – batasan normal didalam berkreasi. Saking kreatifnya orang-orang kita, seni menata adenium ini tampaknya murni lahir di Indonesia, sedangkan dibeberapa negara lain, entah karena jiwa seninya kurang atau memang penggemar adenium disana hanya pekebun dan tidak mengetahui potensi adenium sebagai barang seni – hanya sebatas tanaman hias, yang lebih mementingkan tanaman ini dari bunga saja, seni ini kurang dikenal dengan baik. Di Thailand tampaknya lebih jeli, mengingat arabicum tidak memiliki variasi bunga, maka untuk meningkatkan nilai komersialnya, seni ini diadaptasikan dengan lebih menekankan pada penataan arabicum saja.

Banyak yang kemudian bertanya seputar BONGGI, dan cenderung pesimis. Perlu ditekankan BONGGI sebenarnya lebih kearah seni menata adenium dalam pot. Kenapa harus ada BONGGI ? untuk memberikan pedoman menata adenium dalam pot. Mengingat menata adenium dalam pot oleh pakar dan penghobby di seluruh Dunia tidak dipertimbangkan sebagai tanaman yang layak di Bonsai. Mengingat sifat tanaman yang merupakan tanaman sukulen, akarnya yang cenderung membonggol, disamping alasan-alasan lain.

Apakah dengan Bonggi kita dapat memperoleh hasil yang baik ? Jawabannya : PASTI… untuk adenium BONGGI akan memberikan hasil maksimal. BONGGI akan memberikan arahan baku cara mendisplay bonggol dan juga dipadukan dengan tata cara pengaturan percabangan yang berlaku umum akan memberikan hasil maksimal. Bahkan untuk bahan baku yang memiliki potensi minim sekalipun. Pada artikel ini ini akan diberikan beberapa inspirasi menata Adenium ala BONGGI. Semoga Seni menata bonggol adenium dalam pot dapat terus berkembang, dengan arahan yang baik dan benar.

Didalam seni menata adenium ala BONGGI kita selalu dituntut untuk refleksi kealam. Baik sifat dasar si adenium, bentuk-bentuk alami yang ada dialam, proses alam yang mengakibatkan pembentukan misalnya terpaan angin yang memaksa arah pertumbuhan, gaya berat yang menekan kebawah memunculkan cengkeraman dan pertumbuhan cascade, naluri dalam proses mencari cahaya matahari dan makan, yang menunjukkan juluran dan liukan serta proporsi atau keseimbangan yang selalu dipertahankan secara alami.

Penataan adenium terutama dilakukan dengan mengedepankan potensi dan kekurangan bonggol adenium yang ada. Lihat seni menata adenium pada artikel 1. Dari segi keleluasaan pembentukan adenium obesum lebih adaptif didalam menerima berbagai gaya yang akan diimplementasikan. Adapun gaya-gaya penataan adenium, percabangan, diturunkan dari seni Bonsai – yang merupakan biangnya seni menata tanaman didalam Pot.

Siapa yang bisa melakukan ? Siapa saja bisa, tidak harus pakar atau yang ahli saja. Semua orang bisa mencoba dan mempelajarinya. Hobby menata bonggol adenium ini tidak mengenal batasan. kalau tidak berani mencoba pada adenium anda, buat saja illustrasinya menggunakan photoshop atau software design grafis lainnya. Dijamin anda akan ketagihan dengan BONGGI anda berkreasi bebas tanpa batas.

MENGATASI BONGGOL AKAR ADENIUM

Bagaimana cara mengatasi bonggol akar yang tiba-tiba mengkerut ? Sering kita jumpai, meskipun penyiraman sudah dilakukand engan seksama, tiba-tiba bonggol akar mengkerut. Perlu diketahui bonggol akar merupakan tempat cadangan cairan bagi adenium. Sebagai tanaman sukulen, Bagian terbesar tanaman adalah cairan. Sehingga perubahan pada metabolismenya dapat menyebabkan tanaman mengkerut, karena cadangan cairan dalam batang atau akar berkurang. Yang sering dijumpai akar mengkerut ketika diangkat dari medianya, tampak hama berwarna keputihan diakar adenium yang sering disebut Root Mealy Bug. Hama ini mengakibatkan banyak akar serabut yang mengering dan mati yang mengganggu penyerapan cairan oleh tanaman. Hama ini muncul akibat media yang selalu lembap. Sehingga sangat penting mengkondisikan media kering sekali, sebelum penyiraman dilakukan. Jika ini yang ditemui, maka bonggol akar tadi harus diobati dengan direndam terlebih dahulu, dan mengeringanginkan untuk kemudian ditanam dimedia baru. Kemungkinan yang lain, adalah tanaman sedang dalam fase pertumbuhan yang sangat cepat, dimana penyiraman yang dilakukan intervalnya terlalu lama, atau terlalu sedikit jumlahnya. Selain itu panas yagn berlebih dan berubah-ubah dapat juga menjadi sebabnya. Untuk Bonggol yang sudah diangkat dan ditanam dengan menonjolkan bonggolnya, akibat perubahan kondisi lingkungan (terlalu panas) yang sangat drastis, sehingga bonggol nya mengekerut tiba-tiba. Cara yang dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memastikan tidak terjadi serangan hama, kemudian tanaman diletakkan ditempat yang teduh. Kemudaian disiram dalam intensitas terbatas untuk menjaga media tetap lembap. Secara bertahap setelah media kering baru ditambah jumlah penyiraman sampai media basah. Perlu diperhatikan, untuk tanaman yang baru mengalami gangguan dan segera diambil tindakan, beberapa hari kemudian bonggol akan gendut kembali. Tetapi jika Bonggol sudah mengkerut dalam jangka waktu yang cukup lama, biasanya beberapa perakaran sudah mengering. Sangat rentan membanjiri media pada saat ini, karena dapat dipastikan bonggol akan terserang busuk akar yang langsung menjalar kemana-mana. Pastikan penyiraman terkontrol dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Segera setelah bonggol membaik tanaman dapat dipindahkan secara bertahap, karena pemindahan yang drastis akan mengakibatkan bonggol mengkerut kembali. Setelah tunasnya bermunculan dan tanda-tanda aktivitas telah dimulai, Media dapat disiram seperti biasa. Kesabaran dan ketelatenan didalam memelihara adenium merupakan kuncinya.

http://myadenium.com/tipstrick/tips_lengkap.php?jduL=MENGATASI%20BONGGOL%20AKAR%20ADENIUM&kd_tips=12

INTERVAL PENYIRAMAN ADENIUM

Kapan saya harus menyiram adenium saya, seberapa sering, seberapa banyak harus disiram ? Pertanyaan diatas sangat sering kita temui. Tidak hanya bagi pemula, tetapi juga bagi banyak orang yang sudah lama memelihara adenium, dan mengalami krisis kepercayaan, terutama jika sebagian koleksinya mengalami masalah busuk batang, atau masalah lain terkait penyiraman adenium yang dimiliki, semua pengetahuan dan ilmu yang dimiliki jadi pupus.

Penyiraman adenium sangat ditentukan banyak faktor, tidak ada satu metoda atau cara yang paling benar. Dipengaruhi oleh usia tanaman, besar kecilnya, media tanamnya dan besar kecil potnya, kondisi tanaman, kondisi lingkungan eksternal seperti intensitas sinar matahari, angin, dll. Untuk dapat mengetahui kebutuhan adenium kita akan air, sebagai pencinta adenium tentu saja kita harus mempelajari perilaku dan kebiasaannya sebagai berikut :

Untuk pertama kali siram adenium tadi, usahakan menyiram sampai basah dan merata. Setelah itu tergantung media yang digunakan, biasanya 2 hari setelahnya media akan nampak mengering dipermukaan. Tetapi kalau kondisi internal dan eksternalnya berbeda bisa saja dalam waktu tersebut media masih basah. Atau bisa saja media diatas kering tetapi didalam masih basah, hal ini terutama jika menggunakan sekam. Untuk memastikan coba angkat potnya, dan rasakan perbedaannya dibandingkan dengan media dalam keadaan kering. Jika terasa ringan, berarti penyiraman selanjutnya dapat dilakukan. tetapi jika masih terasa agak berat, berarti keesokan harinya harus dicek kembali. Penyiraman sangat tergantung dari media yang kita gunakan. Sekali kita mengetahui formulanya, penyiraman merupakan rutinitas yang menyenangkan.

Usahakan antar waktu penyiraman dilakukan dengan menambah 1 hari media dalam keadaan kering. Penyiraman berikutnya dilakukan dengan menyiram medianya sampai air mengalir keluar dari lubang didasar pot. Pastikan air mengalir beberapa saat, sehingga air merata meresap keseluruh media, agar perakaran berkembang merata dan optimal. Disamping itu agar sisa-sisa pemupukan yang masih tertinggal dapat larut terbawa air, dan tidak menumpuk dimedia tanam, atau didasar pot.

Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman, tidak selamanya interval yang dilakukan berlaku, mengingat kondisi tanaman berbeda-beda. Setelah berbunga umumnya penyiraman dikurangi, karena pada saat ini metabolisme tanaman menurun, dan sedang mengatur nafas untuk melanjutkan siklusnya kembali. Jika kita temui sebagian daun tiba-tiba menguning, atau cabangnya tampak gundul, kurangi penyiraman media terlalu banyak menyimpan air. Jika bonggol tampak mengkerut, salah satu faktornya penyiraman yang tidak teratur dan intensitasnya kurang. Untuk mengatasinya dapat dilihat pada Tips Jika bonggol anda mengkerut. Jika tampak pertumbuhannya ekstrem disisi yang lain, mungkin saja peyiramannya tidak merata. Jika tanaman tidak berbunga dalam jangka waktu lama, penyiraman merupakan salah satu faktor dan solusinya.

Jika terlihat adenium kita mulai mengeluarkan tunasnya, berarti adenium kita sedang energi penuh untuk tumbuh. Penyiraman harus dilakukan untuk mendukung pertumbuhannya. Pada saat ini pertumbuhannya sangatlah pesat.. Jangan sampai kekeringan, karena pertumbuhan yang baru dimulai dapat berhenti seketika karena metabolismenya terganggu. Untuk memulainya kembali dibutuhkan waktu yang lama. Penyiraman teratur dan jumlah yang cukup akan membuat pertumbuhannya maksimal, dan pembungaan yang lebih kompak.

http://myadenium.com/tipstrick/tips_lengkap.php?jduL=INTERVAL%20PENYIRAMAN%20%20ADENIUM&kd_tips=11

BUSUK AKAR

Busuk Akar sengaja dipisahkan tersendiri karena tidak dapat dipisahkan dari suka duka menenem adenium , merupakan penyakit yang dapat dialami oleh siapa saja , tidak mempedulikan apakah dia sangat berpengalaman , ataupun pemula kecuali jika kita hanya menanam adenium dalam hitungan jari. Busuk akar merupakan pengalaman pahit jika kita mengalaminya , tetapi sangat menarik untuk diceritakan tanpa kita sadari. Busuk akar , bonggol akar mengkerut dan semua gejalanya memberikan warna tersendiri didalam pemeliharaan dan perkembangbiakan adenium. Untuk itu kita menjadikannya sebagai ikon masalah dan sengaja membahasnya dihalaman ini secara eksklusif.

Busuk akar kerap kali disebabkan oleh :
– Penyiraman yang terlalu banyak dan sering , umumnya terjadi pada masa peralihan , dimana sinar matahari menyengat teriknya , tetapi hujan juga turun tanpa terkendali.
– Media yang digunakan sifat porositasnya rendah sehingga menahan air dalam jangka waktu yang lama. Hal ini lebih disebabkan kurangnya pengetahuan akan fungsi-fungsi dan sifat media.
– Kebanyakan kena air pada waktu musim hujan.
– Memotong akar pada saat training , ataupun bonggol akar terluka tidak sengaja , dan ketika ditanam luka belum kering benar.
– Oleh sebab-sebab yang kita sendiri juga tidak tahu , karena terjadi begitu saja padahal sudah diupayakan segala macam cara.

Sering juga dijumpai komentar penghoby ketika tanamannya mengalami busuk akar bahwa “adeniumnya ketika ditempat awalnya sebelum dibeli , ditanam sembarangan , pada media yang asal-asalan saja tetapi baik-baik saja dan malah subur” , karena tidak tau bahwa proses pemindahan , pengangkatan , training , dan berbagai hal tadi merupakan pemicu terjadinya luka baik yang terlihat ataupun tidak , yang menjadi asal muasal busuk akar.

Gejala awal Busuk akar bisa dilihat dari bonggol yang membusuk , daun menguning dan rontok , batang mengerut , dan pertumbuhan terhambat. Seringkali busuk dimulai dari luka yang kecil , dan menjalar didalam bonggor akar. sehingga dari luar tampak baik-baik saja. tidak jarang busuk akar bisa menghabiskan seluruh pohon karen menjalar dari akar sampai keatas batang.

Cara pencegahan Busuk akar dengan cara :

– Mengatur interval waktu penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi media tanam
– Menggunakan media tanam yang porous , dan memberi styrofoam di dasar pot. Sehingga air yang berlebih bisa segera terbuang.
– Pada musim hujan sebaiknya diupayakan agar tanaman diletakkan di tempat yang tidak terkena air hujan (dinaungi) , sehingga media tidak terlalu lembap.
– Pada waktu memotong akar , sebaiknya pisau pemotong dalam keadaan steril ( bersih)
– Jika terjadi luka , karena pemindahan pohon , atau sengaja dipotong ketika melakukan training akar , sebaiknya tanaman adenium digantung dan diangin-anginkan ditempat yang teduh dan kering. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung , karena dapat mengakibatkan tanaman menjadi kering dan mati.

Langkah-langkah pegobatan :

Adenium yang telah terserang busuk akar harus segera dicabut dari potnya , kemudian dicuci bersih dan akar yang busuk dipotong menggunakan pisau yang steril. Pemotongan harus sampai tidak ada lagi bagian busuk yang tersisa , karena akan dengan mudah menjalar ke bagian yang masih sehat hanya dalam hitungan hari.
Luka bekas potongan diolesi fungisida untuk mencegah ditumbuhi jamur , atau kapur sirih sebagai antiseptik dan mempercepat pengeringan luka.

Selanjutnya tanaman digantung dan diangin-anginkan di tempat yang kering sehingga akarnya mengering. pada saat ini harus juga diperhatikan jika sampai beberapa hari luka tidak mengering , tetapi masih basah , sebaiknya diperiksa kembali. Jika ternyata hal itu disebabkan masih ada bagian yang busuk , harus dengan sigap dan “Tega” untuk segera memotongnya. Beberapa penghoby untuk mencapai kondisi lukanya kering , bahkan sampai menggantung adeniumnya mencapai 2 bulan.

Pada saat digantung akan tampak tanaman menjadi kering , daun-daunnya layu , menguning dan rontok. batang dan akar mengkerut tetapi dalam kondisi kering. kebanyakan tanaman adenium akan mengeluarkan bunga yang cukup banyak pada kondisi ini. Secara natural itu hal yang wajar , karena si Adenium kita merasa jiwanya terancam dan melakukan langkah pembungaan sebagai upaya melanjutkan keturunannya dengan menghasilkan biji. Umumnya tanaman digantung 3 hari , semakin lama digantung , maka akan mengakibatkan upaya pemulihan ketika ditanam menjadi lebih lama lagi.

Setelah kondisi tanaman dalam keadaan kering baru dapat ditanam kembali dengan media tanam baru. Sebelum daitanam , sebaiknya tanaman terutama akarnya disiram dengan larutan perangsang akar , dan dianginkan agar kering sebelum ditanam. Setelah penanaman adenium sebaiknya disimpan ditempat yang teduh dan kering untuk menghindari penguapan yang berlebihan dan tidak disiram 3 s/d 5 hari. Tanaman dapat mulai disiram setelahnya dalam jumlah yang sedikit saja untuk memancing metabolismenya. Perlu diingat tanaman juga sedang dalam masa pemulihan , dimana perakaran umumnya tidak dapat melakukan penyerapan dengan baik , jadi penyiraman yang berlebihan hanya akan membahayakan hidupnya. Seminggu setelah ditanam akan tampak tunas-tunas baru bermunculan. Anda dapat bernafas lega tanaman adenium kesayangan anda dapat dipindahkan secara bertahap sampai dapat menerima sinar penuh(aklimatisasi)

Mengatasi busuk akar haruslah “tega” didalam memotong bagian-bagian yang busuk – meskipun seringkali mengorbankan penampilannya secara keseluruhan ( karena itu bonggol akar andalan ) dan juga “tega” untuk tidak cepat-cepat menanamnya sebelum lukanya kering. Ketidaktegaan hanya akan mengakibatkan tanaman Adenium yang kita sayangi menemui ajalnya. Penyesalan selalu datang terlambat. Hal ini dialami oleh seluruh pecinta , petani , penghoby serta pemerhati adenium di seluruh dunia.

http://myadenium.com/hamapenyakit/busuk_akar.php

MERAWAT ADENIUM UNTUK KONTES

Banyak penghobby yang kecanduan untuk ikut memamerkan koleksinya setiap ada kontes. berikut ini akan dipaparkan langkah-langkah untuk mempersiapkan Koleksi kita jika sudah terdengar kisi-kisi diselenggarakan kontes di kota kita. Mudah-mudahan dengan tip’s berikut ini gelar juara dapat disabet.

Untuk mempersiapkan koleksi adenium yang diikutsertakan pada kontes atau pameran umumnya memerlukan waktu sekitar dua bulan. Untuk adenium yang sudah senantiasa dirawat dengan baik – merawat ya berarti ada ekstra treatment tidak hanya disiram saja – persiapannya membutuhkan waktu 2 minggu sampai satu bulan sampai pada penampilan yang optimal. Sedangkan untuk tanaman yang dipelihara “biasa-biasa ” saja , butuh persiapan dan treatment ekstra , untuk membuat adenium sehat dan segar; mengkinclongkan bonggol; serta menyiapkan adenium agar bunganya kompak , maksimal dan seragam hingga menutupi daun yang ada. Untuk itu langkah-langkahnya adalah :

a. Treatment Dasar
Dengan asumsi adenium anda sudah melalui training untuk pembentukan akar , dan treatment batang , tanaman harus dalam keadaan sehat (tidak dormant) maka treatment dasar yang harus diperhatikan untuk persiapan pameran adalah pemupukan , penyiraman , dan pemangkasan menjelang kontes untuk mendapatkan bunga yang kompak dan maksimal. Yang perlu diperhatikan :

 

1.
Melakukan pengendalian penyiraman tidak kurang dan tidak berlebihan. Perlu diingat perlakuannya sedikit berbeda dengan tanaman yang tidak diikut sertakan dalam pameran. Untuk Mempersiapkan pembungaan penyiraman dilakukan dengan kiat basah kering , dimana tanaman disiram dengan gembor , kemudian dibiarkan kering dengan interval waktu tertentu (umumnya satu minggu) baru kemudian disiram kembali. hal ini akan mamacu pembungaan pada tanaman. perlu diingat , tanaman baru akan berbunga kalau persediaan makanannya cukup , dan mencapai tahap pembungaan atau jika berada dalam kondisi terancam. Perlakuan penyiraman ini memaksa tanaman untuk mempercepat proses pembungaannya. Diimbangi dengan pemupukan maka akan diperoleh bunga yang kompak dan berwarna cerah nantinya.
2. Pemangkasan cabang. Pemangkasan ebaiknya menggunakan pisau tajam dan steril
3.
Pemupukan untuk pembungaan dilakukan dengan terlebih dahulu menyehatkan tanaman dengan menggunakan pupuk untuk pertumbuhan , biasanya dilakukan sebulan sebelum treatment untuk kontes dilakukan. Perlu diingat , jika tanaman adenium anda tidak sehat , maka perlakuan ini hanya mengakibatkan adenium anda menderita dan menemui ajalnya secara perlahan.

Setelah dilakukan pemangkasan untuk pembungaan , maka tanaman disemprotkan dengan hormon untuk memacu pertumbuhan tunas yang baru. kemudian pemupukan dilakukan dengan memberikannya setiap kali melakukan penyiraman , dengan Pupuk yang memiliki nilai tengah yang besar dibandingkan dengan nilai depannya. Pemberian pupuk ini juga dilakukan dengan menempatkan adenium di tempat yang memiliki intensitas matahari yang tinggi dengan interval waktu minimal 8 jam. Waktu yang baik adalah 12 jam hal ini akan mempengaruhi metabolisme tanaman didalam menghasilkan kuntum bunga sebanyak-banyaknya. Segera setalah memunculkan kuntumnya , tanaman adenium anda harus di letakkan di tempat yang tidak terkena angin secara langsung , yang dapat mengakibatkan gugurnya kuntum bunga tadi.
Penting untuk diingat , tanaman adenium anda yang telah melalui proses tadi , setelah kontes usai harus dipupuk dahulu dengan pupuk seimbang , untuk mengembalikan kondisi si tanaman agar kembali segar dan mampu menumbuhkan tunas daun.

b. Memahami Karakter Adenium
Setiap hobiis memiliki cara berbedadalam menangani adenium kesayangannya. Umumnya seorang hobiis memperlakukan adenium seperti memperlakukan anaknya sendiri. Karenanya , mereka memahami karakter adenium yang mereka pelihara , sehingga hafal kapan waktuyang tepat untuk menjemur di bawah cahaya matahari dan kapan mengistirahatkan ditempat teduh. Kaarkter tersebut bisa dipelajari dengan caramemperhatikan dan merawatnya setiap hari.Adenium yang akan diikutsertakan pada acara kontes atau pameran harus ditanam di dalam pot yang sesuai dengan banderol harga yang diinginkan karena bahan dan estetika pot sangat mempengaruhi penampilan dan harga adenium. Pot yang digunakan biasanya pot tanah liat atau keramik. lazimnya pot untuk adenium berbentuk ceper dengan ragam hias yang disesuaikan dengan warna bunganya. Keserasian antara pot dan adenium ini bisa mengangkat harganya menjadi lebih mahal dan jika dikonteskan bisa memberi nilai tambah

c. Pengangkutan Adenium ke Arena Kontes atau Pameran
Hal terpenting yang harus anda perhatikan pada saat membawa koleksi anda ke arena kontes adalah “hati-hati dan tidak kesusu”. sebelum diangkat sebaiknya tanaman anda diikat ke potnya dengan menggunakan tali rafia untuk mencegah tanaman goyah dari posisi tanamnya. pengangkatan dan pemindahan dilakukan dengan hati-hati , untuk adenium Giant biasanya digunakan alat katrol untuk memindahkan. Selanjutnya , pot diletakkan dikendaraan atau sarana angkutan yang digunakan dengan hati-hati. Untuk mencegah komposisi tanaman berubah akibat angin , dan mencegah kerontokan dan daun pada saat pengangkutan (untuk mobil terbuka ) sebaiknya tanaman dikerubungi dengan net. hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi sengatan matahari ketika tanaman dipindahkan.

Tip’s penempatan adenium di ruang pamer dengan memperhatikan tampak utama yang sudah kita persiapkan dengan kondisi tanaman pada saat dilombakan khususnya dominasi bunga. sehingga nantinya diperoleh posisi pose yang paling optimal dan menarik , baik dari segi perpaduan bonggol , postur tanaman secara keseluruhan maupun pose untuk memview penampilan bunga secara maksimal. Yang perlu diingat , bagaimana mencari posisi yang optimal untuk menutupi kekurangan dari view pada salah satu yang dimiliki adenium kita dengan menonjolkan kehadiran bunga pada sisi tersebut sebagai kompensasinya.
Penempatan keterangan dan deskripsi tanaman kita meliputi nama adenium , nama nursery , harga diperlukan untuk menyediakan informasi yang baik dan akurat mengenai tanaman koleksi kita.

CARA MENDAPATKAN GIANT ADENIUM

Adenium berukuran besar hanya bisa didapatkan dengan syarat sebagai berikut : Berasal dari tanaman yang memiliki gen yang baik. Perlu diketahui bahwa seperti halnya manusia , adenium juga membawa gen-gen dari induknya. Tidak semua bibit adenium yang berasal dari biji adenium indukan yang sama, dapat tumbuh menjadi besar bahkan berukuran raksasa, meskipun berasal dari indukan yang sama. Sehingga pemilihan bibit yang berasal dari indukan yang terbukti baik sangat mutlak diperlukan.

Tips memilih bakalan adenium : Untuk memilih bibit, langkah yang harus dilakukan , ketika menyeleksi atau membeli sekumpulan bibit adenium dari kelompok induk yang sama, pertama pilih lah grup yang memiliki pertumbuhan paling bongsor dan sehat.

Pemeliharaan 3 tahun pertama sejak penyemaian merupakan saat-saat terpenting didalam memacu perkembangan dan pertumbuhan bibit adenium secara maksimal. Pemilihan ulang, cara pemeliharaan, faktor lingkungan berupa pemilihan media , ketersediaan unsur hara dan pemupukan , wadah yang sesuai , penyiraman , kelembaban dan intensitas sinar matahari merupakan kunci terpenting didalam upaya menggenjot pertumbuhan calon Adenium Raksasa kita. Kesabaran dan ketelatenan juga menjadi kuncinya. Di Indonesia banyak kita jumpai Adenium Giant Size berukuran raksasa yang usianya juga puluhan tahun, dengan tinggi mencapai 3.5 meter ataupun lingkar bonggol akar dan batang mencapai diatas 1 meter (dengan diameter rata-rata diatas 40 cm).