PHILODENDRON, POHON CINTA

Dengan bentuk daunnya yang lebar, Philodendron banyak disuka sebagai tanaman dalam ruang atau untuk hiasan. Philodendron termasuk dari keluarga Aracea, dan sangat banyak spesies. Sebagai tanaman yang berasal dari hutan tropis yang lembab, Philodendron tidak terlalu suka panas.

Keindahan Philodendron yang juga sering disebut Philo, tak melulu terletak pada daunnya yang lebar, tajam, dan penuh warna. Disarikan dari berbagai sumber, bunga dan batangnya pun terkadang mengundang decak kagum.

Di kalangan masyarakat luas, Philodendron dikenal dengan nama-nama unik. Selain Philo Eceng, ada juga Philo Kodok yang jika diperhatikan memang mirip kodok, dengan batang bulat. Atau Philo Kabel Busi, karena bentuknya mirip busi berwarna kuning.

Philodendron juga dikenal sebagai ‘Pohon Cinta’. Nama Philodendron diambil dari bahasa Yunani, Philo (cinta) dan dendron (pohon).

Konon, dahulu kala, keelokan Philodendron membuat Ratu Victoria dari Inggris terkesima. Ia pun memerintahkan pegawai istana memajang tanaman cantik ini di ruang peraduannya. Kini, bukan hanya keluarga Sang Ratu yang tergila-gila pada Philodendron, masyarakat Indonesia pun berlomba memiliki dan menikmati keanggunannya.

Lebih dari itu, karena penampilan dan warna daun yang memikat, Philodendron lebih bervariasi. Beberapa di antara tanaman asli Amerika Latin ini sudah sangat dikenal di Indonesia, seperti Philodendron pinnatifidum, Philodendron bipinnatifidum, dan Philodendron monstera deliciosa. Jenis-jenis itu tumbuh merambat.

Belakangan, muncul hibrida, dengan warna daun lebih variatif. Philo Red Imperial, misalnya, warna daunnya merah hingga oranye menyala. Philo Red Emerald, tampil dengan warna daun maroon kehijauan. Philo Lemon Juice tampil dengan warna daun warna lemon. Philo Prince of Orange, sesuai namanya, tampil dengan warna oranye cerah.

Berbeda dengan tiga jenis yang disebut terdahulu yang merambat, jenis-jenis yang disebut terakhir ini tidak merambat. Sebab itu pula, dikoleksi sebagai tanaman penghias ruangan. Bentuk daun philodendron pun juga sangat beragam. Beberapa di antaranya ada yang berdaun menjari sehingga dinamakan philo jari.

Philodendron sendiri termasuk tanaman yang luwes. Tanaman ini tidak berukuran besar, sehingga dapat diletakan di ruang tamu yang berukuran mungil.

Bicara tentang harga Philedendron di pasaran, meski masih satu kerabat dengan Aglonema, harga Philodendron tidak semahal saudaranya itu. Harga tanaman hias ini berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu.

Dari segi bisnis, kondisi pasar philodendron termasuk stabil. Hal inilah yang menjadi alasan beberapa pebisnis tanaman hias untuk tetap menjajakan komoditas itu. Banyak pemilik nurseri menjadikan pohon cinta ini sebagai ‘kuda hitam’. Meski bukan komoditas andalan, Philodendron tetap menyumbang omzet penjualan. Karena itulah permintaan kerabat Caladium itu belakangan terus meningkat.***SERPONG-KARAWACI

One thought on “PHILODENDRON, POHON CINTA”

  1. ada nama lokalnya gak untuk Philodendron? Misalnya, nama umum kayak ‘puring’ atau melati, dll. Makasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s