Kangkung

Kangkung “Selain Sebagai Penenang, juga Atasi Pendarahan”

Posted on

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas. Kangkung tergolong sayur yang sangat populer karena banyak peminatnya. Sayuran ini selalu hadir di restoran yang menyediakan makanan cina atau makanan laut dan disajikan dalam masakan tumis. Tanaman dari India yang menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan bagian negara Afrika ini disebut juga Swamp Cabbage, Water Convovulus, dan Water Spinach. Di Indonesia, kangkung mudah ditemui di daerah-daerah di Jawa, Papua, dan Aceh Besar. Jenis sayuran ini merupakan tanaman yang tumbuhnya relatif cepat. Dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih, kangkung sudah bisa dipanen. Sayuran bernama Latin lpomoea reptans ini terdiri dan dua varietas, kangkung darat yang sering disebut kangkung cina, dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Kangkung air berbunga putih kemerahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Dilihat dari bentuk daun dan batangnya, kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Batang kangkung air berwarna hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijauan. Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu. Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok “Tanaman Penyembuh Ajaib Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjojo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr, serat 2 gr, dan ampas 0,87 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B,C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur), Sebab itu tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.

Sumber : Tabloid Senior

No. 222/ 10-16 Oktober 2003