Arsip Kategori: Tips Bisnis Tanaman Hias

BISNIS BARU! BROKER TANAMAN HIAS


Satu tahun terakhir ini, ada trend menarik di masyarakat dalam cara mendapatkan penghasilan. Booming tanaman hias rupanya telah merasuk sampai ke desa-desa. Alhasil profesi sebagai broker tanaman hias jadi idola, dengan alasan tidak perlu modal uang banyak, kerjaannya menyenangkan (keliling-keliling) dan hasilnya besar.

Broker (perantara) tanaman hias merupakan jembatan penghubung antara juragan tanaman hias (bos) dengan petani (penjual). Tugasnya mencari tanaman sampai pelosok-pelosok terus melaporkan sama bos. Bila harga setuju bos akan membeli tanaman tersebut lewat kita, untungnya tergantung nego kita sama petani.

Mari kita mulai menjelajahi profesi broker tanaman hias ini.

Modal yang diperlukan :

  1. Alat komunikasi, biasanya berupa telpon rumah atau hape. Lebih disarankan Hape karena dapat dibawa kemana-mana, sehingga saat kita tahu ada tanaman bagus dengan harga miring, kita bisa langsung tawarkan ke bos kita saat itu juga. Ada nilai plusnya kalau hape yang kita pake berkamera, jadi kalau kita ragu akan kualitas tanaman yang kita dapatkan, kita bisa konsultasi dulu sama bos kita lewat jepretan foto.

  2. Ini yang paling penting. Relasi. Untuk jadi broker kita mesti punya bos yang siap nampung tanaman hasil temuan kita. Untuk awal-awal bisa saja kita minta bantuan broker yang sudah jadi, istilahnya kita jadi perantara kedua, sambil belajar. Jika kita sudah dipercaya sama bos kita, itu jadi awal yang baik. Jangan ragu untuk sedikit menghabiskan pulsa demi hubungan baik dengan si bos.

  1. Pengetahuan tentang tanaman hias. Ini menjadi sangat penting, karena kita yang jadi ujung tombak di lapangan saat kita berhasil menemukan tanaman. Hal ini bisa dilatih dengan banyak mengunjungi nursery-nursery, atau melihat-lihat pameran yang ada. Jangan lupa juga untuk rajin membaca artikel-artikel tanaman hias, bahkan disarankan untuk rajin membeli tabloid khusus tanaman hias. Untuk hal ini, pemula lebih baik untuk mendalami satu macam / jenis tanaman hias terlebih dahulu. Saya sarankan untuk menekuni benar-benar jenis anthurium. Yang perlu dipelajari terlebih dahulu kayaknya jenis gelombang cinta dan jenmanii. Ini jenis yang paling popular, dan banyak diburu para kolektor.

  2. Banyak cari pengalaman, coba-coba dulu gak pa2, jangan takut untuk tanya-tanya.

OK yach, selamat mencoba!

http://c-o-r-n-e-r.blogspot.com/2007/09/bisnis-baru-broker-tanaman-hias.html

Foto tanaman hias di dunia maya

Pemilik/penulis: Boim   
Minggu, 27 April 2008

Beberapa waktu lalu saya browsing di dunia maya. Tentu saja berburu tanaman hias. Terkejut juga karena ternyata saya menemukan gambar/foto produk saya dipajang oleh nursery lain. Gambar tersebut betul-betul asli punya saya termasuk pot, dan latar belakang rumah saya terpampang disana. Saya tidak melakukan apa-apa. Karena saya yakin Allah lah maha mengatur rejeki yang adil.

  

Namun 2 hari lalu, Bp. E menelephone saya. Mengabarkan bahwa foto pada nursery saya sama dengan foto di Nursery Z yang beralamat di Surabaya. Z mengatakan pada E bahwa barang-barang yang ada di foto ada di rumah Z. Padahal, saat Bp.E menghubungi saya, stok tersebut masih tersedia dirumah saya.

Menurut Bp.E, Z kenal baik dengan saya, padahal saya tidak mengenalnya. Memang saya sering kirim email ke rekan-rekan sesama pemain tanaman hias (yang belum pernah saya kenal sebelumnya) yang menghubungi saya melalui telephone dan minta dikirim gambar melalui email.

 

Kemudian saya meminta Bp.E untuk mengirimkan gambar yang dimaksud ke alamat email saya. dari 5 gambar yang dikirim, 4 diantaranya adalah benar-benar milik saya dan stoknya masih ada dirumah saya.

 

Menurut saya, kasus ini masih sebatas pada “cara berbisnis yang kurang etis yang dilakukan oleh Z”. karena dia melakukan hal-hal yang tidak jujur seperti:

1. Menjual gambar milik orang lain dan mengakuinya sebagai barang miliknya tanpa izin yang empunya.

2. Z juga menyatakan bahwa barang yang ada pada gambar ada di rumahnya (untuk meyakinkan calon pembeli). Padahal barang itu tidak ada dirumahnya.

 

Namun, kasus ini juga bisa menjadi salah satu kasus kejahatan/penipuan seputar tanaman hias apabila :

1. Z minta pembeli untuk transfer pembayaran sebelum barang dikirim.

2. Setelah uang ditransfer, baru Z akan memesan barang tersebut dari pemilik aslinya. Bila Z berhasil mendapatkan barang dari pemilik aslinya dan mengirimkan ke pembeli, dan pembeli puas, maka kasus penipuan ini berakhir di sini. Namun, bila Z tidak berhasil mengirimkan barang ke pembeli, mungkin karena barang sudah terjual misalnya, maka Z harus mengembalikan uang kepada pembelinya, jika tidak, kasus penipuan akan menjadi panjang.

3. Lebih parah lagi, bila ternyata, setelah uang di transfer, Z tidak mengirimkan barang yang diminta kepada pembeli.

 

Kasus ini bisa berujung pada surutnya bisnis tanaman hias melalui dunia maya. Mengapa saya katakan demikian, karena, tanpa peringatan dan kehati-hatian, kasus ini bisa merebak luas, lalu membuat orang jera untuk bertransaksi melalui dunia maya.

  

Tentu saja hal ini sangat tidak kita harapkan. Maka, demi mempertahankan keberlangsungan  bisnis tanaman hias di dunia maya, alangkah baiknya untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

  

1. Untuk transaksi pertama kali, sebaiknya datangi langsung rumah penjual. Untuk transaksi selanjutnya, bila anda sudah pernah bertatap muka dengan penjual, anda akan bisa memutuskan apakah bisa mempercayainya untuk mengirimkan barang setelah anda mentransfer pembayaran atau tidak.

  

2. Bila poin pertama di atas tak mungkin dilakukan karena jarak yang jauh, mungkin anda bisa memilih untuk melakukan pembayaran dengan menggunakan Western Union. Namun, jangan berikan nomor seri WU pada penjual sebelum penjual mampu memberikan bukti resi pengiriman (melalui email ataupun fax).

  

3. Kita sesama pemain tanaman hias, baik penjual maupun pembeli (karena biasanya penjual adalah juga pembeli), harus menjalin hubungan/jaringan informasi, untuk saling memberikan rekomendasi mengenai profil penjual/pembeli yang baru pertama kali bertransaksi jarak jauh. Misalnya: Kita bisa saling menanyakan, melalui email, sms/telephone, ataupun milis-milis tanaman hias, mengenai profil penjual/pembeli. Bagi mereka yang pernah bertransaksi dengan penjual/pembeli tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang diperlukan.

  

4. Bagi para penjual, alangkah baiknya memberikan alamat rumah yang sejelas-jelasnya pada websitenya.

  

5. Alangkah baiknya bila foto tanaman di beri tanda khusus, misalnya, memasang kartu nama pada bagian bawah tanaman yang difoto (kartu nama harus bisa terlihat). Bila perlu, Pemilik barang, silahkan berfoto sekalian dengan barang dagangannya (sebagai trade mark).

 

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.

  

Salam sukses buat semua.

 

Boim-Warungtangkal.

Strategi Berdagang Tanaman Hias

Berdagang termasuk jualan tanaman hias, pada dasarnya adalah persaingan pasar. Perlu strategi khusus agar dagangan tetap laris dan tidak ditinggal pelanggan.

Sebagaimana dikutip dari Kedaulatan Rakyat terbitan awal bulan ini, menurut pengelola Griya Hobi Mitra, Yogyakarta, drh Budi Santosa, ada 15 sikap yang harus terpatri dalam jiwa seorang pedagang.

1. Jangan rakus dalam mengambil untung.

2. Jaga kualitas barang.

3. Jangan sekali-kali memalsu barang atau mengelabuhi pembeli.

4. Kalau tanaman selalu baru, akan kelihatan selalu segar dan menarik, tanaman harus yang dimaui pasar.

5. Dalam situasi harga yang terus menurun, harus siap merugi dengan menyesuaikan harga yang sekarang.

6. Buat setting tempat yang menarik.

7. Jadilah penjual yang baik, ramah, bisa berkomunikasi dengan baik terhadap pengunjung.

8. Berilah jaminan terhadap pembeli.

9. Sesekali membuat kejutan dengan menjual barang tanpa mengambil untung.
10. Dalam kondisi keuntungan tipis, bila pembeli menawar, lebih baik memberi bonus tanaman ketimbang memberi diskon karena sama saja menjual tanaman yang lain dan pembeli akan merasa senang.

11. Selalu optimis karena produk yang berhubungan dengan hobi, tak pernah berhenti.

12. Selalu mengikuti trend,

13. Bikin pembeli bersemangat memelihara tanaman.

14. Kreatif dalam berpromosi, tawarkan produk baru atau kejutan baru.

15. Berjualan harus bersuasana hati yang longgar dan senang, tidak perlu kemrungsung (gelisah, ed) dan nggresula (mengeluh, ed). Percayalah bahwa rezeki sudah diatur Tuhan